Rangkuman Berita Utama Timteng Sabtu 30 Desember 2023

Jakarta, ICMES. Juru bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, Brigjen Ramezan Sharif, Jumat (29/12), membantah laporan sejumlah media bahwa beberapa penasihat militer IRGC terbunuh akibat pemboman di Bandara Damaskus, ibu kota Suriah.

Komandan Pasukan Quds IRGC menyatakan bahwa Rezim Zionis Israel membunuh penasehat militer senior IRGC Brigjen Sayid Razi Mousavi di Suriah setelah gagal mencapai apapun dalam invasi militer Zionis di Jalur Gaza.

Agresi Israel terhadap Jalur Gaza berlanjut hingga hari ke-85, dengan semakin intensifnya pemboman udara dan artileri di beberapa wilayah di Jalur Gaza, menyebabkan puluhan orang gugur terluka dan hilang di bawah reruntuhan, sementara pasukan Hizbullah Lebanon terus menggempur posisi-posisi Israel di sekitar perbatasan Lebanon-Palestina pendudukan.

Berita Selengkapnya:

IRGC Bantah Laporan Para Penasehat Militernya Terbunuh dalam Serangan di Bandara Damaskus

Juru bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, Brigjen Ramezan Sharif, Jumat (29/12), membantah laporan sejumlah media bahwa beberapa penasihat militer IRGC terbunuh akibat pemboman di Bandara Damaskus, ibu kota Suriah.

Sejumlah media Arab mengklaim bahwa 11 penasihat militer IRGC  terbunuh dalam pemboman Bandara Damaskus, namun Sharif menepis dan menyebutnya sama sekali tidak berdasar.

“Kami dengan tegas menyangkalnya,” tandas Sharif.

Sebelumnya, beberapa media itu melaporkan jet tempur Israel melancarkan serangan rudal dari wilayah pendudukan Golan Suriah dengan sasaran beberapa lokasi di selatan  Damaskus pada Kamis malam.

Menurut laporan kantor berita Suriah, SANA, saat itu memang terjadi serangan lagi oleh Israel, dan rudal pencegat Pasukan Pertahanan Udara Suriah mampu menghadapi sebagian besar rudal musuh dan terdengar suara-suara ledakan di angkasa Damaskus, namun tak ada laporan mengenai  korban jiwa ataupun luka.

Bandara itu kembali beroperasi tak lama setelah terjadi serangan.

Suriah meminta Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Presiden Dewan Keamanan untuk bertanggung jawab mencegah agresi  Israel yang dapat memicu konflik di kawasan dan membangkitkan  eskalasi yang mengancam perdamaian dan keamanan regional dan internasional.

Kementerian Luar Negeri Suriah mengirimkan dua surat kepada  PBB mengenai serangan Israel di di Damaskus pada tanggal 25 Desember, yang menggugurkan perwira tinggi Iran, Brigjen Reza Mousavi, yang bekerja di Suriah sebagai penasehat militer. (alalam)

Jenderal Qaani: Gagal di Gaza, Israel Bunuh Penasehat Militer Iran

Komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, Brigjen Esmail Qaani menyatakan bahwa Rezim Zionis Israel membunuh penasehat militer senior IRGC Brigjen Sayid Razi Mousavi di Suriah setelah gagal mencapai apapun dalam invasi militer Zionis di Jalur Gaza.

 “Kalian (Israel) membunuh Syahid Sayid Razi Mousavi karena Anda tidak dapat mencapai apa pun di medan pertempuran Gaza,” kata Qa ani pada hari Jumat (29/12)

 Mousavi  gugur dalam serangan rudal Israel di lingkungan Sayidah Zeinab di Damaskus,  ibu kota Suriah, pada hari Senin, ketika bertugas sebagai bagian dari misi asistensi militer Iran di Suriah.

Serangan itu terjadi di tengah perang Israel terhadap Gaza sejak 7 Oktober menyusul operasi serangan Hamas bersandi Badai al-Aqsa.

Qaani menyebut Badai al-Aqsa sebagai reaksi bangsa Palestina terhadap “kekejaman masif Rezim Zionis terhadap umat Islam di Palestina.”

Sedikitnya 21.320 orang, yang sebagian besar perempuan dan anak-anak,   terbunuh dalam invasi militer Zionis di Jalur Gaza. Namun Tel Aviv gagal mewujudkan tujuannya, termasuk menumpas  Hamas,  membebaskan tawanan Israel, dan memaksa penduduk Gaza pindah ke negara-negara tetangga.

Qaani menyatakan bahwa rezim Israel dan Amerika Serikat (AS) yang getol mendukung Israel tidak mencapai apa pun dalam  agresi tersebut selain membunuh perempuan dan anak-anak yang tidak bersalah.

Menurutnya, AS telah menginvestasikan seluruh kekuatannya dalam mendukung Zionis, dan Washington pada akhirnya akan bertanggung jawab atas kejahatannya.

Qaani  mengingatkan bahwa tak seperti Israel yang mendapat dukungan maksimal dari Barat, rakyat dan para pejuang Palestina di Gaza hanya dibela oleh Poros Resistensi, yang elemennya tersebar di Lebanon, Irak, Suriah dan Yaman.  

Qaani  juga menyatakan  ribuan tentara Zionis yang tewas dalam perang di Gaza, dan juga terdapat sekira 500 kasus kebutaan.

“Namun mereka tidak cukup berani untuk mengumumkan jumlah korban,” ungkap Qaani. (presstv)

10 Tentara Zionis Tewas Disergap Brigade Al-Qassam, Hizbullah Terus Menggempur

Agresi Israel terhadap Jalur Gaza berlanjut hingga hari ke-85, dengan semakin intensifnya pemboman udara dan artileri di beberapa wilayah di Jalur Gaza, menyebabkan puluhan orang gugur terluka dan hilang di bawah reruntuhan, sementara pasukan Hizbullah Lebanon terus menggempur posisi-posisi Israel di sekitar perbatasan Lebanon-Palestina pendudukan.

Tentara Israel pada hari Jumat (29/12) berbicara tentang perluasan operasinya di Gaza tengah dan selatan, sementara  sebuah sumber di Brigade  Qassam, sayap militer Hamas, mengumumkan pihaknya telah melancarkan operasi penyergapan di lingkungan Tuffah sebelah timur Gaza.

Disebutkan bahwa sergapan itu menyebabkan hancurnya satu unit mobil pengangkut pasukan dan terbunuhnya 10 tentara Israel akibat serangan jarak dekat.

Al-Qassam juga mengaku telah menggempur dan menghancurkan 20 unit kendaraan militer Israel selama 48 jam terakhir.

Gerakan perlawanan Hizbullah Lebanon melancarkan delapan serangan lagi terhadap posisi militer Israel pada hari Jumat, menghantam pangkalan-pangkalan serta pasukan, sebagai kelanjutan dari dukungannya terhadap warga Palestina di Jalur Gaza.

Laporan dari Lebanon menyebutkan bahwa kelompok pejuang Hizbullah melancarkan serangan terhadap bunker artileri Israel di Khirbet Ma’ar serta situs Al-Marj, situs Ruweisat Al-Qarn, dan situs Hadab Yaroun.

Hamas menyerang lokasi pertemuan tentara Zionis di  Ramya dan lokasi lain antara barak Zar’it dan lokasi Birket Risha.

Hizbullah juga menghantam derek yang membawa peralatan pengawasan dan peralatan mata-mata di area peternakan Doviv.

Hizbullah menegaskan bahwa operasi tersebut dilakukan “untuk mendukung ketabahan rakyat Palestina di Jalur Gaza dan solidaritas atas perlawanan mereka yang berani dan terhormat.”

Sebagaimana para pejuang di Gaza, Hizbullah juga kerap merilis video-video serangannya terhadap pasukan Zionis Israel.  (aljazeera/presstv)