Rangkuman Berita Utama Timteng Sabtu 3 Juli 2021

demo palestinaJakarta, ICMES. Ratusan orang Palestina menderita cedera akibat bentrok dengan pasukan Zionis Israel di distrik Bita di selatan Nablus dan berbagai daerah lain di Tepi Barat

Petinggi gerakan Ansarullah (Houthi) anggota Dewan Tinggi Politik Yaman Mohammad Ali Al-Houthi menanggapi keras pernyataan Utusan Khusus AS untuk Yaman Tim Lenderking terkait dengan serangan pasukan Ansarullah terhadap pasukan lawannya di kota Ma’rib.

Pakar AS dari The Washington Institute for Near East Policy, Elana DeLozier, menyatakan tak ada kekuatan yang dapat menyurutkan pengaruh gerakan Ansarullah..

Sumber-sumber lokal Irak mengatakan konvoi logistik milik pasukan AS menjadi sasaran serangan di kota Hilla. Bersamaan dengan ini Iran mengungkit kasus serangan AS yang menggugurkan jenderal legendaris Iran Qasem Soleimani dan menyebutnya sebagai praktik terorisme negara.

Berita Selengkapnya:

Bentrok dengan Pasukan Zionis di Tepi Barat, Ratusan Orang Palestina Cedera

Ratusan orang Palestina menderita cedera akibat bentrok dengan pasukan Zionis Israel di distrik Bita di selatan Nablus dan berbagai daerah lain di Tepi Barat, Jumat (2/6).

Bentrokan itu terjadi ketika usai shalat Jumat warga Palestina menggelar unjuk rasa protes terhadap pembangunan permukiman Zionis.

Lembaga Bulan Sabit Merah Palestina mencatat bahwa akibat bentrokan di Bita sedikitnya delapan orang Palestina luka terkena tembakan peluru karet, dua lainnya luka diterjang peluru tajam dan lebih dari 240 orang mengalami cedera dan sesak nafas akibat menghirup gas air mata.

Di hari yang sama, para pemukim Zionis menyerang dengan mencabut dan menebang puluhan pohon di ladang warga Palestina di selatan Nablus.

Selain itu, pasukan Zionis menyerang konsentrasi warga Palestina yang memrotes pembangunan permukiman Zionis di kawasan Masafer Yatta di selatan Al-Khalil (Hebron), Tepi Barat.

Pasukan Zionis menembakkan gas-gas air mata dan granat kejut ke arah puluhan massa pemrotes, namun massa tetap berusaha melanjutkan aksinya dan mengutuk apa yang mereka sebut pembersihan etnis yang dilakukan Rezim Zionis Israel terhadap orang-orang Palestina.

Di daerah Beit Dajn di timur Nablus pasukan Zionis menyerang aksi pawai warga Palestina yang memrotes proyek permukiman Zionis.

Peristiwa serupa juga terjadi di Al-Ras di barat kota Salfit dan di kota Tubas, menyebabkan sejumlah orang Palestina cedera terkena peluru karet dan gas air mata yang dilepaskan oleh pasukan Zionis.

Di kota Quds (Baitul Maqdis/Yerussalem), pasukan Zionis merepresi warga Palestina yang menggelar aksi solidaritas untuk saudara-saudara mereka di distrik Silwan yang rumahnya terancam akan dihancurkan oleh Israel.

Di Al-Khalil, warga Palestina masih terus menggelar unjuk rasa protes terhadap Otoritas Palestina (PA) atas tewasnya aktivis HAM Palestina Nizar Banat di tangan aparat keamanan PA. (palestinetoday/fna)

Tanggapi AS, Ansarullah: Bangsa Yaman Tak akan Memohon Perdamaian dengan Para Pembantai

Petinggi gerakan Ansarullah (Houthi) anggota Dewan Tinggi Politik Yaman Mohammad Ali Al-Houthi menanggapi keras pernyataan Utusan Khusus AS untuk Yaman Tim Lenderking terkait dengan serangan pasukan Ansarullah terhadap pasukan lawannya di kota Ma’rib, Yaman tengah.

“Bangsa Yaman menderita akibat blokade dan serangan AS, Inggris, Saudi, Emirat dan para sekutu mereka dan tak akan memohon perdamaian dengan para agresor yang setiap hari membantai  orang-orang Yaman,” ungkap Ali Al-Houthi di Twitter, seperti dikutip Tasnim, Jumat (2/6).

Sehari sebelumnya, Lenderking menyatakan bahwa Ansarullah harus ditekan agar menghentikan serangannya ke Ma’rib.

Ali Al-Houthi menambahkan, “AS di dunia berunding dengan Al-Qaeda dan ISIS serta menyokong keduanya, dan di sisi lain mengaku prihatin terhadap perjuangan bangsa Yaman melawan para teroris itu.”

Dia menegaskan bahwa jika tidak ingin prihatin maka AS tinggal menghentikan agresi, blokade dan pendudukannya terhadap Yaman, sebagaimana yang selalu ditekankan oleh para pemimpin Ansarullah.

Ali Al-Houthi menyoal, “Mengapa AS tidak prihatin atas tindakannya menjual senjata kepada negara-negara yang mengagresi Yaman? Penyebab utamanya adalah keinginan untuk melanjutkan perang dan upaya menduduki Yaman.” (tasnim)

Pakar AS: Tak Ada Kekuatan yang Dapat Menyurutkan Pengaruh Ansarullah di Yaman

Pakar AS dari The Washington Institute for Near East Policy, Elana DeLozier, menyatakan tak ada kekuatan yang dapat menyurutkan pengaruh gerakan Ansarullah (Houthi) di Yaman.

Dikutip Fars, Jumat (2/7), DeLozier dalam sebuah artikelnya mula-mula menyebutkan bahwa utusan khusus baru PBB untuk Yaman, yang namanya akan segera diumumkan untuk menggantikan Martin Griffiths, akan menghadapi situasi sulit di Yaman.

Martin Griffiths yang pada tahun 2018 menggantikan Ismail Ismail Ould Cheikh Ahmed akan melepaskan jabatan tersebut ketika dalam beberapa bulan terakhir ini delegasi Ansarullah yang berkuasa di Sanaa, ibu kota Yaman, enggan mengadakan pertemuan dengannya karena tak menganggapnya sebagai mediator yang netral.

Sejauh ini belum ada kepastian siapa yang akan menggantikan Griffiths, namun beberapa media menyebutkan bahwa penggantinya kemungkinan besar adalah seorang diplomat dari Inggris.

Elana DeLozier menyebutkan bahwa utusan khusus baru PBB untuk Yaman harus dapat mewujudkan perdamaian di Yaman secepatnya, padahal kondisi sekarang semakin pelik di tengah perang yang melanda negara ini sejak lebih dari enam setengah tahun silam.

Dia lantas menuliskan, “Perang Yaman adalah salah satu krisis kemanusiaan terburuk, sementara jelas tak ada kelompok bersenjata yang dapat menyurutkan pengaruh Houthi yang kini semakin berani dan fokus dalam berperilaku.”

Dia mengakui kunjungan delegasi Oman ke Sanaa sebagai satu perubahan signifikan dalam kinerja diplomatik Muscat, tapi dia menilai tidak akan segera membuahkan hasil.

Sembari memaparkan perkembangan situasi politik dan militer Yaman, dia menyatakan bahwa upaya Oman dan kehendak dunia untuk perdamaian bukanlah satu-satunya faktor yang menciptakan perubahan dalam satu tahun terakhir di mana Saudi mengaku bersedia memberikan konsesi demi mengakhiri perang, melainkan juga ada faktor lapangan di mana Ansarullah memperhebat serangan ke Ma’rib, Yaman, dan ke wilayah Saudi, sementara pasukan koalisi yang dipimpin Saudi justru terlibat perselisihan internal yang tajam. (fars)

Konvoi Logistik AS Mendapat Serangan di Irak, Iran Ungkit Pembunuhan Jenderal Soleimani

Sumber-sumber lokal Irak mengatakan konvoi logistik milik pasukan AS menjadi sasaran serangan di kota Hilla pada hari Jumat (2/7). Bersamaan dengan ini Iran mengungkit kasus serangan AS yang menggugurkan jenderal legendaris Iran Qasem Soleimani dan menyebutnya sebagai praktik terorisme negara.

Tidak ada laporan segera mengenai akibat serangan terhadap konvoi militer AS tersebut, sementara media Irak juga belum merilis laporan mengenai rincian serangan itu.

Serangan terhadap konvoi AS di Irak berlanjut ketika Washington berusaha menunda-nunda pembicaraan antara Washington dan Baghdad mengenai penarikan pasukan AS dari Irak.

Sejak tentara AS secara licik membunuh jenderal legendaris Iran Qassem Soleimani dan beberapa rekan seperjuangannya di Irak di dekat Bandara Baghdad pada awal 2020, parlemen Irak menyetujui undang-undang yang menyerukan pengeluaran pasukan asing dari Irak.

Undang-undang itu mendesak pemerintah Baghdad mengeluarkan pasukan AS namun hingga kini desakan itu belum terpenuhi meskipun serangan para pejuang Irak terhadap kepentingan-kepentingan AS kian intensif.

Sementara itu, Duta Besar dan Perwakilan Tetap Iran untuk PBB di Jenewa Esmaeil Baghaei Hamaneh Kamis lalu tak puas dan mengritik pernyataan pelapor khusus PBB  yang menyebut serangan teror terhadap Jenderal Soleimani sebagai “pembunuhan sewenang-wenang”.

Hamaneh menegaskan bahwa kejahatan AS itu merupakan praktik terorisme negara.  Dia menambahkan bahwa baik Iran maupun negara-negara di Timur Tengah berutang budi kepada Soleimani karena telah membebaskan mereka dari terorisme ISIS, dan Iran tidak akan melepaskan tuntutannya untuk membawa pelaku kejahatan itu ke pengadilan. (mna)