Rangkuman Berita Utama Timteng Sabtu 3 Agustus 2019

iran teluk persiaJakarta, ICMES: Website Debka milik Israel melaporkan bahwa Uni Emirat Arab (UEA) dan Arab Saudi melakukan komunikasi rahasia dengan Iran mengenai keamanan pelayaran di kawasan Teluk Persia.

Iran mengaku mendeteksi drone siluman Amerika Serikat (AS) jenis Global Hawk dengan menggunakan radar Thamen buatan dalam negeri.

Militer Yaman memperlihatkan rekaman video peluncuran rudal “Burkan 3” dengan sasaran sebuah posisi militer di Dammam di bagian timur Arab Saudi.

Belasan tentara Sudan tewas terkena serangan beberapa rudal Ansarullah di dekat perbatasan Saudi-Yaman.

Surat kabar AS New York Times (NYT) menyebutkan bahwa Uni Emirat Arab (UEA) menarik pasukannya dari Yaman karena merasa tak sanggup memenangi perang.

Berita selengkapnya:

Israel Klaim Ada Komunikasi Rahasia UEA dan Saudi dengan Iran

Website Debka milik Israel melaporkan bahwa Uni Emirat Arab (UEA) dan Arab Saudi melakukan komunikasi rahasia dengan Iran mengenai keamanan pelayaran di kawasan Teluk Persia.

Situs internet yang dekat dengan intelijen Israel itu mengutip keterangan sumber-sumber ekslusifnya bahwa UEA dan Saudi kini berkesimpulan bahwa target-target Presiden AS Donald Trump mengenai Iran tidak sesuai dengan target Abu Dhabi dan Riyadh.

Sumber anonim UEA kepada Debka mengatakan, “Jika ada (perundingan dengan Iran) maka itu merupakan apa yang diupayakan oleh Washington, sebab kami tidak memiliki kepentingan apapun untuk bergabung dengan rencananya membentuk aliansi keamanan pelayaran di Teluk, mengingat bahwa kemampuan antisipasinya akan sangat terbatas.”

Debka mengutip keterangan sumber-sumber intelijen bahwa delegasi UEA berkunjung ke Teheran pada 30 Juli untuk mengadakan pertemuan dengan para petinggi Iran pertama kalinya sejak enam tahun lalu untuk membahas keamanan pelayaran di Teluk Persia, Selat Hormuz, dan Selat Bab al-Mandeb.

Menurut sumber-sumber itu, dalam pembicaraan delegasi itu dengan para pejabat Iran telah terjadi pendekatan, dan UEA pun telah menarik pasukannya dari Yaman, menyerahkan pulau-pulau di Selat Bab al-Mandeb dan sebagian kawasan pesisir kepada “milisi Yaman yang sebagian oknumnya pernah menjalin komunikasi dengan Houthi (Ansarullah).”

Debka menyebutkan, “Perkembangan ini mendorong Teheran untuk memberikan perhatian secara rahasia kepada Putra Mahkota Saudi Pangeran Mohamed Bin Salman dengan usulan pelaksanaan perundingin-perundingan positif yang serupa dengan apa yang ditelah dilakukan dengan UEA, dan ada tanda-tanda bahwa Bin Salman serius mempelajari usulan ini.” (raialyoum)

Iran Deteksi Drone Siluman Global Hawk dengan Radar “Thamen” Buatan Dalam Negeri

Menteri Pertahanan Iran Amir Hatami untuk pertama kalinya menyatakan bahwa drone Amerika Serikat (AS) jenis Global Hawk yang beberapa waktu lalu ditembak jatuh oleh pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) di Selat Hormuz dideteksi oleh negara republik Islam ini dengan menggunakan radar Thamen buatan dalam negeri.

Saat itu Iran mengumumkan bahwa pesawat nirawak siluman pengintai AS itu tertembak jatuh dengan menggunakan sistem “3 Khordad” yang juga buatan dalam negeri, namun tidak menyebutkan nama radar yang digunakan dalam sistem ini.

Menurut website Kementerian Pertahanan Iran, sistem radar Thamen berkemampuan mendeteksi lima sasaran laut dan satu sasaran udara sekaligus.

Penembakan jatuhan drone Global Hawk terjadi pada 20 Juni lalu di provinsi Hormuzgan di bagian selatan Iran.

Humas IRGC menyebutkan bahwa peristiwa itu terjadi pada saat-saat awal dini hari sembari menyatakan, “Pertahanan udara Pasukan Dirgantara IRGC telah membidik dan menjatuhkan pesawat pengintai AS jenis Global Hawk setelah pesawat ini menerjang zona udara Iran di kawasan Gunung Mubarak, provinsi Hormuzgan.” (raialyoum)

Pertama Kali, Ansarullah Yaman Tunjukkan Video Peluncuran Rudal “Burkan 3” ke Saudi

Juru bicara militer Yaman yang bersekutu dengan kelompok pejuang Ansarullah Yaman Brigjen Yahya Saree memperlihatkan rekaman video peluncuran rudal “Burkan 3” dengan sasaran sebuah posisi militer di Dammam di bagian timur Arab Saudi pada Kamis (1/8/2019).

Dalam jumpa pers Jumat malam waktu setempat (3/8/2019) Yahya Saree memberikan penjelasan rinci mengenai rudal balistik tersebut.

“Rudal itu berasal dari sistem jarak jauh Burkan 3”, ujarnya, sembari memastikan bahwa pasukan rudal Yaman sanggup menggempur seluruh sasaran di negara-negara jirannya yang mengagresi Yaman.

“Ini merupakan generasi ketiga sistem jarak jauh Burkan yang sanggup menghantam sasaran-sasaran di sepanjang dan selebar wilayah geografis negara-negara agresor,” ujarnya.

Dia menjelaskan bahwa rudal telah sukses diujicoba dan bahkan dikembangkan untuk menerobos sistem penangkis yang digunakan oleh pihak lawan.

Pada Kamis lalu Ansarullah mengumumkan pihaknya telah melesatkan rudal balistik jarak jauh yang untuk pertama kalinya ditujukan ke sasaran militer di wilayah terjauh di bagian timur Arab Saudi.

“Ini merupakan hantaman di kedalaman wilayah Saudi di Dammam dalam sebuah percobaan baru dan operasi pasukan rudal Yaman,” tutur Saree. (raialyoum)

Belasan Tentara Sudan Tewas Digempur Pasukan Yaman

Juru bicara militer kelompok pejuang Ansarullah di Yaman, Brigjen Yahya Saree, Jumat (2/8/2019), menyatakan sebanyak 14 tentara Sudan tewas terkena serangan beberapa rudal Ansarullah di dekat perbatasan Saudi-Yaman.

Sebagaimana dilaporkan saluran TV Al-Masirah milik Ansarullah, Sarie juga menyebutkan bahwa serangan itu juga melukai sembilan tentara lainnya, sedangkan sasarannya adalah sebuah kamp militer yang baru dididrikan di desa al-Tinah di bagian barat kawasan Hiran, Yaman, yang berhadapan dengan kota Jizan, Arab Saudi.

Menurut Sarie, operasi serangan itu dilancarkan setelah dilakukan operasi intelijen secara akurat, dan menggunakan rudal Zilzal dan roket Katyusha.

Belum ada tanggapan dari pihak pasukan Sudan yang terlibat dalam pasukan koalisi Arab pimpinan Arab Saudi di Yaman atas klaim Ansarullah tersebut.

Belakangan ini Ansarullah menggalakkan serangan ke berbagai posisi militer Saudi dan sekutunya dengan menggunakan drone serta rudal-rudal balistik maupun tradisional. (raialyoum)

NYT: UEA Keluar Dari Yaman Karena Yakin Tak Sanggup Menangi Perang

Surat kabar AS New York Times (NYT) menyebutkan bahwa Uni Emirat Arab (UEA) membuat keputusan mengejutkan menarik pasukannya dari Yaman karena telah sampai kesimpulan bahwa pihaknya tak sanggup memenangi perang di Yaman.

“Dalam penjelasan latar belakang pada bulan lalu kepada para analis Barat, orang-orang Emirat mengatakan mereka mundur karena perang tampaknya tidak dapat dimenangi,” tulis NYT, Kamis (1/8/2019).

Abu Dhabi belum lama ini secara terbuka mengaku bahwa penarikan pasukannya dari Yaman secara bertahap telah dimulai sejak satu bulan sebelumnya.

Menurut laporan sebelumnya, Abu Dhabi semula mengaitkan penarikan pasukan itu dengan beberapa alasan lain, termasuk masalah keamanan domestik dan dukungan untuk upaya perdamaian yang dipimpin PBB.

Menyusul eskalasi ketegangan antara Iran dan AS di Teluk Persia para pejabat UEA mengklaim penarikan pasukan itu karena Abu Dhabi ingin memiliki pasukan dan peralatan “di tangan” untuk keperluan sewaktu-waktu.

Pejabat UEA juga pernah mengatakan bahwa penarikan pasukan itu adalah karena “alasan taktis” atau sebagai transisi menuju strategi “pertama yang damai”.

Namun, bulan lalu, secara hampir bersamaan dengan pernyataan itu, NYT memuat artikel yang menyatakan bahwa para pejabat UEA telah memberi pengarahan kepada analis Barat bahwa perang yang dipimpin Saudi tampak “tidak dapat dimenangi.”

Surat kabar itu awalnya menerbitkan sebuah laporan yang mengatakan bahwa penarikan itu merupakan “pengakuan yang terlambat” bahwa perang itu “tak lagi dapat dimenangi.” (presstv)