Rangkuman Berita Utama Timteng Sabtu 29 Mei 2021

Syrian President Bashar Assad supporters hold up national flags and pictures of Assad as they celebrate at Omayyad Square, in Damascus, Syria, Thursday, May 27, 2021. (AP Photo/Hassan Ammar)

Syrian President Bashar Assad supporters hold up national flags and pictures of Assad as they celebrate at Omayyad Square, in Damascus, Syria, Thursday, May 27, 2021. (AP Photo/Hassan Ammar)

Jakarta, ICMES. Bashar Assad yang baru terpilih lagi sebagai presiden Suriah dengan perolehan suara mayoritas mutlak sebesar 95,1 % pada pilpres yang telah berlangsung pada hari Rabu lalu (26/5) menyebut keterpilihan itu sebagai satu kehormatan bagi dirinya.

Berbagai lembaga dan organisasi masyarakat di Amerika Serikat (AS) bersiap menggelar demonstrasi akbar yang disebut-sebut akan dihadiri oleh jutaan massa pada hari ini, Sabtu (29/5), di Washington DC.

Pasukan Ansarullah (Houthi) di Yaman menyatakan pihaknya telah menyerang pangkalan udara Arab Saudi dengan dua unit pesawat nirawak (drone) dan berhasil membidik sasaran dengan “akurat”.

Berita Selengkapnya:

Terpilih lagi sebagai Presiden, Bashar Assad: Rakyat Suriah Baru Melakukan Revolusi

Bashar Assad yang baru terpilih lagi sebagai presiden Suriah dengan perolehan suara mayoritas mutlak sebesar 95,1 % pada pilpres yang telah berlangsung pada hari Rabu lalu (26/5) menyebut keterpilihan itu sebagai satu kehormatan bagi dirinya.

“Keterpilihan saya oleh rakyat Suriah untuk mengabdi kepada mereka pada periode konstitusional mendatang merupakan satu kehormatan besar yang tak dapat dicapai kecuali oleh kemuliaan keterhubungan dengan bangsa ini, tidak sebatas identas saja, melainkan juga dengan aspirasi, pikiran, norma dan tradisi,” ujarnya dalam pidato televisi, Jumat malam (28/5).

Assad menilai apa yang dilakukan oleh warga negara Suriah dalam pilpres tak ubahnya dengan “sebuah revolusi dalam arti yang sesungguhnya, bukan metafora, revolusi anti-terorisme, pengkhianatan dan dekadensi moral”.

Kepada rakyat Suriah dia mengatakan, “Anda sekalian telah mengembalikan definisi nasionalisme, dan secara spontan juga mengembalikan definsi pengkhianatan serta perbedaan antara keduanya. Definisi Anda sekalian untuk nasionalisme tidaklah berbeda dari segi kandungan, namun berbeda dari segi cara dan metode, dan tentunya akan membuahkan hasil dan implikasi. Pesan-pesan Anda sekalian akan membakar semua hambatan dan tameng yang mereka letakkan pada akal mereka.”

Dia menambahkan, “Apa yang telah kalian lakukan pada pekan-pekan lalu bukan semata festival untuk suatu peringatan, juga bukan semata ekspresi ketergerakan dan emosionalitas nasionalisme, melainkan juga tamparan terhadap para antek dan kacung mereka, dan tantangan ini merupakan ekspresi kesetiaan nan tulus dan mendalam kepada tanah air.”

Assad akan disumpah jabatan pada 15 Juli mendatang untuk memulai masa kepresidenannya selama tujuh tahun ke depan.

Iran dan Hizbullah Libanon menyampaikan ucapan selamat kepada Assad atas keterpilihannya lagi sebagai presiden Suriah. Hizbullah menilai pemilu itu “tak ubahnya dengan referendum rakyat dan politik berskala luas”.

Sedangkan Presiden Iran Hassan Rouhani dalam ucapan selamatnya menyatakan, “Rakyat Suriah telah berpartisipasi luas di kotak-kota pemilihan suara, memilih Yang Mulia, dan memainkan peran kunci dalam penentuan nasib dan kemakmuran Suriah.” (raialyoum/alalam)

Jutaan Orang di Washington Hari ini akan Gelar Demontrasi Anti-Israel

Berbagai lembaga dan organisasi masyarakat di Amerika Serikat (AS) bersiap menggelar demonstrasi akbar yang disebut-sebut akan dihadiri oleh jutaan massa pada hari ini, Sabtu (29/5), di Washington DC.

Unjuk rasa itu mengangkat tema “hukum dan cegah Israel” untuk menandai kutukan mereka  atas berlanjutnya kejahatan Israel terhadap rakyat Palestina, termasuk serangannya ke Gaza belum lama ini.

Berbagai lembaga dan ormas itu intensif menyeru masyarakat agar menyukseskan demonstrasi “jutaan” massa, setelah beberapa waktu lalu ketika terjadi perang Gaza-Israel mereka sukses mengerahkan puluhan ribu massa di berbagai kota AS, termasuk New York, Chicago, Dearborn, Texas dan San Fransisco.

Seruan itu disampaikan melalui media sosial oleh para anggota ormas, aktivis, pembela dan simpatisan Palestina di tengah masyarakat AS.

Marjan Abu Mohammad, salah satu aktivis asal Palestina di Negara Bagian Texas, Jumat (28/5), mengatakan, “Persiapan masih terus dilakukan untuk mengerahkan massa simpatisan Palestina dalam jumlah terbesar yang pernah terjadi di Washington untuk mengutuk Israel serta menyampaikan pesan kepada pemerintah AS bahwa Quds (Yerussalem) dan Masjid Al-Aqsa merupakan garis merah bagi Arab dan umat Islam dan supaya AS menghentikan bantuan militer kepada Israel, yang digunakan untuk berbuat kejahatan terhadap bangsa kami.”

Sementara itu, laporan lain menyebutkan bahwa satu pemuda Palestina gugur syahid diterjang peluru tajam pasukan Zionis yang berusaha membubarkan unjuk rasa massa Palestina usai shalat Jumat di selatan kota Nablus , Tepi Barat. (mm/wafa)

Ansarullah Yaman Serang Pangkalan Udara Saudi dengan Dua Drone

Pasukan Ansarullah (Houthi) di Yaman menyatakan pihaknya telah menyerang pangkalan udara Arab Saudi dengan dua unit pesawat nirawak (drone) dan berhasil membidik sasaran dengan “akurat”.

Juru bicara militer Yaman yang bersekutu dengan Ansarullah, Brigjen Yahya Saree, Jumat malam (28/5), dalam pernyataannya di Twitternya menyebutkan, “Pasukan drone, dengan anugerah Allah, berhasil melancarkan operasi serangan yang menyasar Pangkalan King Khalid di Khamis Mushait dengan dua pesawat nirawak jenis Qasef k2, dan serangan ini menimpa sasaran dengan akurat.”

Dia menambahkan, “Serangan ini adalah dalam rangka hak kami yang sah dan natural dalam membalas agresi dan blokade berkelanjutan terhadap bangsa kami yang mulia.”

Sebelumnya di hari yang sama, pasukan koalisi Arab yang dipimpin Arab Saudi mengaku berhasil menggagalkan serangan sebuah pesawat nirawak Ansarullah yang melesat menuju kota Khamis Mushait di selatan Saudi.

Dalam sebuah pernyataannya saat itu  koalisi Arab kembali menuding Ansarullah “berusaha menyasar warga sipil dan properti sipil”.

Ansarullah telah berulangkali melesatkan drone berbahan peledak untuk menyerang posisi-posisi militer dan fasilitas minyak Saudi dengan drone, sementara Saudi dan sekutunya yang sudah tujuh tahun menginvasi Yaman untuk memerangi Ansarullah juga berulangkali memperingatkan bahwa serangan itu sangat mengancam keamanan warga sipil. (rt)