Rangkuman Berita Utama Timteng  Sabtu 29 Agustus 2020

yaman pulau SocotraJakarta, ICMES. Rezim Zionis Israel dilaporkan bekerjasama dengan Uni Emirat Arab (UEA) untuk membangun pangkalan pengumpulan intelijen di sebuah pulau Socotra, Yaman.

Empat tentara Suriah tewas dan delapan lainnya luka-luka akibat serangan teroris di provinsi Homs.

Warga Hudaydah dan Taiz di Yaman, Jumat (28/8/2020), menggelar unjuk rasa protes terhadap pemulihan hubungan Uni Emirat Arab (UEA) dengan Rezim Zionis Israel.

Para komandan militer Israel di bagian utara negara ilegal Zonis ini mengklaim kelompok pejuang Hizbullah Libanon belakangan ini telah dua kali gagal dalam upaya mereka melancarkan serangan terhadap Israel.

Berita selengkapnya:

Dibantu UEA, Israel Dilaporkan Bangun Pangkalan Intelijen di Pulau Yaman

Rezim Zionis Israel dilaporkan bekerjasama dengan Uni Emirat Arab (UEA) untuk membangun pangkalan pengumpulan intelijen di sebuah pulau Socotra, Yaman.

Pulau itu terletak di daerah strategis yang menghadap ke Selat Bab al-Mandab, dan kerjasama itu digalang  empat tahun setelah Tel Aviv mulai membangun basis mata-mata terbesar di wilayah tersebut.

Mengutip keterangan sejumlah sumber, termasuk dari Yaman, outlet berita berbahasa Prancis JForum dalam sebuah laporannya menyebutkan bahwa Israel berencana membangun sejumlah pangkalan mata-mata di pulau seluas hampir 3.650 kilometer persegi di Samudra Hindia tersebut.

Menurut laporan itu, delegasi perwira intelijen Israel dan UEA belum lama ini mendatangi Pulau Socotra dan meninjau berbagai lokasi untuk mendirikan pangkalan intelijen yang direncanakan.

Mengutip sumber anonim berpangkat tinggi di Eritrea, JForum mencatat bahwa pada tahun 2016 Israel mulai membangun pangkalan pengumpulan intelijen terbesar di puncak Gunung Ambassaira di selatan Asmara, ibu kota Eritrea.

Pangkalan itu ditujukan untuk memantau secara elektronik pasukan koalisi Arab pimpinan Saudi yang menyerang Yaman, aktivitas Gerakan Ansarullah (Houthi) di Yaman, dan gerakan angkatan laut Iran di kawasan, serta menganalisis lalu lintas laut dan udara di Laut Merah selatan.

Menurut laporan itu, Israel dan UEA kini sedang melakukan semua persiapan logistik untuk membangun pangkalan intelijen itu guna mengumpulkan informasi dari seluruh kawasan Teluk Aden, termasuk Bab al-Mandab dan selatan Yaman, yang berada di bawah kendali pasukan yang didukung UEA.

Seperti diketahui, Amerika Serikat belum lama ini mengumumkan bahwa UEA telah “menormalisasi” hubungan dengan Israel, dan dengan demikian UEA menjadi negara Arab ketiga  setelah Mesir dan Yordania yang menjalin hubungan resmi dengan Israel.  (presstv)

Bus Diserang Teroris, Empat Tentara Suriah Tewas

Empat tentara Suriah tewas dan delapan lainnya luka-luka akibat serangan teroris di provinsi Homs, Jumat (28/8/2020).

Dilaporkan dari Palmyra (Tadmur) bahwa dua bom yang dipasang dipinggir jalan di daerah gurun yang luas meledak dan menerjang sebuah bus yang mengangkut para anggota Pasukan Arab Suriah (SAA) di bagian timur provinsi Homs hingga menyebabkan beberapa tentara Suriah itu tewas dan luka.

Kelompok teroris Negara Islam (IS /ISIS/Daesh) diduga sebagai pelaku serangan itu karena wilayah Hamimah sempat lama mereka kuasai sebelum kemudian SAA berhasil membebaskannya.

Serangan ini juga terjadi ketika kawanan teroris ISIS melancarkan serangan dahsyat terhadap SAA di daerah pedesaan barat Deir Ezzor, yang tidak jauh dari lokasi serangan terhadap bus tersebut.

Menurut laporan lapangan dari Deir Ezzor, pasukan ISIS melancarkan sejumlah serangan terhadap SAA dan sekutunya hingga terjadi kontak senjata sengit yang menjatuhkan korban tewas dari kedua pihak.

SAA segera mengirim bala bantuan ke daerah itu setelah ISIS diketahui berencana menyerbu beberapa titik militer di wilayah barat gurun Deir Ezzor.

Tentara Suriah dan sekutunya dari Pasukan Pertahanan Nasional (NDF) dan Brigade Al-Quds berusaha serangan sisa-sisa elemen ISIS.

Serangan terbaru ISIS terjadi setelah kawanan teroris ini menderita kerugian jiwan dan materi dalam jumlah besar akibat gempuran SAA dan tentara Rusia awal pekan ini. (mm/amn)

Warga Hudaydah dan Taiz di Yaman Gelar Demo Anti-Normalisasi UEA-Israel

Warga Hudaydah dan Taiz di Yaman, Jumat (28/8/2020), menggelar unjuk rasa protes terhadap pemulihan hubungan Uni Emirat Arab (UEA) dengan Rezim Zionis Israel, dan serangan koalisi Arab yang menggugurkan seorang ulama terkemuka Yaman.

Di Hudaydah, para demonstran mengutuk serangan udara koalisi Arab pimpinan Arab Saudi yang menggugurkan seolah ulama terkemuka bernama Yahya Hamud Al-Adhal di kota al-Duraihimi.

Massa menyebut serangan itu sebagai peningkatan ketegangan, pelanggaran terbuka terhadap gencatan senjata, dan kekerasan terhadap warga sipil.

Sedangkan di kota Taiz, massa di jalanan mengutuk pemulihan hubungan UEA dengan Israel dan menyebutnya pengkhianatan terhadap amanat Palestina.

Massa menyatakan bahwa penistaan terhadap Palestina oleh UEA itu merupakan penistaan terhadap seluruh kaum Arab dan umat Islam. Mereka antara lain membentangkan spanduk dan poster bertuliskan: “Palestina tetap ada dalam sanubari setiap Arab. Kami penuhi seruanmu, wahai Palestina.”

Dalam beberapa hari terakhir Taiz diwarnai demontrasi kontra-normalisasi hubungan UEA-Israel.

Bersamaan dengan ini, organisasi Ikatan Ulama Yaman merilis pernyataan berisi kecaman keras terhadap serangan udara koalisi Arab yang mengggugurkan Allamah Hamud al-Adhal.

Pernyataan itu menyebutkan bahwa ulama berusia 70 tahun tersebut  gugur akibat serangan drone buatan AS yang menyasar rumahnya.

Ikatan Ulama Yaman menyerukan kepada segenap ulama, da’i, dan khatib agar mengikuti jejak Allamah Al-Adhal yang gigih menentang agresor dan menolak keluar dari al-Duraihimi yang diblokir oleh pasukan koalisi.

Organisasi itu menegaskan bahwa serangan terhadap Al-Adhal merupakan bukti nyata bahwa pasukan koalisi dan para anteknya di Yaman bukanlah pihak yang bisa dipercaya dalam perjanjian dan kesefahaman. (alalam)

Militer Israel Klaim Dua Kali Hizbullah Gagal Membalas Dendam

Para komandan militer Israel di bagian utara negara ilegal Zonis ini mengklaim kelompok pejuang Hizbullah Libanon belakangan ini telah dua kali gagal dalam upaya mereka melancarkan serangan terhadap Israel.

“Hizbullah sudah dua kali gagal membalas dendam Israel atas kematian salah satu anggotanya di Suriah akibat serangan yang dikaitkan kepada Israel, tapi mereka bertekad untuk mengganggu Israel,” ungkap para komandan militer Israel, Jumat (28/8/2020).

Seperti dilaporkan saluran i24 News milik Israel, mereka menambahkan bahwa kegagalan itu terjadi berkat kesiagaan pasukan Israel di depan rencana serangan Hizbullah “yang bertempur demi kedudukan di Libanon setelah menderita akibat adanya pelemahan terhadap Iran”.

“Pesan kami kepada Hizbullah jelas bahwa kami tidak akan memperkenankan hal itu, dan kami akan menggagalkan secara telak, menghinakan, dan tegas upaya mereka untuk merealisasikan tujuan apapun yang menjadi tekad mereka,” lanjut militer Israel.

Israel sempat melancarkan serangan udara ke Libanon, dan kemudian Sekjen Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah Rabu lalu hanya berkomentar bahwa serangan yang menyebabkan beberapa korban luka di pihak pasukan Hizbullah dan keluarganya itu sensitif dan krusial.

“Apa yang terjadi di Libanon selatan kemarin merupakan perkara krusial dan sensitif bagi kami, tapi sekarang saya tidak akan mengomentarinya, saya tangguhkan di lain waktu,” katanya.

Dini hari Rabu lalu militer Israel merilis statemen yang menyebutkan bahwa jet tempurnya telah menyerang posisi-posisi Hizbullah setelah pasukan Israel mendapat serangan tembakan dari arah Libanon, yang tak sampaikan menjatuhkan korban di pihak Israel. (raialyoum)