Rangkuman Berita Utama Timteng Sabtu 28 Desember 2019

rudal yaman badr p-1Jakarta, ICMES. Tentara Yaman dan para pejuang Lijan Shabiya yang berafiliasi dengan Ansarullah (Houthi) melancarkan serangan balasan dengan melesatkan rudal Badr 1-P terhadap kamp komando Brigade 19 pasukan penjaga perbatasan Arab Saudi di Bi’ir Askar, Najran.

Kawanan teroris ISIS merilis video yang mereka klaim merekam aksi para anggotanya mengeksekusi 11 warga Kristen di Nigeria.

Seorang kontraktor sipil AS tewas dan beberapa anggota penyalur jasa luka ringan akibat serangan roket yang menerjang sebuah pangkalan militer Irak di dekat Kirkuk

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menyatakan bahwa latihan perang bersama angkatan lautnya dengan Cina dan Rusia di Samudra Hindia dan Laut Oman merupakan penegasan kembali atas tekad untuk mengamankan jalur perairan vital.

Berita selengkapnya:

Pasukan Yaman Membalas, Puluhan Tentara Saudi Tewas dan Luka

Tentara Yaman dan para pejuang Lijan Shabiya yang berafiliasi dengan Ansarullah (Houthi) melancarkan serangan balasan dengan melesatkan rudal Badr 1-P terhadap kamp komando Brigade 19 pasukan penjaga perbatasan Arab Saudi di Bi’ir Askar, Najran, Jumat (27/12/2019).

Juru bicara militer Yaman Brigjen Yahya Saree dalam statemennya tentang ini memastikan rudal itu tepat mengena sasaran sehingga menyebabkan puluhan tentara Saudi, termasuk seorang perwira, tewas dan luka.

Dia menegaskan bahwa serangan ini merupakan “balasan yang sah dan wajar” terhadap kejahatan rezim Saudi di mana yang terbaru di antaranya ialah serangan terhadap warga sipil di Pasar al-Raqw di distrik Monabbih, provinsi Sa’dah, Yaman.

Rudal tersebut merupakan rudal balistik jarak pendek generasi pintar yang bekerja dengan bahan bakar padat serta memiliki kelebihan berupa presisinya dalam membidik sasaran, dan telah sukses dalam beberapa ujicoba di mana yang terbaru di antaranya ialah serangan terhadap kamp pasukan bayaran dari Sudan di kawasan Pantai Barat Yaman.

Presisi rudal ini menghasilkan pesan tegas mengenai daya cegah Yaman – di depan aksi Saudi mencoba melakukan kejahatan di Raqw di tengah suasana yang relatif tenang di berbagai front- untuk kembali memperkuat perimbangan pencegahan dengan pola bahwa “bermain api menyebabkan kebakaran”.

Para pengamat menyebutkan bahwa serangan rudal ini dengan sendirinya juga memperkuat daya tawar Yaman dalam penyelesaian di masa mendatang serta mempertegas pula bahwa agresi Saudi yang akan memasuki tahun ke-enam justru telah menambah tingkat kesiapan dan kemampuan Sanaa dalam pencegahan strategis.

Seperti pernah diberitakan, Ansarullah Selasa lalu menyatakan bahwa pasukan Saudi dan sekutunya telah menyerang Pasar al-Raqw di distrik Monabbih, provinsi Sa’dah, di bagian barat laut Yaman.

Kelompok pejuang ini juga menyebut Prancis turut bertanggungjawab atas kejahatan  itu karena senjata yang digunakan dalam serangan itu berasal dari Prancis.

Laporan terbaru dari PBB menyatakan sebanyak 17 orang tewas akibat serangan brutal tersebut, 12 di antaranya imigran dari Ethiopia.

PBB mengecam keras serangan ke pasar tersebut, dan mencatat peristiwa ini sebagai kasus yang ketiga kalinya pasar mendapat serangan militer. (alalam)

ISIS Rilis Video Eksekusi 11 Kristen di Nigeria

Kawanan teroris ISIS merilis video yang mereka klaim merekam aksi para anggotanya mengeksekusi 11 warga Kristen di Nigeria.

Cabang ISIS di Afrika barat itu memosting rekaman ke Telegram pada Jumat malam (28/12/2019), yang memperlihatkan sejumlah pria berseragam dan bertopeng hitam memenggal kepala 10 sandera yang ditutup matanya dan menembak satu sandera lainnya.

Kelompok yang menamakan dirinya Negara Islam Provinsi Afrika Barat (ISWAP), yang merupakan sebuah faksi Boko Haram, tidak memberikan rincian identitas para korban, tetapi sebuah video sebelumnya menyebutkan bahwa mereka telah diculik dari negara bagian timur laut Borno dan Yobe, tempat para gerilyawan bercokol dan melakukan pergerakan selama bertahun-tahun untuk mendirikan apa yang mereka sebut negara Islam.

Mengenai alasan eksekusi itu, seorang anggota unit media kelompok itu menyatakan bahwa aksi itu merupakan balasan atas tewasnya pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi.

“Kami membunuh mereka sebagai pembalasan atas pembunuhan para pemimpin kami, termasuk Abu Bakar al-Baghdadi dan (juru bicara ISIS) Abul-Hasan al-Muhajir,” ujarnya, seperti dikutip Ahmad Salkida, wartawan yang pertama kali mengirim rekaman itu.

Presiden Nigeria Muhammad Bukhari mengaku sedih dan terkejut atas pembantaian sandera yang tidak bersalah itu.

“Kita tidak boleh membiarkan teroris memecah belah kita dengan menghasut orang Kristen melawan Muslim karena pembunuh biadab ini tidak mewakili Islam,” seru Bukhari dalam sebuah pernyataan.

Dia berjanji untuk “terus mengintensifkan upaya untuk memperkuat kerja sama dan koordinasi internasional” terhadap para teroris yang mengaku sebagai jihadis.

Kawanan teroris mengintensifkan kekerasan mereka dalam beberapa hari terakhir di timur laut Nigeria.

Tujuh orang terbunuh dan seorang gadis remaja diculik pada malam Natal dalam serangan yang dikaitkan dengan Boko Haram di desa Kristen di dekat Shibuk.

Pada hari Senin lalu setidaknya dua warga sipil tewas dan 13 lainnya luka-luka dalam serangan Negara Islam di sebuah pangkalan militer di Negara Bagian Borno.

Pada hari Minggu, enam tentara Nigeria dibunuh oleh teroris dalam serangan terhadap konvoi militer. Pada hari yang sama, sekitar 30 teroris menewaskan enam orang dan menculik lima orang setelah mereka mencegat mereka di persimpangan jalan utama. (theindependent/raialyoum)

Zarif : Latihan Perang Laut Bersama Iran, Rusia dan Cina  Demi Keamanan Jalur Perairan Vital

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menyatakan bahwa latihan perang bersama angkatan lautnya dengan Cina dan Rusia di Samudra Hindia dan Laut Oman merupakan penegasan kembali atas tekad untuk mengamankan jalur perairan vital.

“Latihan militer bersama kami di Laut Oman / Samudra Hindia bersama mitra kami, Rusia dan China, menegaskan komitmen kami yang lebih luas untuk mengamankan jalur perairan vital,” tulis Zarif di Twitter, Jumat (27/12/2019).

Iran mulai menggelar latihan perang laut bersama dengan Rusia dan Cina di kawasan utara Samudera Hindia, Jumat.

Perwira Iran Laksamana Muda Gholamreza Tahani mengatakan bahwa latihan itu dimulai dengan keberangkatan kapal tiga negara tersebut dari pelabuhan Chabahar Iran di Teluk Oman kemudian menyebar di wilayah utara Samudera Hindia.

Menurutnya, latihan perang maritim bersandi “Sabuk Keamanan Laut” itu mencakup  kawasan seluas 17.000 kilometer persegi dan terdiri atas “berbagai latihan taktis”, termasuk target berlatih dan menyelamatkan kapal dari serangan dan insiden seperti kebakaran.

“Latihan ini antara lain bertujuan meningkatkan keamanan perdagangan maritim internasional, melawan pembajakan laut dan terorisme, bertukar informasi mengenai operasi penyelamatan dan pengalaman operasional dan taktis,” terangnya.

Mengenai pentingnya manuver ini, Tahani menyebutkan status Samudera Hindia sebagai lautan ketiga terbesar di dunia yang di pesisirnya terdapat banyak negara penting serta terhubung dengan tiga selat strategis Hormuz, Malaka dan Bab el-Mandeb.

Dilaporkan bahwa dalam latihan ini Iran mengerahkan kapal perusak Sahand dan Alborz, kapal perang logistik Kenarak dan Tonb, kapal rudal Neyzeh, dan kapal rumah sakit Nazeri.

Juru bicara Kementerian Pertahanan China Wu Qian Kamis lalu mengumumkan bahwa kapal perusak berpemandu peluru kendali Xining Beijing akan andil dalam latihan tersebut.

Sedangkan Kementerian Pertahanan Rusia Jumat kemarin, seperti dilansir surat kabar resmi angkatan bersenjata Rusia, Red Star, menyatakan bahwa Negeri Beruang Merah ini telah mengirim tiga kapal dari Armada Baltiknya, yaitu fregat Yaroslav Mudry, kapal tanker Yevgeniy Khorov dan kapal tunda penyelamatan Yel’nya – untuk dilibatkan dalam latihan perang itu.

Kementerian Pertahanan Rusia juga menyatakan bahwa baru sekarang latihan perang bersama diadakan dengan format demikian. (presstv)

Markas Militer di Irak Diserang Roket, Satu Orang AS Tewas

Seorang kontraktor sipil AS tewas dan beberapa anggota penyalur jasa luka ringan akibat serangan roket yang menerjang sebuah pangkalan militer Irak di dekat Kirkuk, demikian dikatakan sejumlah pejabat AS yang keberatan namanya disebutkan.

Militer Irak sebelumnya mengkonfirmasi bahwa beberapa anggota penyedia jasa, termasuk seorang kontraktor AS dan seorang perwira polisi federal Irak, terluka ketika “sejumlah rudal” menghantam sebuah fasilitas penyimpanan amunisi di pangkalan militer K1 pada Jumat malam (27/12/2019.

Seorang pejabat saat itu mengatakan bahwa penembakan roket yang menerjang misi “besar” sedang berlangsung.

Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.  Namun, semua tudingan terkait dengan serangan roket belakangan ini terhadap pangkalan-pangkalan di Irak yang ditempati pasukan AS dialamatkan secara tanpa bukti kepada “proksi Iran.”

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo beberapa minggu lalu bahkan mengancam Iran dengan “respons AS yang menentukan” jika serangan terhadap kepentingan AS di Irak berlanjut. (rt)