Rangkuman Berita Utama Timteng  Sabtu 26 September 2020

iran-vs-usaJakarta, ICMES. Panglima Angkatan Laut (AL) Iran Laksamana Hossein Khanzadi menyatakan pihaknya memantau dengan cermat armada Amerika Serikat (AS) sejak awal pergerakannya dari pangkalan-pangkalan militer.

Penduduk daerah Qamishli di bagian timur laut Suriah dekat perbatasan negara ini dengan Turki menggelar unjuk rasa menentang keberadaan tentara Amerika Serikat (AS) dan Turki di Suriah.

Angkatan Laut Israel sukses menguji coba sistem rudal baru laut-ke-laut yang dikembangkan oleh industri penerbangannya.

Media Israel mengungkap bahwa Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah memerintahkan persetujuan untuk pembangunan 5.000 unit permukiman baru di Tepi Barat.

Berita selengkapnya:

AL Iran: Armada AS Tak Sadar Kami Pantau Saat demi Saat

Panglima Angkatan Laut (AL) Iran Laksamana Hossein Khanzadi menyatakan pihaknya memantau dengan cermat armada Amerika Serikat (AS) sejak awal pergerakannya dari pangkalan-pangkalan militer.

“Kami memantau armada maritim teroris AS sejak awal, sejak saat mereka melepaskan tali-tali tambat mereka dari bibir dermaga, dan pantauan terhadap mereka berlanjut sepanjang perjalanan. AL Republik Islam Iran sekarang menggunakan berbagai sarana yang tersedia untuk melanjutkan operasi pemantauan dan pengawasan dari titik ke titik lain sampai masuk ke kawasan Samudera Hindia,” ungkap Khanzadi, Jumat (25/9/2020).

“Di kawasan ini pemfokusan dan pengutamaan operasi pemantauan ditingkatkan. Sejak 10 bulan lalu tak ada satupun unit AS masuk ke kawasan Teluk Persia, sebab mereka sangat khawatir mendekati kawasan, dan khawatir perlakuan mereka mendapat balasan telak dari Angkatan Bersenjata Iran,” lanjutnya.

Dia menjelaskan, “Orang-orang AS berada pada titik stagnan di sekitar 600-700 kilometer dari perbatasan laut Republik Islam Iran, dan mereka berasumsi ada di luar jangkauan kami, tanpa menyadari bahwa mereka sedang kami pantau saat demi saat.”

Menurut Khanzadi, kehadiran AS di kawasan sekitar bertujuan meyakinkan negara klien.

Mengenai latihan perang gabungan AL Iran dengan beberapa negara lain, Khanzadi mengatakan, “Manuver Kaukasus 2020 saat ini sedang berlangsung, di mana sejumlah negara dunia berpartisipasi, termasuk Iran.  Dua kapal perang kami berada di Laut Kaspia. Hingga akhir tahun Iran saat ini (berakhir pada 20 Maret 2021 ), kami berencana untuk mengadakan latihan maritim bersama dengan negara-negara lain.”

Mengenai peluncuran rudal dari kapal selam Ghadir, Khanzadi menjelaskan bahwa rudal itu sekarang memiliki jangkauan dua kali lipat dari jangkauan sebelumnya.

“Rabu lalu kami menginspeksi pembuatan rudal Fateh 2 dan 3, karena proses pembuatan strukturnya sedang berlangsung, dan rudal Fateh 4 menggunakan baling-baling jenis tertentu yang bekerja secara independen dari udara (AIP) dan bertahan di bawah air untuk jangka waktu yang lebih lama,” terangnya.

Mengenai pengadaan peralatan baru untuk AL Iran, Laksamana Khanzadi menyebutkan, “Desember mendatang akan menjadi bulan yang bernas, karena kapal perusak Dana, penyapu ranjau Saba dan peluncur rudal lapis baja akan diluncurkan, sebagaimana kapal perang terbesar Iran juga akan diluncurkan. Kapal perang ini 24 meter lebih panjang daripada kapal perang Khark, dapat membawa 7 helikopter dan teristimewakan oleh berbagai kemampuan besar seperti seperti kemampuan perang elektronik, dilengkapi rudal dan drone, serta kemampuan menjalankan operasi khusus.” (mm/alalam)

Penduduk Suriah di Qamishli Berunjuk Rasa Anti Pasukan Turki dan AS

Penduduk daerah Qamishli di bagian timur laut Suriah dekat perbatasan negara ini dengan Turki menggelar unjuk rasa menentang keberadaan tentara Amerika Serikat (AS) dan Turki di Suriah.

Mereka meneriakkan yel-yel patriotik dan kutukan terhadap pasukan AS dan Turki sembari membentangkan spanduk serta poster Presiden Suriah Bashar Assad.

“Dengan jiwa, dengan darah, kami rela berkorban demi kamu, wahai Bashar!” pekik mereka seperti terdengar dalam rekaman video yang diunggah RT Arabic di situs berbagi video Youtube, Jumat (25/9/2020).

“Kami menolak disintegrasi negara kami, menolak pendudukan. Proyek disintegrasi akan gagal sebagaimana proyek-preyek sebelumnya gagal,” ungkap salah seorang demonstran dalam video itu.

Seorang pengunjuk rasa lain mengatakan, “Kamilah perlawanan rakyat untuk mengusir pendudukan Amerika-Turki, Ikhwani (Ikhawanul Muslimin), Seljuk, serta Zionis-Amerika. Kami akan melawan mereka sampai mereka menyingkir dari negara kami yang suci, insya Allah.”

Terlihat pula massa menginjak-injak bendera AS sebelum kemudian membakarnya.

Demonstrasi penduduk Suriah terus meluas dan nyaris menjadi pemandangan sehari-hari untuk menandai penolakan mereka terhadap keberadaan tentara AS dan Turki. Mereka juga menentang perilaku milisi Pasukan Demokrasi Suriah (SDF) dan faksi oposisi Suriah Turkmenistan serta mengutuk penerapan sanksi AS terhadap Suriah. (rta/elbalad)

AL Israel Sukses Ujicoba Sistem Rudal Maritim Baru

Angkatan Laut (AL) Israel sukses menguji coba sistem rudal baru laut-ke-laut yang dikembangkan oleh industri penerbangannya.

“Sistem ini akan memastikan keunggulan IDF (Pasukan Pertahanan Israel) di domain maritim,” kata juru bicara militer Israel, Avichay Adraee, Jumat (25/9/2020).

“Serangkaian eksperimen yang telah direncanakan sebelumnya telah dilakukan untuk memeriksa kesiapan sistem baru, karena sistem itu memiliki kemampuan serangan yang lebih akurat, berkemampuan menjangkau jarak lebih jauh dan lebih baik untuk menghadapi ancaman tingkat lanjut,” terangnya.

Adraee menambahkan, “Pengalaman ini membuka jalan bagi sistem ini untuk memasuki layanan operasional di Angkatan Laut. Rudal ini akan diintegrasikan ke dalam kapal perang (Sa’ar-5) yang ada dan di kapal rudal baru jenis Sa’ar-6 yang akan mencapai AL dalam beberapa bulan mendatang. Pada uji coba sukses itu rudal jenis ini dilesatkan ke kapal yang mensimulasikan kapal musuh.”

Dia juga menyebutkan bahwa pengalaman ini merupakan langkah yang berbobot dalam proses pengembangan dan perluasan kapabilitas AL Israel guna menjaga keunggulan IDF di bidang maritim. (amn)

Netanyahu Perintahkan Pembangunan 5000 Unit Permukiman Zionis Baru di Tepi Barat

Media Israel mengungkap bahwa Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah memerintahkan persetujuan untuk pembangunan 5.000 unit permukiman baru di Tepi Barat.

Situs berita Channel 7 milik Israel, Jumat (25/9/2020),  melaporkan bahwa Netanyahu telah menginstruksikan agar Dewan Tinggi Perencanaan dan Pembangunan Israel  menggelar sidang di Tepi Barat setelah berakhirnya liburan Yahudi pada awal Oktober.

Dewan tersebut berada di bawah Administrasi Sipil Israel yang merupakan badan eksekutif Kementerian Pertahanan di wilayah Palestina yang diduduki Israel itu.

Menurut situs itu, Netanyahu menginstruksikan kepada dewan tersebut agar menyetujui pembangunan 5000 unit rumah di puluhan permukiman Zionis di Tepi Barat.

Rezim Zionis Israel tidak mengkonfirmasi ataupun membantah adanya instruksi Netanyahu agar dewan itu bersidang.

Dewan Tertinggi Perencanaan dan Bangunan Israel belum mengadakan sidang sejak Februari lalu sehingga para tokoh imigran Zionis menganggapnya sebagai pembekuan pembangunan permukiman di Tepi Barat.

Dalam beberapa pekan terakhir mereka mengaku telah memrotes kegagalan Netanyahu meminta dewan itu mengadakan pertemuan untuk menyetujui proyek tersebut.

Channel 7 Israel menyebutkan, “Dalam beberapa hari terakhir, terjadi kontak dewan-dewan pemukiman dengan Perdana Menteri. Mereka menuntut diakhirinya pembekuan pembangunan, dan mengancam akan mengorganisir protes besar-besaran terhadap Netanyahu.”

Dan dia menambahkan, “Para pemimpin pemukim mengharapkan Netanyahu memenuhi  janjinya dan mengundang Dewan Tinggi agar mengadakan pertemuan demi menyetujui proyek-proyek pembangunan.” (railalyoum)