Rangkuman Berita Utama Timteng Sabtu 26 Desember 2020

khamenei dan rouhaniJakarta, ICMES. Pemimpin Besar Besar Iran Ayatullah Khamenei dan Presiden Hassan Rouhani menyampaikan ucapan selamat Natal dan Tahun Baru 2021.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa negaranya ingin membangun hubungan yang lebih baik dengan Israel.

Komandan Tentara Nasional Libya, Khalifa Haftar, memberi Turki  ultimatum untuk memilih satu di antara dua pilihan; angkat kaki secara damai dari Libya, atau perang.

Unit Pertahanan udara Suriah menghadapi serangan rudal yang diluncurkan oleh jet tempur Israel dari zona udara Lebanon ke wilayah provinsi Hama di Suriah barat.

Berita Selengkapnya:

Pemimpin Besar dan Presiden Iran Ucapkan Selamat Natal

Sebuah akun Twitter yang mengatasnamakan Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei dengan nama “@khamenei.ir”, Jumat (25/12), menyampaikan ucapan selamat Natal yang disebutnya sebagai HUT Nabi Yesus Kristus Al-Masih as.

“Saya mengucapkan selamat kepada semua orang Kristen dan Muslim di dunia, terutama rekan-rekan Kristen kami, pada hari kelahiran Nabi Yesus Kristus, Al-Masih as,” bunyi pernyataan itu, seperti juga dikutip oleh berbagai media Iran.

Dalam beberapa postingan dia juga menyebutkan bahwa penghormatan umat Islam kepada Al-Masih tak kalah besarnya dengan penghormatan umat Kristen kepadanya.

“Hari ini banyak orang yang mengaku mengikuti Yesus Kristus (namun) mengambil jalan yang berbeda dengannya. Bimbingan Yesus putra Maria adalah panduan untuk menyembah Allah serta menghadapi Firaun dan tiran,” ungkapnya.

“Mengikuti Yesus Kristus membutuhkan ketaatan pada kebenaran dan kebencian terhadap kekuatan anti-kebenaran, dan diharapkan bahwa umat Kristen dan Muslim di setiap bagian dunia dapat mengikuti pelajaran besar dari Yesus (as) dalam hidup dan perbuatan mereka,” lanjutnya.

Beberapa pejabat Iran, termasuk Presiden Hassan Rouhani, juga telah memberikan ucapan selamat Natal kepada umat Kristen.

Dalam sebuah pesannya, Rouhani mengucapkan selamat Natal dan Tahun Baru 2021 kepada pemimpin Gereja Katolik Paus Frances, sembari menyebut Isa Al-Masih sebagai nabi pembawa perdamaian, kebaikan, kebebasan dan semangat pengorbanan.

“Isa Al-Masih adalah simbol kesabaran dan ketabahan, serta pertanda martabat dan kebebasan,” ungkap Rouhani sembari berharap semua agama ilahi dapat melangkah menuju terwujudnya perdamaian dan keadilan. (mn/ptv)

Erdogan: Turki Inginkan Hubungan yang Lebih Baik dengan Israel

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa negaranya ingin membangun hubungan yang lebih baik dengan Israel.

Dalam pernyataan yang dikutip oleh kantor berita Turki, Anadolu, Jumat (25/12), Erdogan menyatakan demikian sembari menyebutkan bahwa pembicaraan di tingkat intelijen terus berlanjut antara kedua belah pihak.

Dia juga menyatakan Turki menghadapi beberapa kesulitan dengan angka-angka di puncak piramida.

“Negara dia (Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu) bermasalah dengan orang-orang di tingkat tertinggi …  Seandainya tak bermasalah di tingkat tertinggi maka hubungan kami akan sangat berbeda, dan kebijakan Israel di Palestina tak dapat diterima,” kata Erdogan dalam konferensi pers di Istanbul, Turki, usai salat Jumat.

“Kami tak dapat menerima kebijakan Israel terhadap Palestina, dan ini adalah poin ketidaksepakatan kami dengannya, yang didasarkan pada konsep keadilan dan integritas teritorial negara kami… Jika tidak, kami berharap dapat meningkatkan hubungan kami dengan mereka ke taraf yang lebih baik.” imbuhnya.

Dilaporkan bahwa hubungan Turki-Israel mengalami ketegangan hingga keduanya terlibat saling usir duta besar pada tahun 2018, namun hubungan perdagangan antara keduanya tetap kuat. (amn)

Haftar Beri Turki Dua Pilihan: Keluar Secara Damai dari Libya, atau Perang

Komandan Tentara Nasional Libya (LNA), Khalifa Haftar, memberi Turki  ultimatum untuk memilih satu di antara dua pilihan; angkat kaki secara damai dari Libya, atau perang.

Dalam upacara HUT ke-69 tahun kemerdekaan Libya yang diselenggarakan oleh Komando Umum LNA di kota Benghazi, Kamis (24/12), dia mengeluarkan ultimatum itu sembari mengingatkan bahwa “konfrontasi yang menentukan antara kedua belah pihak sudah mulai muncul.”

“Kemerdekaan tidak memiliki nilai, kebebasan tidak memiliki arti, tidak ada keamanan, tidak ada kedamaian, dan kaki tentara Turki mencemari tanah suci kami. Tidak ada pilihan bagi musuh, penjajah hanya dapat pergi secara damai dan sukarela, atau dengan kekuatan senjata dan tekad yang kuat,” tegasnya.

Kepada Turki Haftar memperingatkan, “Era ilusi kolonial Anda telah berakhir, dan Anda harus memilih apakah akan pergi atau berperang… Turki dan tentara bayarannya terus bergerak untuk perang, sebuah perang di mana jika peluru pertama ditembakkan ke dalamnya maka biarkan mereka bersiap untuk kematian yang pasti.”

Dia mengatakan, “Penyerang tidak berhenti mengirim semua jenis tentara bayaran dan senjata, menyatakan perang terhadap Libya, menentang keinginan Libya dan meremehkan nilai-nilai kemanusiaan.. Tak ada kedamaian dalam bayang-bayang penjajah, dan dengan kehadirannya di tanah kami, kami akan mengangkat senjata untuk membuat perdamaian di tangan kami dan dengan keinginan bebas kami. Kami akan berhasil dengan pasukan heroik kami yang tidak tahu apa-apa selain kemenangan dan mengejar teroris dari Benghazi dan selatan sampai dia berlindung di masyarakat Tripoli. ”

Haftar meminta “para perwira dan tentara heroik dan semua warga Libya untuk bersiap selama Turki menolak logika perdamaian, untuk mengusir yang cacat dengan kemauan dan perdamaian.”

Dia juga menegaskan, “Konfrontasi yang menentukan mulai muncul di dekat cakrawala, dengan pemantauan manuver dan mobilisasi tentara bayaran Turki dan rekrutan mereka di dekat jalur kontak, akumulasi senjata dan peralatan serta pembangunan pangkalan dan ruang operasi militer.”

Turki mendukung Pemerintahan Kesepakatan Nasional (GNA) yang bermarkas di Tripoli dalam konfrontasi melawan LNA yang bermarkas di Benghazi. Turki mulai terlibat secara langsung dalam konflik di Libya pada Desember 2019. (amn)

Suriah Hadapi Serangan Rudal Israel ke Wilayah Hama

Unit Pertahanan udara Suriah menghadapi serangan rudal yang diluncurkan oleh jet tempur Israel dari zona udara Lebanon ke wilayah provinsi Hama di Suriah barat pada dini hari Sabtu (26/12).

Mengutip keterangan sumber militer, Kantor berita resmi Suriah, SANA,  melaporkan: ” Israel melancarkan agresi dengan mengarahkan rentetan rudal dari utara kota Tripoli, Lebanon, ke daerah Masyaf di daerah pinggiran barat Hama.”

SANA menyebutkan bahwa pasukan pertahanan anti-rudal Suriah berhasil mencegat dan menghancurkan proyektil di angkasa, sementara televisi negara ini menyiarkan rekaman manuver pertahanan yang sukses. (presstv)