Rangkuman Berita Utama Timteng Sabtu 24 September 2022

Jakarta, ICMES. Jutaan rakyat Iran turun ke jalan-jalan dan berunjuk rasa di seluruh penjuru negara republik Islam ini, Jumat (23/9), untuk meneriakkan kutukan terhadap para perusuh yang telah beberapa hari melancarkan aksi demo rusuh pasca kematian wanita muda Mahsa Amini.

Sedikitnya tujuh orang tewas dan 41 lainnya cedera dalam ledakan di Kabul, ibu kota Afghanistan, selang beberapa minggu setelah serangkaian peledakan bom, ungkap pejabat kesehatan.

Ukraina mengaku telah menembak jatuh empat pesawat nirawak/drone kamikaze buatan Iran yang digunakan oleh angkatan bersenjata Rusia, dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengeluhkan apa yang disebutnya Teheran merugikan warga Ukraina.

Berita Selengkapnya:

Jutaan Rakyat Iran Gelar Demo Anti Perusuh Pasca Kematian Mahsa Amini

Jutaan rakyat Iran turun ke jalan-jalan dan berunjuk rasa di seluruh penjuru negara republik Islam ini, Jumat (23/9), untuk meneriakkan kutukan terhadap para perusuh yang telah beberapa hari melancarkan aksi demo rusuh pasca kematian wanita muda Mahsa Amini.

Lautan massa itu memekikkan yel-yel anti penistaan terhadap ajaran Islam. Massa juga menegaskan dukungannya kepada aparat kepolisian dalam penegakan keamanan dan hukum, dan menegaskan sumpah setia mereka kepada revolusi Islam hingga titik darah penghabisan.

Dalam aksi jutaan rakyat Iran yang digelar sejak usai shalat Jumat hingga sore hari itu mereka juga menuntut tindakan hukum terhadap para perusuh, terutama yang telah menistakan ajaran Islam.

Di kota Masyhad, massa bahkan menggelar aksi hingga tiba waktu shalat Maghrib di mana mereka kemudian menunaikan shalat jamaah. Mereka menegaskan bahwa penduduk Masyhad tetap siap menyambut para peziarah Imam Ali Al-Ridha, imam kedelapan umat Muslim Syiah yang makamnya menjadi ikon suci kota ini.

Dewan Koordinasi Organisasi Dakwah Islam Iran  menyatakan bahwa jutaan massa dalam unjuk rasa akbar di seantero Iran itu mengutuk “aksi gangguan keamanan kaum bayaran dan orang-orang tertipu yang telah menistakan kesucian Al-Qur’an dan Nabi Muhammad saw, membakar sejumlah masjid dan bendera suci Republik Islam Iran, menghujat jilbab wanita, merusak properti publik, dan mengusik keamanan warga.”

Selama beberapa hari sebelumnya, kerusuhan meletus di berbagai kota negara ini menyusul kematian Mahsa Amini, 22 tahun, di sebuah rumah sakit beberapa hari setelah dia ditahan oleh polisi.

Meskipun sudah ada klarifikasi mengenai faktor kematian Amini, terdapat kelompok-kelompok massa dalam jumlah terbatas yang melancarkan aksi protes diwarnai kekerasan terhadap petugas keamanan dan perusakan properti umum serta kendaraan polisi dan bahkan puluhan mobil ambulan.

Sedikitnya lima personel keamanan tewas dan beberapa lain terluka ketika berusaha mengendalikan kerusuhan di Masyhad, Quchan, Shiraz, Tabriz, dan Karaj. Selain itu, belasan orang lain juga tewas.

Dalam sebuah pernyataan pada Kamis malam, Kementerian Intelijen Iran memperingatkan para perusuh bahwa partisipasi dalam aksi demikian merupakan pelanggaran dan dapat dikenai tuntutan hukum.

Dalam pernyataan terpisah yang dikeluarkan pada kesempatan dimulainya Pekan Pertahanan Suci, Menteri Intelijen Esmail Khatib memastikan impian musuh tidak akan pernah menjadi kenyataan. Dia meyakinkan rakyat Iran bahwa kementerian ini siap menggagalkan plot keji barisan musuh.

Dia menegaskan bahwa pasukan intelijen “memperingatkan para penghasut internal dan asing bahwa impian keji mereka terhadap nilai-nilai agama dan pencapaian besar Revolusi Islam tidak akan pernah terwujud.”

Angkatan Bersenjata Iran juga mengutuk keras aksi para perusuh dan mengimbau masyarakat tetap waspada dalam menghadapi perang psikologis musuh.

Sebelumnya, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran juga telah mengeluarkan pernyataan tentang perkembangan sitausi terakhir dan menegaskan bahwa plot saat ini pasti kandas.

Presiden Iran Sayid  Ebrahim Raeisi yang baru pulang dari New York, tempat dia menghadiri sidang ke-77 Majelis Umum PBB, juga angkat suara dengan menegaskan bahwa demonstrasi nasional pada hari Jumat memperlihatkan kesolidan Republik Islam Iran.

“Musuh ingin menciptakan kekacauan di negara ini dan menunggangi gelombang keributan. Kami mendengar suara protes, tapi siapapun tak akan menerima kekacauan. Bagaimanapun juga, tidak akan dibiarkan keamanan masyarakat terancam bahaya,” tegasnya.

Dia menambahkan, “Kehadiran rakyat hari ini adalah kekuatan dan kehormatan Republik Islam,” tuturnya.

Dia juga menyebutkan bahwa tekad rakyat untuk membela negara mereka telah mengandaskan rencana musuh. (alalam/presstv)

Ledakan Bom Dekat Masjid di Kabul Tewaskan 7 Orang dan Lukai 41 Lainnya

Sedikitnya tujuh orang tewas dan 41 lainnya cedera dalam ledakan di Kabul, ibu kota Afghanistan, selang beberapa minggu setelah serangkaian peledakan bom, ungkap pejabat kesehatan.

Menurut pejabat di Rumah Sakit Darurat Italia, LSM yang dikelola di dekat lokasi kejadian, ledakan itu terjadi di dekat sebuah masjid di distrik Wazir Akbar Khan di Kabul tengah ketika orang-orang keluar dari salat Jumat.

“Setelah salat, ketika orang ingin keluar dari masjid, ledakan terjadi. Semua korban adalah warga sipil, jumlah pastinya belum jelas ” ungkap juru bicara kepolisian Kabul Khalid Zadran.

Juru bicara kementerian dalam negeri Abdul Nafy Takor kepada AFP mengatakan sedikitnya tujuh orang tewas dan 41 lainnya terluka, termasuk anak kecil.

“Ledakan itu terjadi ketika jemaah sedang menuju rumah,” kata Takor, sembari menyebutkan bahwa bahan peledak ditempatkan di dalam mobil.

Rumah Sakit Darurat mengaku  telah menerima 14 korban ledakan itu, empat di antaranya sudah tewas pada saat kedatangan.

Press TV melaporkan bahwa ledakan itu disebabkan oleh alat peledak improvisasi (IED) dan menyebabkan kepulan asap hitam ke angkasa, dan tembakan terdengar beberapa menit setelah ledakan.

Pasukan keamanan telah  memblokir daerah itu, dan  juru bicara Kementerian Dalam Negeri Abdul Nafi Takor menyatakan penyebab utama insiden itu sedang diselidiki.

Sejauh ini belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas pengeboman tersebut. (presstv)

Ukraina Mengaku Tembak Jatuh 4 Drone Kamikaze Iran

Ukraina mengaku telah menembak jatuh empat pesawat nirawak/drone kamikaze buatan Iran yang digunakan oleh angkatan bersenjata Rusia, dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengeluhkan apa yang disebutnya Teheran merugikan warga Ukraina.

Otoritas militer Ukraina selatan dalam sebuah pernyataan, Jumat (23/9), mengaku telah menembak jatuh drone buatan Iran tipe Shahed-136 di atas laut dekat pelabuhan Odessa.

Ukraina dan Amerika Serikat menuduh Iran menyediakan drone untuk Rusia, namun Iran membantahnya.

Juru bicara Presiden Ukraina Serhii Nikiforov mengatakan bahwa Presiden Zelensky meminta kementerian luar negerinya untuk menanggapi penggunaan peralatan Iran.

“Tindakan demikian oleh Iran dianggap sebagai langkah yang bertentangan dengan kedaulatan dan integritas wilayah Ukraina serta dengan kehidupan dan keselamatan warga Ukraina,” kata Nikiforov.

Para pakar militer mengatakan bahwa drone berguna bagi Rusia, baik dalam pengintaian maupun sebagai amunisi yang dapat menghabiskan waktunya untuk mengidentifikasi dan menyerang target yang tepat. (raialyoum)