Rangkuman Berita Utama Timteng  Sabtu 23 Oktober 2021

Jakarta, ICMES. Pengamat Timur Tengah dari Amerika Serikat (AS), Charles Lister, berkomentar tentang serangan yang belakangan ini menerjang pangkalan Al-Tanf yang ditempati oleh pasukan AS di Suriah.

Sekjen Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah melontarkan peringatan keras ihwal kecenderungan Israel untuk bertindak secara sepihak di wilayah sengketa perbatasannya dengan Lebanon.

Berbagai media Yaman melaporkan bahwa pasukan Ansarullah (Houthi)  dan tentara yang bersekutu dengannya telah mengepung distrik Jabal Murad setelah mereka menguasai kawasan Naja di daerah Al-Jowba, Provinsi Ma’rib.

Berita Selengkapnya:

Ini Dia Bocoran Foto-Foto Dampak “Serangan Iran” terhadap Pangkalan AS di Suriah

Pengamat Timur Tengah dari Amerika Serikat (AS), Charles Lister, berkomentar tentang serangan yang belakangan ini menerjang pangkalan Al-Tanf yang ditempati oleh pasukan AS di Suriah.





Sembari memosting beberapa foto dampak kerusakan akibat serangan tersebut, Lister, Jumat (22/10), di Twitter menilai Kemhan AS Pentagon sengaja tak memberikan informasi apapun mengenai serangan ini demi menghindari eskalasi ketegangan.

Seperti pernah diberitakan, pangkalan yang diduduki AS di segi tiga perbatasan Suriah, Irak dan Yordania itu mendapat serangan drone dan rudal pada Rabu lalu. Beberapa laporan menyebutkan adanya kerusakan dan kehancuran akibat serangan ini.

Charles Lister dari Middle East Institute, AS, menyebut serangan itu “cukup signifikan”.

“Dilihat dari gambar yang bocor, serangan drone & roket [#Iran] ke al-Tanf di SE #Syria (rumah bagi pasukan AS) pada Rabu malam cukup signifikan,” cuit Lister.

 “DOD (Kemhan AS) mengkonfirmasi serangan itu, tapi tidak memberikan info lain – jelas dirahasiakan, untuk menghindari hype/eskalasi,” lanjutnya.

Sementara itu, dalam konferensi pers, Jumat (22/10), Gedung Putih mengklaim tak ada tentara AS yang menjadi korban serangan tersebut.

“Informasi awal menunjukkan bahwa serangan ini dilancarkan dengan drone dan rudal… Sampai sekarang kami tak menerima informasi mengenai jatuhnya korban di antara tentara AS,” kata Jubir Gedung Putih Jean Pasky.

Serangan itu terjadi beberapa waktu setelah Pusat Komando Operasi Sekutu Suriah bersumpah akan melancarkan serangan “balasan sengit” atas agresi Israel belakangan ini terhadap Suriah.

Pangkalan militer Al-Tanf yang terletak di bagian tenggara Suriah merupakan kawasan gurun Provinsi Homs yang juga menjadi sarang kelompok-kelompok pemberontak bersenjata dan teroris.

Dari perbatasan barat Irak pangkalan ini berjarak 22 kilometer, sama persis dengan jaraknya dari perbayasan Yordania, dan berjarak 247 kilometer dari pintu masuk perbatasan Al-Walid di segi tiga perbatasan Suriah, Yordania dan Irak pada jalur strategis yang menghubungkan Baghdad dengan Damaskus.

Pasukan khusus AS menempati pangkalan itu. Donald Trump ketika menjabat presiden AS pada tahun 2019 menyebutkan ada sekira 200 tentara AS di Suriah, yang separuhnya ada di wilayah yang dikuasai oleh Pasukan Demokrasi Suriah (SDF) dari pihak Kursi, dan separuh lainnya berada di Pangkalan Al-Tanf.

Pangkalan Al-Tanf juga merupakan markas pelatihan  kelompok-kelompok bersenjata, pusat konsentrasi pengaruh AS di dekat ladang-ladang minyak Suriah, serta tempat berlindung para anggota tentara Suriah yang membelot dan kemudian dibina oleh pasukan AS agar dapat kembali ke medan perang melawan pemerintah Suriah demi kepentingan AS.

Kelompok- Pasukan Komando Revolusioner (Arab: Al-Maghawir Al-Thaurah; Inggris: Revolutionary Commando Army/RCA) yang semula bernama Pasukan Pembebasan Suriah (Inggris: Free Syrian Army/FSA; Arab: Al-Jaish Al-Hurr) termasuk kelompok bersenjata yang dibina AS di sana.

Selain itu juga ada kelompok lain  bernama Ususd Al-Sharqiyah (Singa-Singa Timur), Pasukan Ahmad Al-Abdu, SDF dan lain-lain.

Pangkalan Al-Tanf berperan besar dalam perang berbagai negara dunia terhadap Suriah yang dibela Iran dan Rusia. Dari pangkalan itulah banyak serangan AS dan sekutunya direncanakan dan dilancarkan terhadap tentara Suriah dan sekutunya di wilayah Suriah. (tasnim/raialyoum/twitter)

Soal Sengketa Perbatasan, Sayid Nasrallah: Hizbullah Siap Bela Lebanon di Depan Kerakusan Israel

Sekjen Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah melontarkan peringatan keras ihwal kecenderungan Israel untuk bertindak secara sepihak di wilayah sengketa perbatasannya dengan Lebanon. Dia juga berbicara tentang Palestina serta peringatan Pekan Persatuan Islam yang digagas oleh pendiri Republik Islam Iran Imam Khomaini.

Dalam pidato pada momen peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad saw, Jumat (22/10), Sayid Nasrallah memastikan Israel keliru ketika merasa akan dapat bertindak semaunya terkait dengan sengketa perbatasan lautnya dengan Lebanon sebelum sengketa ini terselesaikan.

Dia menegaskan, “Pada saatnya yang tepat dan ketika melihat minyak Lebanon ada di lingkaran bahaya, Kubu Resistensi (Hizbullah) akan berbuat dan mampu berbuat atas dasar ini.”

Sekjen Hizbullah menjelaskan, “Musuh, Israel, menugaskan sebuah perusahaan eksplorasi minyak di daerah yang disengketakan, sementara kami bersabar untuk melihat sikap dan mengikuti semua informasi dan data.”

Dia lantas melontarkan peringatan keras dengan menandaskan, “Pada malam ini saya ingin mengatakan secara gamblang dan tegas bahwa kekuatan Kubu Resistensi dipersiapkan untuk membela Lebanon, minyak Lebanon, dan gas Lebanon dari kerakusan Israel.”

Masalah Palestina Tak Boleh Diabaikan

Mengenai Palestina, Sayid Nasrallah menekankan bahwa umat Islam tak boleh diam berpangku tangan melihat apa yang terjadi di Palestina, yang merupakan “titik konsensus umat ini, dan kita harus mengingat tanggungjawab atas bangsa yang teraniaya ini.”

Dia mengatakan, “Manusia harus bertanggungjawab atas negaranya jika negaranya diagresi, harus membela bangsanya, tanah airnya, negerinya serta kehormatan dan martabat manusia. Dan inilah agama Muhammad saw, semua harus menanggung resiko keberpihakan mereka kepada Palestina sebagaimana Iran menanggungnya.”

Sayid Nasrallah mengingatkan bahwa Palestina adalah bangsa yang tertindas, negerinya diduduki, dan kesuciannya dinistakan sehingga “siapapun tak boleh tidak peduli kepadanya”.

Sekjen Hizbullah juga mengingatkan bahwa persatuan Islam artinya adalah kerjasama dan pendekatan antara sesama umat Islam dan menghindari peperangan satu sama lain.

“Muslimin menang di semua gelanggang di mana mereka bekerjasama, bahu membahu dan bersatu padu,” ujarnya.

Dia juga menyinggung sepak terjang AS dan sejumlah rezim Arab yang bahkan bertujuan “melenyapkan penolakan hati nurani bangsa-bangsa Arab” terhadap Rezim Zionis Israel.

Gerakan Imam Khomaini untuk Persatuan Islam

Dia juga menyebutkan bahwa salah satu berkah dari pendiri Republik Islam Iran, Imam Khomaini, dan kemenangan revolusi Islam yang dipimpin oleh ulama besar Iran ini ialah dijadikannya tanggal 12-17 Rabiul Awal sebagai peringatan Pekan Persatuan Islam.

Tanggal 12 dan 17 Rabiul Awal mengacu pada perselisihan tanggal maulid atau kelahiran Nabi Muhammad saw antara Sunni yang meyakini tanggal 12 dan Syiah yang meyakini tanggal 17 untuk maulid.  

Sayid Nasrallah menyatakan bahwa salah satu berkah dan kehebatan Imam Khomaini adalah bagaimana tokoh besar dunia Islam ini telah  berhasil mengubah apa yang semula terlihat sebagai titik perselisihan menjadi titik pertemuan serta momentum untuk pendekatan dan persatuan umat Islam. (raialyoum/alalam)

Perang Yaman, Pasukan Ansarullah Hampir Bebaskan Distrik Murad di Ma’rib

Berbagai media Yaman melaporkan bahwa pasukan Ansarullah (Houthi)  dan tentara yang bersekutu dengannya telah mengepung distrik Jabal Murad setelah mereka menguasai kawasan Naja di daerah Al-Jowba, Provinsi Ma’rib.

Situs berita Al-Khobar mengutip sumber-sumber militer melaporkan bahwa tentara Yaman kubu Sanaa yang bersekutu dengan pasukan Lijan Shaabiya (Ansarullah) pada Jumat sore berhasil membebaskan kawasan Naja dari pasukan presiden pelarian Abd Rabbuh Mansour Hadi dan pasukan koalisi yang dipimpin Arab Saudi.  

Pasukan kubu Sanaa yang juga dijuga disebut pasukan Pemerintahan Keselamatan Nasional itu lantas bergerak maju menuju distrik Jabal Murad di barat daya Provinsi Ma’rib sehingga jalur Al-Jowba menuju Jabal Murad terputus total.

Dalam beberapa pekan terakhir, pasukan Ansarullah berhasil membebaskan lima daerah di Provinsi Ma’rib, dan  dengan berlanjutnya pergerakan mereka diduga kuat bahwa dalam beberapa hari mendatang akan mencapai jarak beberapa kilometer dari kota Ma’rib. (tasnim)