Rangkuman Berita Utama Timteng Sabtu 23 November 2019

pertahanan udara iran talashJakarta, ICMES. Iran menggelar latihan perang bersandi “Pembela Langit Wilayat 98” di bagian timur negara ini dengan melibatkan Unit Pertahanan Udara, Angkatan Udara, dan Pasukan Markas Pertahanan Udara.

Sebanyak 240 anggota Kongres AS telah menandatangani surat yang memperingatkan konsekuensi dari potensi konflik antara Libanon dan Israel, dan mendesak Sekjen PBB Antonio Guterres agar menggalang gerakan internasional anti kelompok pejuang  Hizbullah yang berbasis di Libanon

Unjuk rasa akbar kembali digelar oleh rakyat Iran di berbagai kota untuk mengutuk para perusuh dan menyatakan dukungannya kepada pemerintahan Republik Islam Iran.

Utusan Khusus PBB untuk Yaman Martin Griffiths menyatakan optimis bahwa keadaan di Yaman akan segera memulih.

Berita selengkapnya:

Gelar Latihan Perang, Iran Tegaskan Pelanggar Zona Udara Tak Akan Dapat Keluar Lagi

Iran menggelar latihan perang bersandi “Pembela Langit Wilayat 98” di bagian timur negara ini dengan melibatkan Unit Pertahanan Udara, Angkatan Udara, dan Pasukan Markas Pertahanan Udara, dan dengan tujuan menguji fleksibilitas pertahanan udara serta  meningkatkan kemampuan angkatan muda dalam pengoperasian sistem-sistem buatan dalam negeri.

Brigjen Alireza Sabahi Fard di sela-sela latihan perang itu, Jumat (22/11/2019), menyebutkan bahwa manuver militer itu berlangsung di are seluas 416 kilometer persegi di provinsi Semnan di bagian timur Iran.

Dia mengingatkan, “Musuh hendaknya tidak melibatkan diri dalam percobaan konfrontasi dengan Iran, karena memasuki percobaan ini dan pelanggaran zona udara negara ini tidak akan mendatangkan apa-apa bagi mereka kecuali kehinaan, sebagaimana sudah pernah terjadi.”

Dia menambahkan, “Musuh juga mengetahui bahwa melanggar zona udara Republik Islam Iran bergantung kepada mereka, tapi yang pasti ialah bahwa mereka tidak akan bisa keluar lagi…. Sejauh ini kami telah merealisasikan semua tujuan yang ditetapkan dalam latihan perang ini, dan kami dengan kemampuan kami dapat menghancurkan semua sasaran yang masuk ke udara kawasan, dan kami tidak membiarkannya keluar lagi.”

Menurutnya, latihan tempur ini mengerahkan dan mengoperasikan berbagai jenis senjata dan sistem pertahanan udara mutakhir buatan dalam negeri, “yang tergolong berteknologi tertinggi di dunia di bidang pertahanan udara”.

Sabahi Fard menambahkan bahwa latihan perang ini merupakan pertama kalinya bagi Unit Pertahanan Udara yang baru dibentuk beberapa bulan lalu sebagai salah satu unit pasukan yang bernaung di bawah Angkatan Bersenjata.

Latihan perang ini digelar di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan AS menyusul keputusan Iran mengurangi komitmennya kepada perjanjian nuklir. Keputusan itu sendiri diambil Iran setelah AS keluar dari perjanjian ini dan kemudian melancarkan tekanan hebat terhadap Iran melalui sanksi-sanksi ekstra ketat. (alalam/raialyoum)

Kongres AS Desak PBB Lakukan Gerakan Anti-Hizbullah Libanon

Sebanyak 240 anggota Kongres AS telah menandatangani surat yang memperingatkan konsekuensi dari potensi konflik antara Libanon dan Israel, dan mendesak Sekjen PBB Antonio Guterres agar menggalang gerakan internasional anti kelompok pejuang  Hizbullah yang berbasis di Libanon

Para anggota parlemen dari Partai Demokrat dan Republik dalam surat bertanggal 18 November 2019 itu sama-sama menyatakan “rihatin atas berlanjutnya pelanggaran serius terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB 1701 dan bahaya yang ditimbulkannya terhadap sekutu kami, Israel, di perbatasan utara.”

Surat itu mengklaim bahwa Hizbullah dengan bantuan Iran memiliki gudang senjata mematikan, yang sejauh ini mencakup 150.000 rudal yang ditujukan untuk memerangi Israel, serta menghabiskan puluhan miliar dolar untuk pembangunan struktur militer bawah tanah guna “menyusup ke kota-kota Israel serta menculik dan membunuh warga sipil.”

Surat itu menekankan perlunya pemerintah Libanon segera mengatasi ancaman Hizbullah, dan memperingatkan bahwa kegagalan pemerintah Libanon menjalankan misi ini akan merusak hubungan Libanon dan masyarakat internasional serta meningkatkan risiko bagi rakyat Lebanon dan keamanan Israel. Surat juga menyatakan bahwa Israel berhak “membela diri”. (rt)

Demo Anti AS dan Sekutunya Digelar Lagi oleh Jutaan Rakyat Iran

Unjuk rasa akbar kembali digelar oleh rakyat Iran di berbagai kota untuk mengutuk para perusuh dan menyatakan dukungannya kepada pemerintahan Republik Islam Iran. Bersamaan dengan ini pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menegaskan kegagalan upaya pengacauan keamanan dan stabilitas Iran dalam tempo 48 jam.

Para pengunjuk rasa turun ke jalan-jalan di kota Masyhad, Semnan, Teheran, Khorramshahr, Abadan, Mahshar, Behbahan dan Khuzestan, Jumat (22/11/2019).

Massa meneriakkan slogan-slogan dukungan kepada Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei dan pemerintahan Republik Islam serta penolakan terhadap AS dan Israel. Massa juga mengutuk konspirasi asing dan regional terhadap negara mereka, serta mengungkapkan persatuan rakyat Iran di depan para pembangkang serta campur tangan asing.

Khotib Jumat di Teheran Ayatullah Ahmad Jannati menegaskan bahwa AS dan para sekutunya di Eropa dan Saudi merupakan pihak yang terdepan dalam upaya membangkitkan huru-hara, perusakan, dan penghancuran properti umum di Iran dengan dalih kenaikan harga bensin.

Komandan Umum Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Laksamana Ali Fadavi menegaskan bahwa Teheran telah menggagalkan semua upaya musuh untuk mengacaukan keamanan dan stabilitas Iran.

Dia mengatakan bahwa semua musuh Iran belakangan berupaya mengguncang keamanan dan stabilitas negara ini, dan bahwa AS dan para penjahat dunia pengikutnya adalah pihak yang merencakan upaya itu.

Fadavi menambahkan bahwa sebagaimana pernah terjadi di masa lalu upaya musuh kali ini untuk mengacaukan keamanan dan stabilitas Iran itu dapat digagalkan dalam tempo 48 jam.

Jaksa Agung Iran Ayatullah Ibrahim Raisi menegaskan para perusuh dan gembong mereka kini sedang menanti hukuman tegas dan berat atas ulah mereka membangkitkan kerusuhan dan huru-hara di tengah masyarakat.

Seperti pernah diberitakan, unjuk rasa akbar serupa sehari sebelumnya juga melanda berbagai kota dan daerah di seluruh penjuru Iran. (alalam)

Intensitas Perang Turun 80 Persen, Utusan Khusus PBB Optimis Situasi Yaman Segera Pulih

Utusan Khusus PBB untuk Yaman Martin Griffiths menyatakan optimis bahwa keadaan di Yaman akan segera memulih.

“Saya pikir kita akan melihat Yaman segera kembali normal,” tuturnya dalam penjelasannya kepada Dewan Keamanan PBB, Jumat (22/11/2019).

Griffiths mencatat bahwa telah terjadi penurunan signifikan pada intensitas serangan di Yaman sebesar 80 persen dalam dua minggu terakhir.

Dia menilai penurunan ritme perang ini merupakan pertanda terbukanya prospek perdamaian pihak-pihak yang terlibat dalam konflik di Yaman.

Dia juga mengatakan, “Kami sebelumnya telah meminta penyelesaian secara fleksibel untuk memasukkan suplai-suplai minyak melalui Pelabuhan Hudaydah dan pemanfaatan impor-impornya.”

Utusan Khusus PBB untuk Yaman menyebutkan bahwa situasi di Hudaydah juga mengindikasikan adanya berbagai konsensi signifikan untuk pencapaian gencatan senjata.

Griffiths meminta semua pihak yang terlibat dalam konflik di Yaman melakukan pengaturan untuk mengakhiri pertempuran.  Dia juga menekankan pentingnya peranan dan partisipasi kaum perempuan Yaman dalam upaya mewujudkan perdamaian. (alalam)