Rangkuman Berita Utama Timteng Sabtu 23 Mei 2020

saleh arouri hamasJakarta, ICMES. Hamas menyatakan bahwa ledakan perlawanan (muqawamah) anti-Zionis Israel akan terjadi lebih cepat dari apa yang diperkirakan oleh sebagian orang.

Pemimpin gerakan Ansarullah (Houthi) di Yaman, Abdel Malik al-Houthi, menyatakan pihaknya solid dalam menyokong perjuangan bangsa Palestina, dan selalu siap untuk segala opsi dalam perjuangan melawan Rezim Zionis Israel.

Petinggi militer Iran memperingatkan kepada negara musuhnya, AS, bahwa sedikit saja negara arogan ini bertindak ceroboh terhadap kepentingan Iran di belahan dunia manapun pasti akan mendapat reaksi telak dari Iran.

Beberapa foto beredar dan memperlihatkan bendera Israel terpajang pada ruas jalan di Baghdad, Irak, pada peringatan Hari Quds Internasional.

Berita selengkapnya:

Petinggi Hamas: Ledakan Perlawanan Anti-Israel akan Segera Terjadi di Tepi Barat

Wakil Ketua Biro Politik Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas), Salih al-Aoruri, menyatakan bahwa ledakan perlawanan (muqawamah) anti-Zionis Israel akan terjadi lebih cepat dari apa yang diperkirakan oleh sebagian orang.  Dia juga menyebutkan ihwal bantuan Iran dan jenderal tersohornya, Qasem Soleimani, kepada para pejuang Palestina.

“Kami percaya bahwa berinteraksi dengan rezim pendudukan, Israel, tidak akan mendatangkan manfaatkan apapun bagi bangsa kami, kecuali dengan muqawamah secara menyeluruh. Bangsa kami, Palestina, tidak mengubah keyakinan dan pendiriannya, yang tidak menerima pendudukan ini, dan akan melawannya sampai rezim ini tercerabut,” ujarnya kepada saluran Al-Mayadeen yang berbasis di Libanon, Kamis malam (22/5/2020).

Dia melanjutkan, “Kami mengandalkan bangsa kami di Tepi Barat, Gaza, dan lain-lain, serta internal sendiri, dan kami berusaha agar pendirian ini menjadi faktor pertama dalam perlawanan terhadap rencana aneksasi (Israel atas beberapa daerah di Tepi Barat).”

Menurutnya, Hamas berusaha memobilisasi semua barisan agar nanti ada reaksi bangsa Palestina yang luas dan nyata dalam perlawanan terhadap rencana keji tersebut.

Dia menyatakan bahwa kembalinya perlawanan bersenjata di Tepi Barat “sangat mungkin terjadi, dan bahkan mungkin akan lebih cepat dari apa yang dibayangkan oleh sebagian orang”.

Al-Arouri menekankan bahwa jika Israel melakukan tindakan tertentu untuk memuluskan rencana pencaplokan wilayah di Tepi Barat maka  “ini akan mendekatkan kami dengan ledakan intifada luar biasa yang akan mengubah kenyataan ini, dan menjadi reaksi kongkret dan operasional terhadapnya.”

Wakil Ketua Biro Politik Hamas menyambut baik keputusan otorita Palestina mencabut kesepakatan-kesepakatannya dengan Israel dan menghentikan koordinasi keamanan dengannya.

Mengenai hubungan Hamas dengan Iran dia mengatakan, “Iran memberi Hamas dan gerakan-gerakan muqawamah lain segala senjata dan dukungan lain yang mereka perlukan, dan selama beberapa tahun hubungan ini Iran tak pernah menolak permintaan apapun untuk menyokong resistensi Palestina.”

Mengenai jenderal tersohor Iran, Qasem Soleimani, yang terbunuh oleh serangan udara AS di Baghdad pada Januari 2020, Al-Arouri mengungkapkan bahwa Soleimani pernah ada di pusat komando militer bersama para komandan Hamas di Damaskus, ibu kota Suriah, ketika Israel menyerang Gaza pada akhir tahun 2008 dan awal tahun 2009.

Dia juga menyebutkan bahwa pengganti Qasem Soleimani, Brigjen Esmail Ghaani, meneruskan koordinasi dan dukungan kepada muqawamah Palestina. (raialyoum)

Pemimpin Ansarallah: Segala Opsi Tersedia untuk Melawan Israel

Pemimpin gerakan Ansarullah (Houthi) di Yaman, Abdel Malik al-Houthi, menyatakan pihaknya solid dalam menyokong perjuangan bangsa Palestina, dan selalu siap untuk segala opsi dalam perjuangan melawan Rezim Zionis Israel.

“Keterlibatan Israel dalam agresi terhadap bangsa Yaman sangat jelas, nyata, dan terbuka…  Dan menguntungkan Israel jika pasukan agresor dapat menyerang kami di Yaman,” ungkap al-Houthi dalam pidato pada peringatan Hari Quds Internasional, Jumat (22/5/2020).

Dia menegaskan bahwa pendirian Ansarullah solid, prinsipal, serta berbasis religi dan moral dalam menyokong perjuangan bangsa Palestina melawan Israel yang “merupakan bahaya bagi umat secara keseluruhan”.

Menurutnya, Ansarullah bersikukuh pada hak umat Islam atas tempat-tempat suci di Palestina, dan “selalu siap untuk segala opsi pada level yang tinggi dalam perjuangan melawan musuh, Israel, dalam peristiwa apapun di masa mendatang”.

Sementara itu, Ketua Dewan Tinggi Politik Ansarullah Mahdi al-Mashat sehari sebelumnya menyerukan kepada “negara-negara agresor” (Saudi dan sekutunya) agar terlibat dalam perundingan damai yang “kongkret dan serius”.

“Pengumuman gencatan senjata dari para pemimpin kubu agresor semula bisa menjadi satu langkah positif, namun kemudian terbukti bahwa pengumuman itu hanyalah untuk konsumsi sehari,” ujarnya.

Dia menambahkan, “Di saat kami menegaskan hasrat kami kepada perdamaian, kami juga menekankan konsistensi bangsa kami untuk membalas eskalasi dengan eskalasi.”

Al-Mashat kemudian menyerukan kepada masyarakat internasional dan lembaga-lembaga kemanusiaan agar memberikan bantuan kepada rakyat Yaman.

Sedangkan mengenai Palestina, dia mengatakan, “Kami menegaskan prioritas urusan Palestina, menganggapnya sebagai urusan nomor wahid, dan kami sepenuhnya berpihak kepada saudara-saudara kami di Palestina.” (raialyoum)

Jenderal Iran: Reaksi akan Sengit Jika AS Bertindak Ceroboh

Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjaat Iran Mayjen Mohammad Bagheri memperingatkan kepada negara musuhnya, AS, bahwa sedikit saja negara arogan ini bertindak ceroboh terhadap kepentingan Iran di belahan dunia manapun pasti akan mendapat reaksi telak dari Iran.

“Iran mengetahui sepenuhnya kondisi musuh dan semua pergerakannya, termasuk pasukan terorisnya di kawasan sekitar maupun di kawasan-kawasan terpencil, dan ini sudah menjadi bagian dari agenda Angkatan Bersenjata Iran… Kami tidak akan membiarkan siapapun menebar fitnah dan melancangi keamanan, kemerdekaan, dan integritas wilayah kami, dan mencelakakan pemerintahan dan revolusi Islam,” ujarnya.

Dia juga menegaskan, “Segala bentuk salah perhitungan pihak musuh di bagian manapun di dunia ini terhadap kepentingan Iran akan mendapat reaksi telak dan setimpal dengan tingkat ancaman.” (alalam)

Hari Quds, Bendera Israel Menutupi Aspal Jalanan di Baghdad

Sebuah pemandangan menyakitkan bagi Rezim Zionis Israel terlihat di jalanan Baghdad, ibu kota Irak.  Beberapa foto beredar dan memperlihatkan dua gambar bendera berwarna putih dan biru milik rezim penjajah Palestina itu melekat pada ruas jalan di Baghdad.

Menurut laporan RT, Jumat (22/5/2020), bendera bergambar bintang Daud Israel itu sengaja dibuat demikian untuk menandai peringatan Hari Quds Internasional yang jatuh pada setiap Jumat terakhir bulan suci Ramadhan.

Bendera Israel yang digambar dengan menggunakan cat itu sengaja dibuat di atas aspal sebuah jalan raya di tengah kota Baghdad agar tergilas oleh roda kendaraan yang melintas dan terinjak oleh warga yang menyeberang.

Dilaporkan bahwa gambar bendera Zionis itu dibuat di Jl. Palestina, Baghdad, yang pada tahun-tahun sebelumnya selalu diriuhkan oleh aksi unjuk rasa anti-Israe pada setiap peringatan Hari Quds Internasional, namun pada peringatan kali terlihat lengang karena pemerintah menerapkan pembatasan berskala besar untuk pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19).

Meski demikian, dalam beberapa foto yang beredar terlihat beberapa jenis kendaraan melintas di jalan tersebut dan menggilas gambar besar bendera rezim penjajah Palestina itu. (rt)