Rangkuman Berita Utama Timteng Sabtu 23 April 2022

Jakarta, ICMES. Pasukan Rezim Zionis Israel menduduki bangunan-bangunan di komplek Masjid Al-Aqsha serta menembaki para jamaah Palestina

Kelompok Taliban yang berkuasa di Taliban, Jumat (22/4), mengumumkan pihaknya telah meringkus otak pelaku serangan teror pengeboman yang terjadi sehari sebelumnya pada sebuah masjid kaum Muslim Syiah di kota Mazar-i-Sharif.

Wakil Panglima Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, Brigjen Ali Fadavi, menyatakan bahwa tanda-tanda keterkucilan Amerika Serikat (AS) dan kehancuran Rezim Zionis Israel sudah terlihat.

Komandan Angkatan Laut Iran Laksamana Muda Shahram Irani mengatakan armada angkatan laut negara republik Islam ini sudah malang melintang di perairan bebas dunia tanpa masalah, dan tidak ada negara asing yang berani mendekati perairan teritorial Iran.

Berita Selengkapnya:

Situasi di Al-Aqsa Makin Membara, Israel Kerahkan Pasukan Dekat Perbatasan Gaza

Pasukan Rezim Zionis Israel menduduki bangunan-bangunan di komplek Masjid Al-Aqsha serta menembaki para jamaah Palestina, Jumat (22/4), sementara Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengancam untuk mengambil langkah eskalasi terhadap Israel, dan ketegangan pun meningkat di Gaza manakala Israel mengerahkan pasukan dan menegaskan kesiapannya untuk operasi militer baru di Jalur Gaza.

Pasukan Israel naik ke atap bangunan Masjid Al-Aqsa pada Jumat pagi, dan menembakkan peluru karet ke orang-orang Palestina yang bertahan  di dalam halaman Masjid Al-Aqsa.

Bentrokan baru meletus antara polisi Israel dan massa demonstran Palestina, di halaman Masjid Al-Aqsha, dan menjatuhkan puluhan korban luka.

Koresponden Al-Jazeera dari Quds (Yerusalem), Najwan Samri, melaporkan  bahwa sekitar 40 warga Palestina, termasuk tiga wartawan, ditembak oleh pasukan Israel yang menyerbu halaman Masjid Al-Aqsa. Serbuan ini tercatat keenam kalinya secara berturut-turut.

Polisi Israel memutuskan untuk meningkatkan status siaga dan mempersiapkan kemungkinan eskalasi skala besar di Masjid Al-Aqsha, bertepatan dengan shalat Jumat ketiga di bulan suci Ramadhan.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas mendesak pemerintah Amerika Serikat (AS) segera turun  tangan menghentikan aksi Israel yang makin merajalela di wilayah pendudukan Palestina.

Dalam pertemuan dengan delegasi AS di Ramallah, Abbas menyebut Israel bertanggung jawab atas memburuknya situasi. Dia juga memperingatkan bahwa kelanjutan eskalasi Israel akan memaksa para pemimpin Palestina untuk mengimplementasikan keputusan-keputusan Dewan Pusat Organisasi Pembebasan (PLO) untuk menarik pengakuan terhadap Israel dan menghentikan segala bentuk koordinasi dengannya.

Hamas menyerukan kepada massa Palestina untuk melakukan perlawanan secara besar-besaran demi mempertahankan Quds  dan Al-Aqsa serta mendukung orang-orang yang bertahan di Al-Aqsa, yang menjadi sasaran kekerasan pasukan Zionis.

Dalam sebuah pernyataanya, Jumat, Hamas mendesak rakyat Palestina untuk berkonsentrasi di Masjid Al-Aqsha selama sepuluh hari terakhir bulan suci Ramadhan.

Senada dengan ini gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ) menyatakan bahwa meningkatnya serangan Israel di komplek Al-Aqsha dan kota-kota Tepi Barat tidak akan mendatangkan apapun bagi Israel kecuali dengan rasa malu dan kekalahan.

PIJ menegaskan bahwa kejahatan rezim pendudukan Israel yang sedang berlangsung terhadap rakyat Palestina semakin menuntut komitmen orang-orang Palestina kepada haknya mempertahankan tanah Palestina dan Quds dengan segala cara, termasuk perlawanan bersenjata.

Di pihak lain, kepala staf militer Israel, Aviv Kochavi, menginstruksikan komandan Komando Selatan untuk mempersiapkan kemungkinan eskalasi di perbatasan dengan Jalur Gaza dan kemungkinan melancarkan operasi militer terhadapnya jika masih terjadi penembakan roket ke kota-kota dan pemukiman sekitar Jalur Gaza, atau operasi lain apa pun terhadap sasaran Israel di kawasan yang disebut “selubung Gaza”. (raialyoum)

Taliban Ringkus Otak Peledakan Masjid Muslim Syiah di Mazar-e Sharif

Kelompok Taliban yang berkuasa di Taliban, Jumat (22/4), mengumumkan pihaknya telah meringkus otak pelaku serangan teror pengeboman yang terjadi sehari sebelumnya pada sebuah masjid kaum Muslim Syiah di kota Mazar-i-Sharif.

Di akun resminya di Twitter, Taliban mencuit: “Pasukan Khusus Imarah Islam telah menangkap dalang pemboman kriminal yang terjadi kemarin di Mazar Sharif, ibu kota provinsi Balkh, yang menyebabkan jatuhnya banyak korban sipil.”.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah ledakan kuat telah menghancurkan sebuah masjid Muslim Syiah di Mazar-i-Sharif, Afghanistan utara, dan menjatuhkan puluhan korban, pada hari Kamis (21/4).

Kepala departemen informasi dan budaya provinsi Balkh, Zabihullah Noorani mengatakan, “Laporan awal mengkonfirmasi setidaknya ada 25 korban.”

Kepala rumah sakit utama di Mazar-i-Sharif, dr. Ghawsuddin Anwari, menyebutkan serangan itu menewaskan sedikitnya 10 jemaah dan melukai 40 lainnya.

Kelompok Negara Islam Provinsi Khorasan (ISKP atau ISIS-K) yang berafiliasi dengan ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. (alalam/aljazeera)

Jenderal Iran: Tanda Kehancuran Zionis Sudah Terlihat

Wakil Panglima Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, Brigjen Ali Fadavi, menyatakan bahwa tanda-tanda keterkucilan Amerika Serikat (AS) dan kehancuran Rezim Zionis Israel sudah terlihat.

“ Dengan kemenangan Revolusi Islam, peringatan telah terkirim ke musuh-musuh bangsa ini, yaitu Amerika dan Rezim Zionis. Pernyataan-pernyataan Imam (Khomaini) mengarah pada isolasi Amerika dan keruntuhan Rezim Zionis, dan proses ini sangat cepat dalam 43 tahun terakhir . Sekarang terlihat tanda-tanda hal ini,” ujarnya dalam sebuah pernyataan, Kamis (22/4).

Dia menyebutkan bahwa AS sengaja menciptakan kelompok teroris-kelompok teroris dengan tujuan antara lain mengganyang Iran.

“Musuh-musuh revolusi, sejak hari-hari pertama kemenangan Revolusi Islam, membayangkan dapat mengalahkan Islam Republik (Iran) serta mendirikan berbagai kelompok dan mengarahkan mereka untuk berperang melawan Iran,” ujar Fadavi.

Menyinggung peran efektif Iran dalam perimbangan di Timteng, dia mengatakan, “Republik Islam Iran telah hadir kuat selama 43 tahun terakhir di semua gelanggang, dan kekuatan revolusi ada di seluruh belahan dunia, sehingga gerakan Ansar Allah (di Yaman) pun terinspirasi oleh semangat revolusi Islam melawan kubu arogan yang menetapkan persyaratan untuk rezim klan Al-Saud.”

Membanding kekuatan antara Iran dan AS, dia mengatakan, “Anggaran militer AS berjumlah $80 miliar dan lebih maju bahkan dalam sains teknologi, tapi masalahnya terbalik dalam hal pencapaian hasil, karena pemuda Iran telah mencapai sukses besar berdasarkan semangat keimanan.”

Menyinggung kemenangan kubu resistensi Islam, dia mengatakan, “Ketika aturan Al-Qur’an dipatuhi, Yaman akan menang atas front persatuan kafir dan batil seperti negara-negara lemah di Teluk Persia selatan, Eropa, Amerika, dan bahkan beberapa orang Afrika, dan ini menunjukkan bahwa jika kita percaya pada janji Yang Mahakuasa, hasil terbaik akan tercapai.” (mm/alalam)

Komandan AL Iran: Tak Ada yang Berani Dekati Perairan Teritorial Iran

Komandan Angkatan Laut Iran Laksamana Muda Shahram Irani mengatakan armada angkatan laut negara republik Islam ini sudah malang melintang di perairan bebas dunia tanpa masalah, dan tidak ada negara asing yang berani mendekati perairan teritorial Iran.

Dalam wawancara dengan saluran berbahasa Arab al-Alam milik Iran, Kamis (21/4), dia menjelaskan perkembangan terbaru dan pencapaian pertahanan negara ini serta kemampuan maritimnya.

“Saat ini, Samudra Hindia bagian utara adalah jalur air utama untuk menghubungkan benua. Jika kita tidak memiliki kehadiran yang efektif, negara-negara (lain) secara tanpa hak akan datang dan mendekati perairan teritorial kita. Namun, berkat otoritas dan kehadiran armada kita di laut lepas dan pemantauan terus-menerus, kita tidak memiliki masalah dan tidak ada negara yang berani mendekati perairan negara kita,” kata Irani.

“Geometri kekuatan di dunia sedang berubah … dan berbagai pemain sedang bekerja,” imbuhnya.

Dia juga mengatakan, “Mengingat kemampuan kami, kami dapat memiliki kehadiran yang efektif di semua lingkungan maritim dunia kapan pun Panglima Tertinggi (Angkatan Bersenjata Iran, Ayatullah Sayid Ali Khamenei) memerintahkan kami untuk melakukannya.”

Sembari memastikan bahwa kehadiran armada angkatan laut negara lain di kawasan Teluk tak dapat dibenarkan, Irani menegaskan, “Kami memiliki kepentingan dan sumber daya yang luas di laut, di mana pun kami merasa terancam, armada kami akan ada di sana.”

Dia menambahkan, “Hari ini, kami mengawal kapal kami di mana saja melintasi lokasi maritim untuk memastikan (mereka) dan kami tidak mendapat pembatasan. Kehadiran kami menawarkan keamanan ke kawasan dan seluruh dunia.”

Iran mengecam beberapa negara regional yang termakan oleh propaganda Barat anti-Iran, dan memastikan Iran bertujuan meningkatkan kemampuan pertahanannya sendiri dan bukan merupakan ancaman bagi negara mana pun.

“Sayangnya, beberapa negara yang tertipu oleh propaganda media AS, memperkenalkan istilah Iranophobia ke kawasan”, sesalnya. (alalam)