Rangkuman Berita Utama Timteng Sabtu 21 November 2020

yaman abdel malik houthiJakarta, ICMES. Beberapa laporan menyebutkan bahwa Amerika Serikat (AS) akan mencantumkan gerakan Ansarullah (Houthi) di Yaman dalam daftar hitam kelompok teroris, sementara organisasi-organisasi kemanusiaan memperingatkan bahwa keputusan itu dapat menjadi kendala bagi bantuan kemanusiaan.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz bersepakat untuk tetap membuka kanal dialog demi mengembangkan hubungan dan mengatasi persoalan yang ada antara kedua negara.

Kantor berita Associated Press (AP) merilisi rekaman video pertempuran pasukan loyalis presiden pelarian Yaman Abd Rabbuh Mansour Hadi yang didukung Arab Saudi di satu pihak dan pasukan Dewan Transisi Selatan yang didukung Uni Emirat Arab di pihak lain.

Juru bicara Panglima Angkatan Bersenjata Irak, Yahya Rasoul, mengumumkan bahwa 16 anggota kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (IS/ISIS/ISIL/DAESH) tewas diterjang operasi militer di Provinsi Kirkuk, Irak utara.

Berita Selengkapnya:

AS akan Teroriskan Ansarullah, Organisasi Peduli HAM Dunia Ingatkan Resiko Kelaparan di Yaman

Beberapa laporan menyebutkan bahwa Amerika Serikat (AS) akan mencantumkan gerakan Ansarullah (Houthi) di Yaman dalam daftar hitam kelompok teroris, sementara organisasi-organisasi kemanusiaan memperingatkan bahwa keputusan itu dapat menjadi kendala bagi bantuan kemanusiaan sehingga rawan terjadi bencana kelaparan di  negara yang dilanda perang itu.

Terorisasi Houthi tampanya menjadi item utama dalam agenda pemerintahan Presiden AS Donald Trump, yang menjadikan isolasi terhadap Teheran sebagai fokus kebijakan regionalnya, beberapa minggu sebelum keluar dari Gedung Putih.

Para pejabat mengkonfirmasi kepada AFP laporan bahwa pemerintahan Trump sedang meletakkan dasar dalam persiapan untuk mengumumkan langkahnya terhadap Ansarullah.

Seorang diplomat Barat di kawasan Teluk Persia yang mengetahui persoalan Yaman berkomentar, “Jika mereka (Ansarullah) ditetapkan sebagai organisasi teroris, maka konsekuensinya akan banyak.”

Dia menjelaskan, “Berbagai negara menghadapi kesulitan dalam berinteraksi dengan mereka, dan ini dapat memperumit proses (perdamaian) secara keseluruhan, demikian kerja PBB.”

Dampak langkah itu bisa jadi terbatas, namun korban utamanya adalah rakyat jelata Yaman, terlebih ketika terjadi penurunan signifikan pada skala bantuan tahun ini akibat pandemi Covid-19.

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, Jumat malam lalu memperingatkan bahwa Yaman sedang menghadapi “bahaya kelaparan terburuk yang telah diketahui dunia dalam beberapa dekade.”

“Saya menyerukan kepada semua orang untuk menghindari mengambil tindakan apa pun yang akan memperparahg situasi yang memburuk secara fundamental,” katanya.

Konsekuensi dari keputusan tersebut secara langsung akan mempengaruhi jalur komunikasi dengan kaum Ansarullah, administrasi pajak, penggunaan sistem perbankan, pembayaran gaji petugas kesehatan, pembelian makanan dan bahan bakar, layanan internet, dan lain-lain. (raialyoum)

Erdogan dan Raja Salman Sepakat Pertahankan Kanal Dialog

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz bersepakat untuk tetap membuka kanal dialog demi mengembangkan hubungan dan mengatasi persoalan yang ada antara kedua negara.

Kantor berita Turki Anadolu melaporkan bahwa menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh Departemen Komunikasi Kepresidenan Turki setelah terjadi kontak telepon antara Erdogan dan Salman pada hari Jumat (21/11/2020),  kedua pemimpin itu membahas hubungan bilateral dan masalah Konferensi Tingfkat Tinggi (KTT) G-20.

Pernyataan itu menambahkan bahwa kedua “setuju menjaga kanal dialog tetap terbuka untuk mengembangkan hubungan bilateral dan menghilangkan problematika.”

Sebelumnya, kantor kerita resmi Saudi, SPA, melaporkan bahwa Salman telah menghubungi Erdogan untuk mengoordinasikan upaya yang dilakukan dalam pekerjaan KTT G-20, yang akan diselenggarakan oleh Arab Saudi pada 21-22 November.

Tanpa menyebutkan rinciannya, SPA menambahkan bahwa keduanya telah membicarakan hubungan bilateral. (rta)

Perang Sesama Musuh Ansarullah di Yaman Selatan, 50 Orang Tewas

Kantor berita Associated Press (AP), Jumat (20/11/2020), merilisi rekaman video pertempuran pasukan loyalis presiden pelarian Yaman Abd Rabbuh Mansour Hadi yang didukung Arab Saudi di satu pihak dan pasukan Dewan Transisi Selatan yang didukung Uni Emirat Arab di pihak lain.

AP melaporkan bahwa sekitar 50 orang telah terbunuh sejak akhir pekan lalu dalam pertempuran terbaru antara kedua kubu yang bermarkas di selatan Yaman dan sama-sama memerangi kelompok Ansarullah (Houthi) tersebut.

Mengutip keterangan pejabat keamanan, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya, AP menyebutkan bahwa setidaknya 47 petempur dari kedua belah pihak tewas dan 90 lainnya cedera dalam konfrontasi di Zinjibar, Provinsi Abyan, yang tercatat sebagai “paling sengit” dalam beberapa bulan terakhir.

Eskalasi militer itu menjadi pukulan baru bagi Perjanjian Riyadh yang ditandatangani oleh kubu Mansour Hadi dan kubu Dewan Transisi pada akhir 2019 di bawah pengawasan Saudi dalam upaya untuk mengakhiri konflik antara keduanya yang sama-sama terlibat dalam koalisi Arab pimpinan Saudi. (rta)

16 Anggota ISIS Tewas Diganyang Pasukan Irak

Juru bicara Panglima Angkatan Bersenjata Irak, Yahya Rasoul, mengumumkan bahwa 16 anggota kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (IS/ISIS/ISIL/DAESH) tewas diterjang operasi militer di Provinsi Kirkuk, Irak utara.

“Di bawah arahan langsung Panglima Angkatan Bersenjata, Mustafa Al-Kadhimi (Perdana Menteri Irak – red.), Badan Penanggulangan Terorisme melancarkan operasi besar di Provinsi Kirkuk di daerah yang menghubungkan Lembah Zaghitoun  dan Wadi Al-Khanajer, yang dimulai pada Kamis malam dan selesai pada Jumat pagi,” ungkap Yahya Rasoul, Jumat (20/11/2020).

“Operasi tersebut menyasar seluruh detasemen sisa-sisa ISIS hingga mengakibatkan tewasnya 16 militan setelah bentrok dengan mereka di dalam sarang rahasia mereka. Beberapa di antara mereka terbunuh akibat konfrontasi langsung, sementara yang lain terbunuh oleh pesawat koalisi internasional ketika mereka berusaha kabur dari konfrontasi,” terangnya.

Dia menambahkan, “Pasukan mulai menggeledah sarang itu setelah membersihkannya dari ISIS, dan di situ ditemukan dokumen-dokumen penting, sejumlah senjata ringan dan menengah, paspor, dan sejumlah uang lokal dan asing.”

Volume serangan bersenjata yang diduga dilancarkan oleh teroris ISIS meningkat sejak awal tahun ini, terutama di kawasan antarprovinsi Kirkuk, Salah al-Din, dan Diyala. (rta)

Uni Eropa Pastikan akan Terus Menoropong Pelanggaran HAM di Saudi

Presiden Dewan Eropa Charles Michel dan Ketua Komisi Eropa Ursula von der Leyen memastikan Eropa “tidak dan tidak akan mengabaikan masalah kebebasan dan hak asasi manusia (HAM) di Arab Saudi.”

Pernyataan para pejabat itu disampaikan dalam konferensi pers yang mereka adakan di Brussel, Jumat (20/11/2020), untuk menyatakan sikap Uni Eropa (UE) setelah KTT virtual G-20 yang dipimpin oleh Arab Saudi pada 21-22 November 2020.

Michel dan von der Leyen menyatakan bahwa masalah HAM dan kebebasan berekspresi di negara kerajaan itu merupakan persoalan “serius dan berulang”, dan karena itu para pejabat UE terus meneropong semua isu tentang ini dengan cermat, terutama yang berkaitan dengan hak perempuan dan aktivis, serta mengemukakannya secara bilateral dengan pihak Saudi.

Michel mengakui bahwa pertemuan tahun ini diadakan secara virtual akibat pandemi Covid-19 sehingga menghambat pekerjaan diplomatik Eropa di tingkat internasional.

Dia lantas menekankan bahwa meski demikian masalah tersebut tidak akan menyebabkan Brussel mengendur atau menyerah mempertahankan nilai dan prinsipnya. (rta)