Rangkuman Berita Utama Timteng  Sabtu 21 Desember  2024

Jakarta, ICMES. Perkembangan pesat terlihat di Suriah selatan terkait dengan kontinyuitas serangan Israel  dan aneksasinya  secara lebih banyak terhadap wilayah Suriah, yang terjadi bersamaan dengan kebungkaman penguasa baru Suriah.

Unjuk rasa peduli Gaza tak berhenti untuk tahun kedua berturut-turut, baik di ibu kota Sanaa maupun di berbagai wilayah dan provinsi lain di Yaman, sementara angkatan bersenjata negara ini menyatakan kembali menyerang Israel, bekerjasama dengan kelompok pejuang Irak.

Media Israel mengungkap rincian agresi Israel terhadap Yaman pada dini hari sebelumnya.

Berita selengkapnya:

Pertama Kalinya, Warga Suriah Berdemo Tuntut Tentara Zionis Angkat Kaki

Perkembangan pesat terlihat di Suriah selatan terkait dengan kontinyuitas serangan Israel  dan aneksasinya  secara lebih banyak terhadap wilayah Suriah, yang terjadi bersamaan dengan kebungkaman penguasa baru Suriah.

Perkembangan terbaru terjadi kota Al-Rafid di pedesaan Quneitra selatan, daerah cekungan Yarmouk di pedesaan barat, dan Provinsi Daraa dekat Barak Al-Jazirah.  Di sana terjadi gelombang protes terhadap serangan pasukan pendudukan Israel ke wilayah tersebut.

Penduduk setempat mendesak PBB melaksanakan tugasnya sehubungan dengan pelanggaran berulang-ulang Israel dan agresi berkelanjutan terhadap desa-desa mereka di mana pasukan pendudukan menembaki mereka, dan melukai sejumlah orang.

Di lapangan, pasukan pendudukan Israel membuldoser lahan pertanian untuk membuat jalan militer yang menghubungkan pedesaan Quneitra utara ke teras Gunung Hermon.

Sumber-sumber lokal melaporkan bahwa pasukan pendudukan melakukan penetrasi ke Horsh Al-Shahar dan Cagar Alam Jubata Al-Khashab di pedesaan utara Quneitra, dan bersamaan dengan serangan paralel ke arah kota tetangga Taranja dan Ovania.

Disebutkan bahwa pasukan pendudukan bertujuan membuldoser lahan pertanian untuk membuat jalan militer yang menghubungkan desa-desa di pedesaan Quneitra utara ke teras Gunung Hermon, utara Beit Jinn, di pedesaan barat daya Damaskus.

Menanggapi aksi-aksi Israel tersebut, para tokoh masyarakat desa-desa di zona penyangga di Golan Suriah di Kegubernuran Quneitra merilis sebuah pernyataan yang meminta tentara Israel mundur ke belakang garis perbatasan.

Pasukan pendudukan Israel sejauh ini telah menduduki sekitar 500 kilometer persegi wilayah selatan Suriah, dan telah membuldoser seluruh situs militer Suriah di kaki Gunung Hermon serta dataran tinggi Quneitra dan Daraa.

Tentara Israel juga memperluas serangannya ke Suriah selatan, dimulai dari kota Sidon ke arah timur, dan mencapai tiga perairan penting di wilayah tersebut, yaitu Sheikh Hussein, Bendungan Sahm Al-Golan, dan Al-Bakkar Barat.

Untuk hari kedelapan berturut-turut, tentara pendudukan Israel terus melakukan aneksasi atas tanah Suriah. Mereka menduduki Gunung Hermon di Suriah dan merebut zona penyangga di Golan yang diduduki.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, telah menginstruksikan kesiapan tentara Zionis untuk tetap berada di wilayah Gunung Hermon Suriah dan zona penyangganya setidaknya sampai akhir 2025. (alalam)

Rakyat Yaman Kembali Gelar Demo Akbar dan Minta Tentaranya Terus Gempur Israel

Unjuk rasa peduli Gaza tak berhenti untuk tahun kedua berturut-turut, baik di ibu kota Sanaa maupun di berbagai wilayah dan provinsi lain di Yaman, sementara angkatan bersenjata negara ini menyatakan kembali menyerang Israel, bekerjasama dengan kelompok pejuang Irak.

Massa di lapangan Al-Sab’in di pusat kota Sanaa pada hari Jumat (20/12) mengutuk serangan Israel terhadap Sanaa dan Hudaidah. Mereka menegaskan bahwa serangan itu tak dapat menghalangi tekad bangsa Yaman membela bangsa Palestina, sebagaimana dinyatakan dalam deklarasi aksi mereka.

Mereka mengutuk agresi dan aksi genosida Israel yang berkelanjutan terhadap penduduk Gaza, demikian pula merebaknya kejahatan rezim pendudukan itu ke Tepi Barat dan Al-Quds serta Lebanon dan Suriah.  Massa juga mengecam sikap masyarakat internasional yang, menurut mereka, hanya menonton.

Massa memuji operasi serangan Angkatan Bersenjata Yaman terhadao Tel Aviv, dan meminta operasi serangan lebih banyak sampai rezim pendudukan menghentikan kejahatannya di Gaza.

Terkait dengan peringatan pendirian gerakan perlawanan Islam Palestina (Hamas), massa mengucapkan selamat atas peringatan penting ini. Dalam deklarasi aksinya, mereka mengkonfirmasi respon mereka atas seruan front perlawanan kepada bangsa Arab dan umat Isam untuk membentuk front pendukung yang komprehensif demi membela Gaza.

Rakyat Yaman berjanji untuk terus menggelar aksi di lapangan, dan tetap teguh atas pendirian mereka itu sampai agresi terhadap Gaza dihentikan secara total.

Sementara itu, Jubir Angkatan Bersenjata Yaman Brigjen Yahya Saree mengumumkan pelaksanaan dua operasi militer kualitatif, satu di antaranya di Israel selatan, bekerja sama dengan Resistensi Islam Irak (IRI), dan yang lainnya di Yafa (Tel Aviv).

Saree berjanji bahwa eskalasi terhadap Yaman akan dibalas dengan eskalasi yang sama.

“Angkatan Bersenjata Yaman, bekerja sama dengan IRI, telah melancarkan operasi militer kualitatif terhadap target vital musuh, Israel, di bagian selatan Palestina pendudukan dengan sejumlah pesawar nirawak, dan operasi ini berhasil mencapai tujuannya, berkat pertolongan Allah,” ungkap Yahya Saree di hadapan massa pengunjuk rasa di Sanaa.

Dia menambahkan, “Dalam konteks lain, unit pasukan nirawak melancarkan operasi militer kualitatif yang menyasar target militer vital musuh, Israel, di wilayah pendudukan Yafa, dengan pesawat nirawak, dan operasi ini juga berhasil mencapai tujuannya, berkat karunia Allah.”

Saree juga menegaskan, “Angkatan Bersenjata Yaman akan membalas eskalasi Israel-Amerika terhadap Yaman dengan eskalasi serupa, dan tak akan ragu membidik instalasi-instalasi vital musuh, Israel.” (alaraby/aljazeera)

Media Israel Ungkap Rincian Serangan Udara Sengit Zionis terhadap Yaman

Media Israel pada hari Jumat (20/12) mengungkap rincian agresi Israel terhadap Yaman pada dini hari sebelumnya.

Lembaga penyiaran publik tersebut melaporkan;  “Serangan di Yaman disetujui oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz, dan tidak dibahas atau disetujui oleh kabinet keamanan.”

Lembaga itu menambahkan,  “Hanya gambaran umum yang disampaikan kepada para menteri kabinet tentang perkembangan tersebut, tanpa mengungkapkan target serangan udara tersebut.”

Laporan tersebut mengutip keterangan seorang mayor pasukan cadangan Israel, salah satu pilot yang berpartisipasi dalam serangan udara di Yaman,  bahwa misi tersebut “sangat kompleks.”

“Serangan udara dilakukan dalam jarak sekira 2000 kilometer bolak-balik, dan lebih dari 60  bom dijatuhkan pada malam hari, dan serangan ini harus dilakukan secara tepat,” terang perwira itu.

“Para pilot bertahan dalam pesawat selama enam jam sejak lepas landas hingga mendarat,” sambungnya.

Situs berita Ynet melaporkan bahwa persiapan operasi serangan berlangsung selama dua minggu.

Surat kabar  Israel Hayom  melaporkan bahwa serangan terhadap Yaman direncanakan sebagai tanggapan atas peluncuran lebih dari 200 rudal permukaan-ke-permukaan Yaman dan lebih dari 170 drone terhadap Israel.

Surat kabar ini mengutip pernyataan tentara pendudukan Zionis bahwa mereka “bertekad untuk menimpakan kerugian pada Yaman dan memperdalam informasi intelijen.”

Mereka juga menyatakan bahwa serangan itu merupakan operasi terencana yang telah dipersiapkan selama berminggu-minggu, dan bukan sebatas respon  terhadap peluncuran rudal balistik Yaman pada Rabu malam sebelumnya.

Serangkaian serangan sengit Israel telah menghantam ibu kota Yaman, Sanaa, dan kota Hodeidah, Yaman barat, pada dini hari Kamis (19/12). Serangan itu juga menyasar fasilitas minyak Ras Issa di barat Yaman,  hingga menggugurkan 9 karyawan dan melukai beberapa orang lainnya. (alalam)