Rangkuman Berita Utama Timteng Sabtu 20 Juni 2020

Sistem 3-Khordad Iran versi ALJakarta, ICMES. Pasukan Dirgantara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Jumat (19/6/2020), merilis video sistem pertahanan udara “3 Khordad” versi maritim, satu tahun setelah pesawat nirawak (drone) pengganggu milik Amerika Serikat ditembak jatuh dengan sistem itu oleh pasukan tersebut.

Kepala Staf Angkatan Laut Iran, Laksamana Hussain Khanzadi, mengumumkan bahwa negara republik Islam ini tak lama lagi akan meraih rudal hipersonik dan mengagendakan produksinya.

Pasukan Arab Suriah (SAA) menggempur posisi kelompok teroris di daerah pedesaan selatan Provinsi Idlib setelah memantau gerakan terakhir mereka di wilayah Jabal Al-Zawiya.

Pertempuran antarkubu pasukan yang didukung koalisi Arab di Yaman dilaporkan semakin menghebat oleh koresponden RT Arabic milik Rusia.

Berita selengkapnya:

Iran Luncurkan Sistem Pertahanan Udara Khordad-3 Versi AL

Pasukan Dirgantara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Jumat (19/6/2020), merilis video sistem pertahanan udara “3 Khordad” versi angkatan laut (AL), satu tahun setelah pesawat nirawak (drone) pengganggu milik Amerika Serikat (AS) ditembak jatuh dengan sistem itu oleh pasukan tersebut.

Sistem versi baru itu telah dipasangkan pada fregat IRGC Shahid Siavoshi, dengan kemampuan mengunci target dan menembakkan rudal dari fregat bergerak.

Sistem payung rudal 3 Khordad, yang telah 100% diproduksi massal oleh para pakar Pasukan Dirgantara IRGC, merupakan sistem yang pada 20 Juni 2019 telah merontokkan pesawat nirawak mata-mata supercanggih MQ-4C Triton milik AS pada ketinggian 50 ribu kaki di angkasa perairan teritorial Iran selatan dekat wilayah Kouh-e Mobarak.

Sistem yang diresmikan pertama kalinya oleh Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayyid Ali Khamenei tersebut mampu meladeni dan mencegat empat target aktif di setiap putaran, dan telah ditugaskan untuk membereskan pesawat taktis dan strategis, helikopter, rudal jelajah dan drone serta dapat pula menembak jatuh sasarannya di tengah perang elektronik.

Tahun lalu, Komandan Pasukan Dirgantara IRGC Brigjen Amir Ali Hajizadeh menginformasikan perancangan dan pembuatan sistem rudal yang -tak seperti sistem yang ada di dunia- pada platform bergerak dapat melacak, mengunci, menghadapi, dan mencegat target.

Sistem 3 Khordad maritim menembakkan misil Taer-2, yang juga telah dikembangkan dan diproduksi secara massal oleh Pasukan Dirgantara IRGC. Perisai anti-rudal ini juga dapat meluncurkan rudal Sayyad-2 dengan jarak jangkau 75 kilometer.

Video berdurasi hampir 5 menit yang dirilis oleh kantor berita Fars dan Tasnim yang terafiliasi dengan IRGC, Jumat, untuk pertama kalinya memperlihatkan fase dan jalur produksi sistem itu di bagian industri Pasukan Dirgantara IRGC IRGC di mana para tenaga muda pria dan wanita bekerja dalam rangka ini.

Sedangkan Frigat Shahid Siavoshi milik AL IRGC, yang dilengkapi sistem 3 Khordad, telah dibuat di dalam negeri dan merupakan frigat yang ketika berpatroli Teluk Persia pernah berhadap-hadapan dengan kapal perang USS Vella Gulf Armada Kelima AS pada 7 Maret 2020 dan kemudian memaksanya menyingkir.

Pada 20 Juni tahun lalu, Pasukan Dirgantara IRGC mengumumkan pihaknya telah menggunakan sistem 3 Khordad untuk menjatuhkan drone mata-mata MQ-4C Triton milik AS AS serta merilis video yang memperlihatkan jalur penerbangan serta saat penembakan jatuh drone senilai 220 juta US$ tersebut.

Insiden ini tercatat sebagai serangan langsung Iran pertama kalinya terhadap aset AS dan terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran. (fna)

Iran akan Segera Kembangka Rudal Hipersonik

Kepala Staf Angkatan Laut Iran, Laksamana Hussain Khanzadi, mengumumkan bahwa negara republik Islam ini tak lama lagi akan meraih rudal hipersonik dan mengagendakan produksinya.

Dia menyebutkan negaranya akan segera mengembangkan generasi ketiga rudal supersonik di mana mesin turbofan baru akan digunakan untuk menambah kecepatan rudal supersonik dalam waktu dekat.

Menurutnya, akan ada perubahan pada mesin rudal AL yang akan memungkinkannya mentolerir suhu yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama, dan sistem pengisian bahan bakar dan navigasi AL pun juga akan mengalami perombakan.

“Mesin-mesin rudal AL akan mengalami perubahan yang tak terelakkan, dan harus menolerir suhu yang lebih panas untuk waktu yang lama. Kami pasti akan memiliki perubahan untuk sistem pengisian bahan bakar dan sistem navigasi laut di AL,” terangnya, Jumat (29/6/2020).

“Kami telah berhasil mencapai produksi rudal dengan jangkauan 300 km, dan kami akan segera mencapai jangkauan yang lebih menarik, dan pembuatan rudal generasi baru adalah bagian dari program kekuatan AL,” lanjutnya.

Dia kemudian mengatakan, “AL akan segera mendapatkan generasi rudal hipersonik, di mana mesin jet baru digunakan untuk bergerak dengan beberapa kali kecepatan supersonik.”

Dia menambahkan, “AL Iran berharap dapat meluncurkan rudal secara vertikal, yang memungkinkan mereka untuk menempatkan lebih banyak rudal di geladak kapal demi mencapai target yang lebih beragam.”

Jika Iran mendapatkan rudal hipersonik maka negeri mullah ini akan menjadi satu di antara segelintir negara di dunia yang memiliki senjata demikian. (fna/amn)

Tentara Suriah Gempur Lokasi Pertemuan Teroris di Idlib, Sejumlah Teroris Temui Ajal

Pasukan Arab Suriah (SAA) menggempur posisi kelompok teroris di daerah pedesaan selatan Provinsi Idlib, Jumat (19/6/2020), setelah memantau gerakan terakhir mereka di wilayah Jabal Al-Zawiya.

Menurut laporan sumber di lapangan, SAA melancarkan serangan sengit ke lokasi pertemuan di dekat kota Al-Baraa, yang menjadi benteng utama kawanan teroris di bagian selatan wilayah Jabal Al-Zawiya.

Menurut sumber itu, serangan SAA berhasil memaksa para jihadis bubar dan meninggalkan dari daerah itu setelah beberapa teroris tewas akibat serangan itu.

Dibantu Angkatan Udara Rusia, SAA setiap hari melancarkan serangan ke daerah pinggiran selatan Idlib dan Dataran Al-Ghaab di dekatnya.

Serangan itu meningkat sejak awal Juni, bersamaan dengan upaya teroris menyerang posisi-posisi SAA di front Tanjara di Dataran Al-Ghaab.

Upaya yang dipimpin oleh kelompok teroris Hurras Al-Deen itu mengakibatkan kerugian besar pada kawanan teroris it sendiri, karena mendapat reaksi sengit dari SAA dan militer Rusia. (amn)

Pertempuran Menghebat Antarkubu Pro-Koalisi Arab di Yaman

Pertempuran antarkubu pasukan yang didukung koalisi Arab di Yaman dilaporkan semakin menghebat oleh koresponden RT Arabic milik Rusia, Jumat (19/6/2020).

Disebutkan bahwa pertempuran pasukan loyalis presiden pelarian Yaman, Abd Rabbuh Mansour Hadi, yang didukung Arab Saudi melawan pasukan Dewan Transisi Selatan (STC) yang didukung Uni Emirat Arab menghebat di Wadi Sali, Provinsi Abyan, di bagian tenggara Yaman.

Tanpa menyinggung dampak pertempuran itu, koresponden RT Arabic menyebutkan bahwa kedua pihak sama-sama mengerahkan segala jenis senjata berat yang mereka miliki.

Sebelumnya di hari yang sama, pasukan STC mengaku dapat menghalau serangan loyalis Hadi di dekat kota Shakra, Provinsi Abyan.

Juru bicara STC Provinsi Abyan, Mohamed al-Naqib, menyatakan pihaknya berhasil menghancurkan beberapa peralatan tempur pasukan lawan.

Sementara itu, surat kabar al-Mashhad al-Yemeni mengutip pernyataan sumber loyalis Hadi bahwa pasukan STC telah mengambil alih Direktorat Keamanan Pulau Socotra setelah terlibat kontak senjata dengan pasukan Hadi di pulau itu.

Sumber itu menambahkan bahwa Departemen Keamanan Hadibo, ibukota Kepulauan Socotra, berada di bawah kendali pasukan STC.

Al-Alam melaporkan bahwa sumber-sumber lokal menyatakan pertempuran belakangan ini antara kedua pihak selain menyebabkan kerusakan besar pada kota Hadibo juga menjatuhkan korban militer dan sipil.

Pertempuran yang terjadi belakangan ini  merupakan bagian dari serangkaian pertempuran yang melanda Pulau Socotra, di mana UEA merekrut ratusan orang di luar kerangka pemerintahan Mansour Hadi. (rtarabic/almashhadalyemeni/alalam)