Rangkuman Berita Utama Timteng Sabtu 16 Maret 2019

iran pesiden hassan rouhaniJakarta, ICMES: Presiden Iran Hassan Rouhani menegaskan bahwa tragedi teror yang menimpa warga Muslim di Selandia Baru merupakan peristiwa yang kembali menunukkan keharusan adanya upaya internasional secara total melawan Islamfobia yang dikobarkan oleh sebagian penguasa di Barat.

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menyebut tragedi penembakan massal yang menggugurkan 49 warga Muslim dan melukai puluhan lainnya di Selandia Baru sebagai hasil “kemunafikan Barat.”

Ribuan jamaah Palestina Masjid Al-Aqsa di kota suci al-Quds (Baitul Maqdis/Yerussalem), dan di sebagian besar masjid di Jalur Gaza telah menunaikan shalat ghaib untuk warga Muslim yang menjadi korban serangan teror di dua masjid di Selandia Baru.

Pasukan Israel menggempur Jalur Gaza dan menyasar puluhan posisi Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) dengan dalih membalas tembakan roket dari Jalur Gaza pada Kamis malam, dalam babak baru ketegangan Palestina dan Israel.

Berita selengkapnya:

Kecam Teror Di Selandia Baru, Presiden Iran Serukan Perlawanan Terhadap Islamfobia Di Barat

Presiden Iran Hassan Rouhani menegaskan bahwa tragedi teror yang menimpa warga Muslim di Selandia Baru pada Jumat (15/3/2019) merupakan peristiwa yang kembali menunukkan keharusan adanya upaya internasional secara total melawan Islamfobia yang dikobarkan oleh sebagian penguasa di Barat.

Rouhani mengutuk serangan”teroris dan rasis” terhadap warga  Muslim yang sedang beribadah di masjid itu, dan menyebutnya sebagai insiden “biadab dan menyakitkan” yang melukai hati segenap umat Muslim di dunia, termasuk bangsa Iran.

Setidaknya satu pria bersenjata telah memberondongkan peluru hingga menewaskan 49 orang dan melukai lebih dari 40 orang ketika para korban itu sedang menunaikan shalat Jumat di dua masjid Selandia Baru. Peristiwa ini menjadi tragedi penembakan massal terburuk di negara itu, dan pelakunya dinyatakan sebagai teroris oleh Perdana Menteri Jacinda Ardern.

“Kejahatan biadab ini, yang tercermin dalam kesyahidan dan terlukanya sejumlah jamaah yang tidak bersalah dan tidak berdaya, adalah bukti baru perlunya perjuangan secara total melawan terorisme dan kebencian terhadap agama lain dan kelompok etnis, dan Islamofobia yang adalah hal biasa di Barat, yang sayangnya dipicu oleh pemerintah Barat tertentu,” kecam Rouhani dalam sebuah pesannya.

Dia menjelaskan, “Kejahatan ini menunjukkan bahwa terorisme masih menjadi isu penting di dunia, dan membutuhkan perjuangan dan pendekatan terpadu oleh semua negara melawan kekerasan dan ekstremisme di bagian mana pun di dunia.”

Dia menambahkan, “Republik Islam Iran masih berkomitmen untuk perang melawan terorisme dan rasisme, dan yakin bahwa, berkat persatuan dan solidaritas umat Islam, rencana musuh yang membabi buta dan tanpa tujuan tidak akan menghasilkan apa-apa selain cela bagi mereka sendiri.”

Rouhani juga menyerukan kepada khalayak internasional, khususnya negara-negara Muslim, agar menunjukkan reaksi serius terhadap kejahatan anti-manusia tersebut, dan “mempermalukan sponsor terbuka maupun terselubung bagi tindakan demikian.” (presstv)

Menlu Iran Sebut Tragedi Penembakan Di Selandia Baru Hasil Kemunafikan Barat

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menyebut tragedi penembakan massal yang menggugurkan 49 warga Muslim dan melukai puluhan lainnya di Selandia Baru pada Jumat (15/3/2019), sebagai hasil “kemunafikan Barat.”

“Impunitas dalam ‘demokrasi’ Barat untuk mempromosikan kefanatikan mengarah pada hal ini: preman Israel memasuki masjid di Palestina untuk menghina umat Islam; Teroris di NZ menyiarkan pembunuhan 49 Muslim mereka, ” tulis Zarif di halaman Twitternya, Jumat.

Dia menambahkan, “Kemunafikan Barat dalam membela demonisasi umat Islam sebagai ‘kebebasan berekspresi’ HARUS berakhir.”

Kecaman dan desakan Zarif itu merupakan reaksi terhadap cuitan Senator Australia Fraser Anning  yang justru menyalahkan imigran Muslim terkait serangan teror di Selandia Baru tersebut.

Empat orang , termasuk satu pria kelahiran Australia, dilaporkan telah ditahan sehubungan dengan serangan teror tersebut. Beredar pula sebuah video yang merekam adegan penembak matian salah seorang pelaku serangan itu oleh polisi Selandia Baru. (mehr)

Ribuan Warga Palestina Tunaikan Shalat Ghaib Untuk Korban Teror Selandia Baru

Ribuan jamaah Palestina Masjid Al-Aqsa di kota suci al-Quds (Baitul Maqdis/Yerussalem), dan di sebagian besar masjid di Jalur Gaza telah menunaikan shalat ghaib untuk warga Muslim yang menjadi korban serangan teror di dua masjid di Selandia Baru, Jumat (15/3/2019).

Khatib Masjid Al-Aqsa dan Mufti al-Quds dan wilayah Palestina Syeikh Mohammed Hussein mengecam dan menyebut serangan itu sebagai aksi “teror”.

“Kami  mendoakan rahmat untuk arwah para korban kejahatan terorisme di Selandia Baru yang telah menjatuhkan puluhan syuhada dan korban luka,” ungkapnya.

Dia kemudian mengecam berlanjutnya serangan Israel terhadap Masjid Al-Aqsa dan kota al-QudsTimur, serta menegaskan, “Masjid Aqsa hanya untuk umat Islam dan tidak perlu dinegosiasikan. Kami menolak segala bentuk tindakan Israel terhadap al-Aqsa.”

Warga Palestina di sebagian besar masjid di Jalur Gaza juga menggelar shalat ghaib untuk para korban serangan teror tersebut.

Kementerian Wakaf Palestina mengutuk kejahatan itu dan mendesak pemerintah Selandia Baru agar menghukum para ekstremis pelakunya.

Seperti diketahui, setidaknya satu pria bersenjata telah memberondongkan peluru hingga menewaskan 49 orang dan melukai lebih dari 40 orang lainnya ketika para korban itu sedang menunaikan shalat Jumat di dua masjid Selandia Baru. (rt)

Tegang Lagi, Israel Gempur Posisi Hamas Di Gaza

Pasukan Israel menggempur Jalur Gaza, Jumat (15/3/2019) dan menyasar puluhan posisi Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) dengan dalih membalas tembakan roket dari Jalur Gaza pada Kamis malam, dalam babak baru ketegangan Palestina dan Israel.

Jet-jet tempur dan helikopter Israel melakukan 100 kali serangan terhadap posisi-posisi Hamas yang mengendalikan Jalur Gaza.

Militer Israel menyatakan bahwa sasarannya antara lain lokasi pembuatan roket besar dan sebuah tempat yang digunakan oleh Hamas untuk memimpin operasinya di wilayah pendudukan Tepi Barat yang berjarak puluhan kilometer dari Jalur Gaza.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Jumat, mengutuk “eskalasi” yang dilakukan Israel di Jalur Gaza, namun juga menyebut Hamas bertanggungjawab atas dampak eskalasi itu.

Dalam statemen yang dirilis kantor berita resmi Palestina WAFA Abbas “mengutuk eskalasi serius Israel terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza, dan melakukan kontak intensif dengan semua pihak yang berkepentingan untuk menghentikannya.”

Abbas meminta Hamas untuk “kembali kepada legitimasi Palestina dan mematuhi perjanjian tahun 2017 untuk menyelamatkan rakyat kita dari momok perang.”

Hamas sendiri melalui juru bicaranya, Fawzi Barhoum, menyatakan Israel bertanggujawab atas eskalasi, dan menyebutnya “bertujuan mengekspor krisis internal dan menciptakan krisis baru” dan lanjutan dari kejahatan Israel terhadap bangsa Palestina.

Empat warga Palestina terluka pada Jumat malam akibat serangan udara yang dilancarkan dan dinyatakan Israel telah menyasar sekitar 100 target di Jalur Gaza

Serangan di Jalur Gaza terjadi setelah Israel mengumumkan adanya penembakan dua roket ke arah daerah Gush Dan dekat Tel Aviv tanpa menimbulkan korban jiwa dan cidera maupun kerusakan.

Sebuah sumber keamanan di Gaza mengatakan kepada AFP, “Beberapa jet tempur Israel melancarkan puluhan serangan agresif yang menyasar lebih dari 40 lokasi serta bangunan faksi-faksi perlawanan dan sebuah rumah di Rafah hingga menyebabkan seorang warga dan istrinya menderita luka parah.”

Sumber itu menambahkan bahwa serangan itu menyebabkan kerusakan di lokasi yang disasar serta “merusak sejumlah rumah warga.”

Para saksi mata mengatakan kebakaran terjadi di sebuah bangunan di sebelah barat kota Gaza akibat tiga serangan udara pada dini hari Jumat, dan kru pertahanan sipil bekerja untuk memadamkan api.

Saksi mata lain mengatakan Hamas dan faksi-faksi lain telah mengosongkan markas dan posisi mereka di Jalur Gaza untuk mengantisipasi serangan udara Israel.

Sejak Maret 2018, lebih dari 250 warga Palestina terbunuh dalam konfrontasi di sepanjang perbatasan Gaza-Israel (Palestina pendudukan 1948), sementara beberapa lainnya terbunuh oleh serangan Israel yang dilakukan dengan dalih membalas serangan yang berasal dari Jalur Gaza. Di pihak Israel, dua tentara Zionis tewas dalam gejolak tersebut. (raialyoum)