Rangkuman Berita Utama Timteng Sabtu 16 Januari 2021

rudal iranJakarta, ICMES. Pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menggelar tahap pertama latihan perang bersandi “Payambar-e Azam 15” (Nabi Besar 15) di daerah gurun tengah Iran dengan melesatkan rudal dan pesawat nirawak Pasukan Dirgantara-nya.

Media Iran memublikasi di media sosial sebuah klip video baru serangan rudal Iran terhadap pangkalan udara Ain Al-Assad di Provinsi Anbar, Irak barat, yang ditempati oleh pasukan Amerika Serikat (AS).

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengecam tindakan Presiden AS Donald Trump dan pejabat pemerintahannya dengan menyebutnya tak manusiawi dan menistakan perdamaian.

Pengamat militer Israel, Alon Ben David, menilai rudal-rudal berpresisi tinggi milik kelompok pejuang Hizbullah yang berbasis di Libanon dan didukung Iran dapat melumpuh sistem-sistem strategis Israel.

Berita Selengkapnya:

Latihan Perang Tahap Awal, Pasukan Elit Iran Kombinasikan Gempuran Drone dan Rudal

Pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menggelar tahap pertama latihan perang bersandi “Payambar-e Azam 15” (Nabi Besar 15) di daerah gurun tengah Iran dengan melesatkan rudal dan pesawat nirawak Pasukan Dirgantara-nya, Jumat (15/1).

Latihan perang ini diadakan di hadapan Panglima IRGC Mayjen Hossein Salami, Komandan Pasukan Dirgantara IRGC Brigjen Amirali Hajizadeh dan beberapa komandan serta pejabat tinggi Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran.

Dalam latihan militer ini, rudal balistik permukaan ke permukaan ditembakkan secara masif dan diikuti dengan pengoperasian oleh drone pembom ofensif.

“Pertama, unit drone menyerang sistem pertahanan musuh buatan, dan kemudian, rudal balistik menghancurkan aset utama dan bagian dari pangkalan musuh,” ungkap Komandan Pasukan Dirgantara IRGC Brigadir Jenderal Amirali Hajizadeh.

Serangan gabungan mensimulasikan gempuran terhadap basis musuh dan menghancurkan semua target dengan menggunakan generasi baru rudal balistik permukaan-ke-permukaan dan drone.

Setelah serangan drone pembom canggih IRGC dari segala arah pada perisai rudal musuh dan penghancuran total target, sejumlah besar generasi baru rudal balistik kelas Zulfaghar, Zelzal dan Dezful milik iIRGC ditembakkan ke target sebagai serangan mematikan pada basis musuh.

Hajizadeh menyebutkan bahwa rentang waktu penyiapan rudal ini telah berkurang hingga 90% sehingga menjadi tak sampai lima menit.

Rudal-rudal tersebut, lanjutnya, dilengkapi dengan hulu ledak yang dapat dilepas dengan kemampuan keluar dari atmosfer, menyerang musuh dari segala arah dan ketinggian, menghambat pertahanan musuh, dan melintasi pertahanan udara musuh.

Dia juga memastikan bahwa “kekuatan baru telah lahir” di IRGC dengan adanya kombinasi operasi drone dan penggunaan kecerdasan artifisial. mna)

[Video]: Iran Publikasi Video Baru Serangan Rudalnya ke Pangkalan Militer AS di Iran

Media Iran, Jumat (15/1),  memublikasi di media sosial sebuah klip video baru serangan rudal Iran terhadap pangkalan udara Ain Al-Assad di Provinsi Anbar, Irak barat, yang ditempati oleh pasukan Amerika Serikat (AS).

Video itu memperlihat ruang operasi Iran dan detik-detik penekanan tombol peluncuran rudal yang jatuh di dalam pangkalan tersebut dan menimbulkan ledakan besar serta kobaran api setinggi puluhan meter.

Saat itu IRGC mengklaim serangan itu “menewaskan 80 tentara Amerika,” sementara AS menyangkal ada pasukannya yang tewas.

IRGC menggempur pangkalan Ain Al-Assad di Anbar dan Harir di Erbil, di Kurdistan Irak, pada  Januari 2020 sebagai balasan atas pembunuhan komandan Pasukan Quds IRGC Qassem Soleimani oleh serangan udara AS di dekat bandara Baghdad, Irak, beberapa hari sebelumnya.

Dua bulan setelah itu, yakni Maret 2020, pasukan AS mengerahkan sistem pertahanan udara Patriot miliknya. (rta)

Tanggapi Sikap AS terhadap Ansarullah Yaman, Menlu Iran Sebut Rezim Trump Anti-Kemanusiaan

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengecam tindakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan pejabat pemerintahannya dengan menyebutnya tak manusiawi dan menistakan perdamaian.

“Kerusakan yang telah dilakukan rezim Trump terhadap umat manusia tidak cukup bagi para ekstremisnya,” ungkap Zarif di halaman Twitter-nya, Jumat (15/1), dalam mengomentari sikap Gedung Putih terhadap gerakan Ansarullah (Houthi) di Yaman.

“Pada hari-hari terakhirnya yang memalukan, mereka menunjuk Houthi untuk memperparah mimpi buruk kemanusiaan, dan kebohongan hangat terhadap Iran oleh Pompeo memperlihatkan penghinaan terhadap perdamaian,”lanjutnya.

Dia juga mencuit, “Planet ini akan lebih baik tanpa mereka.”

Awal pekan ini, AS menjatuhkan sanksi terhadap Ansarullah dan beberapa pejabat terkemukanya, sebagai kelanjutan dari sikap “hawkish” rezim Washington terhadap bangsa-bangsa lain.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo telah mengumumkan bahwa keputusan AS menetapkan Ansarullah Yaman sebagai organisasi teroris mulai berlaku pada 19 Januari, satu hari sebelum pelantikan Presiden terpilih Joe Biden, padahal para pembantu Biden berharap dapat meningkatkan dorongan baru untuk mengakhiri perang Yaman.

Berbagai pihak internasional, termasuk Komite Palang Merah Internasional (ICRC), menyatakan bahwa keputusan ini akan berdampak buruk pada situasi kemanusiaan di negara yang dilanda perang enam tahun itu.

ICRC menilai bahwa langkah AS tersebut berpotensi menimbulkan “dampak mengerikan” terhadap pengiriman bantuan penting bagi warga sipil yang sakit dan kelaparan.

Direktur operasional ICRC, Dominik Stillhart, Kamis (14/1), menyatakan pihaknya mendesak negara yang menerapkan langkah demikian agar mempertimbangkan “aksi kemanusiaan” guna mencegah setiap dampak negatif terhadap penduduk dan bantuan yang tak memihak. (mna/reuters)

Pengamat Militer Israel: Rudal Presisi Hizbullah Dapat Lumpuhkan Sistem Strategis Israel

Pengamat militer Israel, Alon Ben David, menilai rudal-rudal berpresisi tinggi milik kelompok pejuang Hizbullah yang berbasis di Libanon dan didukung Iran dapat melumpuh sistem-sistem strategis Israel.

“Hizbullah telah berhasil sampai hari ini dalam mengumpulkan rudal akurat jarak menengah dan jauh… Itu akan menanggapi dengan tembakan setiap serangan Israel di wilayah Lebanon,” ungkap Alon Ben David dalam sebuah artikelnya di surat kabar Maariv milik Israel, seperti dikutip Al-Masdar, Jumat (15/1).

Ben David menyebutkan bahwa ancaman fundamental terhadap Israel datang bukan dari arah Suriah, melainkan dari Lebanon, dan sementara Israel sedang menghindari kenyataan tersebut.

Dia menilai serangan berulang Israel di Suriah “tidak menghalangi upaya Hizbullah membuat dan memasang rudal presisi di tanah Lebanon.”

“Perkiraan di Israel ialah bahwa Hizbullah telah berhasil mengumpulkan ratusan rudal akurat dari jarak menengah dan jauh, dan bahwa sekarang ada beberapa instalasi di Lebanon yang berisi komponen rudal presisi,” terangnya.

Menurutnya, tentara Israel menganggap ancaman rudal presisi dari Lebanon sebagai ancaman strategis bagi rezim Zionis penjajah Palestina tersebut.

Ben David juga menuliskan: “Kemampuan rudal presisi itu dapat melumpuhkan sistem strategis Israel, dan dengan rudal presisi itu Hizbullah dapat menghantam pangkalan Hakaria di Tel Aviv, di mana Kementerian Keamanan dan Staf Umum berada.” (amn)