Rangkuman Berita Utama Timteng Sabtu 15 Mei 2021

serangan drone al-qassamJakarta, ICMES. Sayap militer Hamas, Brigade Al-Qassam, Jumat (14/5), merilis rekaman video serangan pesawat nirawak atau drone kamikazenya ke sebuah pabrik kimia di Nir Oz dekat kota Khan Yunis.

Sayap militer gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ) Sabtu dini hari (15/5) mengumumkan pihaknya telah melancarkan serangan roket ke Tel Aviv, Israel, tanpa ada keterangan lebih lanjut.

Militer Israel Jumat sore waktu setempat (14/5) mengaku wilayahnya mendapat serangan tiga roket dari arah Suriah.

Delapan orang Palestina gugur syahid akibat serangan udara Israel ke sebuah rumah di kamp pengungsi Al-Shati di bagian barat kota Gaza dini hari Sabtu (15/5), menurut keterangan para saksi mata.

Beberapa media Israel melansir keterangan sumber-sumber diplomatik bahwa pada awal pekan mendatang mungkin akan ada gencatan senjata antara Israel dan pejuang Gaza.

Berita Selengkapnya:

BrigadeAl-Qassam Lancarkan Serangan Drone ke Pabrik Kimia Israel

Sayap militer Hamas, Brigade Al-Qassam, Jumat (14/5), merilis rekaman video serangan pesawat nirawak atau drone kamikazenya ke sebuah pabrik kimia di Nir Oz dekat kota Khan Yunis.

Di bagian awal video itu memperlihatkan sebuah drone terbang di angkasa dan selanjutnya menampakkan jatuhnya drone ke sebuah tempat hingga menimbulkan ledakan.

Sebelumnya di hari yang sama  Brigade Al-Qassam mengumumkan pihaknya telah menyerang sebuah pabrik kimia dengan pesawat nirawak “Shahab” yang mulai dioperasikan pada satu hari sebelumnya.

Di pihak lain, militer Israel dalam sebuah keterangan singkatnya mengaku telah mencegat satu unit drone yang diterbangkan dari Jalur Gaza, namun mereka tidak menyebutkan keterangan secara rinci. (alalam)

Brigade Al-Quds Umumkan Serangan Roket ke Tel Aviv

Sayap militer gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ) Sabtu dini hari (15/5) mengumumkan pihaknya telah melancarkan serangan roket ke Tel Aviv, Israel, tanpa ada keterangan lebih lanjut.

Di pihak lain, militer Israel mengaku telah memantau penembakan sekira 2000 roket pejuang Gaza sejak pasukan Zionis itu menyerang Jalur Gaza.

Beberapa jet tempur Israel kembali membombardir berbagai kawasan di Jalur Gaza, Jumat (14/5), dengan sasaran antara lain bangunan-bangunan di komplek pemerintahan di bagian barat kotra Gaza.

Serangan udara itu dibarengi dengan serangan artileri Israel ke lahan-lahan pertanian dekat rumah warga Palestina di timur kota Khan Yunis di bagian selatan Jalur Gaza.

Serangan udara dan artileri itu juga menyasar sebuah jaringan terowongan pejuang Palestina dengan harapan dapat menghentikan gempuran roket dari Gaza.  Israel mengaku telah menghancurkan terowongan-terowongan pejuang Gaza sepanjang beberapa kilometer.

Faksi-faksi pejuang Palestina membalas serangan itu dengan melesatkan roket-roketnya ke arah permukiman-permukiman Zionis di sekitar Jalur Gaza.

Sekira 200 roket jatuh di beberapa permukiman Zionis. Sumber-sumber Israel menyebutkan bahwa sirene berbunyi di beberapa daerahnya yang berdekatan dengan Jalur Gaza.

Sementara itu, Mesir memimpin upaya internasional untuk pengadaan gencatan senjata di tengah kekhawatiran akan meluasnya konfrontasi militer Palestina-Israel. Namun sumber-sumber keamanan menyebutkan bahwa sejauh ini belum ada tanda-tanda kelunakan sikap dari kedua pihak yang bersiteru. (raialyoum)

Israel Mengaku Diserang Tiga Roket dari Wilayah Suriah

Militer Israel Jumat sore waktu setempat (14/5) mengaku wilayahnya mendapat serangan tiga roket dari arah Suriah.

Juru bicara militer Israel Avichai Adraee di Twitter saat itu menyatakan, “Baru saja terpantau penembakan tiga roket dari wilayah Suriah ke arah tanah-tanah Israel, yang satu di antaranya jatuh di wilayah Suriah sendiri sementara dua sisanya jatuh di kawasan terbuka di wilayah Israel.”

Media Israel melaporkan bahwa sistem peringatan diaktifkan ketika serangan itu terjadi.

Peristiwa itu terjadi manakala Rezim Zionis Israel sejak 8 Mei lalu melancarkan serangan masif ke Jalur Gaza hingga menjatuhkan sedikitnya 126 orang, termasuk 30 anak kecil.

Kamis lalu militer Israel menyatakan bahwa tiga roket telah ditembakkan dari Libanon selatan dan jatuh perairan Laut Mediteranian.

Tak ada kelompok yang mengaku bertanggungjawab atas penembakan roket itu, sementara dua sumber yang dekat dengan Hizbullah membantah rumor yang menyebut Hizbullah sebagai pelakunya. (alalam)

Serangan Israel ke Sebuah Rumah di Gaza Gugurkan Delapan Penghuninya

Delapan orang Palestina gugur syahid akibat serangan udara Israel ke sebuah rumah di kamp pengungsi Al-Shati di bagian barat kota Gaza dini hari Sabtu (15/5), menurut keterangan para saksi mata.

Sumber-sumber lokal menyebutkan bahwa jet tempur Israel telah menghancurkan sebuah rumah milik Abu Hatab di kamp tersebut tanpa peringatan terlebih dahulu kepada penghuninya.

Saksi mata mengatakan bahwa regu pertahanan sipil telah mengevakuasi sejumlah jenazah korban tewas dan luka dari dalam reruntahan bangunan, dan upaya evakuasi masih terus dilakukan.

Israel memperbarui serangan udaranya ke Gaza pada dini hari Sabtu, sementara pejuang Gaza juga kembali melesatkan roket-roketnya ke arah Israel ketika pertempuran antara kedua pihak memasuki malam kelima.

Reporter RT milik Rusia melaporkan bahwa pejuang Gaza melepaskan roket dalam jumlah besar sebagai balasan atas serangan Israel ke kamp Al-Shati.

Laporan lain menyebutkan bahwa Brigade Al-Qassam telah menggempur pangkalan udara Hatsarim dan kota Ashkelon dengan sejumlah roket. (rt/fna)

Media Israe: Gencatan Senjata Mungkin Diberlakukan Pada Awal Pekan Depan

Beberapa media Israel melansir keterangan sumber-sumber diplomatik bahwa pada awal pekan mendatang mungkin akan ada gencatan senjata antara Israel dan pejuang Gaza.

Namun demikian, sebuah sumber Hamas mengatakan kepada saluran berita Al-Mayadeen bahwa tak ada kemajuan dalam perundingan Hamas dengan Rezim Zionis Israel.

Sebelumnya, media Israel melaporkan bahwa Mesir mengajukan gencatan senjata  Gaza-Israel selama 12 jam.

Saluran TV 12 Israel, Jumat, melaporkan beberapa syarat yang diajukan Gamas untuk gencatan senjata.

Sementara itu, Ketua Biro Politik Hamas di luar negeri, Khaled Mashal, menyebutkan bahwa syarat.

“Tuntutan Hamas untuk penghentian serangan terhadap entitas Zionis antara lain ialah keluarnya pasukan pendudukan dari Masjid Al-Aqsa dan membiarkan orang-orang Palestina menunaikan shalat dan mendatangi Masjid Al-Aqsa secara bebas,” ungkap Mashal dalam wawancara dengan TRT Arabi milik Turki.

Dia menambahkan, “Rezim Zionis juga harus menyudahi kejahatannya untuk mengusir penduduk lingkungan Sheikh Jarrah, membebaskan para tahanan dalam tensi yang terjadi belakangan ini di Quds, dan menghentikan agresi militernya ke Gaza.”

Dia menyinggung adanya upaya Turki, Qatar dan Mesir untuk menghentikan serangan Israel ke Gaza dan Quds.

“Hamas telah memberitahukan kepada para penengah itu bahwa musuh mula-mula harus menghentikan serangan dan agresinya,” imbuh Mashal. (fna)