Rangkuman Berita Utama Timteng Sabtu 15 Februari 2020

harakah al-nujaba irakJakarta, ICMES. Sekjen Harakah al-Nujaba Irak Akram al-Kaabi menegaskan bahwa para pejuang yang terafiliasi dengan Poros Resistensi telah beralih dari fase defensif ke fase ofensif sepeninggal jenderal legendaris Iran Qasem Soleimani.

Pasukan Yaman menembak jatuh jet tempur Tornado milik pasukan koalisasi Saudi-Uni Emirat Arab di provinsi Jawf

Untuk kedua kalinya dalam jangka waktu kurang dari satu minggu helikopter militer Suriah ditembak jatuh oleh kelompok bersenjata yang didukung pasukan Turki.

Berita selengkapnya:

Al-Kaabi: Sepeninggal Jenderal Soleimani, Poros Resistensi Beralih ke Fase Ofensif

Sekjen Harakah al-Nujaba Irak Akram al-Kaabi menegaskan bahwa para pejuang yang terafiliasi dengan Poros Resistensi telah beralih dari fase defensif ke fase ofensif sepeninggal jenderal legendaris Iran Qasem Soleimani.

“Kami memiliki hak yang sah untuk bereaksi terhadap pasukan pendudukan (AS), dan kami tidak akan pernah mundur dari jalan muqawamah (resistensi),” tegasnya dalam pidato konferensi ke-4 mengenai “para syudaha pembela kesucian”.

Al-Kaabi mengatakaan, “Pesawat-pesawat AS melanggar kedaulatan Irak setiap hari. Sudah tiba saatnya kita berhitung mundur untuk mengusir pasukan pendudukan sesuai keputusan parlemen Irak.”

Dia memastikan bahwa para pejuang muqawamah Irak sudah merampungkan kesiapan pertahanannya.

“Kami telah merampung kesiapan pertahanan, dan akan memulai perang atrisi terhadap pasukan pendudukan,” tandasnya, sembari memperingatkan bahwa jalur menuju bandara Baghdad akan menjadi neraka bagi pasukan AS.

Dia melanjutkan, “Pasca pembunuhan sang komandan, Qasem Soleimani, Poros Resistensi telah beralih dari fase pertahanan ke fase serangan.”

Dia juga menegaskan bahwa pembalasan atas serangan yang AS terhadap para pemimpin Poros Resistensi akan dilakukan di semua kawasan yang ditempati oleh elemen poros ini di Timur Tengah.

Di bagian akhir pidatonya al-Kaabi menyinggung isu Palestina dengan prakarsa Presiden AS Donald Trump yang dinamai Kesepakatan Abad Ini (Deal of the Century) sebagai perwujudan dari asksi pencurian sejarah dalam bentuknya yang terkeji dengan tujuan menghancurkan umat Islam.

Seperti diketahui, Komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC/Pasdaran) Qasem Soleimani terbunuh bersama wakil ketua pasukan relawan Irak al-Hashd al-Shaabi, Abu Mahdi al-Muhandis, serta beberapa orang lain yang menyertai keduanya, akibat serangan udara AS di sekitar Bandara Baghdad pada tanggal 3 Januari 2020.

Pada dini hari Rabu 8 Januari 2020 IRGC membalas serangan AS itu dengan menghantamkan belasan rudal balistiknya ke dua pangkalan militer AS di Irak, termasuk Lanud Ain Assad yang ditempati oleh sekira 1500 tentara AS.

IRGC mengklaim serangannya itu menewaskan 80 tentara AS, sementara Presiden AS Donald Trump semula mengklaim serangan balasan Iran itu tidak menjatuhkan korban tewas maupun luka, namun belakangan Pentagon beberapa kali mengumumkan pertambahan demi pertambahan jumlah korban cedera, di mana yang terbaru diantaranya menyebutkan jumlah 109 orang.

Pada 10 Januari lalu pemerintah Irak meminta pemerintah AS mengirim delegasi untuk membahas mekanisme penarikan pasukan dari Irak, namun AS menolaknya dan memberikan sinyal ancaman untuk menerapkan embargo terhadap Irak jika Baghdad tetap bersikeras dengan tuntutan pengeluaran pasukan AS dari Irak.

Dan pada Jumat 23 Januari terjadi unjuk rasa jutaan rakyat Irak di Baghdad untuk menegaskan tuntutan mereka agar tentara AS angkat kaki dari Irak.  (alalam)

Pasukan Yaman Tembak Jatuh Jet Tempur Tornado Saudi

Juru bicara militer Yaman yang bersekutu dengan kelompok pejuang Ansarullah (Houthi),  Brigjen Yahya Saree, Jumat (14/2/2020), mengumumkan pihaknya telah menembak jatuh jet tempur Tornado milik pasukan koalisasi Saudi-Uni Emirat Arab di provinsi Jawf di bagian utara Yaman.

Dalam berita yang dilansir website chanel al-Masirah milik Ansarullah, Yahya Saree menjelaskan bahwa pihaknya telah menembak jatuh jet tempur milik “pasukan agresor” di angkasa provinsi Jawf pada lokasi yang berjarak 143 kilometer dari Sanaa, ibu kota Yaman, ketika pesawat itu sedang menjalankan misi serangannya.

“Unit pertahanan udara berhasil menjatuhkan jet tempur itu dengan rudal canggih permukaan-ke-udara dan dengan teknologi mutakhir,” ungkap Saree.

Dia juga memperingatkan, “Langit Yaman bukan untuk rekreasi, musuh harus berpikir seribu kali untuk itu.”

Saree menambahkanbahwa nasib pilot pesawat nahas itu belum diketahui, dan masih dilakukan upaya pencarian.

Hingga berita ini disusun belum ada tanggapan dari pihak koalisi Saudi-Emirat mengenai pernyataan militer Yaman tersebut.

Al-Masirah menyebutkan bahwa pasukan Ansarullah pada tahun 2018 juga berhasil menembak jatuh dua unit jet tempur musuhnya; pertama juga berjenis Tornado di provinsi Sa’dah pada 7 Januari, sedankan yang kedua terjadi beberapa jam kemudian terhadap jet tempur jenis F-15 di angkasa Sanaa.

Pesawat Tornado adalah pesawat tempur multi-fungsi, yang digunakan sebagai pemburu dan pembom, dan diproduksi oleh Eropa secara kolektif.

Pesawat ini memiliki dua mesin jet, dan dirancang terutama sebagai pesawat serang yang mampu menggempur dalam semua kondisi cuaca pada ketinggian rendah dan dengan kecepatan supersonik. (alalam/aljazeera)

Kedua Kalinya, Helikopter Militer Suriah Tertembak Jatuh di Idlib

Untuk kedua kalinya dalam jangka waktu kurang dari satu minggu helikopter militer Suriah ditembak jatuh oleh kelompok bersenjata yang didukung pasukan Turki, Jumat (14/2/2020).

Sumber militer Suriah menyebutkan bahwa helikopter itu terjatuh dan awaknyapun tewas terkena tembakan rudal panggul kawanan pemberontak bersenjata yang berada di pos pantau pasukan Turki dan berkonsentrasi di dekat distrik Darah Azah, provinsi Aleppo, Suriah.

Sebelumnya, yaitu pada 11 Februari lalu kawanan bersenjata juga telah menembak jatuh helikopter militer Suriah di provinsi Idlib.

Sementara itu militer Suriah masih terus bergerak dan kini sedang memperluas kekuasaannya atas distrim Urem al-Kubra di bagian barat daya Aleppo setelah terlibat kontak senjata sengit dengan kawanan teroris Hay’at Tahrir al-Sham alias Jabhat al-Nusra.

Satuan-satuan tentara Suriah bergerak maju ke arah barat dari jalur internasional M5 dan menguasai Urem al-Kubra yang belakangan menjadi markas Jabhat al-Nusra di bagian barat daya provinsi Aleppo.

“Satuan-satuan pasukan serbu tentara Suriah mengembangkan kekuasaannya atas distrik strategis yang terletak di jalur Aleppo-Idlib lama, Jalur 60, setelah kontak senjata sengit dengan kawanan al-Nusra dan para sekutunya, dan ini dilakukan dalam rangka operasi militer besar-besarannya yang dilancarkan di kawasan itu,” ungkap sumber dari Divisi 25 Pasukan Khusus Suriah yang dikutip al-Alam.

Dia menambahkan, “Penguasaan atas Urem al-Kubro berarti jatuhnya markas terbesar al-Nusra di barat daya provinsi Aleppo dan bertambahnya kepungan pengamanan atas sisi barat jalur internasional (Aleppo-Damaskus).”

Sumber anonim itu juga mengatakan, “Satuan-satuan tentara Suriah mencetak kemajuan ke arah utara dengan cepat serta menguasai kawasan Jamiyah al-Ridwan di poros yang sama di tengah kehancuran barisan al-Nusra.” (alalam)