Rangkuman Berita Utama Timteng Sabtu 14 Maret 2020

serangan udara AS di Irak maret 2020Jakarta, ICMES. Kementerian Luar Negeri Irak memanggil duta besar AS untuk Irak, Matthew H. Tueller, untuk menyampaikan protes Baghdad terhadap serangan udara terbaru AS di Irak, yang disebut-sebut telah menewaskan seorang jenderal Iran.

Sekjen Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah menyebut Presiden AS Donald Trump sebagai pembohong terbesar di tengah gempita wabah corona.

Militer AS mengaku sukses dalam serangan udaranya terhadap para pejuang Irak yang bersekutu dengan Iran.

Berita selengkapnya:

Militer AS Tanggapi Kabar Tewasnya Seorang Jenderal Iran Serangan Terbaru AS di Irak

Kementerian Luar Negeri Irak memanggil duta besar AS untuk Irak, Matthew H. Tueller, untuk menyampaikan protes Baghdad terhadap serangan udara terbaru AS di Irak, yang disebut-sebut telah menewaskan seorang jenderal Iran.

Dalam keterangan di akun resminya di Twitter, Jumat (13/3/2020), kementerian itu menegaskan penolakan dan kecamannya terhadap “pelanggaran pasukan AS atas kedaulatan Irak dengan pembomban basis-basis Angkatan Bersenjata, Kepolisian, dan al-Hashd al-Shaabi (pasukan relawan)”.

Kementerian Luar Negeri Irak menambahkan bahwa pihaknya telah memanggil Tueller dan menyerahkan protes dan pemberitahuan kepadanya bahwa Irak akan mengajukan pengaduan kepada Dewan Keamanan PBB dan Sekjen PBB terkait serangan udara AS tersebut.

Sementara itu, Kepala Komando Pusat AS untuk kawasan Timur Tengah dan Asia Tengah Kenneth McKenzie dalam jumpa pers di hari yang sama menanggapi kabar terbunuhnya seorang jenderal Iran bernama Siamand Mashhadani akibat serangan udara tersebut.

Saat ditanya wartawan mengenai kabar tersebut dia mengatakan, “Saya tidak memiliki data mengenai terbunuhnya jenderal Iran Siamand Mashhadani dalam serangan udara terbaru yang menyasar posisi-posisi Brigade Hizbullah. Saya tidak memiliki informasi mengenai terbunuhnya jenderal Garda Revolusi (Iran).”

Dia menyatakan serangan itu bisa jadi telah menjatuhkan korban jiwa, namun mengaku tidak memiliki informasi akurat tentang ini.

Wakil ketua parlemen Irak Hasan al-Kaabi, Jumat, mengecam keras serangan itu dan menyebut keberadaan pasukan asing di wilayah Irak ilegal.

“Keberadaan pasukan asing di wilayah negara ini ilegal setelah ada keputusan terbaru dewan perwakilan rakyat (Irak),” tegasnya. (rt)

Nasrallah: Trump Pembohong Terbesar dalam Perang Melawan Corona

Sekjen Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah dalam pidatonya yang ditayangkan secara langsung oleh saluran TV al-Manar, Jumat malam (13/3/2020), menyinggung berbagai persoalan, termasuk moral, keagamaan, dan kemanusiaan, dalam penanggulangan wabah virus corona (COVID-19) di Libanon, dan mengimbau kepada semua pihak agar tidak bersikap sektarian dalam menghadapi fenomena ini.

“Tidak seharusnya pendekatan (terhadap masalah) corona bertolak dari faktor mazhab ataupun ras, kita sedang berhadapan dengan perang kemanusiaan secara total, dan kitapun harus menjalaninya dengan pendekatan kemanusiaan secara total,” ujarnya.

Dia juga mengatakan, “Dalam perang ini ada musuh dan target. Bagi pihak yang menjadi target haruslah bangkit melawan musuh. Dalam setiap peperangan, sebagai kita mendapat pengalaman dari resistensi (anti-Israel) dan setiap pengalaman perang, musuh haruslah terdeteksi dan jelas.”

Dia menambahkan, “Masalahnya, virus corona yang baru bagi dunia ini masih menjadi unsur yang misterius di sebagian besar aspeknya, dan sejauh ini masih terus dilakukan analisasi untuk pengobatan atau vaksinnya. Karakteristik musuh ini masih tidak diketahui, bahayanya baru jelas beberapa pekan lalu, ancamannya luas dan menyasar jiwa manusia.”

Tokoh pejuang berserban hitam sebagai tanda keturunan Rasulullah saw ini mengapresiasi transpransi Kementerian Kesehatan Libanon dalam penyampaian informasi mengenai wabah corona, meminta kepada siapapun yang merasakan gejala infeksi virus ini untuk segera periksa dan bersedia diisolasi.

Sayid Nasrallah memastikan bahwa berusaha menjaga kesehatan diri, keluarga, dan orang-orang merupakan kewajiban syariat.

“Ini merupakan kewajiban diniyah dan syariat, pada hari kiamat Anda akan diminta pertanggungjawaban, dan siapa yang melanggar maka dia telah berbuat maksiat dan tidak akan masuk dalam lingkaran mustajabah,” terangnya.

Dia juga menyebut Presiden AS Donald Trump sebagai pembohong terbesar di tengah gempita wabah corona.

“Pembohong terbesar dalam perang melawan corona adalah Presiden AS Donald Trump dan wakilnya, Mike Pence, serta tim AS yang menindak lanjuti masalah ini,” ungkapnya.

Pemimpin kelompok pejuang yang bersekutu dengan Iran menilai Trump sebagai sosok munafik karena “mengaku hendak membantu Iran terkait dengan corona”, padahal “orang yang memang hendak membantu seharusnya mencabut sanksi-sanksi (terhadap Iran) di bidang kedokteran dan kesehatan”.

Pemimpin gerakan Islam Libanon anti AS dan Israel ini menyatakan bahwa strategi terbaik dalam melawan wabah ini ialah penghentian kerumunan sedapat mungkin.

Kementerian Kesehatan Libanon, Jumat, mengumumkan bahwa positif corona di negara ini berjumlah 77 kasus.

Mengenai kerjasama dengan IMF dan lain-lain, menyatakan pihaknya tidak melarang kerjasama dengan lembaga moneter internasional itu, “melaikan menolak ketundukan kepada pesanan pihak manapun.”

Dia juga menegaskan Hizbullah tidak menghalangi pemerintah berkonsultasi dengan siapa dan pihak manapun di dunia yang hendak memberikan bantuan tanpa syarat dan sesuai dengan ketentuan pemerintah Libanon

Sayid Nasrallah menyerukan keharusan menimba pengalaman dari negara-negara lain demi meningkatkan efektivitas upaya Libanon dalam penanggulangan wabah corona. (raialyoum/alalam)

AS Mengaku Sukses dan Puas Menyerang Milisi Sekutu Iran di Irak

Militer AS mengaku sukses dalam serangan udaranya terhadap para pejuang Irak yang bersekutu dengan Iran, dan menyatakan  tetap mempertahankan keberadaan dua kapal induknya di kawasan Timur Tengah untuk mengantisipasi “ancaman” Iran yang dinilainya “masih sangat besar”..

Komando Pusat AS untuk kawasan Timur Tengah dan Asia Tengah, Jumat (13/3/2020), menyatakan, “Kami menganggapnya berhasil di setiap levelnya, dan kami sangat puas atas skala kehancuran akibat serangan udara ini.”

Militer AS telah menyerang lima posisi dekat Baghdad milik Brigade Hizbullah Irak yang bersekutu dengan Iran dan sebagian anggotanya tergabung dengan Angkatan Bersenjata Irak. Serangan itu dilancarkan setelah dua tentara AS tewas terkena serangan roket yang menerjang sebuah pangkalan militer Irak yang ditempati oleh pasukan koalisi internasional pimpinan AS.

Kepala Komando Pusat AS Kenneth McKenzie dalam keterangan pers yang dikemukakan Pentagon menyatakan serangan udara AS itu menyasar beberapa obyek, terutama arsenal, dan menggunakan beberapa drone yang dilengkapi bom-bom berpresisi tinggi.

Dia juga menyebut Iran bertanggungjawab atas aksi-aksi serangan milisi Irak yang dipersenjatai oleh Iran.

“Kami menganggap bahwa pemerintah Iran berdiri di belakang Brigade Hizbullah Irak, dan pemerintah Iran tahu persis bahwa kami melimpahkan tanggungjawab kepada mereka atas apa yang dilakukan oleh Brigade Hizbullah,” tegas McKenzie.

Dia menyatakan bahwa serangan itu bersifat defensif, bertujuan “menghancurkan senjata-senjata konvensional canggih pemberian Iran”, dan dilakukan demi membalas serangan terhadap pangkalan Iran yang ditempati oleh pasukan koalisi internasional.

Dia menilai “ancaman Iran masih sangat besar” dan bahwa ketegangan belum mereda pasca terbunuhnya jenderal tersohor Iran Qasem Soleimani akibat serangan udara AS di dekat Bandara Baghdad pada Januari lalu. (raialyoum)