Jakarta, ICMES. Angkatan Bersenjata Yaman kubu Ansarullah mengumumkan pihaknya berhasil melancarkan operasi serangan terbaru menggunakan drone terhadap kota Jaffa di dekat Tel Aviv dan juga kota Ashkelon di bagian tengah wilayah Palestina pendudukan.

Panorama unjuk rasa dan gelombang aksi rakyat pendukung Gaza di Yaman berlanjut dan terus berdinamika. Sebagian besar kota di Yaman diwarnai demo akbar yang menegaskan kontinyuitas solidaritas dengan Gaza dan kutukan terhadap kejahatan Israel yang berkelanjutan terhadap bangsa Palestina.
Pasukan Zionis Israel melanjutkan aksi brutalnya di Jalur Gaza dan ekspansi militernya di Suriah. Pasukan dan kapal perang Israel menyerang Kamp Pengungsi Nuseirat di bagian tengah Jalur Gaza, dan juga melanjutkan agresinya terhadap Suriah, melalui udara dan darat, dengan melancarkan beberapa serangan selama beberapa jam.
Berita selengkapnya:
Tembus Pertahanan Udara, Drone Yaman Hantam Target di Tel Aviv dan Ashkelon
Angkatan Bersenjata Yaman kubu Ansarullah mengumumkan pihaknya berhasil melancarkan operasi serangan terbaru menggunakan drone terhadap kota Jaffa di dekat Tel Aviv dan juga kota Ashkelon di bagian tengah wilayah Palestina pendudukan.
Juru Bicara Angkatan Bersenjata Yaman Brigjen Yahya Saree mengumumkan perkembangan tersebut dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat (13/12).
“Angkatan Bersenjata Yaman mengumumkan dua operasi militer yang menyasar daerah pendudukan Ashkelon dan Jaffa, dan berhasil mencapai sasarannya dengan drone yang menerobos sistem intersepsi,” ucapnya.
Pasukan Yama itu juga melancarkan “operasi gabungan” dengan kelompok pejuang Resistensi Islam Irak (IRI) terhadap “lokasi vital di bagian selatan Palestina pendudukan, dengan menggunakan beberapa pesawat nirawak, dan mencapai hasil yang sukses.”
Angkatan Bersenjata Yaman dalam pernyataan itu memastikan pihaknya “akan terus melakukan operasi terhadap musuh, Israel, dan sampai agresi berhenti dan blokade di Gaza dicabut.”
Pada hari Selasa, pasukan Yaman juga telah melakukan operasi serupa terhadap Tel Aviv dan Ashkelon dengan menggunakan pesawat nirawak yang “tepat menghantam target yang ditentukan.”
Yaman telah melancarkan banyak serangan balasan terhadap target vital dan strategis Israel serta kapal-kapal yang berlayar menuju wilayah Palestina pendudukan sejak Oktober lalu ketika rezim Israel mulai mengambil alih Gaza di bawah perang genosida dan secara signifikan meningkatkan blokadenya terhadap wilayah pesisir itu.
Serangan brutal Israel sejauh ini telah merenggut nyawa hampir 44.900 warga Palestina, yang sebagian besarnya wanita dan anak-anak.
Pada hari Jumat, warga Yaman menggelar unjuk rasa akbar di Lapangan al-Sabeen di ibu kota Sana’a. Mereka melanjutkan aksi peduli Palestina yang mereka lakukan setiap hari Jumat. Mereka meneriakkan slogan-slogan seperti “kami tetap teguh di pihak rakyat Gaza,” dan “kami lawan proyek Zionis-Amerika” yang menyasar bangsa Palestina. (alalam/presstv)
Demo Akbar, Sayid Al-Houthi: Yaman Siap Melawan AS, Israel dan Siapapun
Panorama unjuk rasa dan gelombang aksi rakyat pendukung Gaza di Yaman berlanjut dan terus berdinamika. Sebagian besar kota di Yaman pada hari Jumat (13/12) diwarnai demo akbar yang menegaskan kontinyuitas solidaritas dengan Gaza dan kutukan terhadap kejahatan Israel yang berkelanjutan terhadap bangsa Palestina.
Unjuk rasa di kota Sanaa dan berbagai kota lain mengusung slogan “tetap bersama Gaza” dan “terus melawan proyek Zionis Amerika”. Massa mengibarkan bendera Yaman dan Palestina, panji perlawanan, poster syuhada, serta membentangkan spanduk dan plakad bertuliskan kutukan terhadap kejahatan AS dan Zionis di Gaza.
Mereka memekikkan yel-yel anti entitas pendudukan Israel dan Barat pendukungnya, serta menegaskan keteguhan dukungan mereka kepada Gaza, sementara Angkatan Bersenjata Yaman dalam statemennya yang dirilis di sela-sela aksi akbar itu mengumumkan keberhasilannya melancarkan operasi militer yang menyasar jantung wilayah pendudukan Palestina, dan menyebutkan bahwa sebagian di antaranya dilancarkan dengan partisipasi kelompok Resistensi Islam Irak.
Aksi nasional yang melibatkan jutaan massa itu merupakan respon atas panggilan pemimpin Ansarullah, Sayid Abdul Malik al-Houthi, yang telah menyerukan kontinyuitas aksi serta aktivitas rakyat dan tentara untuk membela bangsa Palestina.
Sayid al-Houthi menegaskan keharusan berada di satu barisan melawan agresi Israel, dan menekankan bahwa pendirian fundamental ini tak terdorong oleh faktor apapun selain adanya agresi terhadap tanah Arab dan bangsa Muslim.
Sayid al-Houthi menyerukan kepada semua negara, pasukan dan komunitas umat untuk mengambil sikap yang jelas dan tegas terhadap Israel. Dia mengecam kebungkaman dan bahkan toleransi yang ditunjukkan oleh sebagian pihak terhadap kejahatan rezim pendudukan Israel.
Sayid al-Houthi memperingatkan ihwal ambisi AS mengubah wajah Timur Tengah. Dia menegaskan bahwa hal itu mengungkap proyek dan konspirasi terhadap berbagai bangsa dan negara regional, menjadikan kawasan ini sebagai ajang aksi Israel dan AS dan membuatnya tunduk mutlak kepada keduanya.
Pernyataan dan pendirian tersebut mengemuka di tengah gelombang ancaman Israel dan AS untuk menyerang Yaman, dan pernyataan Israel mengenai kesiapannya melancarkan operasi masif terhadap Yaman. (alalam)
Israel Lanjutkan Aksi Brutalnya di Gaza dan Suriah, Korban Berjatuhan lagi
Pasukan Zionis Israel melanjutkan aksi brutalnya di Jalur Gaza dan ekspansi militernya di Suriah.
Pasukan dan kapal perang Israel menyerang Kamp Pengungsi Nuseirat di bagian tengah Jalur Gaza meski telah mengumumkan kawasan itu sebagai “zona aman” bagi warga sipil.
Puluhan orang lainnya terluka dan atau hilang akibat serangan terhadap bangunan tempat tinggal dan kantor pos kamp tersebut pada hari Jumat (13/12).
Sehari sebelumnya, militer Israel juga menyerang blok hunian di kamp tersebut, hingga menggugurkan 40 orang dan menyebabkan banyak lainnya terkubur di bawah reruntuhan bangunan yang hancur.
Pada hari Jumat, pasukan Israel juga membunuh fotografer Palestina Shadi Al-Salfiti dan seorang pemuda lainnya dalam serangan udara di dekat kawasan industri di pusat Kota Gaza, serta mengebom lingkungan Sheikh Radwan, di bagian barat laut kota tersebut, hingga menggugurkan Prof. Abdul Salam Abu Zaida, dekan studi pascasarjana di Universitas Al-Aqsa, dan istrinya.
Tiga orang lainnya juga gugur akibat serangan Israel terhadap dua tenda yang menampung pengungsi di daerah Qizan al-Najjar dan Jourat al-Lut, sebelah selatan kota Khan Yunis di Gaza selatan.
Kebrutalan dan aksi genosida yang dilancarkan militer Israel sejauh ini telah merenggut nyawa hampir 44.900 warga Palestina, yang sebagian besar di antaranya wanita dan anak-anak.
Ribuan korban jiwa di antaranya jatuh selama 70 hari terakhir, di mana rezim tersebut secara signifikan meningkatkan agresi dan blokadenya terhadap bagian utara Jalur Gaza, terutama kota Jabalia dan Beit Lahia.
Laporan lain menyebutkan bahwa tentara Israel juga melanjutkan agresinya terhadap Suriah, melalui udara dan darat, dengan melancarkan beberapa serangan selama beberapa jam, bersamaan dengan kelanjutan serangannya ke bagian selatan Suriah, dan pergerakannya ke arah Damaskus, ibu kota Suriah.
Serangan Israel menargetkan markas besar dan gudang milik tentara Suriah, di provinsi Latakia dan Tartous, dan beberapa daerah lain, termasuk Masyaf, sekitar Damaskus, dan Pegunungan Qalamoun.
Pada hari Kamis, pasukan Zionis menyerang Gunung Qasioun di Damaskus, yang ditempati basis eks Garda Republik Suriah, setelah sebelumnya mereka juga menyerang banyak bagian di antaranya.
Melalui darat, tank-tank Israel pada Kamis malam hingga Jumat bergerak ke provinsi Qantara, dan memasuki kota Khan Arnaba, salah satu kota terbesar di provinsi tersebut. Mereka memasuki area eks kompi militer yang ditinggalkan, tapi kemudian keluar lagi dari sana, menurut keterangan sumber lokal.
Menteri Perang Israel, Yisrael Katz, menginstruksikan kepada tentara agar “bersiap untuk tetap berada di puncak Gunung al-Sheikh (Hermon) sepanjang bulan-bulan musim dingin.”
Dia mengatakan, “Sangat penting bagi keamanan untuk mengendalikan puncak gunung ini, sehingga semuanya harus dilakukan untuk memastikan kesiapan tentara di sana.”
Hal ini terjadi setelah tentara Israel menduduki gunung di Suriah itu serta merebut “zona penyangga” di wilayah pendudukan Golan Suriah, dan melakukan penetrasi ke bagian selatan provinsi Damaskus. (presstvtv/almadeen)







