Rangkuman Berita Utama Timteng Sabtu 13 Juni 2020

hamasJakarta, ICMES. Hamas, mengecam “keberbanggaan”  Duta Besar Uni Emirat Arab untuk Amerika Serikat, Yousef Al-Otaiba, dalam menyalahkan faksi-faksi resistensi Palestina dan Arab.

Sekjen  PBB Antonio Guterres melaporkan bahwa rudal jelajah yang digunakan dalam beberapa serangan terhadap fasilitas minyak dan sebuah bandara internasional di Arab Saudi pada tahun lalu berasal dari Iran.

Jumlah total infeksi virus corona  di negara-negara yang tergabung dalam organisasi Dewan Kerjasama Teluk mencapai 311.321 kasus dengan jumlah kematian sebanyak 1.667 kasus.

Turki bermaksud membangun dua pangkalan militer permanen di Libya setelah taraf hubungan Ankara dengan Pemerintah Kesepakatan Nasional Libya meningkat.

Berita selengkapnya:

Hamas Kecam UEA Karena Menyalahkan Resistensi Palestina

Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas, mengecam “keberbanggaan”  Duta Besar (Dubes) Uni Emirat Arab (UEA) untuk Amerika Serikat (AS), Yousef Al-Otaiba, dalam menyalahkan faksi-faksi resistensi Palestina dan Arab.

Juru bicara Hamas, Hazim Qasim, Jumat (12/6/2020), menegaskan, “Sangat tercela dan patut disayangkan keberbanggaan Dubes UEA dalam artikelnya yang diterbitkan di surat kabar Zionis bahwa negaranya menyalahkan gerakan-gerakan resistensi Palestina dan Arab.”

Dia menyatakan bahwa upaya Dubes UEA mencari titik persamaan antara negaranya dan Rezim Zionis Israel tak ubahnya dengan “mengemis” normalisasi hubungan dengan Israel, selain menandakan “minimnya pengetahuan (dia) tentang watak agresif dan ekspansif Zionis”.

“Anggapan Dubes UEA bahwa reaksi Palestina terhadap rencana aneksasi (Israel terhadap beberapa bagian Tepi Barat) merupakan kekerasan dan bahwa rencana ini akan membangkitkan para ekstremis adalah tuduhan terhadap seluruh pejuang nasional Palestina dan kriminalisasi pengorbanan bangsa kami besar dan mulia,” lanjut Qasim.

Dia kemudian meminta semua pihak yang berusaha menormalisasi hubungan dengan Israel “menghentikan proses ini, yang tak akan membantu apapun kecuali rencana Zionis dan memotivasinya untuk melanjutkan agresi terhadap bangsa kami dan kesucian umat, serta merupakan tikaman ke punggung bangsa kami beserta segala pengorbanannya.”

Surat kabar Israel Yedioth Ahronoth, Jumat (12/6/2020), memuat artikel Al-Otaiba yang menekankan bahwa Abu Dhabi bisa menjadi gerbang yang menghubungkan Israel dengan negara-negara regional dan global.

Dia menyebutkan bahwa UEA telah memberikan insentif dan aspek positif kepada kepentingan Israel demi keamanan yang lebih optimal, hubungan yang langsung, dan sambutan yang meningkat.

Dia menambahkan bahwa UEA telah melakukan pendekatan positif kepada Israel dengan mengkategorikan Hizbullah Libanon sebagai organisasi teroris, dan mengecam tindakannya “menghasut” Hamas.

UEA sejauh ini tidak menjalin hubungan diplomatik resmi dengan Israel meskipun berbagai laporan menyebutkan adanya komunikasi yang tak diumumkan antara kedua negara. (raialyoum)

Sekjen PBB Laporkan Rudal yang Dipakai Untuk Menyerang Saudi Berasal dari Iran

Rudal jelajah yang digunakan dalam beberapa serangan terhadap fasilitas minyak dan sebuah bandara internasional di Arab Saudi pada tahun lalu adalah “asal Iran,” demikian dinyatakan Sekjen  PBB Antonio Guterres dalam sebuah laporannya kepada Dewan Keamanan.

Dalam laporan yang didapat oleh Reuters, Kamis (11/6/2020), Guterres mengatakan beberapa item dalam penyitaan senjata oleh AS dan material terkait pada November 2019 dan Februari 2020 adalah “asal Iran”.

Menurutnya, beberapa item memiliki karakteristik desain yang mirip dengan apa yang juga diproduksi oleh entitas komersial di Iran, atau memiliki tanda-tanda Farsi, dan beberapa diantaranya dikirim ke negara itu antara Februari 2016 dan April 2018.

Guterres mengatakan bahwa “barang-barang ini mungkin telah diserah-terimakan dengan cara yang tidak konsisten” dengan resolusi Dewan Keamanan PBB 2015 yang mengabadikan kesepakatan Teheran dengan kekuatan dunia yang mencegahnya mengembangkan senjata nuklir.

Sekjen PBB menyatakan bahwa organisasi ini telah memeriksa serpihan senjata yang digunakan dalam serangan terhadap fasilitas minyak Saudi di Afif pada bulan Mei, di bandara internasional Abha pada Juni dan Agustus, dan di fasilitas minyak Saudi Aramco di Khurais dan Abqaiq pada September.

“Sekretariat menilai bahwa rudal jelajah dan atau bagian-bagiannya yang digunakan dalam empat serangan berasal dari Iran,” tulis Guterres.

Dia juga menyebutkan bahwa drone yang digunakan dalam serangan Mei dan September adalah “asal Iran”.

AS mendesak dewan yang beranggotakan 15 negara itu untuk memperpanjang embargo senjata terhadap Iran yang akan berakhir Oktober mendatang di bawah kesepakatan nuklir.

Di pihak lain, Rusia dan Cina, dua di antara lima negara pemegang hak veto, telah mengisyaratkan penentangan mereka terhadap langkah tersebut.

Sementara itu, Perwakilan Iran di PBB membantah laporan Guterres tersebut sembari mengingatkan bahwa senjata mematikan AS-lah yang telah membunuhi orang-orang tak berdosa di kawasan.

Perwakilan Iran juga menyayangkan apa yang menurutnya merupakan masalah serius, ketidak akuratan dan kontradiksi dalam laporan Sekjen PBB tentang implementasi Resolusi 2231 Dewan Keamanan PBB mengenai “ hubungan Iran dengan ekspor senjata atau bagian-bagian yang digunakan dalam serangan terhadap Arab Saudi”. (aljaeera/alalam)

Infeksi Virus Corona di Negara-Negara Arab Teluk Mencapai Lebih dari 310,000 Kasus

Jumlah total infeksi virus corona (Covid-19) di negara-negara yang tergabung dalam organisasi Dewan Kerjasama Teluk (GCC) mencapai 311.321 kasus dengan jumlah kematian sebanyak 1.667 kasus, sedangkan total kasus kesembuhan dari penyakit ini berjumlah 204, 711 kasus.

Menurut catatan resmi Pusat Statistik Teluk yang diterbitkan pada hari Jumat (12/6/2020), Arab Saudi berada di urutan teratas daftar infeksi Covid-19 dengan 119.942 kasus, diikuti oleh Qatar dengan 76.588 kasus, kemudian Uni Emirat Arab (UEA) dengan 4.098 kasus, Kuwait dengan 34.952 kasus, Oman dengan 2.101 kasus, dan terakhir Bahrain dengan 2.179 kasus.

Mengenai angka kematian akibat pandemi ini, Arab Saudi juga menempati urutan tertinggi dengan 893 kasus, disusul UEA dengan 286 kasus, Kuwait 285 kasus,  Oman 96 kasus, Qatar 70 kasus; dan Bahrain 36 kasus.

Sedangkan dalam hal kasus kesembuhan dari infeksi Covid-19, Arab Saudi juga di peringkat pertama dengan 81.029 kasus, disusul Qatar dengan 53.296 kasus, UEA 25.234 kasus, Kuwait 25.952, Bahrain 11.903 kasus, dan Oman 7.489 kasus.

Di dunia Arab secara umum, Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab menduduki tiga urutan pertama dalam daftar inveksi Covid-19, sementara Kuwait, Oman dan Bahrain masing-masing menempati urutan kelima, keenam dan ketujuh. (rt)

Turki Berencana Bangun Dua Basis Militer Permanen di Libya

Surat kabar Yeni Safak melaporkan bahwa Turki bermaksud membangun dua pangkalan militer permanen di Libya setelah taraf hubungan Ankara dengan Pemerintah Kesepakatan Nasional Libya (GNA) meningkat.

Mengutip  pernyataan “sumber-sumber regional”, Yeni Safak , Jumat (12/6/2020), melaporkan bahwa “kerjasama militer antara Libya dan Turki akan naik ke tingkat yang lebih tinggi,” menyusul kunjungan pemimpin Dewan Kepresidenan GNA, Fayez al-Sarraj, ke Ankara pada 4 Juni 2020.

Menurut surat kabar yang dekat dengan pemerintah Turki tersebut, sumber-sumber itu menjelaskan bahwa “pertimbangan sedang diberikan untuk membangun kembali Pangkalan Udara Al-Watiyah, di mana perbaikan infrastruktur dan upaya pembersihan ranjau sedang dilakukan.”

Yeni Safak menyebutkan Ankara  ingin membangun pangkalan udara di Libya karena akan mengerahkan drone dan sistem pertahanan udara Turki yang telah andil besar dalam keberhasilan operasi militer GNA pada awal tahun ini.

Turki adalah negara yang gigih menyokong GNA dalam perang melawan Tentara Nasional Libya (LNA), yang dipimpin oleh Marsekal Lapangan Khalifa Haftar. GNA kini berusaha mengusir LNA dari beberapa daerah di Libya, termasuk kota pelabuhan Sirte. (amn)