Rangkuman Berita Utama Timteng Senin 13 Juli 2020

yaman maribJakarta, ICMES. Kota Ma’rib yang menjadi titik penghubung semua provinsi di Yaman dan benteng bagi Sanaa, ibu kota negara ini, sudah hampir jatuh ke tangan tentara Yaman dan para pejuang Lijan Shaabiyah yang berafiliasi dengan Gerakan Ansarullah (Houthi).

Pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam membantah adanya bocoran informasi yang diklaim surat kabar ternama Amerika Serikat (AS) New York Times, dan menyebut klaim itu “perang psikologis semata”.

Pemerintah Turki menegaskan bahwa kubu Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang didukung Turki di Libya bertekad untuk mengusir kubu lawannya, Tentara Nasional Libya (LNA), yang didukung Mesir. Di pihak lain, pemerintah Mesir menegaskan bahwa sudah saatnya terorisme di Libya diperangi.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas alias Abu Mazen mengirim pesan simpatik kepada sejawatnya di Suriah, Bashar Al-Assad.

Berita selengkapnya:

Kota Ma’rib di Yaman Sudah Hampir Jatuh ke Tangan Pasukan Ansarullah

Kota Ma’rib yang menjadi titik penghubung semua provinsi di Yaman dan benteng bagi Sanaa, ibu kota negara ini, sudah hampir jatuh ke tangan tentara Yaman dan para pejuang Lijan Shaabiyah yang berafiliasi dengan Gerakan Ansarullah (Houthi).

Kepala Badan Intelijen Militer Yaman Brigjen Abdullah al-Hakim, Ahad (12/07/2020), menyatakan bahwa tentara Yaman dan para pejuang Lijan Shaabiyah sudah mencapai kawasan sekitar kota Ma’rib, ibu kota Provinsi Ma’rib, dan tak lama lagi akan memasukinya.

Dia memperingatkan koalisi agresor pimpinan Arab Saudi untuk tidak mencoba menyerang fasilitas minyak Ma’rib, karena tentara Yaman dan Lijan Shaabiyah sanggup membalas menyerang serta menghancurkan secara total fasiltas minyak dan perekonomian musuhnya serta memiliki bank sasaran-sasaran penting di Saudi, Uni Emirat Arab, dan bahkan Tel Aviv di Israel.

Ma’rib selama ini menjadi ujung tombak bagi pasukan koalisi di Yaman serta pusat komando pasukan bayaran. Akibat perilaku dan pelanggaran mereka terhadap hak penduduk setempat, komunitas-komunitas suku Qaramish mengumumkan mobilisasi umum untuk melawan kejahatan pasukan bayaran terhadap klan Sabi’iyan di daerah Wadi Ubaidah di mana pasukan bayaran telah melakukan pembunuhan secara sadis terhadap anggota klan tersebut.

Sejak awal tahun ini Provinsi Ma’rib diwarnai pertempuran sengit di semua lini yang membuat  distrik Nihm dan kemudian kota Hazm al-Jawf jatuh ke tangan Ansarullah. Dengan demikian kubu lawan mereka semakin terusir jauh Sanaa, dan hanya tersisa sedikit kawasan yang belum mereka kuasai di Provinsi Ma’rib.

Para pengamat menyebutkan bahwa pertempuran yang tersisa di Ma’rib akan berefek domino, yakni akan disusul dengan jatuhnya ke tangan Ansarullah semua kawasan yang selama ini dikuasai oleh kubu lawannya di Jawf di utara dan Bayda di selatan.

Kubu agresor berusaha menebus kerugian mereka, tapi dengan cara melancarkan serangan udara secara membabi buta pada Ahad malam hingga menjatuhkan korban tewas dan luka yang sebagian besarnya adalah wanita dan anak kecil serta menimbulkan kerugian materi dalam jumlah besar di distrik Washhah, provinsi Hajjah. (alalam)

Bantah Ada Bocoran Informasi, IRGC Bersumpah akan Terus Berjuang untuk Musnahkan Israel

Pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) membantah adanya bocoran informasi yang diklaim surat kabar ternama Amerika Serikat (AS) New York Times terkait dengan sabotase fasilitas nuklir dan keterbunuhan petinggi IRGC. IRGC menyebut klaim itu “perang psikologis semata”.

“Mana rezim (Zionis Israel) yang pernah mengangkat slogan ‘dari Nil hingga Eufrat’… Perang psikologis sama sekali tak akan berpengaruh terhadap siapapun di antara para komandan IRGC,” cuit Penasehat IRGC Gholam Hossein Gheib-Parvar di Twitter, seperti dikutip Rai al-Youm, Ahad (12/7/2020).

Dia menambahkan, “Teheran terus bergerak ke arah tujuannya untuk memusnahkan rezim buatan (Israel – red.).”

Ditujukan kepada Rezim Zionis Israel, dia menyatakan, “Sudah lebih dari 40 tahun kalian kalah di semua front konfrontasi, tak usah menakut-nakuti kami dan bangsa kami yang besar. Kalian sebaiknya berpikir soal perampungan dan perlindungan dinding-dinding tinggi penjagaan yang kalian bangun di sekeliling kalian agar umat Islam tak menyesakkan nafas kalian, memutuskan nafas keji kalian yang sudah menjalani hitungan mundur, dan menghabisi kalian.”

Pada Jumat pekan lalu New York Times memuat sebuah laporan mengenai para pejabat AS yang berbicara mengenai strategi bersama AS-Israel untuk membunuh para petinggi IRGC dan melumpuhkan proyek nuklir Iran. (raialyoum)

Turki Desak LNA Keluar dari Sirte, Mesir Tegaskan Sudah Saatnya Pengiriman Teroris ke Libya Dihentikan

Pemerintah Turki menegaskan bahwa kubu Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang didukung Turki di Libya bertekad untuk mengusir kubu lawannya, Tentara Nasional Libya (LNA), yang didukung Mesir. Di pihak lain, pemerintah Mesir menegaskan bahwa sudah saatnya terorisme di Libya diperangi.

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan bahwa GNA tidak menerima gencatan senjata kecuali jika GNA angkat kaki dari kota strategis Sirte dan kawasan Al-Jafra, serta kembali kepada perjanjian Skhirat.

Seperti dilaporkan al-Masdar, Ahad (12/7/2020), dalam wawancara dengan surat kabar Inggris, Financial Times, Cavusoglu menegaskan tak akan ada kesepakatan gencatan senjata sebelum LNA keluar dari Sirte dan Al-Jafra.

Menurut Cavusoglu, GNA bertekad melanjutkan operasi militernyanya melawan pasukan LNA kecuali jika Haftar ini mundur dari kota pesisir Sirte, dan wilayah Al-Jafra, yang memiliki pangkalan udara strategis.

Cavusoglu juga menyebutkan bahaya yang ditimbulkan oleh konfrontasi antara GNA dan LNA karena berpotensi berubah menjadi perang proksi di Libya atau bahkan konflik langsung antara pasukan asing yang mendukung berbagai pihak di Libya.

Mengenai serangan udara yang menerjang Pangkalan Udara Al-Watiyah di Libya barat yang dikuasai GNA, Cavusoglu menyatakan bahwa penyelidikan atas peristiwa itu masih dilakukan. Dia lantas memperingatkan bahwa  pihak-pihak yang berada di balik pemboman itu akan bertanggung jawab atas tindakan mereka.

Di pihak lain, penerintah Mesir yang menyokong LNA menegaskan bahwa sudah tiba saatnya sekarang sejumlah negara berhenti mengirim kawanan “teroris asing” ke Libya.

Wakil Tetap Mesir di PBB Mohamed Idris dalam sidang virtual mingguan mengenai kontra-terorisme menyampaikan pesan itu tanpa menyebutkan nama Turki yang kerap disebut-sebut telah memboyong banyak militan dari Suriah ke Libya untuk membantu GNA dalam perang melawan LNA.

Dia mengatakan bahwa di tengah tantangan keras pandemi virus corona (Covid-19), sebagian negara justru sengaja melakukan “praktik negatif berupa pengiriman teroris asing ke kantung-kantung konflik di Libya”.

Dia lantas menegaskan bahwa praktik demikian harus dihentikan, dan bahwa Mesir konsisten untuk bekerjasama dengan pihak-pihak internasional dalam upaya kontra-terorisme dan radikalisme. (amn/raialyoum)

Presiden Palestina Kirim Pesan Simpatik kepada Presiden Suriah

Presiden Palestina Mahmoud Abbas alias Abu Mazen mengirim pesan simpatik kepada sejawatnya di Suriah, Bashar Al-Assad, pada Ahad malam (12/7/2020).

Kantor Berita Palestina, Sama, melaporkan bahwa Wakil Menteri Luar Negeri Suriah, Faisal al-Miqdad, menerima kunjungan  Wakil Perdana Menteri Dewan Menteri Palestina, Ziad Abu Amr.

Pada kesempatan itulah Abu Amr menyampaikan kepada Miqdad pesan dari Presiden Abbas yang antara lain menjelaskan situasi keseluruhan Palestina.

Sementara itu, Kantor Berita Arab Suriah, SANA, melaporkan bahwa Abu Amr menyatakan bangga berkunjung ke Suriah, sementara Mahmoud Abbas dalam pesannya menyatakan, “Mereka yang bertaruh melanggar kehendak Suriah dan mengakhiri perjuangan Palestina sangalah kecewa.”

Abu Amr menambahkan, “Orang-orang Palestina dengan semua emosi, harapan, dan rasa kemilikannya berdiri bersama pasukan, rakyat dan pemimpin Suriah. Agresi Amerika dan Israel adalah agresi terhadap Suriah dan Palestina, dan ada satu kesatuan perjuangan antara kedua negara bersaudara ini, sementara tantangan adalah hal biasa bagi para pemimpin Suriah dan Palestina. ”

Di pihak Suriah, Miqdad  mengutuk prakarsa AS “Deal of the Century” dan rencana aneksasi Israel atas banyak daerah di Tepi Barat.

Dia juga menegaskan kembali dukungan para pemimpin dan rakyat Suriah kepada perjuangan Palestina dan hak-hak sah rakyat Palestina, terutama hak para pengungsi untuk pulang ke kampung halaman dan hak mendirikan negara Palestina dengan Al-Quds (Baitul Maqdis/Yerusalem) sebagai ibukotanya.

“Perjuangan bersama kita melawan kebijakan Amerika dan Israel di wilayah pendudukan Golan Suriah dan di wilayah pendudukan Palestina adalah penjamin pemulihan hak-hak untuk menjauh dari kebijakan patuh kepada pemerintah Amerika dan perangkatnya,” pungkas al-Miqdad. (amn)