Rangkuman Berita Utama Timteng Sabtu 11 Januari 2020

jeffrey lewis - rudal iran 2Jakarta, ICMES. Tingginya presisi rudal-rudal yang digunakan oleh Pasukan Dirgantara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dalam serangan ke Pangkalan Udara (Lanud) AS di Irak mengundang keheranan publik di AS.

Pihak berwenang Irak telah menahan tiga orang yang bekerja di Bandara Internasional Baghdad, karena diduga membocorkan kepada AS informasi akurat tentang pergerakan jenderal terkemuka Iran Qassem Soleimani.

Wakil Sekjen Hizbullah Libanon, Syeikh Naim Naim Qassem, menyatakan bahwa Sekjen Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah akan membalas darah mantan komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Jenderal Qassem Soleimani yang terbunuh oleh serangan udara AS.

Berita selengkapnya:

Pakar Rudal AS Takjub Menyaksikan Presisi Rudal Iran

Tingginya presisi rudal-rudal yang digunakan oleh Pasukan Dirgantara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dalam serangan ke Pangkalan Udara (Lanud) AS di Irak mengundang keheranan publik di AS.

Beberapa foto-foto satelit memperlihatkan bahwa rudal Iran telah menghancurkan tujuh bangunan di lanud yang menampung personel militer AS tersebut. tampak menunjukkan.

Reuters menyebutkan bahwa dua gambar yang disediakan oleh perusahaan satelit komersial Planet Labs Inc. menunjukkan lima titik dampak rudal di bagian pangkalan itu.

Menurut kantor berita ini, tingkat kerusakan dapat diukur dengan membandingkan foto-foto yang diambil pasca serangan hari Rabu lalu (7/1/2020), dengan gambar dari 25 Desember tahun lalu.

Setidaknya ada tiga bangunan yang terlihat sebagai hanggar pesawat, dan beberapa bangunan telah sepenuhnya menghilang. Hanya sebagian yang tersisa.

Jeffrey Lewis, pakar rudal dari Middlebury Institute of International Studies di Monterey, California, AS., berkomentar, “Mereka (Iran) menargetkan bagian pangkalan Amerika. Mereka bermaksud menghantamnya, dan berhasil.”

Lewis mempelajari foto-foto puing-puing dari serangan pada Januari 2020 dan menyimpulkan bahwa rudal yang dikerahkan dalam serangan itu kemungkinan adalah jenis Qiam dengan bobot hulu ledak ledak tinggi sekira 1.700 pound.

Disebutkan bahwa seperti banyak roket jarak pendek Iran, Qiam adalah varian dari roket Soviet Scud.

Di Twitter Lewis mencuit, “Orang Iran tidak luput. Bangunan-bangunan ini tertabrak dengan sangat tepat.”

Dia menambahkan, “Rudal berpresisi bukan lagi monopoli AS. Menurutku, tema terpenting mengenai serangan Iran ialah bagaimana rudal-rudal balistik jarak dekat mereka bisa setepat itu.”

Dia juga menyebutkan bahwa revolusi dalam presisi rudal sudah menjadi realitas, bukan lagi monopoli AS, dan akan berdampak besar dalam peperangan modern dan terbatas.

Washington, DC Center for Strategic and International Studies (CSIS) menjelaskan, “Modifikasi yang paling nyata adalah kurangnya sirip ekor Qiam-1, yang menunjukkan rudal dilengkapi dengan sistem panduan yang ditingkatkan yang dapat lebih cepat mendeteksi dan memperbaiki perubahan dalam lintasannya, menghilangkan kebutuhan untuk menstabilkan sirip dalam fase boost.”

Lembaga itu menambahkan, “Melepaskan sirip ekor juga mengurangi tanda tangan radar rudal dengan meminimalkan contoh sudut tajam di sepanjang tubuh rudal. Ini juga mengurangi drag aerodinamis dan massa, sehingga meningkatkan jangkauan senjata atau kapasitas muatan. Penggabungan kendaraan masuk kembali yang terpisah, selanjutnya, meningkatkan akurasi dan menghadirkan target yang agak lebih menantang untuk pertahanan rudal.”

Menurut CSIS, tak seperti Qiam, rudal Sejjil adalah desain murni Iran.

Komandan Pasukan IRGC Brigjen Amir Ali Hajizadeh menyatakan bahwa dalam operasi serangan tersebut pihaknya telah menggunakan rudal balistik Fateh 313 dan Qiam. (reuters/nationalinterest/twitter/fars)

Tiga Petugas Bandara Baghdadi Jadi Tersangka Teror AS Terhadap Jenderal Soleimani

Pihak berwenang Irak telah menahan tiga orang yang bekerja di Bandara Internasional Baghdad, karena diduga membocorkan kepada AS informasi akurat tentang pergerakan jenderal terkemuka Iran Qassem Soleimani.

CNN mengutip keterangan dua sumber, yang tidak disebutkan identitasnya karena faktor keamanan, bahwa ketiga tahanan itu adalah warga negara Irak sendiri, dan pihak berwenang Irak mulai melakukan penyelidikan terhadap seluk beluk di balik serangan AS yang menewaskan Jenderal Soleimani.

Disebutkan bahwa para penyelidik sedang menindaklanjuti dugaan “jaringan mata-mata” yang diyakini telah membocorkan kepada AS informasi dan rincian ihwal pergerakan Soleimani.

Menurut CNN, penyelidik Irak percaya bahwa informasi yang dicurigai bocor itu penting untuk operasi serangan AS yang juga menewaskan mantan wakil ketua pasukan relawan Irak al-Hashd al-Shaabi Abu Mahdi al-Muhandis tersebut.

Penyelidikan itu dipimpin langsung oleh Faleh al-Fayyad, Penasihat Keamanan Nasional Irak, dan berfokus pada interogasi personel keamanan di Bandara Internasional Baghdad, di mana serangan teror itu terjadi.

CNN menambahkan bahwa, menurut sumbernya itu, penyelidikan juga sedang dilakukan oleh otoritas Suriah di Bandara Internasional Damaskus, karena Soleimani saat itu baru tiba di Bandara Baghdad dari Damaskus. Tim penyelidik Irak dan Suriah menjalin komunikasi satu sama lain.

Pentagon Jumat 3 Januari lalu mengumumkan bahwa serangan udara di dekat Bandara Internasional Baghdad telah menewaskan Soleimani dan al-Muhandis serta beberapa orang lain yang menyertai keduanya.

Sebagai balasan atas serangan ini, Pasukan Dirgantara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Rabu lalu (8/1/2020) menggempur pangkalan-pangkalan udara yang ditempati oleh pasukan AS di Irak. (raialyoum)

Pemimpin Hizbullah akan Balas Darah Jenderal Soleimani

Wakil Sekjen Hizbullah Libanon, Syeikh Naim Naim Qassem, menyatakan bahwa Sekjen Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah akan membalas darah mantan komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Jenderal Qassem Soleimani yang gugur terkena serangan udara AS pada Jumat pekan lalu (3/1/2020).

“Sayid Nasrallah akan membalas darah Qassem Soleimani,” tegasnya dalam wawancara telefon dengan stasiun televisi Iran, Jumat (10/1/2020).

Syeikh Qassem sebelumnya telah berkunjung ke Iran selaku ketua delegasi Hizbullah untuk melayat ke rumah duka Jenderal Soleimani di Teheran, ibu kota Iran, guna menunaikan tugas dari Sayid Nasrallah untuk berbelasungkawa kepada keluarganya.

Syeikh Qassem menegaskan, “Soleimani tidak hanya untuk Iran, tetapi juga untuk seluruh dunia Islam, dan untuk setiap perlawanan terhadap musuh atau pendudukan… Amerika akan menyadari telah melakukan kebodohan yang fatal, dan bahwa perhitungannya untuk mengubah perimbangan itu keliru.”

Sayid Nasrallah sendiri dalam upacara peringatan yang diadakan di Beirut pada awal pekan ini menegaskan bahwa pembunuhan Soleimani menjadi titik balik antara dua fase di kawasan Timteng, dan bersumpah bahwa tentara AS akan “membayar mahal”. (raialyoum)