Rangkuman Berita Utama Timteng Sabtu 10 Desember 2022

Jakarta, ICMES. Pasukan elit Iran Korps GardaRevolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan pihaknya berhasil menggagalkan upaya pembunuhan terhadap imam shalat Jumat kota Masyhad Ayatullah Ahmad Alamolhoda.

Juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS John Kirby memperingatkan ihwal apa yang disebutnya peningkatan hubungan antara Rusia dan Iran menjadi kemitraan pertahanan yang lengkap.

Kepala Organisasi Energi Atom Iran, Mohammad Eslami, menetapkan syarat untuk kembalinya negara ini kepada komitmen kesepakatan nuklir dengan negara-negara terkemuka dunia.

Presiden Rusia Vladimir Putin bersumbah bahwa negara mana pun yang berani menyerang Rusia dengan senjata nuklir akan terhapus dari muka bumi.

Berita Selengkapnya:

Pasukan IRGC Gagalkan Upaya Pembunuhan terhadap Seorang Ayatullah

Pasukan elit Iran Korps GardaRevolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan pihaknya berhasil menggagalkan upaya pembunuhan terhadap imam shalat Jumat kota Masyhad Ayatullah Ahmad Alamolhoda.

IRGC dalam sebuah pernyataannya,  Jumat (9/12), mengumumkan pasukannya telah mengidentifikasi dan menangkap anggota sebuah kelompok yang berafiliasi dengan organisasi teroris “Jaish al-Zulm” di provinsi Khorasan Razavi, dan kelompok itu merencanakan serangkaian aksi pengacauan keamanan dan teror di kota Mashhad, termasuk upaya menyerang  kantor Gubernur provinsi Khorasan Razavi.

IRGC menyebutkan bahwa  sejumlah besar senjata, amunisi, dan bahan peledak telah ditemukan dari tempat persembunyian kelompok tersebut, dan semua agen teroris di provinsi lain juga telah diidentifikasi dan sedang diselidiki.

Sebelumnya di hari yang sama, dilaporkan bahwa seorang ulama Sunni bernama Syeikh Molavi Abdulvahed Rigi diculik dan dibunuh oleh orang tak dikenal.

Mehdi Shamsabadi, jaksa Provinsi Sistan dan Baluchestan, mengatakan ulama itu hadir di masjid Imam Husain pada Kamis lalu, tapi orang tak dikenal memanggilnya dari pintu belakang dan memaksanya duduk di mobil yang tidak memiliki plat nomor.

Shamsabadi mengatakan pasukan setempat telah dikerahkan untuk menemukan keberadaan Syeikh Rigi sejak Kamis, tapi sayang, ulama itu ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di pinggir jalan di daerah Khash.

Menurut Shamsabadi, Syeikh Rigi gugur syahid ditembus tiga peluru, yang satu di antaranya bahkan keluar dari kepalanya.

Serangan terhadap ulama terkemuka itu terjadi setelah kerusuhan yang didukung asing meletus pasca kematian wanita Kurdi Iran Mahsa Amini, 22 tahun, pada 16 September. Amini meninggal di rumah sakit tiga hari setelah pingsan di kantor polisi.

Investigasi mengaitkan kematian Amini dengan kondisi medisnya, sementara rumor yang beredar menyebutkan bahwa dia meninggal akibat dianiaya polisi moral, hingga kemudian memicu gelombang aksi protes dan kerusuhan. (tasnim)

AS Ingatkan “Bahaya” Peningkatan Kemitraan Pertahanan Rusia-Iran

Juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS John Kirby memperingatkan ihwal apa yang disebutnya peningkatan hubungan antara Rusia dan Iran menjadi kemitraan pertahanan yang lengkap.

Kirby mengklaim pihaknya telah mendapatkan laporan bahwa Rusia dan Iran sedang mempertimbangkan produksi bersama drone mematikan, dan bahwa ini berbahaya bagi Ukraina, negara-negara tetangga Iran, dan masyarakat internasional.

“Rusia berusaha untuk berkolaborasi dengan Iran di bidang-bidang seperti pengembangan senjata, pelatihan,” katanya.

Menurutnya, AS khawatir bahwa Rusia “bermaksud memberi Iran komponen militer canggih” termasuk helikopter dan sistem pertahanan udara.

Menimpali pernyataan Kirby, Menteri Luar Negeri Inggris James Cleverly mengatakan bahwa Iran telah menjadi salah satu pendukung militer utama Rusia dan bahwa hubungan antara keduanya mengancam keamanan global.

Cleverly  menyebutkan bahwa “kesepakatan kotor” antara kedua negara telah membuat Iran mengirim ratusan drone ke Rusia.

“Sebagai imbalannya, Rusia menawarkan dukungan militer dan teknis kepada rezim Iran, yang akan meningkatkan risiko terhadap mitra kami di Timur Tengah dan keamanan internasional,” ujarnya.

Dia mengatakan Inggris sependapat dengan AS bahwa dukungan Iran untuk militer Rusia akan tumbuh dalam beberapa bulan mendatang karena Rusia mencoba untuk mendapatkan lebih banyak senjata, termasuk ratusan rudal balistik.

Ukraina menuduh Iran memasok Rusia dengan drone “kamikaze” yang digunakan dalam serangkaian serangan yang menewaskan sedikitnya delapan orang pada 17 Oktober.

Iran awalnya membantah hal ini, tetapi kemudian mengaku telah mengirimkan drone “dalam jumlah terbatas” ke Rusia, namun hal itu terjadi “beberapa bulan” sebelum perang di Ukraina. (raialyoum)

Iran: Kembali kepada Komitmen Perjanjian Nuklir Bergantung pada Pencabutan Sanksi

Kepala Organisasi Energi Atom Iran, Mohammad Eslami, menetapkan syarat untuk kembalinya negara ini kepada komitmen kesepakatan nuklir dengan negara-negara terkemuka dunia.

Dalam sebuah pernyataan pers, Jumat (9/12), Eslami mengatakan, “Iran akan kembali ke komitmennya pada perjanjian nuklir jika sanksi yang dijatuhkan padanya dicabut.”

Dia juga mengatakan, “Tempat-tempat yang diperiksa oleh inspektur IAEA dan diduga sebagai tempat kegiatan nuklir Iran adalah peternakan sapi, tambang yang terbengkalai, dan tempat pembuangan sampah.

Dia menyebutkan bahwa tim inspketur inspektur IAEA mengambil sampel dari potongan-potongan “yang bisa jadi masuk ke tempat yang terdapat kontaminasi.” (tasnim)

Putin: Negara yang Berani Serang Rusia dengan Bom Nuklir akan Terhapus dari Muka Bumi

Presiden Rusia Vladimir Putin bersumbah bahwa negara mana pun yang berani menyerang Rusia dengan senjata nuklir akan terhapus dari muka bumi.

Putin menyatakan demikian usai pertemuan para pemimpin dari Uni Ekonomi Eurasia, yaitu Rusia, Belarusia, Kazakhstan, Kyrgyzstan, dan Armenia di Bishkek, ibu kota Kyrgyzstan,  Jumat (9/12).

“Saya yakinkan Anda, setelah sistem peringatan dini serangan rudal menerima sinyal serangan, ratusan rudal kami akan mengudara dan tak mungkin dapat dihentikan,” sumbar Putin.

Dia menambahkan, “Tapi itu akan menjadi tanggapan . Apa artinya itu? Ini berarti bahwa hulu ledak rudal musuh tidak dapat dihindari akan jatuh di wilayah Rusia, kemudian ratusan rudal kami akan diluncurkan dan mereka akan tetap jatuh. Tidak akan ada yang tersisa dari musuh, karena tidak mungkin mencegat seratus rudal. Ini, tentu saja, adalah pencegahan.”

Putin menekankan bahwa tanggapan akan menjadi pencegah yang serius, “tetapi jika musuh percaya sampai akhir bahwa adalah mungkin untuk menggunakan serangan pre-emptive, sedangkan kami tidak, maka ini membuat kami berpikir tentang ancaman yang diciptakan oleh ide-ide semacam itu bagi kami untuk membela negara lain.”

Dia menyatakan bahwa sifat dan ruang lingkup ancaman membutuhkan interaksi yang meningkat di garis pertahanan.

Putin juga mengatakan kepada wartawan bahwa kesepakatan pada akhirnya perlu dicapai untuk mengakhiri konflik di Ukraina.

Menurutnya, Kremlin terbuka untuk mencapai kesepakatan, namun kepercayaan Rusia kepada  pihak Barat dan Ukraina ‘hampir nol’.

Putin mengaku pihak ingin menemukan solusi damai di Ukraina, namun dikhianati oleh gagalnya perjanjian Minsk.

Dia menjelaskan bahwa Jerman dan Prancis – yang menengahi kesepakatan gencatan senjata di ibu kota Belarusia Minsk antara Ukraina dan separatis yang didukung Rusia di Ukraina timur pada 2014 dan 2015 – telah mengkhianati Rusia dan sekarang memompa Ukraina dengan senjata.

Putin mengaku kecewa terkait dengan pernyataan mantan kanselir Jerman Angela Merkel mengenai perjanjian tersebut.

Merkel dalam wawancara di majalah Zeit Jerman Rabu lalu menyebutkan bahwa perjanjian Minsk dibuat hanya sebagai upaya untuk ‘memberikan waktu kepada Ukraina’ untuk membangun pertahanannya dalam menghadapi agresi Rusia. (raialyoum/dm)