Rangkuman Berita Utama Timteng Sabtu 1 Juli 2023

Jakarta, ICMES. Surat kabar Israel  The Jerusalem Post  melaporkan bahwa Iran menggunakan sebuah lembah di Kermanshah, Iran barat, untuk membangun persenjataan rudal balistik Qiam-1, menurut sebuah laporan baru yang dikeluarkan oleh Pusat Penelitian dan Pendidikan  ALMA.

Penasihat Pemimpin Besar Iran untuk Urusan Internasional, Ali Akbar Velayati, menekankan bahwa dimulainya kembali hubungan antara negaranya dan Mesir merupakan satu perkembangan yang sangat penting.

Komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, Laksamana Ali Reza Tanksiri, menyatakan negaranya telah memberikan enam tamparan kepada Amerika Serikat (AS) di Teluk Persia, karena sejumlah peralatan militer mereka telah dihancurkan.

Berita Selengkapnya:

Media Israel Rilis Video yang Mengklaim Membongkar “Rahasia” Arsenal Balistik Iran

Surat kabar Israel  The Jerusalem Post  melaporkan bahwa Iran menggunakan sebuah lembah di Kermanshah, Iran barat, untuk membangun persenjataan rudal balistik Qiam-1, menurut sebuah laporan baru yang dikeluarkan oleh Pusat Penelitian dan Pendidikan  ALMA.

“Kami tidak hanya memiliki identifikasi positif dari persenjataan rudal balistik Qiam-1 di Kermanshah, Iran, melainkan Anda juga dapat melihat langsung ke pangkalan rudal dari tempat yang menguntungkan,” kata surat kabar itu, mengutip pusat tersebut.

Laporan itu menunjukkan rudal balistik Qiam-1 ditempatkan di area sekitar 150 km dari perbatasan dengan Irak. Rudal tersebut diduga disimpan di puluhan bunker di tiga lokasi bawah tanah, termasuk di Konesht Canyon. Pusat penelitian mengatakan ada “lusinan gudang rudal” yang telah digali di lembah ini.

Penggalan video yang  dirilis oleh ALMA memperlihatkan 61 tempat persembunyian rudal di lembah dan seperti apa kemungkinan tempat persembunyian rudal Qiam, menurut website Amad.

ALMA juga mengaku telah mengidentifikasi 80 tempat persembunyian lain  di sebuah situs bernama Panj Pelleh. Rudal-rudal ini bisa jadi berupa rudal Qiam atau Fatah.

Situs lembah itu juga berisi senjata-senjata anti-pesawat.  ALMA jugamenunjukkan lokasi situs dan konteks umum area tersebut. Ini juga menunjukkan keberadaan situs rudal darat-ke-udara di Pangkalan Udara Kermanshah.

ALMA menyebut dirinya sebagai “pusat pendidikan dan penelitian, yang didedikasikan untuk memeriksa tantangan keamanan di perbatasan utara Israel dan mendidik para pembuat opini dari lembaga pemikir, akademisi, dan lainnya tentang kompleksitas multidimensi di Timur Tengah.”

ALMA telah mengadakan konferensi pers pada saat itu dan mereka menyebutkan “dua situs rudal balistik IRGC di Iran barat yang digunakan untuk melancarkan serangan terhadap negara-negara tetangga.”

ALMA mengklaim bahwa daerah ini digunakan untuk melancarkan serangan rudal yang menyasar pasukan AS di Ain al-Assad pada Januari 2020. “Rezim ini tidak pernah menentukan dari mana serangan rudal diluncurkan,” klaimnya.

Menurut Center for Strategic and International Studies (CSIS), rudal Qiam-1 “adalah rudal balistik jarak pendek (SRBM) berbahan bakar cair yang dikembangkan dan digunakan oleh Iran. Rudal tersebut adalah varian asli dari SRBM Shahab-2. Tidak seperti jenis rudal Scud Iran lainnya, ia tidak memiliki sirip ekor eksternal dan memiliki hulu ledak terpisah. Iran telah menggunakan rudal Qiam-1 dalam operasi tempur beberapa kali sejak 2017.” (ry)

Penasehat Ayatullah Khamenei: Rekonsiliasi Iran-Saudi-Mesir Ciptakan Perimbangan Baru

Penasihat Pemimpin Besar Iran untuk Urusan Internasional, Ali Akbar Velayati, menekankan bahwa dimulainya kembali hubungan antara negaranya dan Mesir merupakan satu perkembangan yang sangat penting.

Velayati menyatakan demikian kepada saluran berita Al-Jazeera dan dilansir Kantor Berita Republik Islam Iran,IRNA,  Ahad (2/7).

“Normalisasi hubungan antara Teheran dan Kairo, dengan partisipasi Arab Saudi, akan membawa keseimbangan baru di kawasan,” katanya.

Velayati juga menyebutkan peningkatan level kerja sama Iran dengan China dan Rusia, dan bahwa hubungan strategis antara ketiga negara ini akan terbentuk secara bertahap.

Mengenai kerja sama antara Teheran dan Moskow, Velayati menjelaskan bahwa adanya ketidaksepakatan atas beberapa perkara tidaklah berdampak negatif pada hubungan strategis yang ada antara kedua negara ini.

Mengenai hubungan Iran dengan Azerbaijan, yang menjalin hubungan baik dengan Rezim Zionis Israel, dia berharap para pejabat di Baku menyadari kedalaman ikatan persaudaraan yang mengikat mereka dengan Iran, dan tidak membiarkan ketegangan dipaksakan pada hubungan ini. (ry)

IRGC: Iran Sedang Hadapi Perang Hibrida, dan Beri AS Enam Tamparan di Teluk Persia

Komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, Laksamana Ali Reza Tanksiri, menyatakan negaranya telah memberikan enam tamparan kepada Amerika Serikat (AS) di Teluk Persia, karena sejumlah peralatan militer mereka telah dihancurkan.

 â€œAngkatan Laut IRGC telah mempersembahkan lebih dari 800 syuhada demi membela revolusi Islam, dan memberi pukulan keras terhadap kekuatan arogan AS,” katanya dalam siaran pers, Ahad (2/7), seperti dikutip FNA.

 â€œKawasan Teluk Persia telah menyaksikan IRGC mengarahkan enam  tamparan ke AS di Teluk, termasuk penghancuran banyak peralatan militer mereka. Para pemuda Iran harus menyadari pencapaian ini,”  sambungnya.

Dia juga menegaskan, “Jika kita tidak memiliki rudal, keamanan nasional kita akan terancam, terutama karena sekitar 90 persen ekspor Iran dilakukan melalui laut.”

Komandan Angkatan Laut IRGC juga mengatakan bahwa tidak ada perairan internasional di kawasan Teluk, seperti yang diyakini AS, melainkan jalur air internasional.

Ali Tangsiri mengatakan, “Iran sedang menghadapi perang hibrida,  tapi pada akhirnya akan menang karena musuh-musuhnya menjadi lebih terisolasi seiring berjalannya waktu.” (ry)