Rangkuman Berita Utama Timteng Sabtu 1 Februari 2020

perta idlibJakarta, ICMES. Tentara Suriah terus bergerak maju dan nyaris mengusai kota strategis Saraqib di barat laut negara ini dalam pertempuran yang dikabarkan telah menjatuhkan korban tewas dari kedua belah pihak sebanyak lebih dari 400 orang.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menuding sebagian negara Arab “berkhianat” karena tetap “bungkam” di depan “Perjanjian Abad Ini” yang diajukan oleh Presiden AS Donald Trump.

Pemerintah Inggris mendesak Israel agar tidak menganeksasi bagian-bagian kawasan Tepi Barat.

Militer Israel mengaku telah mencegat roket yang ditembakkan dari Jalur Gaza ke kawasan sekitar kota Sderot di wilayah Israel yang berdekatan dengan perbatasan utara Jalur Gaza.

Berita selengkapnya:

Tentara Suriah Hampir Kuasai Kota Strategis Saraqib di Idlib, 400-an Orang Tewas

Tentara Suriah terus bergerak maju dan nyaris mengusai kota strategis Saraqib di barat laut negara ini dalam pertempuran yang dikabarkan telah menjatuhkan korban tewas dari kedua belah pihak sebanyak lebih dari 400 orang.

Sejak Desember 2019 tentara Suriah yang didukung pasukan Rusia melancarkan operasi militer secara masif terhadap kelompok-kelompok teroris dan pemberontak, terutama Hayat Tahrir al-Shams (HTS) alias Jabhat al-Nusra di berbagai kawasan Provinsi Idlib yang dikuasai HTS dan kelompok-kelompok bersenjata lain.

Belakangan ini tentara Suriah menggempur mereka di kawasan sekitar Saraqib di bagian selatan Provinsi Idlib dan kawasan Rashidin di bagian barat Provinsi Aleppo yang berbatasan dengan Provinsi Idlib.

Direktur Eksekutif Observatorium Suriah untuk HAM (SOHR) Rami Abdulrahman mengatakan kepada AFP, “Pertempuran sengit berlangsung di selatan kota Saraqib di mana tentara rezim (Suriah) sudah berada di jarak sekitar 2 kilometer darinya.”

Seperti daerah-daerah lain di sekitarnya, kota Saraqib sudah ditinggal oleh penduduknya yang memilih mengungsi sejak terjadi pergerakan maju tentara Suriah, yang pada Rabu lalu mengumumkan keberhasilannya menguasai Maarat al-Nouman, kota kedua terbesar di Provinsi Idlib.

Pertempuran berlangsung di kawasan-kawasan yang dilintasi oleh sebagian jalur internasional strategis yang menghubungkan Aleppo dengan Damaskus, yaitu jalur yang dikenal dengan nama “Umm Fayef” yang membentang di beberapa kota Suriah dari Hamah, Homs hingga perbatasan di selatan antara Suriah dan Yordania.

Di Provinsi Idlib jalur itu melintasi beberapa kota penting, yaitu Khan Sheikhoun yang jatuh ke tangan tentara Suriah sejak musim panas 2019, Maarat al-Nouman, dan Saraqib.

Jalan sepanjang 50 kilometer, yang sebagian besar membentang di bagian barat Provinsi Aleppo, pada jalur internasional masih belum dikuasai tentara Suriah.

Sumber militer Suriah, Kamis (31/1/2020), kepada AFP mengatakan, “Tentara Suriah berusaha mengamankan seluruh jalur internasional.”

Dia menambahkan bahwa setelah nanti memasuki Saraqib maka tentara Suriah yang ada di sana akan bergerak untuk bertemu dengan rekan-rekannya yang menyerang dari arah Aleppo dalam pertempuran yang tergolong paling sengit sejak akhir tahun 2016.

Saraqib dipandang strategis karena menjadi titik temu antara Jalur Umm Fayef dan jalur strategis kedua yang dikenal dengan nama “Umm Fawr” yang menghubungan Aleppo dan Idlib dengan Latakia di bagian barat Suriah.

SOHR mencatat bahwa dalam pertempuran yang berlangsung dalam satu minggu terakhir sebanyak lebih dari 400 orang dari kedua belah pihak tewas. (raialyoum)

Erdogan Tuding Sebagian Negara Arab Pengkhianat Palestina, dan Sebut Pemerintah Suriah Brutal

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menuding sebagian negara Arab “berkhianat” karena tetap “bungkam” di depan “Perjanjian Abad Ini” yang diajukan oleh Presiden AS Donald Trump. Selain itu dia juga menyebut pemerintah Suriah brutal terkait dengan perang di Provinsi Idlib.

“Negara-negara Arab yang mendukung rencana seperti ini tak lain melakukan pengkhianatan terhadap Quds (Baitul Maqdis/Yerussalem) maupun terhadap bangsa-bangsanya, dan terlebih lagi terhadap kemanusiaan,” ujar Erdogan dalam pidato di depan para petinggi Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP), partai dia berasal, di Ankara, Jumat (31/1/2020).

Trump belum lama ini mengumumkan prakarsanya untuk perdamaian Timteng, yang dinamai Perjanjian Abad Ini. Dia menyebut prakarsa ini sebagai “solusi realistis bagi kedua pihak”, namun ditolak mentah-mentah oleh semua komponen Palestina karena mencanangkan pemberian beberapa konsesi kepada Israel, termasuk kedaulatan atas Lembah Yordania dan pengakuan atas Quds (Yerussalem) sebagai ibu kota Israel.

Erdogan pada kesempatan yang sama di Ankara juga menuding pemerintah Suriah sebagai rezim brutal, sembari mengancam bahwa Turki siap menggunakan lagi “kekuatan militer” di Suriah.

“Kita tidak akan membiarkan kebrutalan rezim ini terhadap rakyatnya, dan serangan-serangannya yang menyebabkan pertumpahan darah,” sumbar Presiden Turki terkait dengan operasi militer dan kemenangan-kemenangan terbaru tentara Suriah dalam pertempuran yang terjadi di Provinsi Idlib sejak Desember 2019 sampai sekarang.

Kantor berita Turki, Anatolia, Rabu lalu melaporkan bahwa Turki mengirim balatentaranya ke Reihaniya, sebuah daerah Turki di kawasan perbatasan yang dekat dengan Idlib.

Sebelum itu, Erdogan juga mengkritik Rusia dan menganggapnya “tidak setia” kepada perjanjian-perjanjian antara Moskow dan Ankara untuk mencegah serangan tentara Suriah terhadap Idlib. (raialyoum)

Inggris Minta Israel Tidak Mencaplok Bagian-Bagian Tepi Barat dan Hindari Keputusan Sepihak

Pemerintah Inggris tampak berhati-hati dalam menyikapi Perjanjian Abad Ini yang diajukan oleh Presiden AS Donald Trump, namun juga mendesak Israel agar tidak menganeksasi bagian-bagian kawasan Tepi Barat.

Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab mengingatkan aneksasi demikian oleh Israel akan merusak upaya untuk memulai kembali perundingan damai dengan Palestina.

“Britania Raya prihatin atas laporan kemungkinan langkah menuju aneksasi bagian Tepi Barat oleh Israel. Setiap langkah sepihak seperti itu akan merusak upaya baru untuk memulai kembali perundingan perdamaian, dan bertentangan dengan hukum internasional, ”ungkap Raab dalam sebuah statemennya,  Jumat 31/1/2020).

Dia menambahkan, “Setiap perubahan pada status quo tidak dapat dimajukan tanpa kesepakatan yang dinegosiasikan oleh pihak-pihak itu sendiri.”

Presiden AS Donald Trump Selasa lalu merilis prakarsa perdamaiannya yang dinamai “Kesepakatan Abad Ini” -di Gedung Putih bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, tanpa kehadiran pejabat Palestina.

Pada momen perilisan itu, Trump menyebut Quds (Baitul Maqdis/Yerusalem) sebagai “ibu kota Israel yang tidak terbagi.”

Prakarsa sepihak itu mengabaikan resolusi-resolusi PBB sebelumnya mengenai Palestina, dan malah mencanangkan pelolosan hampir semua yang dikehendaki Israel.

Menteri Luar Negeri Inggris menyebut prakarsa itu “serius” namun memerlukan “banyak waktu dan upaya”.

Sebelumnya, Menteri Inggris untuk Timur Tengah dan Afrika Utara Andrew Murisson menyatakan London “menyambut baik” prakarsa itu, namun dia juga mengatakan, “Ini tidak berarti kami mendukung isinya.”

Prakarsa itu menyebutkan beberapa persoalan sensitif, termasuk meloloskan ambisi Israel mencaplok permukiman yang telah dibangunnya di wilayah pendudukan Tepi Barat, terutama Lembah Yordan, yang akan dijadikan sebagai perbatasan timur Israel.

Duta Besar Amerika untuk Israel David Friedman menyatakan bahwa area-area ini dapat segera dianeksasi tanpa perlu ditunda. (anatolia/railayoum)

Pejuang Palestina Lesatkan Roket Lagi ke Israel

Militer Israel mengaku telah mencegat roket yang ditembakkan dari Jalur Gaza ke kawasan sekitar kota Sderot di wilayah Israel (Palestina pendudukan 1948) yang berdekatan dengan perbatasan utara Jalur Gaza, Jumat (31/1/2020).

Dilaporkan bahwa kedatangan roket itu menyebabkan pekikan sirine di kawasan-kawasan permukiman Zionis di sekitar Gaza. Beberapa media Israel menyebutkan bahwa sirine berbunyi di kawasan permukiman Sderot.

Menurut surat kabar Israel Yedioth Ahronoth, terdengar beberapa ledakan di Sderot setelah sirine berbunyi, sistem pertahanan udara Israel Kubah Besi mencegat beberapa roket di antaranya, dan beberapa rumah tertimpa serpihan rudal pencegat. (alalam)