Rangkuman Berita Utama Timteng Rabu 9 Juni 2021

sayid nasrallah 08-06-2021Jakarta, ICMES. Sekjen Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah kembali tampil berpidato di tengah beredarnya rumor dan spekulasi mengenai kondisi kesehatannya.

Teheran mengecam tindakan AS membuntuti dua kapal milik Angkatan Laut Iran, dan menganggapnya sebagai tindakan campur tangan dalam urusan Iran.

Pemerintah Iran memastikan bahwa kebijakan negara republik Islam ini dalam perundingan dengan sejumlah negara terkemuka dunia mengenai pemulihan perjanjian nuklir tak akan berubah pasca pilpres Iran.

Pasukan Arab Suriah (SAA) mengoperasikan sistem pertahanan udaranya untuk mencegat serangan rudal Rezim Zionis Israel dari arah wilayah Libanon.

Berita Selengkapnya:

Mengaku Sehat, Sayid Nasrallah: Harapan Saya Besar untuk Dapat Shalat di Masjid Al-Aqsa

Sekjen Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah kembali tampil berpidato di tengah beredarnya rumor dan spekulasi mengenai kondisi kesehatannya.

“Alhamdulillah, saya ada di tengah Anda sekalian, dan besar harapan saya untuk dapat menunaikan shalat di Masjid Al-Aqsa yang diberkahi,” ujarnya dalam kata sambutan pada hari jadi ke-30 saluran Al-Manar milik Hizbullah, Selasa (8/6).

Berbeda dengan tampilan dalam pidato sebelumnya pada 25 Mei di mana dia terlihat agak tersengal dan mengalami batuk sehingga menimbulkan kecurigaan banyak orang mengenai kondisi kesehatannya, terlebih di tengah pandemi Covid-19, pada tampilan kali ini dia tampak sudah membaik, dan ketika mengalami batuk kecil dia segera mengatakan bahwa itu adalah batuk ringan akibat faktor cuaca.

Sayid Nasrallah berterima kasih atas ekspresi simpati dari para pengagumnya terkait dengan kondisi kesehatannya pada pidato sebelumnya.

“Saya berterima kasih kepada semua orang yang telah mengekspresikan simpatinya, saya merasa bangga dengannya, dan saya pastikan kepada para simpatisan bahwa kondisi kami baik-baik saja,” tuturnya.

Dia menyebutkan bahwa saluran Al-Manar didirikan oleh beberapa murid dan pecinta Imam Khomaini agar menjadi media pembawa misi mulia, media para pejuang, syuhada, dan korban luka, sehingga tidak memburu keuntungan komersial, dan akan terus menjalankan misinya meski dengan fasilitas seadanya.

Mengenai Palestina dia menegaskan bahwa bangsa tertindas ini “sudah jelas bertekad membela Quds sehingga tinggal umatlah yang berkewajiban menyokong mereka.”

“Quds dan Masjid Al-Aqsa adalah urusan umat ini secara keseluruhan… Netanyahu bisa jadi akan menuju opsi yang lebih bodoh akibat krisisnya, dan masalah ini harus dipantau,” ujarnya.

Saluran Al-Manar merayakan hari jadinya yang ke-30 dalam sebuah acara yang dihadiri oleh para tokoh politisi, diplomat dan jurnalis Arab serta aktivis Libanon dan Palestina, Selasa.

Lebih lanjut dia menjelaskan, “Perimbangan baru datang dari Yaman yang mulia. Kami bekerja serius untuk mencapai perimbangan bahwa agresi terhadap Quds berarti perang regional… Sejak hari pertama agresi Saudi terhadap Yaman kami sudah percaya kepada kemampuan Yaman untuk bertahan dan menang… Apa yang dialami Libanon sekarang adalah sebagian dari apa yang dialami oleh orang-orang Yaman sejak beberapa tahun silam dimana mereka hendak dipaksa mundur.”

Mengenai AS, Sekjen Hizbullah menegaskan, “AS memraktikkan kedustaan dan penyesatan ketika menampilkan dirinya sebagai pengupaya penghentian perang Yaman, dan kita melihat sekarang kegagalan agresi AS-Saudi terhadap Yaman.” (raialyoum)

Teheran Kutuk Tindakan AS Membuntuti Dua Kapal AL Iran

Teheran mengecam tindakan AS membuntuti dua kapal milik Angkatan Laut Iran, dan menganggapnya sebagai tindakan campur tangan dalam urusan Iran.

Juru bicara pemerintah Iran Ali Rabiei, Selasa (8/6), mengatakan, “Iran mempertahankan haknya menikmati hubungan dagang secara normal sesuai undang-undang dan piagam internasional, dan menganggap campur tangan atau penelusuran atas hubungan ini sebagai ilegal dan menghina, dan Iran mengutuknya dengan keras.”

Dia menambahkan, “Adalah hak Iran berdagang senjata setelah pemerintahan mantan presiden AS Donald Trump pada tahun lalu gagal memperpanjang embargo senjata konvensional yang diterapkan PBB terhadap Teheran.”

Ali Rabiei menambahkan, “Terlepas dari soal barang apa yang dimuat oleh dua kapal itu, tak ada larangan untuk jual beli senjata Iran. AS sudah mengerahkan segenap upayanya untuk mempertahankan sanksi ini pada tahun lalu tapi gagal total.”

Sebelumnya, beberapa media Barat melaporkan bahwa AS membuntuti dua kapal perang Iran yang diduga sedang berlayar menuju Venezuela dan memuat produk senjata.”

Iran dan Venezuela adalah dua negara yang sama-sama dikenai sanksi sepihak oleh AS. Namun demikian, pada tahun lalu Iran mulai mengirim kapal-kapal tanker minyaknya ke Venezuela untuk membantu negara ini mengatasi krisis bensin. (raiayoum)

Teheran Pastikan Sikapnya Tak akan Berubah Soal Nuklir Pasca Pilpres Iran

Pemerintah Iran memastikan bahwa kebijakan negara republik Islam ini dalam perundingan dengan sejumlah negara terkemuka dunia mengenai pemulihan perjanjian nuklir tak akan berubah pasca pilpres Iran yang akan diselenggarakan pada 18 Juni 2021.

“Kami telah membuktikan bahwa kami konsisten pada komitmen-komitmen internasional kami dalam segala keadaan, dan ini merupakan keputusan nasional,” tutur juru bicara pemerintah Iran Ali Rabiei dalam konferensi pers di Teheran, Selasa (8/6).

Dia menjelaskan bahwa kebijakan nuklir Iran, yang ditetapkan oleh pemimpin besarnya, Ayatullah Sayid Ali Khamenei, tak ada kaitannya dengan perkembangan di dalam negeri, dan karena itu pemerintah baru Iran nanti tetap akan menjalankan kebijakan yang diterapkan negara ini dalam perundingan Wina yang dimulai pada April 2021.

“Selagi semua pihak dalam perjanjian nuklir konsisten pada kewajibannya, maka mereka dapat yakin sepenuhnya bahwa Iran tak akan pernah menarik diri dari komitmennya,” ungkap Rabiei.

Sehari sebelumnya, Menlu AS Antony Blinken mengaku tidak tahu pasti apakah Iran memang siap untuk kembali kepada perjanjian nuklir. Dia juga mengatakan bahwa waktu yang dibutuhkan Teheran untuk membuat bahan fisil yang cukup untuk satu senjata nuklir akan berkurang menjadi beberapa minggu jika Teheran melanjutkan pelanggarannya terhadap perjanjian tersebut.

Seperti diketahui, AS pada masa kepresidenan Donald Trump telah keluar dari perjanjian nuklir tersebut pada tahun 2018. Pelanggaran AS ini lantas dibalas Iran dengan melanggar banyak ketentuan yang diterapkan oleh perjanjian itu terhadap proyek nuklir Iran.

Belakangan, setelah Trump diganti oleh Joe Biden, AS mengaku berhasrat untuk kembali kepada perjanjian itu, dan dalam rangka inilah pertemuan mengenai nuklir Iran di ada di Wina, meski tidak melibatkan AS secara langsung. (raialyoum)

Pertahanan  Udara Suriah Tangkis Serangan Israel

Pasukan Arab Suriah (SAA) mengoperasikan sistem pertahanan udaranya untuk mencegat serangan rudal Rezim Zionis Israel dari arah wilayah Libanon pada Selasa malam (8/6).

Sumber-sumber Suriah menyebutkan bahwa pada malam itu terdengar suara-suara ledakan di provinsi Homs dan Latakia, Suriah, dan diduga terkait dengan serangan Israel terhadap Suriah.

Sumber militer Suriah menjelaskan bahwa tepat pada pukul 23.36 Israel melancarkan serangan udara dari zona udara Libanon ke arah sasaran-sasaran di wilayah tengah dan selatan Suriah.

“Sistem pertahanan udara kami telah menghadapinya dan telah menjatuhkan sebagian di antaranya, dan kerugian hanyalah sebatas materi,” ungkap sumber itu.

Tidak ada komentar segera dari pihak militer Israel. Jika laporan tersebut terkonfirmasi, maka peristiwa itu menjadi serangan rudal pertama dalam jangka waktu sekitar satu bulan terakhir.

Sebelum itu, serangan pada dini hari melanda pelabuhan Latakia yang dekat dengan pangkalan udara Rusia pada 5 Mei. (alalam/reuters)