Rangkuman Berita Utama Timteng Rabu 8 September 2021

penjara gilboa israelJakarta, ICMES. Berbagai media Israel melaporkan bahwa sejauh ini badan keamanan Shin Bet ataupun polisi Israel belum mendapatkan informasi intelijen yang signifikan mengenai kaburnya para tahanan Palestina dari Penjaja Gilboa.

Sebuah rekaman video beredar di media sosial dan memperlihatkan pernyataan satu di antara enam pria tahanan Palestina yang berhasil kabur dari Penjara Gilboa di Israel (Palestina pendudukan 1948).

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengecam keberadaan militer AS, dan menyatakan Ankara menjalin komunikasi dengan Damaskus, namun  Damaskus membantahnya.

Komandan Angkatan Laut Iran Laksamana Shahram Irani menyatakan bahwa negara republik Islam ini akan segera memroduksi mesin propeller laut yang sepenuhnya buatan dalam negeri dan akan sangat membantu semua satuan pasukan maritim.

Berita Selengkapnya:

Israel Belum Temukan Informasi yang Berarti Ihwal Kaburnya Sejumlah Tahanan Palestina

Berbagai media Israel melaporkan bahwa sejauh ini badan keamanan Shin Bet ataupun polisi Israel belum mendapatkan informasi intelijen yang signifikan mengenai kaburnya para tahanan Palestina dari Penjaja Gilboa.

Reporter bidang kriminalitas saluran 13 Israel, Selasa (7/9), mengatakan, “Sejauh ini tidak ada informasi intelijen yang signifikan di meja Shin Bet maupun di tangan polisi penyelidik, atau siapapun, dan ini adalah problema besar.”

Dia melanjutkan, “Taktik yang sekarang diterapkan ialah tekanan di lapangan. Banyak tentara masuk ke desa-desa yang bukan bagian dari wilayah Israel. Ada tentara yang berusaha melakukan operasi-operasi pemeriksaan, dan tentu pasukan besar dari penjaga perbatasan dan polisi di dalam Israel.”

Dia juga mengatakan, “Polisi sekarang meminta masyarakat waspada dan menginformasikan segala sesuatu yang mencurikan. Polisi memperkirakan akan terjadi kontak senjata dengan para tahanan jika mereka masih berada di wilayah Israel. Dalam kondisi demikian, pasukan harus merespon dengan cepat.”

Sebelumnya di hari yang sama, beberapa media Israel menyebutkan bahwa upaya penyelidikan dan pengerajaran enam tahanan yang lolos itu masih belum membuah hasil yang signifikan, dan bahkan “mencapai jalan buntu”.

Rekaman kamera CCTV memperlihatkan dua tahanan telah melewati sebuah jalan ke arah utara menuju Tamra, sedangkan yang lain ke arah timur dan diangkut oleh sebuah mobil pada jarak 3 kilometer, dan mereka diduga segera mempersenjatai diri segera setelah kabur dari penjara sehingga polisi Israel harus bersiaga menghadapi kemungkinan mereka melancarkan operasi serangan.

Peristiwa yang menggemparkan ini membuat pihak pengelola penjara Israel memperketat sistem keamanannya di berbagai penjara.

Selasa dini hari pasukan Israel berdatangan ke gerbang barat kota Jenin. Israel juga menyebar pasukan infanteri di dataran Marj bin Amir dekat Nadi al-Safi untuk penyekatan dan memeriksa kartu identitas warga.

Seperti diketahui, sebanyak enam tahanan Palestina dilaporkan telah berhasil dari penjara Gilboa dekat kota Beisan pada dini hari Senin lalu. Penjara ini dikenal sebagai penjara paling ketat di Israel (Palestina pendudukan 1948).

Para tahanan itu diduga kabur melalui sebuah terowongan yang mereka gali selama sekira satu tahun, dan diketahui sudah menghilang dari penjara pada pukul sekitar pukul 04.00 waktu setempat.

Media Israel telah menayangkan gambar mulut lobang terowongan di ruang toilet penjara serta melaporkan adanya ujung lobang lain yang berjarak beberapa meter dari tembok luar Penjara Gilboa.

Dikutip media Israel, sebuah sumber keamanan papan atas mengatakan bahwa kaburnya para tahanan itu “merefeleksikan serangkaian kegagalan yang berbahaya”. (raialyoum)

Seorang Tahanan Palestina Bersumbar Menjelang Kabur

Sebuah rekaman video beredar di media sosial dan memperlihatkan pernyataan satu di antara enam pria tahanan Palestina yang berhasil kabur dari Penjara Gilboa di Israel (Palestina pendudukan 1948).

Disebutkan bahwa dalam rekaman yang diambil menjelang kabur, pria itu bersumbar dengan berbahasa Inggris; “Saya tahu bahwa saya akan mendapat kebebasan secepatnya, mungkin bukan hari ini, tapi setelah hari saya akan mendapatkan kebebasan. Ketika kami memutuskan untuk keluar maka kami akan keluar dengan mudahnya, lebih mudah dari ini.”

Tak jelas bagaimana tahanan itu dapat merekam dan mendapatkan gawai untuk  membuat rekaman di sebuah penjara yang disebut-sebut sangat ketat.

Yang jelas, mendekamnya para tahanan Palestina itu selama bertahun-tahun tak membuat mereka putus asa. Karena itu, kaburnya mereka telah mengggelorakan kembali semangat bangsa Palestina dalam melawan pendudukan kaum Zionis Israel, apalagi dengan segala keterbatasanpun mereka ternyata berhasil membobol penjara yang paling ketat di Israel. (alalam)

Turki Mengaku Berunding dengan Suriah, Damaskus Membantah Keras

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengecam keberadaan militer AS, dan menyatakan Ankara menjalin komunikasi dengan Damaskus, namun  Damaskus membantahnya.

“Di Suriah ada rezim yang tak diakui oleh dunia, karena itu tak syak lagi kami menjalin perundingan politik dengannya, tapi dalam urusan keamanan dan perang melawan teroris,” ujar Cavusoglu, Selasa (7/9).

Dia menambahkan, “Perundingan yang diperlukan sedang berlangsung di level layanan khusus dan intelijen, ini wajar.”

Dia lantas mengecam keberadaan militer AS di Suriah, yang menurutnya, berkaitan dengan ladang-ladang minyak.

“Jika AS memutuskan untuk meninggalkan Suriah maka ini adalah opsi mereka. Tapi mereka harus tahu bahwa mereka bukan diundang di Suriah, dan tak punya perbatasan bersama. Sedangkan kami di sana karena kami memiliki perbatasan bersama, dan bahaya teroris. Kami berhak ada di sana, tapi kami mendukung integritas Suriah dan bantuan kemanusiaan.”

Cavusoglu menambahkan, “AS memperlakukan masalah ini dengan cara demikian, ada minyak, dan karena itu tentara kami akan tetap bertahan di sana. Tapi cara apa ini? Tak seharusnya demikian.”

Di pihak lain, Kemlu Suriah di hari yang sama menanggapi pernyataan tersebut dengan merilis sebuah statemen yang membantah klaim Cavusoglu bahwa Ankara mengadakan perundingan dengan Damaskus.

“Suriah membantah dengan tegas adanya komunikasi atau perundingan apapun dengan rezim Turki, khsususnya di bidang pemberantasan terorisme,” bunyi statemen itu.

Kemlu Suriah balik menuding, “Rezim Ankaralah pendukung utama terorisme, dan menjadikan Turki sebagai tempat penampungan radikalisme dan terorisme yang menjadi ancaman bagi perdamaian dan stabilitas kawasan dan dunia serta bertolak belakang dengan peraturan internasional mengenai pemberantasan terorisme.” (raialyoum)

Laksama Sunni Iran: Pertama Kali, Iran akan Membuat Mesin Propeller Sendiri

Komandan Angkatan Laut Iran Laksamana Shahram Irani menyatakan bahwa negara republik Islam ini akan segera memroduksi mesin propeller laut yang sepenuhnya buatan dalam negeri dan akan sangat membantu semua satuan pasukan maritim.

Dalam jumpa pers, Selasa (7/9), Irani mengatakan, “Kemampuan kita di bidang permukaan, bawah permukaan dan udara sudah terjelaskan, dan kita bisa mendapatkan perlengkapan strategis. Kita berharap kita akan akan segera menyaksikan penampakan motor propeller laut yang sepenuhnya buatan Iran.”

Dia menyebutkan bahwa pembuatan propeller laut oleh Iran sendiri merupakan bagian dari proyek yang diprioritaskan oleh angkatan laut negara ini.

Komandan tinggi bermazhab Sunni ini menambahkan bahwa dalam rangka menjamin keamanan maritim dan jalur perdagangan laut, “kami berdiri tegak dan siap menjalankan segala misi dengan instruksi komandan tertinggi (Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei).”

Dia lantas menyebutkan perhatian internasional kepada kehadiran  Angkatan Laut Iran di Samudera Hindia, Samudera Atlantik, Lautan China dan beberapa jalur terusan, termasuk Terusan Suez.

“Kita mewujudkan keamanan bukan hanya untuk kita sendiri, melainkan juga untuk orang lain di jalur-jalur ini, dan mempersembahkan keamanan untuk kawasan dan dunia,” imbuhnya. (alalam)