Rangkuman Berita Utama Timteng Rabu 8 Juli 2020

hamas dan hizbullahJakarta, ICMES. Kepala biro politik Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas), Ismail Haniyeh, mengirim pesan kepada Sekjen Hizbullah Sayyed Hassan Nasrallah mengenai rencana Rezim Zionis Israel untuk mencaplok beberapa bagian Tepi Barat dan prakarsa Amerika Serikat (AS) yang dinamai “Kesepakatan Abad Ini”.

Angkatan Bersenjata Yaman yang bersekutu dengan kelompok pejuang Ansarullah (Houthi) menyatakan niatnya menyerang istana-istana kerajaan di Arab Saudi sembari menyerukan kepada warga sipil agar menjauh dari sasaran tersebut.

Pemerintah Iran menegaskan bahwa insiden ledakan dan kebakaran yang terjadi di komplek nuklir Natanz milik negara ini tidak berpengaruh pada proyek nuklirnya, dan bahwa siapapun tak tak dapat menghadang tekad Iran di bidang ini.

Pasukan Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang didukung Turki bersumpah akan membalas serangan Tentara Nasional Libya (LNA) yang didukung Mesir terhadap Al-Pangkalan Udara (Lanud) Al-Watiyah.

Berita selengkapnya:

Pemimpin Hamas Kirim Pesan kepada Pemimpin Hizbullah

Kepala biro politik Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas), Ismail Haniyeh, mengirim pesan kepada Sekjen Hizbullah Sayyed Hassan Nasrallah mengenai rencana Rezim Zionis Israel untuk mencaplok beberapa bagian Tepi Barat dan prakarsa Amerika Serikat (AS) yang dinamai “Kesepakatan Abad Ini”.

Dalam pesan itu Haniyeh  memperingatkan “bahaya yang dihadapi bangsa Palestina dan kawasan akibat dari rencana ini”, dan menyerukan penyatuan barisan dan upaya mengatasi risiko ini.

Seperti dilaporkan Al-Masda News, Selasa (7/7/2020), pesan itu disampaikan dalam kunjungan delegasi Hamas yang dipimpin oleh perwakilan faksi pejuang Palestina itu di Libanon, Ahmed Abdel-Hadi, yang bertemu dengan pejabat Hizbullah bidang Palestina, Hassan Hoballah, Senin.

Kedua belah pihak membahas situasi terbaru di Palestina dan kawasan, dan kondisi orang-orang Palestina di Libanon, serta menegaskan penolakan Hamas dan Hizbullah terhadap rencana aneksasi Israel tersebut.

Hamas menekankan bahwa rencana Zionis itu merupakan agresi yang mengharuskan semua orang untuk bangkit menghadapinya, dan bahwa bangsa Palestina dapat menghadapinya.

Hamas juga menyerukan kepada negara-negara Arab dan Islam serta kaum merdeka dunia agar mengambil tindakan segera untuk mencegah rencana kotor tersebut.

Sebagai respon atas pesan Hamas, Hoballah menegaskan dukungan penuh Hizbollah kepada bangsa Palestina dan perlawanannya dalam menghadapi segala rencana yang menistakan hak Palestian. Dia memastikan bahwa rencana demikian tidak akan berhasil berkat perlawanan rakyat Palestina dan dukungan kaum merdeka dunia. (amn)

Militer Yaman Umumkan Niatnya Serang Istana Saudi

Angkatan Bersenjata Yaman yang bersekutu dengan kelompok pejuang Ansarullah (Houthi) menyatakan niatnya menyerang istana-istana kerajaan di Arab Saudi sembari menyerukan kepada warga sipil agar menjauh dari sasaran tersebut.

“Warga sipil Saudi dan orang-orang yang bermukim di sana hendaknya menjauh dari istana-istana penguasa zalim dan jahat yang akan menjadi salah satu sasaran serangan,” ungkap juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman Brigjen Yahya Saree dalam sebuah pernyataan yang di televisi, seperti dikutip Rai al-Youm, Selasa (7/7/2020).

“Pesawat-pesawat nirawak dan rudal-rudal Yaman mengarah ke sasaran-sasarannya sesuai jalur yang sudah ditetapkan sebelumnya, dan tidaklah mencelalakan warga sipil kecuali rudal-rudal pencegat milik pihak agresor sendiri yang jatuh menimpa mereka… Serangan udara dengan jet-jet tempur yang berusaha menjatuhkan pesawat-pesawat nirawak itu telah menjatuhkan korban luka warga sipil,” lanjut Saree.

Dia juga mengatakan, “Dengan pertolongan Allah, kami berhasl melancarkan operasi-operasi tersendiri dalam serangan-serangan yang terfokus pada sasaran-sasaran krusial sesuai bank sasarannya, dan tak ada kekuatan apapun di muka bumi dapat menghentikan operasi militer yang sah.”

Sebagai pesan kepada pasukan koalisi pimpinan Saudi yang disebutnya “kekuatan agresor”, juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman kemudian menegaskan: “Perang ekonomi kalian akan mendatangkan resiko fatal, yang kobaran apinya bisa jadi akan menjangkau istana-istana kalian dalam waktu dekat ini.” (raialyoum)

Iran Pastikan Insiden Natanz Tak Pengaruhi Proyek Nuklirnya

Pemerintah Iran menegaskan bahwa insiden ledakan dan kebakaran yang terjadi di komplek nuklir Natanz milik negara ini tidak berpengaruh pada proyek nuklirnya, dan bahwa siapapun tak tak dapat menghadang tekad Iran di bidang ini.

Juru bicara pemerintah Iran, Ali Rabiei, saat menegaskan hal tersebut Selasa (7/7/2020) menyatakan, “Mujur, tidak ada korban, tidak ada radiasi radioaktif, dan tidak ada dampak pada kegiatan kami dalam program nuklir damai negara ini.”

Dia lantas memastikan Iran akan membalas jika insiden itu memang terjadi akibat sebotase dari pihak musuhnya.

“Tentu saja, jika kami sampai pada kesimpulan bahwa telah ada campur tangan asing dalam insiden ini, kami akan merespons dengan tepat.”

Juru bicara Organisasi Energi Atom Iran (AEOI), Behrouz Kamalvandi, Kamis pekan lalu melaporkan terjadinya insiden itu sembari memastikan tak ada korban maupun kerusakan pada fasilitas pengayaan uranium utama.

Lebih lanjut, sembari mengecam upaya Amerika Serikat (AS) memperpanjang embargo senjata terhadap Iran, Rabiei memperingatkan bahwa perpanjangan itu akan menjadi pelanggaran “terbuka dan tak termaafkan” terhadap Resolusi 2231 Dewan Keamanan PBB.

Rabiei menambahkan bahwa negara manapun tak dapat bertindak selektif terhadap resolusi itu maupun 2015 perjanjian nuklir Iran yang telah disahkannya.

Sesuai Resolusi 2231, embargo senjata terhadap Iran akan berakhir pada Oktober 2020, namun AS mengaku akan menggunakan sejumlah opsi untuk memperpanjangnya. (presstv)

GNA Bersumpah akan Membalas Serangan LNA Terhadap Pangkalan Udara

Pasukan Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang didukung Turki bersumpah akan membalas serangan Tentara Nasional Libya (LNA) yang didukung Mesir terhadap Al-Pangkalan Udara (Lanud) Al-Watiyah.

Juru bicara pasukan GNA, Muhammad Qanunu, Selasa (7/7/2020), mengklaim serangan udara yang menerjang Lanud Al-Watiyah pada Kamis pekan lalu itu dilakukan oleh pesawat asing untuk menyokong  LNA dan pemimpinnya Marsekal Lapangan Khalifa Haftar.

Pengamat politik Libya Ibrahim Belqalsem menilai serangan terhadap lanud itu merupakan perkembangan serius dalam perang proksi di Libya.

Belqalsem menduga kuat serangan itu dilancarkan oleh Angkatan Udara Prancis meskipun LNA mengaku sebagai pelakunya.

Menurutnya, perkembangan ini menandai eskalasi antara Prancis dan Turki yang bisa jadi mengarah ke konflik langsung antara kedua pihak, terutama setelah terjadi insiden pertempuran kecil antara frigat Prancis dengan kapal-kapal Angkatan Laut Turki di Laut Mediterania.

Belqalsem berpendapat bahwa peristiwa-peristiwa itu bertujuan untuk menyudahi konflik di Libya dan membantu pencapaian solusi politik di saat pertempuran antara GNA dan LNA terhenti sejak sekitar satu bulan lalu. (amn)