Rangkuman Berita Utama Timteng Rabu 7 Agustus 2019

bom pintar iran balaban dan yasinJakarta, ICMES: Angkatan Bersenjata Iran memamerkan tiga bom pintar canggih baru berpresisi tinggi buatan dalam negeri.

Presiden Iran Hassan Rouhani bersumbar bahwa agresi militer terhadap Iran akan memicu apa yang disebutnya sebagai “induk segala perang”.

Iran mengancam akan menggempur pangkalan-pangkalan militer AS di kawasan Timteng dan sekitar jika AS berani menyerang Iran.

Menteri Pertahanan Iran Amir Hatami telah mengadakan percakapan telefon dengan sejawatnya dari Kuwait, Nasir Sabah Al-Ahmad Al-Sabah, untuk membahas mekanisme penguatan hubungan bilateral.

Berita selengkapnya:

Iran Pamerkan Tiga Jenis Bom Pintar dan Canggih Baru Buatannya

Angkatan Bersenjata Iran memamerkan tiga bom pintar canggih baru berpresisi tinggi buatan dalam negeri.

Masing-masing bom itu bernama “Balaban”, “Yasin”, dan generasi baru rudal “Ghaem”, yang dipamerkan pada sebuah seremoni bersama Menteri Pertahanan Iran Brigjen Amir Hatami, Selasa (6/8/2019).

Pada kesempatan itu Hatami menyebutkan bahwa “Balaban” memiliki sayap lipat yang dirancang untuk meningkatkan jangkauannya, dipandu GPS dan sensor, dan dapat dipasang di bawah pesawat.

Sedangkan “Yasin” merupakan bom pintar jarak jauh yang dipandu dan dapat ditembakkan ke sasaran dari pesawat tak berawak (drone) maupun pesawat berawak dari jarak 50 kilometer.

Adapun “Ghaem” juga merupakan rudal untuk serangan berpresisi dan dapat menghantam sasaran dalam radius 50 sentimeter.

Jenis ini, lanjutnya, dilengkapi dengan pencari yang terlihat, termal dan silinder yang berbeda serta dapat dipasang pada berbagai drone, helikopter dan jet tempur untuk memusnahkan target.

Hatami menambahkan bahwa pencapaian terbaru di bidang pertahanan ini merupakan manifestasi lain dari kekuatan Iran.

“Ini menunjukkan bahwa Kementerian Pertahanan tidak akan pernah ragu mempertahankan Republik Islam dan meningkatkan keamanan, terlepas dari kejahatan dan konspirasi Setan Besar, Amerika,” ujarnya.

Iran belakangan ini melakukan berbagai terobosan besar di sektor pertahanannya dan mencapai swasembada produksi peralatan dan perangkat keras militer meskipun dikenai sanksi dan tekanan ekonomi Barat.

Negeri mullah ini menegaskan bahwa kekuatan militernya semata-mata untuk tujuan pertahanan dan tidak menimbulkan ancaman bagi negara lain. (pressttv/alalam)

Rouhani: Perang Terhadap Iran Adalah Induk Segala Perang

Presiden Iran Hassan Rouhani bersumbar bahwa agresi militer terhadap Iran akan memicu apa yang disebutnya sebagai “induk segala perang”.

“Perdamaian dengan Iran adalah dasar segala perdamaian, dan perang dengan Iran adalah induk segala peperangan, “tegasnya dalam sebuah pernyataan yang disiarkan langsung oleh saluran televisi resmi Iran, Selasa (6/8/2019).

Mengenai ajakan dialog AS, Rouhani yang sedang berkunjung ke Kementerian Luar Negeri Iran itu mengatakan, “Republik Islam Iran mendukung perundingan dan negosiasi, dan jika AS memang menghendaki dialog maka sebelum segala sesuatunya haruslah mencabut semua sanksi…. Semua sanksi harus dicabut agar tak ada para penjahat di depan kami.”

Dia menyebut AS melakukan “teror ekonomi” karena menghalangi masuknya bahan pangan dan obat-obatan ke Iran, dan karena itu dia juga mendesak Washington agar meminta maaf kepada bangsa Iran.

Presiden berserban putih ini mengingatkan AS, “Jika kalian ingin aman dan keberadaan kalian aman di kawasan maka (ketahuilah) bahwa keamanan dibalas keamanan. Kalian tak dapat mengacaukan keamanan kami lalu berharap kalian sendiri aman.”

Dia melanjutkan, “Perdamaianpun dibalas perdamaian, minyak dibalas minyak. Kalian tak dapat mengatakan bahwa kalian akan mencegah ekspor minyak kami. Selat dibalas selat. Tidak bisa Selat Hormuz terbuka untuk kalian lalu Selat Gibraltar tertutup bagi kami.” (alalam/raialyoum)

Iran Ancam Gempur Pangkalan-Pangkalan Militer AS

Ketua parlemen Iran Majelis Syura Islam, Ali Larijani, melontarkan ancaman bahwa negaranya akan menggempur pangkalan-pangkalan militer AS di kawasan Timteng dan sekitar jika AS berani menyerang Iran.

“Kita harus membuat analisa mengenai tindakan yang mungkin akan dilakukan AS, yang bisa jadi terbatas pada pemboman, dan ada pula tindakan yang mungkin juga diketahui oleh Rezim Zionis dalam masalah ini,” ujarnya pada sebuah acara penghargaan kepada insan media Iran, Selasa (6/8/2019).

Dia mengingatkan, “Reaksi Iran terhadap pihak-pihak yang melakukan upaya di balik serangan militer terhadapnya akan menjangkau sejumlah pangkalan militer yang ditempati pasukan AS di kawasan dan yang mungkin tertimpa bahaya serius, mengingat bahwa mereka memiliki sedikit akal yang dapat mencegah mereka dari keterlibatan dalam petualangan demikian.”

Larijani menilai bahwa bisa AS dan negara-negara musuh Iran lainnya memiliki agenda pengacauan keamanan di berbagai kawasan Iran, “namun sudah pasti bahwa tindakan mereka terhadap Teheran tidak akan masuk dalam kategori perang.”

Menurutnya, musuh-musuh Iran berusaha menghalangi pertumbuhan ekonomi Iran demi menghalangi kemajuan Iran yang notabene kekuatan besar di kawasan.

Larijani menjelaskan bahwa AS antara lain berupaya menekan ekspor minyak Iran hingga ke titik nol, menimbulkan ketakutan terhadap berbagai negara agar mereka tidak melakukan transaksi ekonomi dengan Iran, membangkitkan kecemasan di bidang keamanan dan politik antarnegara regional, dan melakukan berbagai tipudaya lain. (raialyoum)

Menhan Iran dan Menhan Kuwait Bahas Penguatan Hubungan Bilateral

Menteri Pertahanan Iran Amir Hatami telah mengadakan percakapan telefon dengan sejawatnya dari Kuwait, Nasir Sabah Al-Ahmad Al-Sabah, untuk membahas mekanisme penguatan hubungan bilateral.

Kantor berita Kuwait, KUNA, Selasa (6/8/2019), melaporkan bahwa Al-Sabah telah menerima panggilan telefon sejawatnya dari “negara sahabat, Republik Islam Iran.”

Menurut KUNA, dalam percakapan ini keduanya saling mengungkapkan hasrat masing-masing untuk penguatan dan pengembangan hubungan bilateral.

Disebutkan pula bahwa Hatami telah secara resmi mengundang Al-Sabah untuk berkunjung ke Teheran, ibu kota Iran, dan al-Sabahpun berterima kasih atas kontak telefon ini dan undangan tersebut.

Hubungan antara Iran dan Kuwait masih terpelihara dengan baik meskipun kawasan Teluk Persia dilanda gejolak permusuhan antara Iran dan AS dan walaupun negara-negara Arab Teluk lainnya, terutama Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, menuduh Iran berada di balik serangan terhadap kapal-kapal dan fasilitas minyak di kawasan ini.

Iran sendiri membantah keras tuduhan itu dan balik menawarkan kepada negara-negara Arab Teluk tersebut penandatanganan pakta non-agresi. (raialyoum)