Rangkuman Berita Utama Timteng  Rabu 6 Oktober 2021

Jakarta, ICMES. Turki berencana mengadakan latihan militer bersama dengan Azerbaijan pada pekan ini di wilayah yang berbatasan dengan Iran setelah pemerintah di Baku mengkritik Teheran karena menggelar latihan militer di dekat perbatasannya.

Otoritas Azerbaijan menutup sebuah masjid yang terkait dengan kantor perwakilan Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei beberapa hari setelah Baku mengecam latihan militer Iran di dekat perbatasan Azerbaijan.

Wakil Wali Kota Herat, Mualawi Shir Ahmad Ammar, menyatakan bahwa Taliban menginginkan hubungan baik dengan semua negara, dan karena itu tidak akan membiarkan wilayah Afghanistan digunakan oleh siapapun untuk mengancam negara lain, terutama Iran.

Berita Selengkapnya:

Turki akan Gelar Latihan Militer Bersama Azerbaijan di Wilayah Perbatasan dengan Iran

Turki berencana mengadakan latihan militer bersama dengan Azerbaijan pada pekan ini di wilayah yang berbatasan dengan Iran setelah pemerintah di Baku mengkritik Teheran karena menggelar latihan militer di dekat perbatasannya.

Dalam pengumuman yang disiarkan televisi,  juru bicara Kementerian Pertahanan Nasional Turki Mayor Pinar Kara mengatakan, “Latihan Steadfast Brotherhood-2021 akan berlangsung dengan partisipasi Turki dan Azerbaijan di Nakhchivan, Azerbaijan antara 5-8 Oktober.”

Latihan itu diumumkan setelah tentara Iran mengadakan latihan perang di wilayah perbatasannya dengan Azerbaijan.

Pemimpin  Besar Iran Ayatollah Ali Khamenei Ahad lalu membela latihan itu, yang oleh pejabat lain dikaitkan dengan hubungan dekat Baku dengan musuh Teheran, Israel.

Iran mewaspadai hubungan Israel dengan Azerbaijan, yang merupakan pengekspor utama minyak ke negara Zionis itu. Di pihak lain, Israel memasok Azerbaijan dengan drone dan senjata berteknologi tinggi lainnya yang membantu Baku memberi keseimbangan militer yang menguntungkannya dalam perang melawan Armenia pada tahun lalu.

Tanpa menyebutkan nama, Ayatullah Khamenei menyatakan negara-negara di kawasan sekitar barat laut Iran seharusnya tidak membiarkan “tentara asing yang melayani kepentingan nasional mereka sendiri” untuk ikut campur dalam urusan mereka atau terlibat dalam tentara mereka.

Dia juga mengatakan kehadiran pasukan asing di Timur Tengah adalah “sumber kehancuran”, dan mendesak negara-negara tetangga untuk “tetap merdeka” dan bekerjasama.

Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev telah menyatakan keprihatinan atas pengerahan aset militer massal Teheran di dekat Azerbaijan untuk pertama kalinya sejak jatuhnya Uni Soviet pada tiga dekade lalu.

Ketegangan antara kedua negara itu juga dipicu oleh pengenaan pajak jalan oleh Azerbaijan atas truk-truk Iran yang bepergian ke Armenia melalui Nagorno-Karabakh. (bloomberg/raialyoum)

Azerbaijan Tutup Masjid Perwakilan Ayatullah Ali Khamenei di Baku

Otoritas Azerbaijan menutup sebuah masjid yang terkait dengan kantor perwakilan Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei beberapa hari setelah Baku mengecam latihan militer Iran di dekat perbatasan Azerbaijan.

Tanpa keterangan lebih lanjut, kantor berita Tasnim yang berbasis di Iran, Selasa (5/10), melaporkan bahwa penutupan masjid kantor Sayid Ali Akbar Ajaghnezad, wakil Ayatullah Khamenei di Baku, tersebut dilakukan atas instruksi otoritas Azerbaijan.

Jubir Kemlu Azerbaijan menyatakan bahwa masjid itu ditutup akibat peningkatan jumlah inveksi Covid-19, dan karena itu hanya bersifat “sementara”.

Dikutip kantor berita resmi Iran, IRNA, Kedubes Iran di Baku mengaku akan meminta “penjelasan (dari otoritas Baku) mengenai langkah yang dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya itu”.

Iran dan Azerbaijan yang mayoritas penduduknya sama-sama bermazhab Syiah semula terikat hubungan yang baik. Namun, dua negara yang memiliki perbatasan bersama antara keduanya sepanjang sekira 700 kilometer itu belakangan terlibat saling kritik menyusul latihan perang tentara Iran di dekat perbatasan tersebut.

Terkait latihan perang itu para pejabat Iran berulang kali menegaskan penolakan negara ini terhadap keberadaan kaum Zionis Israel di dekat perbatasan Iran, sebagai sindiran keras atas hubungan erat dankerjasama antara Azerbaijan dan Israel, termasuk di bidang militer.

Jubir Iran Saeed Khatibzadeh pada 28 September lalu menegaskan, “Iran tak akan pernah membiarkan segala bentuk keberadaan Rezim Zionis di dekat perbatasannya, dan dalam hal ini akan mengambil langkah yang dianggapnya sesuai dengan keamanan nasionalnya.”

Sebelum itu, Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev dalam wawancara dengan kantor berita Turki, Anadolu, menyebut rencana latihan militer itu sebagai “peristiwa yang sangat mengejutkan. Dia juga mengatakan, “Ini adalah hak kedaulatan mereka. Tapi mengapa sekarang, dan mengapa di dekat perbatasan kami?”

Pekan ini Kemlu Azerbaijan membantah “anggapan mengenai keberadaan pihak ketiga (Israel) di dekat perbatasan Azerbaijan-Iran”, dan menyebut anggapan itu “sama sekali tak berdasar”.

Terkait kebijakan Aliyev, situs berita Al-Alam milik Iran, Selasa, mengunggah video yang memperlihatkan Aliyef mengelus-elus drone buatan Israel.

Al-Alam menyebutkan, “Otoritas Azerbaijan membantah segala bentuk keberadaan Israel di wilayahnya, tapi di saat yang sama Presiden Azerbaijan dalam sebuah penggalan video terlihat mengelus-elus pesawat nirawak buatan Israel.”

Kepala Dewan Strategi Hubungan Luar Negeri Republik Islam Iran, Kamal Kharrazi, Selasa, menasehati para pejabat Azerbaijan agar mengandalkan bangsanya sendiri daripada  “membeli keamanan dari pasukan asing”.

Dia juga memperingatkan, “Motif, tujuan dan kepentingan ilegal pihak-pihak asing dapat memicu persaingan militer di kawasan serta dapat menimbulkan kerugian dan kehancuran bagi negara tuan rumah.”

Dia menambahkan, “Negara manakah di kawasan yang mampu meningkatkan kekuatan militernya dengan hadirnya kekuatan asing di wilayahnya sehingga tidak lagi membutuhkan orang asing?  Republik Islam Iran saat ini merupakan kekuatan besar di kawasan karena mengandalkan diri dan kemerdekaannya dari kekuatan asing.” (raialyoum/tasnim)

Taliban Berjanji Tak akan Membiarkan Wilayah Afghanistan Digunakan untuk Mengancam Iran

Wakil Wali Kota Herat, Mualawi Shir Ahmad Ammar, menyatakan bahwa Taliban menginginkan hubungan baik dengan semua negara, dan karena itu tidak akan membiarkan wilayah Afghanistan digunakan oleh siapapun untuk mengancam negara lain, terutama Iran.

Dia memastikan Taliban mematuhi semua hukum internasional dan konsisten pada kebijakan menjalin hubungan baik terlebih dengan negara-negara sekitar Afghanistan.

“Taliban tidak akan pernah memperkenankan orang dan kelompok asing seperti ISIS menggunakan wilayah Afghanistan untuk menyerang negara lain, terutama Iran,” ungkapnya, seperti dikutip Tasnim, Selasa (05/10).

Sehari sebelumnya, Jubir Kementerian Luar Negeri pemerintahan Taliban mengatakan bahwa ISIS bukan ancaman serius bagi keamanan Afghanistan karena kelompok teroris itu tidak memiliki eksistensi yang signifikan di negara ini.

“ISIS tak memiliki eksistensi yang aktif di Afghanistan, dan mereka mengaku bertanggungjawab atas sebagian besar serangan yang dilakukan oleh orang-orang tak bersenjata yang tak bertanggungjawab karena faktor dendam pribadi,” terangnya.

Sebelum itu, mengenai beberapa peristiwa yang terjadi di Afghanistan belakangan ini, Jawad Sargar, anggota Komisi Kebudayaan Taliban, mengatakan, “Tak semua ketidak amanan yang terjadi di Afghanistan dapat kita kaitkan dengan ISIS, sebab ISIS tak punya tempat yang jelas, dan juga bukan front yang jelas melawan Emirat Islam (Taliban).”

Sementara itu, Mohammad Jalal, yang juga anggota Komisi Kebudayaan Taliban, di Twitter, Selasa, menyatakan bahwa kelompok ini di Kabul telah meringkus 13 anggota ISIS, yang satu di antaranya adalah warga negara asing.

Beberapa hari lalu Taliban terlibat pertempuran selama beberapa jam di Kabul yang membuat sebuah bangunan yang disebut-sebut sebagai markas ISIS hancur. (tasnim)