Rangkuman Berita Utama Timteng Rabu 31 Maret  2021

biden, trump dan obamaJakarta, ICMES. Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menilai Presiden AS Joe Biden yang pernah mengkritik pendahulunya, Donald Trump, dalam memperlakukan Iran ternyata malah tetap menjalankan kebijakan Trump berupa tekanan maksium terhadap Iran.

Tentara Yaman dan para pejuang Lijan Shaabiya yang berafiliasi dengan gerakan Ansarullah (Houthi) berhasil merebut beberapa kawasan lagi di sisi barat dan barat daya kota Ma’rib, dan bergerak ke arah kota ini,

Juru bicara gerakan Ansarullah (Houthi) di Yaman, Mohammad Abdulsalam, menyatakan bahwa dialog soal penyelesaian krisis Yaman di Muscat, ibu kota Oman, tidak membuahkan hasil positif karena pihak Saudi dan sekutunya bermaksud melibatkan Ansarullah dalam kezaliman mereka terhadap bangsa Yaman.

Konvoi logistik militer AS di Irak masih terus mendapat serangan bom. Dalam peristiwa terbaru disebutkan bahwa serangan terjadi di provinsi Salahuddin (Saladin)..

Berita Selengkapnya:

Menlu Iran Minta Biden “Tendang” Trump

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menilai Presiden AS Joe Biden yang pernah mengkritik pendahulunya, Donald Trump, dalam memperlakukan Iran ternyata malah tetap menjalankan kebijakan Trump berupa tekanan maksium terhadap Iran.

Zarif di Twitter, Selasa (30/3), membagikan postingan Biden pada bulan Juni 2019 berupa pernyataan yang menyayangkan desakan kemlu pemerintahan Trump terhadap Iran agar mematuhi perjanjian nuklir Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), satu tahun setelah Trump meninggalkannya.

Dalam postingan itu Biden mengkritik Trump karena “menjauh dari diplomasi” dan menilai sikap demikian dapat memicu “konflik militer” lain di kawasan Timur Tengah yang sudah bermasalah.

Ditujukan kepada Biden, Zarif dalam cuitannya itu menyatakan, “Pemerintahan Anda mengikuti (jejak) Trump saat mencoba menggunakan sanksi yang melanggar hukum sebagai ‘leverage’.”

Leverage dalam perdagangan adalah penggunaan dana pinjaman untuk meningkatkan potensi hasil sebuah investasi.

Zarif menambahkan bahwa sudah waktunya bagi pemerintahan Biden untuk berbalik arah dan menyingkirkan kampanye tekanan Trump terhadap Iran.

“Kebiasaan buruk sulit dihilangkan. Saatnya menendang yang satu ini, ” cuit Zarif. (presstv)

Pasukan Ansarullah Kuasai Beberapa Kawasan Baru di Provinsi Ma’rib

Tentara Yaman dan para pejuang Lijan Shaabiya yang berafiliasi dengan gerakan Ansarullah (Houthi) berhasil merebut beberapa kawasan lagi di sisi barat dan barat daya kota Ma’rib, dan bergerak ke arah kota ini, Selasa (30/3).

Website Al-Khabar Al-Yamani melaporkan bahwa pasukan kubu Sanaa, ibu kota Yaman, tersebut pada hari itu dua kali bergerak maju dan berhasil merebut kawasan al-Shaib dan al-Hamam serta beberapa titik area penting di dataran tinggi Gunung Al-Akhsyar dan kawasan al-Nakhla’ di sisi barat kota Ma’rib.

Sehari sebelumnya, mereka yang bertempur melawan pasukan presiden pelarian Yaman Abd Mansour Hadi yang didukung koalisi Saudi-UEA itu berhasil merebut kawasan Himah al-Dzi’ab dan beberapa bagian kawasan Al-Akhla’ di Sirwah di bagian barat provinsi Ma’rib.

Beberapa sumber kubu Sanaa di lapangan menyatakan bahwa beberapa hari sebelum itu mereka bertempur sengit di front timur al-Kisarah dan Idat al-Ra’ hingga berhasil merebut banyak posisi militer di dekat pangkalan militer Sahn al-Jin di barat Ma’rib.

Provinsi Ma’rib merupakan daerah strategis dan kaya cadangan minyak dan gas yang juga menjadi benteng pertahanan terakhir pasukan Mansour Hadi. Pasukan Sanaa memulai operasi militer untuk merebut provinsi itu sejak sekira dua bulan lalu, dan mereka berhasil mendekati ibu kota provinsi itu, yang juga bernama Ma’rib. (fna)

Ansarullah: Saudi Ingin Berunding agar Kami Bersamanya dalam Kezaliman

Juru bicara gerakan Ansarullah (Houthi) di Yaman, Mohammad Abdulsalam, menyatakan bahwa dialog soal penyelesaian krisis Yaman di Muscat, ibu kota Oman, tidak membuahkan hasil positif karena pihak Saudi dan sekutunya bermaksud melibatkan Ansarullah dalam kezaliman mereka terhadap bangsa Yaman.

“Mereka menawar kami soal sesuap (makan untuk) hidup, sebiji obat, dan kebebasan pergerakan transportasi. Mereka bernego dengan kami atas nama perdamaian agar kami bermitra dengan mereka dalam kezaliman terhadap rakyat, dan perdamaian (demikian) tak akan pernah terwujud,” ungkap Abdulsalam di halaman Twitternya, Selasa (30/3).

“Kami tegaskan lagi bahwa semua itu adalah hak asasi manusia, yang tak dapat ditawar. Bangsa Yaman berhak menikmati semua hak kemanusiaannya sebagaimana semua bangsa lain. Bangsa ini tak akan meniadakan sarana untuk mewujudkan hal itu dan yang lebih darinya, dengan izin Allah,” lanjutnya.

Abdulsalam yang juga menjabat ketua delegasi perunding Ansarullah menyebutkan bahwa pasukan koalisi yang dipimpin Arab Saudi mencegah masuknya kapal-kapal bermuatan produk minyak, bahan bakar, dan kebutuhan medis ke Pelabuhan Hudaydah, padahal kapal-kapal itu sudah mendapat izin dari PBB.

“Tindakan musuh mencegah masuknya kapal-kapal bantuan kemanusiaan ke Pelabuhan Hudaydah merupakan aksi perompakan dan pelanggaran terhadap hak bangsa Yaman,” tegasnya.

Sehari sebelumnya Abdulsalam juga menegaskan bahwa tidak adanya keinginan pihak lawan untuk memisahkan isu kemanusiaan dari  isu politik dan militer membuktikan bahwa mereka tak serius mengupayakan solusi damai yang adil dan menyuluruh untuk krisis Yaman.

Dia lantas menegaskan bahwa kubu Sanaa tetap solid pada pendiriannya untuk tidak menegosiasikan urusan kemanusiaan.

Tokoh senior lain Ansarullah Mohammad Ali al-Houthi menyatakan bahwa perundingan kelompok ini dengan utusan khusus AS di Oman dilakukan tidak secara langsung. Namun dia juga menyatakan bahwa pada dasarnya tak masalah jika Ansarullah berunding langsung dengan AS. (rt/alalam)

Lagi, Konvoi Logistik Militer AS di Irak Diterjang Ledakan Bom

Konvoi logistik militer AS di Irak masih terus mendapat serangan bom. Dalam peristiwa terbaru disebutkan bahwa serangan terjadi di provinsi Salahuddin (Saladin) pada hari Selasa (30/3).

Portal berita Irak Saberin News melaporkan bahwa konvoi logistik militer AS terkena serangan ketika sedang bergerak di distrik Dujail, dan kelompok-kelompok pejuang Irak menyatakan bertanggungjawab atas serangan itu.

Menurut laporan ini, dua kendaraan Toyota dalam konvoi itu hancur akibat serangan tersebut, namun tak ada laporan mengenai korban tewas ataupun luka.

Serangan serupa di hari sama juga menerjang konvoi logistik pasukan koalisi di provinsi Babel, Irak selatan. Tak ada laporan mengenai korban, namun satu truk rusak akibat serangan itu.

Selain itu, serangan juga menyasar konvoi logistik militer di AS di sebuah daerah dekat Nasiriah, ibu kota provinsi Dhi Qar.

Sebuah rekaman video beredar terkait serangkaian serangan terbaru tersebut, namun tidak menyebutkan lokasi serangan yang terekam.

Dalam beberapa bulan terakhir serangan kerap menerjang konvoi militer AS di Irak. Pasukan koalisi yang dipimpin AS di Irak menggunakan perusahaan-perusahaan lokal untuk mengurangi risiko terkena serangan dalam memenuhi kebutuhan logistiknya.

Serangan selalu menghantui pasukan AS di Irak terutama sejak parlemen Irak mensahkan undang-undang yang mengharuskan pemerintah Baghdad mengeluarkan pasukan koalisi pimpinan AS dari Irak, menyusul kasus serangan pasukan AS yang menewaskan jenderal legendaris Iran Qasem Soleimani dan tokoh pejuang Irak Abu Mahdi al-Muhandis pada Januari 2020.

Konvoi logistik pasukan AS memasuki Irak terutama dari perbatasan Suriah di barat atau perbatasan Kuwait di selatan.

Banyak kelompok Irak menganggap pasukan AS yang ada di Negeri 1001 Malam itu sebagai pasukan pendudukan, dan menuntut penarikan segera pasukan ini dari wilayah mereka. (fna/mna)