Rangkuman Berita Utama Timteng Rabu 31 Agustus 2022

Jakarta, ICMES. Massa Blokl Sadr pimpinan ulama Syiah Irak Moqtada Sadr akhirnya mundur dari Zona Hijau berkeamanan tinggi di Baghdad setelah pecah kerusuhan berdarah

Para pejabat AS mengklaim bahwa Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran telah menyita sebuah kapal nirawak AS di Teluk Persia dan mencoba menariknya, tapi kemudian melepaskannya ketika sebuah kapal perang dan helikopter Angkatan Laut AS mendekat.

Peretas Iran dilaporkan telah meretas ponsel kepala dinas rahasia Israel  Mossad, David Barnea, dan merilis informasi tambahan yang diambil dari ponsel itu.

Berita Selengkapnya:

Bentrokan Berdarah Mereda, Pasukan Sadr Mundur, Moqtada Sadr Minta Maaf

Massa Blokl Sadr pimpinan ulama Syiah Irak Moqtada Sadr akhirnya mundur dari Zona Hijau berkeamanan tinggi di Baghdad setelah pecah kerusuhan berdarah pada Senin malam (29/8).

Mereka mundur pada hari Selasa (30/8) tak lama setelah Sadr meminta para pendukungnya mundur dan menuntut diakhirinya pertempuran antara sesama milisi Syiah yang telah menewaskan 30-an orang dan melukai ratusan lainnya.

“Saya meminta maaf kepada rakyat Irak, satu-satunya yang terkena dampak peristiwa itu,” kata al-Sadr kepada wartawan dari markasnya di kota Najaf, Irak tengah.

“Apa yang terjadi kemarin sangat menyedihkan saya, saya menginginkan revolusi damai, bukan dengan senjata,” imbuhnya.

Dia lantas mengatakan, “Saya mundur secara pensiun definitif dari politik, saya adalah warga (biasa) Irak dan tak mencampuri urusan politik.”

Sembari menegaskan bahwa “darah orang Irak adalah haram, haram dan haram”, dia juga memperingatkan, “Jika dalam 60 menit pada Sadrist tidak mundur dari parlemen maka saya berlepas diri dari mereka.”

Dia berterima kasih kepada pasukan keamanan yang, menurutnya, tidak berpihak kepada kubu manapun dalam insiden kekerasan yang terjadi belakangan ini. Dia juga meminta maaf kepada bangsa Irak atas insiden ini.

Senin lalu, Hassan Al-Adzrai, tokoh Blok Sadr yang mundur dari parlemen, menyatakan bahwa Moqtada Sadr mengaku melakukan “aksi mogok makan sampai kekerasan dan penggunaan senjata dihentikan”.

Bentrokan dengan senjata berat, sedang dan ringan kembali terjadi di Zona Hijau dan sekitarnya untuk hari kedua berturut-turut antara pendukung  Blok Sadr dan pasukan Al-Hashd Al-Shaabi di dalam Zona Hijau Baghdad, pada Selasa pagi.

Menurut sumber informasi dan aktivis, senjata sedang dan berat digunakan dalam konfrontasi. Jumlah korban tewas akibat bentrokan bertambah menjadi 33 orang, yang sebagian besar adalah pendukung al-Sadr, sementara ratusan orang yang terluka.

Segera setelah penarikan dimulai, tentara mengumumkan pencabutan jam malam yang diumumkan pada hari Senin.

Kelompok Kerangka Koordinasi Irak, kubu lawan Blok Sadr, pada hari Selasa, mengumumkan berakhirnya aksi duduk massa pendukungnya di dekat jembatan di Baghdad tengah, sementara Perdana Menteri Mustafa Al-Kazemi memerintahkan jembatan itu dibuka untuk lalu lintas.

Panitia penyelenggara protes dari kubu Kerangka Koordinasi meminta para demonstran “kembali ke rumah mereka.”

“Kami salut dengan kesabaran dan ketabahan Anda dalam aksi duduk membela negara dan legitimasi selama beberapa minggu terakhir, terlepas dari semua ancaman,” ungkap panitia itu. (raialyoum/alalam)

AL AS Klaim IRGC Urung Sita Kapal Nirawak AS Setelah Kena Gertak di Teluk Persia

Para pejabat AS mengklaim bahwa Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran telah menyita sebuah kapal nirawak AS di Teluk Persia dan mencoba menariknya, tapi kemudian melepaskannya ketika sebuah kapal perang dan helikopter Angkatan Laut AS mendekat.

Insiden pada hari Selasa (30/8) itu menandai pertama kalinya gugus tugas nirawak baru Armada ke-5 Angkatan Laut yang berbasis di Timur Tengah menjadi sasaran Iran.

Juru bicara Armada ke-5  Timothy Hawkins menjelaskan bahwa kapal perang Shahid Baziar IRGC memasang jalur ke kapal nirawak Saildrone Explorer di bagian tengah Teluk di perairan internasional pada Senin malam.

Kapal itu kemudian mulai menarik Saildrone Explorer, yang membawa kamera, radar, dan sensor untuk memantau laut dari jarak jauh.

USS Thunderbolt, kapal patroli pantai Angkatan Laut, serta helikopter MH-60 Seahawk, bergerak untuk membayangi kapal IRGC. Angkatan Laut menelepon Shahid Baziar melalui radio untuk mengidentifikasi pesawat tak berawak itu sebagai milik AS, kata Hawkins.

“Tanggapan kami adalah satu yang memperjelas bahwa ini adalah milik pemerintah AS dan beroperasi di perairan internasional dan bahwa kami memiliki setiap niat untuk mengambil tindakan jika perlu,” ungkapnya kepada AP.

Hawkins mengklaim insiden itu berakhir dengan damai setelah sekitar empat jam ketika orang-orang Iran melepaskan tali derek ke kapal nirawak dan meninggalkan daerah itu ketika pasukan AS berada di dekatnya.

Jenderal Angkatan Darat AS Michael “Erik” Kurilla, yang memimpin Komando Pusat militer, memuji kru Thunderbolt atas tanggapannya.

IRGC tidak mengakui insiden itu, sementara misi Iran untuk PBB tidak segera menanggapi permintaan AP untuk memberikan komentar.

Armada ke-5 meluncurkan nirawak Gugus Tugas 59 tahun lalu. Area tanggung jawab Armada ke-5 mencakup Selat Hormuz, mulut sempit Teluk yang dilalui 20 persen dari semua minyak dunia. (aljazeera)

Retas Ponsel Kepala MOSSAD, Peretas Iran Sebarkan Foto Gigi Barnea

Peretas Iran dilaporkan telah meretas ponsel kepala dinas rahasia Israel  Mossad, David Barnea, dan merilis informasi tambahan yang diambil dari ponsel itu.

Kelompok “Open Hands” memublikasi foto gigi Barnea yang sedang dirawat dan mendapat saran medis tertulis untuk membersihkannya dua kali sehari.

Kelompok itu oleh situs Israel Walla dikaitkan dengan Iran, dan pada tahun lalu Open Hands juga telah menerbitkan klip video dan dokumen milik Barnea.

Video pertama, yang dipublikasi pada Maret lalu, berisi foto-foto pribadi Barnea, kartu perjalanan, dokumen pajak dan anggota keluarganya, serta  citra satelit rumah pribadinya di sebuah kota di bagian tengah Israel (Palestina pendudukan 1948).

Walla juga menyebutkan bahwa dalam sebuah postingan berbahasa Ibrani di akun Telegram Open Hands tertulis: “Ini adalah hadiah Hari Raya Purim” untuk kepala Mossad.

Selanjutnya, kelompok tersebut juga menerbitkan Model 106 milik kepala Mossad. (alalam)