Rangkuman Berita Utama Timteng Rabu 23 Januari 2019

arrow 3 israelJakarta, ICMES: Militer Israel bersama Badan Pertahanan Rudal Nasional AS telah melakukan uji coba sistem pertahanan rudal Arrow 3.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengklaim bahwa negara Zionis ini memiliki kemampuan pertahanan maupun ofensif hebat yang bahkan tergolong paling maju di dunia.

Tank Israel telah menembaki pos pemantau militer Hamas sebagai reaksi atas penembakan terhadap sebuah jip militer di dekat perbatasan timur Beit Hanun di Jalur Gaza utara.

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu menyatakan negaranya sedangkan menjalani proses untuk memulai penyelidikan internasional terhadap kasus pembunuhan wartawan Arab Saudi, Jamal Khashoggi.

Berita selengkapnya:

Israel Mengaku Sukses Uji Coba Sistem Arrow 3

Militer Israel bersama Badan Pertahanan Rudal Nasional AS telah melakukan uji coba sistem pertahanan rudal Arrow 3. Demikian dilaporkan media Israel sembari mengutip pernyataan Kementerian Pertahanan Israel.

“Menyusul peluncuran, radar Arrow melihat target pada susunan radar dan mentransfer data ke pusat manajemen kebakaran, yang menganalisisnya dan sepenuhnya merencanakan pencegatan. Setelah perencanaan selesai, pencegat Arrow 3 ditembakkan ke sasaran dan menyelesaikan misinya dengan penuh sukses, “ungkap kementerian itu dalam sebuah pernyataan seperti dikutip oleh The Times of Israel, Selasa (22/1/2019), sembari menyebutkan bahwa sasaranpun rontok akibat tembakan itu.

Direktur Angkatan Udara Israel Letjen Samuel Greaves mengatakan, “Uji coba yang sukses ini memberikan kepercayaan pada kemampuan Israel untuk melindungi diri dari ancaman yang ada di kawasan. Selamat kepada Organisasi Pertahanan Rudal Israel, Angkatan Udara Israel, tim Bintang Daud Merah (MDA) kami, dan mitra industri kami. Kami berkomitmen untuk membantu pemerintah Israel dalam meningkatkan kemampuan pertahanan misil nasionalnya terhadap ancaman yang muncul .”

Tujuan dari tes ini adalah untuk memverifikasi modifikasi yang dilakukan pada Arrow 3.

Menurut laporan tersebut, Arrow atau “Hetz” merupakan keluarga rudal anti-balistik yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan Israel kepada sistem pertahanan yang lebih efektif untuk mencegat rudal balistik daripada sistem rudal darat-ke-udara MIM-104 Patriot, dan bahkan dapat mencegat rudal di ruang angkasa. (raialyoum/sputnik)

Netanyahu Klaim Israel Punya Sistem Pertahanan Dan Serangan Termaju Di Dunia

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengklaim bahwa negara Zionis penjajah Palestina ini memiliki kemampuan pertahanan maupun ofensif hebat yang bahkan tergolong paling maju di dunia.

Klaim ini disampaikan Netanyahu, Selasa (22/1/2019), saat mengapresiasi pengumuman dari Kementerian Pertahanan Israel mengenai keberhasilan uji coba sistem pertahanan udara Arrow 3 alias “Hetz 3” (bahasa Ibrani) yang dirancang untuk mencegat serangan rudal.

“Saya menyambut gembira keberhasilan uji coba rudal Hetz 3 Israel yang memiliki kemampuan pertahanan dan ofensif yang sangat kuat dan termasuk yang paling maju di dunia…  Musuh kita yang berusaha menghancurkan kita harus mengetahui bahwa kepalan tinju Israel akan menjangkau semua orang yang ingin menyakiti kita, dan kita akan membereskan mereka,” katanya.

Dia kemudian memuji AS dengan mengatakan, “Israel dan Amerika Serikat (AS) memiliki kerja sama terdalam antarindustri pertahanan mereka. Saya ingin menyampaikan penghargaan khusus kepada sekutu kami, AS, atas kerja sama keamanan dalam menguji dan mengembangkan sistem pertahanan kami, termasuk rudal Arrow. ”

Netanyahu melanjutkan, “Kami akan terus berhasil mengembangkan sistem persenjataan paling canggih di dunia untuk memastikan keamanan warga Israel dan Negara Israel.”

Sistem Arrow yang dikembangkan Israel bersama Badan Pertahanan Rudal Departemen Pertahanan AS dilaporkan telah diujicoba pada Selasa (22/1/2019), dan Kementerian Pertahanan Israel mengumumkan keberhasil mencegat target dengan menggunakan sistem ini.

Disebutkan bahwa Arrow adalah bagian dari sistem pertahanan berlapis-lapis yang dimaksudkan untuk mencegat roket jarak pendek dan jarak jauh, serta rudal balistik. Iron Dome adalah lapisan pertama, yang diikuti oleh David’s Sling, kemudian Arrows 2 dan Arrow 3. (mm/anadolu/algemeiner)

Tank Israel Gempur Pos Militer Hamas

Tank Israel telah menembaki pos pemantau militer Hamas sebagai reaksi atas penembakan terhadap sebuah jip militer di dekat perbatasan timur Beit Hanun di Jalur Gaza utara, demikian dinyatakan sumber-sumber Palestina dan Israel.

Sumber keamanan di Gaza mengatakan, “Pasukan pendudukan Israel pada Selasa sore (Selasa (22/1/2019), ) membom dua titik pemantauan milik kubu resistensi di kota Beit Hanoun di Jalur Gaza utara, menyebabkan kerusakan, namun tidak ada laporan mengenai jatuhnya korban.”

Saksi mata mengatakan bahwa sasaran serangan tank Israel itu adalah sayap militer Hamas, Brigade Ezzeddin al-Qassam.

Departemen Kesehatan Palestina di Jalur Gaza, Selasa malam, melaporkan satu warga Palestina bernama Mahmoud al-Abd al-Nabahin gugur dan dua lainnya terluka dengan kondisi satu di antaranya parah akibat tembakan Israel di sebelah timur Jalur Gaza.

Militer Israel dalam siaran persnya menyatakan bahwa  satu unit tank Israel telah membom pos milik Hamas setelah seorang perwira Israel mengalami luka ringan akibat terkena lemparan batu dalam insiden kerusuhan di Jalur Gaza selatan.

Dalam siaran pers kedua kalinya, militer Israel menyatakan bahwa seorang warga Palestina telah menembaki tentara Israel, dan menambahkan bahwa helm seorang perwira tertembak ketika sedang bertugas di daerah tersebut sehingga diapun terluka dan dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan. (raialyoum)

Turki Siapkan Penyelidikan Internasional Atas Pembunuhan Khashoggi

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu menyatakan negaranya sedangkan menjalani proses untuk memulai penyelidikan internasional terhadap kasus pembunuhan wartawan Arab Saudi, Jamal Khashoggi, dan akan menempuh langkah lebih lanjut dalam beberapa hari mendatang.

Dalam sebuah pertemuan pemuda di Istanbul, Senin (21/1/2019), Cavusoglu menjelaskan bahwa Kerajaan Saudi belum berbagi informasi dengan Turki mengenai hasil penyelidikannya sendiri atas wartawan The Washington Post tersebut.

Khashoggi yang dikenal kritis terhadap Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman dibantai dan dimutilasi oleh tim pembunuh Saudi pada 2 Oktober 2018 tak lama setelah dia memasuki konsulat Saudi di Istanbul.

Otoritas Turki menyebut kasus itu sebagai “pembunuhan berencana” yang didalangi oleh pemerintah Saudi.

Para pejabat Saudi membantah klaim Turki dan bersikeras bahwa Khashoggi tewas akibat tindakan yang menyalahi prosedur, setelah awalnya mengklaim bahwa dia telah meninggalkan gedung itu sebelum dikabarkan hilang.

Cavusoglu menyatakan Saudi mengakui pembunuhan itu hanya karena terpaksa oleh hasil penyelidikan otoritas  Turki, sementara negara-negara Barat berusaha menutupi kejahatan itu.

“Kami melihat bagaimana mereka, yang berbicara tentang kebebasan pers di dunia, menutupi hal ini ketika mereka melihat uang,” kata Cavusoglu.

“Sekarang kami telah membuat persiapan untuk penyelidikan internasional dalam beberapa hari mendatang. Kami akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan,” tambahnya.

Cavusoglu kemudian memastikan Turki menyadari sepenuhnya kesulitan yang dialaminya dalam menjelaskan pembunuhan tersebut. (aljazeera)