Rangkuman Berita Utama Timteng Rabu 28 Juli 2021

mossadJakarta, ICMES. Kementerian Keamanan Iran merilis video operasi pemantauan dan penangkapan para agen dinas rahasia Israel, Mossad, dan penyitaan sejumlah besar senjata dari tangan mereka setelah mereka masuk ke Iran melalui perbatasan barat.

Pasukan koalisi yang dipimpin Arab Saudi mengaku telah merontokkan serangan rudal dan pesawat nirawak kelompok Ansarullah (Houthi) Yaman ke wilayah selatan Saudi.

Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas, menyatakan bahwa laporan HRW mengenai kejahatan perang Rezim Zionis Israel mengukuhkan dokumen puluhan lembaga peduli HAM mengenai kejahatan Israel dan hak resistensi Palestina.

Surat kabar AS Politico mengutip keterangan sumber pejabat negara ini bahwa pemerintahan Presiden Joe Biden akan tetap mempertahankan sekira 900 tentara AS di Suriah.

Berita Selengkapnya:

Iran Lumpuhkan Agen Teroris Mossad (Israel)

Kementerian Keamanan Iran merilis video operasi pemantauan dan penangkapan para agen dinas rahasia Israel, Mossad, dan penyitaan sejumlah besar senjata dari tangan mereka setelah mereka masuk ke Iran melalui perbatasan barat.

Dirjen Departemen Kontra Intelijen Kementerian Keamanan Iran dalam sebuah statemennya, Selasa (27/7), mengumumkan bahwa aparat keamanan negara ini telah melumpuhkan dan menangkap jaringan pelaku operasi intelijen Zionis Mossad serta menyita muatan senjata dan perlengkapan dalam jumlah besar di daerah perbatasan barat Iran.

Humas Kementerian Keamanan Iran menyebutkan bahwa Dirjen Departemen Kontra Intelijen kementerian ini menyatakan, “Dalam proses pemantauan dan pengendalian intelijen asing dan pelaksanaan operasi intelijen secara meluas oleh aparat keamanan telah ditangkap sebuah jaringan agen dinas rahasia Zionis Mossad dan penyitaan sebuah muatan besar berupa senjata dan perlengkapan yang ada pada mereka, setelah mereka memasuki perbatasan barat negara.”

Statemen itu menjelaskan bahwa para agen itu semula bermaksud menggunakan senjata dan perlengkapan itu untuk melancarkan aksi pembunuhan di tengah peristiwa kerusuhan yang terjadi belakangan ini.

“Rezim Zionis bermaksud melancarkan aksi perusakan selama masa pemilu beberapa kali di berbagai kawasan negara ini, tapi dapat dicegah sebelum aksi perusakan dan teror itu terjadi, berkat inisiatif para petugas keamanan secara tepat waktu, dan ini menjadi pukulan besar bagi jaringan teroris Mossad di kawasan,” bunyi statemen itu.

Seorang pejabat Kementerian Keamanan Iran mengatakan bahwa senjata yang tersita itu terdiri atas beberapa jenis, yaitu pistol, senapan, granat  dan peluru tajam yang sebagian di antaranya hendak digunakan untuk memicu kericuhan ketika terjadi konsentrasi massa. (alalam)

Saudi Mengaku Rontokkan Serangan Rudal dan Drone Ansarullah Yaman

Pasukan koalisi yang dipimpin Arab Saudi Selasa malam (27/7) mengaku telah merontokkan serangan rudal dan pesawat nirawak (UAV/drone) kelompok Ansarullah (Houthi) Yaman ke wilayah selatan Saudi.

Dikutip kantor berita Saudi, SPA, koalisi itu menyatakan pihaknya telah mencegat dan menghancurkan dua drone dan dua rudal balistik yang ditembakkan Ansarullah ke kawasan Jizan di bagian selatan Saudi.

Koalisi ini juga mengklaim bahwa dalam serangan itu Ansarullah berusaha menyasar obyek-obyek dan warga sipil di Jizan.

Ansarullah telah berulangkali melancarkan serangan rudal dan drone ke berbagai posisi militer ataupun pabrik minyak Saudi, terutama di bagian selatan negara kerajaan ini, namun Saudi selalu mengklaim bahwa serangan itu ditujukan ke sasaran-sasaran sipil atau mengancam keselamatan jiwa warga sipil.

Ansarullah menggunakan drone sejak tahun 2019 dalam serangannya terhadap kubu lawannya di Yaman dan pasukan koalisi yang mendukung kubu itu.

Drone Ansarullah berkemampuan membawa banyak bahan peledak dan dapat meledak pada ketinggian 10 meter di atas obyek sasaran untuk menebar serpihan ledakan dalam jumlah besar. Sumber-sumber militer Yaman menyebutkan bahwa serpihan itu menyebar seluas sekira 30 meter dan panjang 30 meter.

Seperti diketahui, Yaman dilanda perang sejak lebih dari enam tahun silam antara kubu gerakan Ansarullah dan kubu presiden pelarian Abd Rabbuh Mansour Hadi.  Ansarullah yang didukung tentara Yaman menguasai Sanaa, ibu kota Yaman, sejak 2014, selain beberapa provinsi lain.

Sejak Maret 2015 pasukan koalisi Arab yang dipimpin Arab Saudi dan didukung AS, Israel dan negara-negara Barat melancarkan intervensi militer ke Yaman untuk membela kubu Mansour Hadi dengan asumsi bahwa Ansarullah dapat segera dikalahkan.

Putra Mahkota Saudi Mohamed bin Salman yang merasa negaranya kaya senjata dan peralatan perang serta didukung Barat dan Israel menjelang invasi itu sempat bersumbar bahwa pihaknya akan dapat menumpas Ansarullah dalam tempo beberapa hari atau paling lambat beberapa minggu.

Nyatanya, Ansarullah dan tentara Yaman yang mendapat dukungan mental, asistensi, dan politik dari Iran semakin tangguh serta gencar melesatkan rudal balistik dan drone ke wilayah Saudi sebagai balasan atas blokade dan serangan udara Saudi dan sekutunya. (raialyoum/fna)

Hamas: Semua Bentuk Resistensi Palestina terhadap Israel Sesuai dengan UU Internasional

Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas, Selasa (27/6), menyatakan bahwa laporan Lembaga Hak Asasi Manusia (Human Right Watch/HRW) mengenai kejahatan perang Rezim Zionis Israel mengukuhkan dokumen puluhan lembaga peduli HAM mengenai kejahatan Israel dan hak resistensi Palestina.

Hamas menegaskan, “Laporan HRW yang secara dokumentatif telah membuktikan kejahatan-kejahatan Israel mengkonfirmasi dokumen puluhan lembaga HAM internasional dalam beberapa dekade terakhir mengenai tindakan-tindakan ilegal entitas Zionis (Israel)”.

Dikutip Palestine Today, juru bicara Hamas Basim Naim mengatakan, “Laporan HRW menunjukkan bahwa musuh (Israel) berperilaku melampaui hukum dan mendapat dukungan mutlak dari AS sehingga kebal hukum, aman dari sanksi hukum, dan memungkinkannya untuk melanjutkan kejahatan paling brutal, termasuk pembunuhan, pengusiran penduduk, penistaan kesucian dan pencurian tanah.”

Basim Naim menambahkan, “Rakyat kami berhak membela diri di depan rezim pendudukan (Israel) sesuai bingkai hukum internasional dengan menggunakan segenap kemampuan yang ada, dan kubu resistensi memperlihatkan bahwa meskipun musuh melakukan genosida terhadap kaum perempuan dan anak-anak kecil kami, namun tetap mempedulikan norma keagamaan dan nasionalisme dalam upaya mencegah serangan terhadap warga sipil.”

Di bagian akhir, dia menekankan keharusan adanya respon pihak internasional kepada tuntutan bangsa Palestina agar Israel diadili di mahkamah internasional. (fna)

Politico: 900 Tentara AS akan Tetap Dipertahankan di Suriah

Surat kabar AS Politico mengutip keterangan sumber pejabat negara ini bahwa pemerintahan Presiden Joe Biden akan tetap mempertahankan sekira 900 tentara AS, termasuk Pasukan Baret Hijau (Pasukan Khusus), untuk mendukung milisi Kurdi Pasukan Demokrasi Suriah (SDF) dalam apa yang disebutnya perang melawan kelompok teroris ISIS.

“Saya kira tak akan ada perubahan apapun sekarang untuk misi atau keberadaan (tentara AS) di Suriah,” kata seorang narasumber yang meminta tak disebutkan identitasnya, Selasa (27/7).

Dia menambahkan, “Di Suriah kami mendukung (SDF) dalam perang (melawan ISIS), dan ini telah berhasil dan inilah yang akan kami lanjutkan.”

Pernyataan tentang ini mengemuka menyusul penarikan pasukan AS dari Afghanistan yang dijadwalkan selesai pada akhir Agustus mendatang, dan pernyataan bersama Washington-Baghdad pada Senin lalu mengenai akan berakhirnya misi militer AS di Irak di penghujung tahun ini.

Sebelumnya, Joe Biden mengaku berusaha menyudahi “perang abadi” yang digeluti AS selama ini. (rt)