Rangkuman Berita Utama Timteng Rabu 27 Maret 2019

hassan nasrallah lebanonJakarta, ICMES: Sekjen kelompok pejuang Hizbullah Lebanon menyatakan bahwa pengakuan Amerika Serikat terhadap kedaulatan Rezim Zionis Israel atas Dataran Tinggi Golan milik Suriah  merupakan peristiwa krusial dalam sejarah konflik Arab-Israel yang memperlihatkan penghinaan AS terhadap dunia Arab dan Islam.

Militer Israel mengumumkan bahwa pihaknya telah mendeteksi satu rudal yang ditembakkan dari Jalur Gaza dan jatuh di wilayah selatan Israel dekat perbatasan antara keduanya.

Jutaan rakyat di berbagai provinsi di Yaman, termasuk Taiz, al-Baida, al-Jawf, Rima, Dhamar, Hajjah, dan Hudaydah, berunjuk rasa peringati tahun ke-4 agresi Arab Saudi dan sekutunya terhadap Yaman.

Berita selengkapnya:

Nasrallah: Sikap AS Mengenai Golan Hinaan Bagi Bangsa Arab, Umat Islam, Dan Khalayak Dunia

Sekjen kelompok pejuang Hizbullah Lebanon, Sayyid Hassan Nasrallah, menyatakan bahwa pengakuan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap kedaulatan Rezim Zionis Israel atas Dataran Tinggi Golan milik Suriah  merupakan peristiwa krusial dalam sejarah konflik Arab-Israel yang memperlihatkan penghinaan AS terhadap dunia Arab dan Islam.

Karena itu, dalam pidatonya mengenai perkembangan situasi politik Timteng, Selasa (26/3/2019), Nasrallah mendesak Liga Arab agar dalam pertemuan puncaknya di Tunisia mencabut prakarsa Arab dan kembali ke titik nol.

“Deklarasi AS mengenai Golan menunjukkan penghinaan terhadap dunia Arab dan Islam…Keputusan Trump ini juga merupakan penghinaan terhadap semua keputusan dan konsensus internasional bahwa Golan adalah tanah Suriah yang diduduki,” ungkap Nasrallah.

Dia menilai AS memanfaatkan lembaga-lembaga internasional sebatas untuk melicinkan kebijakan dan interesnya sendiri, dan keputusan Trump menunjukkan ketidak mampuan lembaga-lembaga itu dalam melindungi hak bangsa-bangsa dunia, termasuk ketika AS menempatkan kepentingan Israel dalam skala prioritas mutlaknya.

“Trump sekarang mengarahkan pukulan telak terhadap apa yang disebut perdamaian di kawasan,” ujar Nasrallah.

Menurutnya, kebungkaman dunia Arab di depan perampasan kota al-Quds (Yerussalem) oleh Trump telah membuatnya tak segan-segan bersikap lancang terhadap Golan, dan bukan tak mungkin selanjutnya dia juga akan mengakui kedaulatan Israel atas Tepi Barat.

Mengenai sikap negara-negara Arab terkait Golan, Nasrallah mengingatkan bahwa mereka memerlukan “keberanian dan kejantanan”, dan “reaksi politik yang paling sederhana terhadap Trump ialah penarikan pertemuan puncak Arab di Tunisia atas prakarsa damai Arab dari meja pembahasan.”

Nasrallah memastikan bahwa satu-satunya jalan bagi Suriah, Lebanon, dan Palestina adalah “muqawamah” (resistensi) demi merebut kembali tanah dan hak mereka.

Mengenai kunjungan Menlu AS Mike Pompeo ke Lebanon, Nasrallah mengatakan bahwa Pompeo dalam pernyataannya yang hanya berdurasi beberapa menit di Lebanon telah menyebut nama Hizbullah sebanyak 18 kali dan nama Iran 19 kali.

“Kami justru senang, bukan takut, ketika menlu negara arogan terkuat di dunia menyebut nama Hizbullah. Kemarahan AS terhadap kami justru menenangkan kami dan menambah keyakinan akan kebenaran posisi dan opsi-opsi kami… Dan dia sama sekali tidak memberikan satupun perkataan yang benar dalam kunjungannya ke Lebanon,” papar Nasrallah.

Dia mengingatkan bahwa kunjungan Pompeo ke Lebanon dilakukan dalam rangka sepak terjang AS demi kepentingan Israel, dan pernyataannya sama sekali tidak menyinggung agresi, pelanggaran, dan ancaman Israel.

Sekjen Hizbullah memuji besarnya kiprah Iran dalam perang melawan terorisme dengan mengatakan, “Iran dan Haji Qassem Soleimani (Komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam Iran) telah banyak berjasa membantu kami melindungi bangsa Lebanon ketika kami memerangi ISIS. Dengan senjata-senjata Iranlah kami memerangi kelompok-kelompok teroris yang diciptakan oleh AS, dan membebaskan tanah kami dari (pendudukan) Israel.”

Dia juga menegaskan bahwa Iran dan Hizbullah dipersoalkan oleh Menlu AS adalah karena “kami merupakan  rintangan bagi (prakarsa AS) Deal of The Century dan penutupan perkara Palestina”. (raialyoum/alalam)

Militer Zionis Umumkan Penembakan Rudal Dari Gaza Ke Wilayah Israel

Militer Israel mengumumkan bahwa pihaknya telah mendeteksi satu rudal yang ditembakkan dari Jalur Gaza dan jatuh di wilayah selatan Israel dekat perbatasan antara keduanya.

Militer Israel dalam sebuah statemennya yang dirilis pada Selasa malam waktu setempat (26/3/2019), menjelaskan bahwa rudal itu ditembakkan dari selatan Gaza dan jatuh di tempat terbuka di Eshkol Regional Council, Negev Barat, tanpa menyebutkan dampaknya.

Militer Israel juga mengaku telah memperkuat pasukan di dekat perbatasan Israel-Gaza menyusul peningkatan ketegangannya dengan kelompok pejuang Hamas yang berkuasa di Jalur Gaza.

Disebutkan pula bahwa Kepala Staf Umum Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Aviv Kochavi telah mengambil keputusan pengiriman satu lagi brigade pasukan infanteri dan satu batalion artileri ke bagian selatan Israel, menyusul perundingannya dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang merangkap Menhan.  Kochavi juga menyetujui perekrutran lebih banyak pasukan cadangan.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Palestina, Mufid al-Hasayneh, Selasa, mengumumkan bahwa 530 unit rumah rusak dengan kondisi 30 diantaranya hancur total akibat serangan Israel terhadap Gaza.

Jet-jet tempur Israel telah melancarkan serangan intensif ke beberapa sasaran di berbagai wilayah Gaza pada Senin malam hingga dini hari Selasa dengan dalih membalas penembakan rudal dari Gaza yang jatuh di sebuah daerah di utara Tel Aviv.

Biro informasi pemerintah di Gaza menyatakan bahwa Israel telah melancarkan lebih dari 50 serangan ke berbagai posisi di Jalur Gaza hingga menyebabkan puluhan orang menderita luka.

Pada Selasa malam Hamas mengumumkan keberhasilan mediasi Mesir untuk gencatan senjata Palestina-Israel, sebelum militer Israel mengaku telah mendeteksi rudal yang dilesatkan dari Jalur Gaza ke wilayah selatan Israel. (raialyoum)

Perang Yaman Masuki Tahun Ke-5, Jutaan Orang Berunjuk Rasa

Jutaan rakyat di berbagai provinsi di Yaman, termasuk Taiz, al-Baida, al-Jawf, Rima, Dhamar, Hajjah, dan Hudaydah, berunjuk rasa peringati tahun ke-4 agresi Arab Saudi dan sekutunya terhadap Yaman.

Di Sanaa, ibu kota Yaman, memasuki tahun ke-5 perang Yaman, lautan umat berkonsentrasi di alun-alun al-Sabin untuk  menandai dan menegaskan tekad bangsa Yaman untuk tetap melawan agresi hingga tercapainya kemenangan.

Para peserta dalam perayaan hari kesolidan nasional Yaman ini mengibarkan bendera sembari memekikkan slogan-slogan Yaman yang mengekspresikan momen tersebut. Mereka juga membentangkan spanduk-spanduk bertuliskan penolakan dan kutukan terhadap kejahatan agresi, dan meneriakkan slogan-slogan yang menegaskan tekad dan keteguhan untuk melanjutkan konfrontasi dan mendukung semua front dengan dana dan tenaga.

Perayaan ini juga diisi dengan pentas seni serta orasi-orasi yang menegaskan bahwa perang di tahun kelima tidak akan seperti tahun-tahun sebelumnya, karena “akan menjadi petaka” bagi musuh. Massa pengunjuk rasa memperbarui ikrar mereka untuk terus melangkah maju melawan agresi dengan bertolak dari nilai dan tujuan yang telah diperjuangkan oleh bangsa Yaman dengan penuh pengorbanan selama empat tahun.

Mereka memuji dan mengelu-elukan kegagah berani para pejuang dari kalangan tentara maupun milisi pejuang Komite Rakyat di medan pertempuran, serta memastikan bahwa pertaruhan dan opsi-opsi musuh bukan saja tak akan dapat berpengaruh apapun, melainkan juga akan rontok  di depan kehendak dan tekad bangsa Yaman. (alalam)