Rangkuman Berita Utama Timteng Rabu 26 Oktober 2022

Jakarta, ICMES. Puluhan ribu orang mengikuti prosesi pemakaman lima pria Palestina yang dibunuh oleh pasukan Israel dalam serangan di Nablus, Tepi Barat

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengutuk agresi Rezim Zionis Israel terhadap warga Palestina di kota Nablus, Tepi Barat, dan menyerukan tindakan internasional untuk menghentikan kejahatan rezim di wilayah Palestina pendudukan tersebut.

Seorang anggota IRGC serta anggota Basij dilaporkan terbunuh oleh serangan teror di Zahedan, Iran tenggara.

Sumber lokal Yaman, Hari ini, Selasa, mengaku mendengar tembakan berat dari senjata anti-pesawat di pelabuhan Al-Dabba dekat kota Mukalla, provinsi Hadhramaut, Yaman timur.

Berita Selengkapnya:

Puluhan Ribu Orang Ikuti Prosesi Pemamakan Lima Syuhada Palestina

Puluhan ribu orang mengikuti prosesi pemakaman lima pria Palestina yang dibunuh oleh pasukan Israel dalam serangan di Nablus, Tepi Barat, Selasa (25/10).

Dua pria di antaranya adalah Hamdi Sharaf, 30  tahun, dan Ali Antar, 26 tahun yang bekerja sebagai tukang cukur. Dua orang tak bersenjata itu sedang dalam perjalanan pulang dari kerja ketika mereka ditembak mati di jalan oleh pasukan khusus Israel.

Tiga pria lainnya adalah Hamdi Qayyem, 35 tahun, Wadee al-Hawah, 31 tahun, dan Mish’al Baghdadi, 27 tahun, yang merupakan anggota kelompok pejuang bersenjata Arin Al-Ususd (Sarang Singa), yang berbasis di Kota Tua Nablus dan mencuat sebagai pusat perlawanan terhadap pendudukan Israel.

Orang keenam, Qusai al-Tamimi, 19 tahun, gugur pada Selasa pagi dalam konfrontasi berikutnya dengan tentara Israel di desa Nabi Saleh di pinggiran barat Ramallah di Tepi Barat tengah.

Jutaan warga Palestina di seluruh Tepi Barat melakukan aksi mogok umum untuk menandai duka cita mereka atas gugurnya enam syuhada tersebut.  Sekolah dan toko tutup lebih awal di semua kota.

Kota Nablus dan Jenin di Tepi Barat telah menjadi sasaran serangan, penangkapan, dan pembunuhan hampir setiap hari oleh pasukan Zionis Israel selama setahun terakhir menyusul berkembangnya organisasi kelompok perlawanan bersenjata kecil di kedua kota tersebut.

Menurut kementerian kesehatan Palestina, sedikitnya 175 warga Palestina telah terbunuh oleh pasukan Israel di Tepi Barat dan Jalur Gaza sejak awal tahun ini, termasuk 51 warga Palestina yang gugur dalam serangan tiga hari Israel di Gaza pada Agustus,

Kelompok-kelompok hak asasi lokal dan internasional telah mengutuk penggunaan kekuatan Israel secara berlebihan dan “kebijakan tembak-menembak” terhadap warga Palestina. (aljazeera/alalam)

Tepi Barat Membara, Iran Serukan Aksi Global terhadap Israel

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengutuk agresi Rezim Zionis Israel terhadap warga Palestina di kota Nablus, Tepi Barat, dan menyerukan tindakan internasional untuk menghentikan kejahatan rezim di wilayah Palestina pendudukan tersebut.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada hari Selasa (25/10), Nasser Kanaani mengkritik pendirian “munafik dan bermuka dua” AS dan beberapa negara Barat dalam isu HAM di dunia.

“Dukungan tanpa syarat mereka kepada rezim Zionis dan kejahatan sehari-harinya terhadap bangsa Palestina yang tertindas adalah contoh terbesar pelanggaran HAM yang telah berlangsung selama beberapa dekade berturut-turut,”ungkapnya.

Terkait dengan berlanjutnya kejahatan dan aksi teror Israel di Tepi Barat, termasuk pengepungan dan serangan terhadap Nablus, Kanaani meminta masyarakat internasional mengambil tindakan untuk mengutuk dan menghentikan genosida rezim Zionis di Palestina.

Dia memuji keberanian perlawanan rakyat Palestina, khususnya para pemuda di kota-kota Quds, Jenin dan Nablus, dan menyerukan dukungan internasional kepada perjuangan Palestina melawan rezim Zionis sampai pembebasan penuh Palestina dari pendudukan Israel.

Militer Israel mengepung Nablus secara ketat sejak 11 Oktober, memblokir gerbang-gerbangnya dengan pos pemeriksaan militer dan gundukan tanah, sementara drone Israel terus-menerus melayang di angkasa kota di utara Tepi Barat ini.

Pengepungan itu terjadi setelah terjadi serangan kelompok perlawanan Palestina Arin Al-Asud (Sarang Singa) yang menewaskan seorang tentara Israel di daerah dekat Nablus.

Pengepungan itu, yang menurut pejabat Israel akan berlanjut sampai pemberitahuan lebih lanjut, memiliki dampak ekonomi di Nablus yang memiliki kepentingan industri dan komersial tertentu bagi Tepi Barat.

Pasukan Israel belakangan ini juga melakukan serangan dan pembunuhan malam hari di  kawasan utara Tepi Barat, terutama Jenin dan Nablus, di mana kelompok baru pejuang perlawanan Palestina telah dibentuk.

Sedikitnya 175 warga Palestina gugur di tangan pasukan Israel di Tepi Barat dan Jalur Gaza sejak awal tahun ini, 51 di antanya adalah warga Palestina yang gugur dalam serangan tiga hari Israel di Gaza pada Agustus. (presstv)

Serangan Teror Tewaskan Dua Anggota Pasukan Iran di Zahedan

Seorang anggota IRGC serta anggota Basij dilaporkan terbunuh oleh serangan teror di Zahedan, Iran tenggara.

Menurut sebuah laporan media Iran, Selasa (25/10), anggota IRGC dan Basij  terbunuh oleh serangan kawanan bersenjata tidak dikenal di ibu kota Provinsi Sistan dan Balochestan tersebut.

Disebutkan bahwa Kolonel IRGC Mehdi Molashahi dan anggota Basij Javad Keikha Jahantigh ditembak oleh kawanan teroris di sebuah alun-alun.

Upaya sedang dilakukan untuk melacak dan memburu para pelaku kejahatan teroris tersebut. (mna)

Pelabuhan di Hadhramaut Kedatangan Drone Ansarullah

Sumber lokal Yaman, Hari ini, Selasa (25/10),  mengaku mendengar tembakan berat dari senjata anti-pesawat di pelabuhan Al-Dabba dekat kota Mukalla, provinsi Hadhramaut, Yaman timur.

“Penembakan itu terjadi setelah sebuah drone terbang di atas pelabuhan, bertepatan dengan kedatangan kapal minyak koalisi Saudi,” ujar sumber itu kepada Al-Mayadeen.

Menurutnya, terjadi kepanikan di pelabuhan itu, sebelum ditutup dan listrikpun padam.

Gubernur Hadhramaut yang ditunjuk oleh pemerintah Sanaa, Luqman Baras, mengatakan, “Kami mengucapkan selamat atas serangan peringatan yang dilakukan oleh Angkatan Bersenjata Yaman, untuk mencegah penjarahan dua juta barel minyak mentah melalui pelabuhan Al-Dabba di Hadhramaut.”

Baras mendukung keputusan pemimpin revolusi Yaman Sayid Abdul Malik Al-Houthi untuk menggunakan segala sarana yang tersedia untuk mencegah penjarahan kekayaan alam Yaman.

“Operasi peringatan, di mana Sanaa mengirim sejumlah pesan ke semua perusahaan asing yang merusak minyak Yaman, memenuhi tuntutan rakyat merdeka Hadhramaut,” ujarnya.

Dia menambahkan, “Kepuasan rakyat yang meluas, termasuk penduduk di berbagai provinsi yang diduduki, atas serangan peringatan itu adalah bukti penolakan rakyat Yaman terhadap penjarahan kekayaan negeri berdaulat ini.”

Beberapa hari lalu, Angkatan Bersenjata Yaman mengumumkan pelaksanaan “serangan peringatan kecil untuk mencegah kapal minyak, yang mencoba menjarah minyak mentah melalui pelabuhan Al-Dabba di Provinsi Hadramout.”

Pada awal bulan ini, kepala Dewan Tinggi Politik Yaman Mahdi Al-Mashat mengeluarkan arahan untuk merilis korespondensi resmi dan final untuk semua perusahaan dan entitas yang terlibat dalam aksi penjarahan kekayaan  Yaman agar mereka sepenuhnya menghentikan penjarahan. (almayadeen)