Rangkuman Berita Utama Timteng Rabu 26 Juni 2019

rouhani dan macronJakarta, ICMES: Presiden Iran Hassan Rouhani menegaskan bahwa ketegangan antara Iran dan AS yang terus meningkat tidak akan dapat diselesaikan kecuali jika AS mencabut sanksinya terhadap Iran.

Pejabat Iran menyatakan bahwa penembak jatuhan pesawat nirawak atau drone AS merupakan pesan bagi setiap orang yang takut kepada AS, bukti bahwa AS lemah, dan Iran memiliki senjata canggih untuk merontokkan pesawat bomber AS.

Ansarullah (Houthi) Yaman kembali menggempur bandara Abha dan Jizan di bagian selatan Arab Saudi dengan pesawat nirawak.

Demonstrasi rakyat Palestina memasuki hari kedua untuk menandai penolakan mereka terhadap konferensi Bahrain.

Ketua Biro Politik Hamas, Ismail Haniyeh, memuji keberanian pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menembak jatuh pesawat nirawak pengintai AS.

Berita selengkapnya:

Kepada Macron, Rouhani Nyatakan Iran Siap Melawan Serangan AS

Presiden Iran Hassan Rouhani menegaskan bahwa ketegangan antara Iran dan AS yang terus meningkat tidak akan dapat diselesaikan kecuali jika AS mencabut sanksinya terhadap Iran.

“Pasukan kami akan terus beraksi secara proaktif terhadap segala bentuk agresi AS terhadap perbatasan kami, sebagaimana peristiwa penjatuhan pesawat nirawak AS,” ungkap Rouhani dalam kontak telefon dengan sejawatnya dari Perancis Emmanuel Macron, Selasa (25/6/2019).

Dia menambahkan bahwa AS bertanggungjawab atas kondisi yang ada sekarang, sembari mengatakan, “Iran tak punya kepentingan dalam ketegangan di kawasan, dan terlebih lagi tidak ingin terlibat dalam perang, termasuk dengan AS.”

Presiden Iran juga menekankan bahwa Teheran akan kembali mematuhi perjanjian nuklir jika lima negara lain yang tersisa dalam perjanjian setelah AS menarik diri darinya, yaitu Rusia, Cina, Inggris, Prancis, dan Jerman juga konsisten kepada perjanjian ini.

Rouhani mengingatkan bahwa jika Washington konsisten kepada perjanjian ini maka akan terwujud “perkembangan positif regional dan internasional, tapi AS ternyata telah membuat semua pihak terusik oleh penarikan dirinya secara sepihak, termasuk rakyat AS sendiri.” (alalam/raialyoum)

Pejabat Iran Nyatakan Penembakan Drone AS Adalah Pesan Bagi Orang Yang Takut Kepada AS

Kepala Komisi Keamanan Nasional dan Politik Luar Negeri parlemen Iran Majelis Syura Islam, Hujjatul Islam Zolnouri, menyatakan bahwa penembak jatuhan pesawat nirawak atau drone AS merupakan pesan bagi setiap orang yang takut kepada AS, bukti bahwa AS lemah, dan Iran memiliki senjata canggih untuk merontokkan pesawat bomber AS.

Dia juga mengatakan bahwa Iran akan memulai tahap keduanya penghentian komitmennya kepada perjanjian nuklir sejak tanggal 7 Juli mendatang.

Zolnouri memastikan bahwa perimbangan sekarang telah berubah pada posisi menguntungkan Poros Resistensi, dan bahaya justru meningkat bagi AS.

“Drone AS itu sangatlah pintar dan telah menambah ketinggiannya setelah mengetahui adanya rudal yang mengarah kepadanya, tapi rudal kami tetap dapat menjatuhkannya,” ungkap Zolnouri.

Hujjatul Islam Zolnouri lantas memastikan bahwa negaranya memiliki sistem rudal yang sangat canggih dan dapat menembak pesawat bomber B-52 AS.

Dia juga mengingatkan bahwa sesuai  undang-undang internasional menteri luar negeri Iran tak bisa diboikot, tapi AS melakukan segala sesuatu yang dapat dilakukannya terhadap Iran sehingga segala bentuk sanksi dilakukannya terhadap Iran.  (raialyoum)

Ansarullah Yaman Gempur lagi Bandara Abha dan Jizan Dengan Drone

Kelompok pejuang Ansarullah (Houthi) Yaman kembali menggempur bandara Abha dan Jizan di bagian selatan Arab Saudi dengan pesawat nirawak, namun Saudi mengaku berhasil merontokkan pesawat itu di kawasan Khamis Mushait pada Selasa malam pukul 10.34 waktu setempat.

Sembari menyebut Ansarullah sebagai “alat kejahatan teror” dan “sengaja menyasar warga sipil, juru bicara pasukan koalisi pimpinan Saudi Kol. Turki al-Maliki mengatakan, “Tak ada tujuan mereka yang tercapai, dan semua (pesawat nirawak Ansarullah) telah dihancurkan dan dijatuhkan.”

Sebelumnya, Ansarullah mengumumkan pihaknya telah menyerang bandara Abha dan Jizan dengan pesawat nirawak.

Juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman yang bersekutu dengan Ansarullah, Brigjen Yahya Sarie, mengatakan bahwa pesawat-pesawat nirawak Yaman jenis Qasif K-2 telah beraksi dan menjalankan operasi masif menuju bandara internasional di Abha dan Jizan dengan sasaran lapangan udara dan obyek-obyek militer lain.

“Operasi ini telah mengena sasaran dengan akurasi yang tinggi di dua bandara itu hingga menyebabkan terhentinya navigasi udara di keduanya,” ujar Sarie.

Dia menekankan lagi bahwa operasi serangan ini tak lain merupakan balasan atas “kejahatan agresi” serta blokadenya terhadap Yaman sejak lima tahun silam.

Yahya Sarie menyerukan kepada warga sipil agar menjauhi bandara dan situs-situs militer Saudi dan sekutunya karena semua itu “akan terus menjadi sasaran yang sah” bagi pasukan Yaman “selagi agresi dan blokade” terhadap Yaman tidak dihentikan.

Serangan tersebut merupakan yang keenam kalinya terhadap bandara Abha dan Jizan dalam kurun waktu kurang dari satu bulan. Serangan sebelumnya telah menjatuhkan korban jiwa dan kerugian materi pada Saudi. (raialyoum/alalam)

Demo Palestina Anti-Konferensi Bahrain Masuki Hari Ke-2

Demonstrasi rakyat Palestina memasuki hari kedua di berbagai kota dan daerah Palestina serta di sejumlah negara dunia untuk menandai penolakan mereka terhadap konferensi ekonomi yang disponsori AS dan diselenggakan di Manama, ibu kota Bahrain, mulai hari itu hingga hari ini, Rabu (26/6/2019).

Media Israel Mivzak Live melaporkan bahwa terjadi kebakaran di 14 titik kawasan permukiman Zionis di sekitar Jalur Gaza akibat serangan “bom balon” yang dilepas oleh para pemuda pejuang Palestina dari wilayah Jalur Gaza.

Antara lain disebutkan bahwa dua kebakaran di antaranya terjadi permukiman Eshkol, satu kebakaran di kawasan Kerem Shalom, satu kebakaran di permukiman Shaar HaNegev, dan tiga kebakaran di kawasan Kisovim.

Bersamaan dengan ini kota Betlehem diwarnai unjuk rasa besar penolakan warga Palestina terhadap “Perjanjian Abad Ini” dan konferensi ekonomi yang berlangsung di Bahrain.

Untuk penolakan yang sama, aksi mogok umum dilaksanakan oleh warga Palestina di Jalur Gaza. Mereka menutup tempat-tempat usaha, kegiatan perbankan, universitas, kantor layanan administrasi, dan kantor pengadilan.

Aliansi Nasional Palestina menyerukan kepada masyarakat agar mengikuti unjuk rasa anti Perjanjian Abad ini dan konferensi Bahrain dengan bergerak dari depan kantor perwakilan Badan Bantuan dan Pembangunan PBB (UNRWA) hingga kantor perwakilan PBB di kota Gaza, Rabu (26/6/2019), mulai pukul 11.00 waktu setempat.

Unjuk rasa serupa juga digelar oleh ribuan warga Palestina kota al-Khalil (Hebron), Nablus, dan Jerikho. (alalam)

Haniyeh Kecam Konferensi Bahrain Sembari Puji Penembakan Drone AS oleh Iran

Ketua Biro Politik Hamas, Ismail Haniyeh, mengecam konferensi ekonomi yang disponsori AS dan diselenggakan di Manama, ibu kota Bahrain, sembari memuji keberanian pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menembak jatuh pesawat nirawak pengintai AS.

Dia menyatakan bahwa konferensi Bahrain yang diselenggarakan pada 25-26 Juni 2019 itu merupakan ilusi belaka yang akan musnah di depan kesolidan dan penolakan bangsa Palestina.

“Bangsa Palestina tidak memberi mandat kepada siapapun untuk berkonsesi atau tawar menawar. Kami tegaskan sepenuhnya bahwa Palestina tidak untuk dijual, dikompromisasikan, dan dibawa ke konferensi yang mengukuhkan pendudukan atas tanah kami,” tegasnya.

Dia menambahkan, “Urusan Palestina mendapat ancaman strategis dalam bentuk yang mencetak rekor, tapi Quds (Yerussalem) milik kami, tanah kami, dan semuanya milik kami.”

Ismail Haniyeh juga menyinggung kasus penembak jatuhan pesawat nirawak AS oleh Iran dengan mengatakan,  “Negara-negara Islam dan Poros Resistensi berdiri tegak menantang AS, menjatuhkan pesawat nirawaknya, dan mengingatkan kefatalan akibat dari segala tindakan bodohnya.”

Konferensi atau lokarya ekonomi di Bahrain diselenggarakan oleh AS untuk mempromosikan Perjanjian Abad Ini yang juga diprakarsai oleh Presiden AS Donald Trump.  (alalam)