Rangkuman Berita Utama Timteng Rabu 25 November 2020

Aramco sasaran rudal quds 2Jakarta, ICMES. Kelompok pejuang Ansarullah di Yaman menyatakan bahwa sia-sia rezim Arab Saudi berlagak sebagai korban dalam konfliknya dengan Ansarullah di Yaman.

Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei mengecam negara-negara Eropa dengan menegaskan bahwa mereka tak berhak berbicara mengenai proyek rudal Iran.

Sebuah rekaman video beredar dan memperlihatkan adegan di mana sejumlah tentara Israel menyerang ambulan yang membawa seorang pemuda Palestina yang terluka.

Surat kabar Lebanon Al-Akhbar mengutip sebuah sumber Hamas bahwa Kairo telah menyampaikan pesan dari Hamas kepada Tel Aviv bahwa situasi di Jalur Gaza tidak terkendali akibat tingginya penyebaran infeksi Covid-19.

Berita Selengkapnya:

Usai Gempur Kilang Aramco, Ansarullah Yaman Nyatakan Saudi Sia-Sia Berlagak sebagai Korban

Kelompok pejuang Ansarullah di Yaman menyatakan bahwa sia-sia rezim Arab Saudi berlagak sebagai korban dalam konfliknya dengan Ansarullah di Yaman.

Perunding senior Ansarullah, Mohammad Abdul Salam, memperingatkan rezim Saudi untuk tidak berharap apapun kecuali balasan atas agresi dan blokadenya terhadap Yaman.

Melalui akun resminya di Twitter, Selasa (24/11/2020), dia menyatakan, “Rezim Saudi – meskipun memohon kecaman dan berusaha berlagak sebagai korban – tak dapat melampaui statusnya sebagai agresor dan pelanggar hak bangsa Yaman.”

Dia menambahkan, “Dunia mengetahui bahwa rezim Saudi telah melancarkan agresi dan blokade yang telah mereka mulai dan umumkan, dan sampai sekarangpun masih ada. Karena itu, mereka hendaknya tidak mengharapkan apapun selain reaksi dan pertahanan yang sah sampai agresi itu terhenti dan blokade itu terpecahkan.”

Di pihak lain, Dewan Kabinet Saudi mengecam gelombang serangan Ansarullah yang belakangan ini menyasar tangki bahan bakar di stasiun distribusi produk minyak bumi di utara Jeddah.

Dalam rapat virtual yang dipimpin oleh Raja Saudi Salman bin Abdulaziz, Selasa, dewan itu mengklaim, “Tindakan sabotase teroris yang dilakukan terhadap instalasi vital ini tidak menyasar kemampuan nasional Kerajaan, melainkan pusat saraf ekonomi global dan keamanan pasokannya.”

Dia menambahkan, “Kami menekankan pentingnya menghadapi sabotase dan tindakan teroris ini serta pihak-pihak yang mendukung mereka.”

Perusahaan Saudi Aramco mengumumkan, “Serangan rudal Houthi ke fasilitas Aramco di kota Jeddah, Saudi barat, menimbulkan lubang pada sebuah tangki minyak, yang menyebabkan ledakan dan kemudian api segera dipadamkan.”

Ansarullah Senin lalu menyatakan pihaknya telah menyerang stasiun distribusi minyak Saudi itu dengan rudal bersayap ‘Quds 2’ yang belum lama ini memasuki layanan setelah berhasil diujicobakan ke kedalaman wilayah Saudi namun belum diumumkan.”

Kota Jeddah yang menghadap ke Laut Merah berjarak 600 km dari titik perbatasan terdekat dengan Yaman. (alalam/rta)

Ayatullah Khamenei: Eropa Tak Berhak Bicara Soal Rudal Iran

Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei mengecam negara-negara Eropa dengan menegaskan bahwa mereka tak berhak berbicara mengenai proyek rudal Iran.

“Eropa tak berhak berbicara mengenai program rudal kami sementara mereka mereka sendiri memiliki persenjataan nuklir. Mereka bercampur tangan di kawasan kami tapi kemudian meminta kami meninggalkan rudal,” kecamnya.

Ayatullah Khamenei menegaskan bahwa upaya untuk menghapus embargo telah diuji dan dinegosiasikan selama beberapa tahun, namun tidak membuahkan hasil.

Dalam pidatonya pada pertemuan khusus Dewan Tinggi Koordinasi Ekonomi yang melibatkan tiga lembaga pemerintahan Iran, Selasa (24/11/2020), dia menyebut sanksi dan embargo itu sebagai kenyataan pahit serta kejahatan yang dilakukan oleh Amerika Serikat (AS) dan sekutunya di Eropa terhadap bangsa Iran.

“Kejahatan ini sudah sangat lama dipraktekkan terhadap bangsa Iran, hanya saja dalam tiga tahun terakhir ini meningkat,” ujarnya.

Dia lantas menekankan kepada semua pihak di Iran bahwa bangsa Iran mampu menghadapi sanksi itu dengan kerja keras.

“Kita memiliki banyak energi dan kemampuan untuk mengandaskan sanksi, asalkan kita mengerahkan energi dan memecahkan masalah,” katanya.

Dia menyinggung apa yang dikutip situs berita Al-Alam sebagai provokasi Inggris, Prancis dan Jerman belakangan ini.

“Kondisi AS bukannya tidak diketahui, dan Eropapun juga selalu mengambil sikap anti-Iran. Mereka melakukan banyak campur tangan keliru dalam urusan kawasan, tapi di saat yang sama mereka mengatakan kepada kita ‘jangan mencampuri urusan kawasan’. Inggris dan Prancis memiliki rudal nuklir mematikan, dan Jermanpun juga menjalani proses ini, tapi di saat yang sama mereka mengatakan kepada kita ‘jangan sampai kalian memiliki rudal’,” paparnya.

Ayatullah Khamenei lantas menyoal negara-negara Barat itu, “Apa hubungan urusan ini dengan kalian? Benahi diri kalian sendiri baru kemudian melontarkan pernyataan.”

Dia kemudian berpesan kepada bangsa Iran bahwa pihak-pihak asing itu tak dapat dipercaya sehingga tak patut mereka diharapkan akan membuat kelapangan bagi bangsa Iran. (alalam)

Pasukan Israel Aniaya Korban Palestina di Dalam Mobil Ambulan

Sebuah rekaman video beredar dan memperlihatkan adegan di mana sejumlah tentara Israel menyerang ambulan yang membawa seorang pemuda Palestina yang terluka. Mereka berusaha menarik pemuda itu keluar dari mobil secara paksa, namun personel ambulan mencegahnya.

Terkait dengan peristiwa ini, Menteri Kesehatan Palestina Mai Al-Kaila mengutuk penganiayaan pasukan Zionis Israel terhadap korban luka Palestina yang sudah dimasukkan ke dalam mobil ambulan Jam’iyyah Bulan Sabit Merah Palestina.

“Dunia melihat secara audio visual bagaimana pasukan rezim pendudukan menyerbu mobil ambulan dengan menggunakan kekuatan senjata saat mereka berupaya menangkap salah seorang korban luka, tanpa mengindahkan kondisi kesehatannya,” ungkap Al-Kaila, Selasa (24/11/2020).

Dia menambahkan, “Serangan itu terjadi tanpa menghormati hukum humaniter internasional, yang menetapkan penghormatan dan perlindungan bagi personel medis, ambulan dan fasilitas medis, dan menjamin bahwa personel medis tidak terkena bahaya atau gangguan apa pun.”

Dia juga menegaskan, “Undang-undang ini juga menetapkan bahwa rumah sakit atau ambulan tidak boleh diserang dan ditimpakan kerugian pada mereka.” (safa)

Sebaran Covid-19 di Gaza Meluas, Hamas Ingatkan Israel dengan Roket

Surat kabar Lebanon Al-Akhbar mengutip sebuah sumber Hamas bahwa Kairo telah menyampaikan pesan dari Hamas kepada Tel Aviv bahwa situasi di Jalur Gaza tidak terkendali akibat tingginya penyebaran infeksi Covid-19.

Sumber anonim itu membenarkan kepada Al-Akhbar bahwa Hamas menyampaikan pesan kepada Mesir untuk dilayangkan ke Israel bahwa masalah dapat menjadi tidak terkendali karena adanya tekanan besar yang dialami Jalur Gaza sebagai akibat dari penyebaran pandemi itu.

Dia menyebutkan bahwa peluncuran roket dari Gaza ke wilayah Israel “merupakan indikasi yang jelas bahwa kita harus memperhatikan dan mengatasi penyebab yang mengarah padanya”, namun dia juga mengakui bahwa reaksi Israel juga menunjukkan kesiapan rezim Zionis ini untuk melancarkan serangan masif.

Dia juga menjelaskan bahwa tuntutan Hamas terfokus pada penyediaan peralatan medis yang diperlukan, termasuk alat bantu pernapasan dan alat uji PCR, karena untuk dua juta orang di Jalur Gaza hanya tersedia 100 unit ranjang rawat inap yang dilengkapi dengan alat bantu pernapasan, dan sejauh ini  tingkat pemakaiannya sudah mencapai 70%. Karena itu Hamas menuntut penyuplaian 40 ventilator baru dan 10 alat uji baru.

Laporan lain dari situs berita Al-Alam menyebutkan bahwa faksi-faksi pejuang Palestina memberikan peringatan keras kepada Israel bahwa segala opsi tersedia di depan mereka jika Israel enggan memasukkan peralatan medis ke Jalur Gaza. (rta/alalam)