Rangkuman Berita Utama Timteng Rabu 24 Juni 2020

drone yaman samad-3Jakarta, ICMES. Kelompok pejuang Ansarallah di Yaman mengumumkan implementasi “Operasi Keempat Neraca Pencegahan” yang juga mereka sebut sebagai operasi serangan terbesar terhadap Saudi.

Anggota Dewan Tinggi Politik Yaman yang berafiliasi dengan gerakan Ansarallah, Mohammad al-Bukhaiti, memastikan bahwa semua serangan rudal dan drone Ansarallah “mencapai sasarannya di Saudi dan tak satupun di antaranya tertembak jatuh”.

Serangan udara yang diduga dilancarkan Rezim Zionis Israel menewaskan dua tentara Suriah dan melukai empat lainnya di provinsi As-Suwayda dan provinsi Deir Ezzor.

Seorang pejabat senior Turki menyatakan bahwa intervensi militer Mesir di Libya tidak akan menghalangi dukungan Turki kepada sekutunya di Libya.

Berita selengkapnya:

Ansarallah Lancarkan “Operasi Terbesar” terhadap Arab Saudi

Kelompok pejuang Ansarallah di Yaman mengumumkan implementasi “Operasi Keempat Neraca Pencegahan” yang juga mereka sebut sebagai operasi serangan terbesar terhadap Saudi.

Juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman yang berpihak kepada Ansarallah, Yahya Saree, Selasa (23/6/2020), menyebutkan operasi serangan pasukan Ansarallah itu “membidik Kementerian Pertahanan dan Intelijen, Pangkalan Angkatan Udara Salman, dan situs-situs militer di Riyadh, Jizan dan Najran.”

Saree menjelaskan bahwa operasi itu mengerahkan sejumlah besar rudal balistik dan drone, termasuk jenis Quds dan Zulfiqar, dan berlangsung sukses.

Di pihak lain, koalisi Arab yang dipimpin Saudi mengaku dapat  mencegat semua rudal dan drone Ansarallah sebelum mencapai targetnya.

Serangan Ansarallah tersebut merupakan merupakan serangan skala besar pertama Yaman terhadap Saudi pada tahun ini. Mereka sebelumnya telah melakukan serangan serupa pada tahun 2018 dan 2019, satu di antaranya adalah serangan dahsyat yang menerjang dan melumpuhkan fasilitas minyak Aramco pada tahun lalu.

Saree memastikan Ansarallah dan tentara Yaman tetap akan menyerang Saudi sampai negara kerajaan menyudahi blokade dan agresinya terhadap Yaman.

Dalam pertempuran di wilayah Yaman sendiri, Ansarallah mencetak kemajuan baru di wilayah utara negara ini setelah melancarkan serangan sengit untuk merebut kota Marib, Selasa.

Dilaporkan bahwa pasukan Ansarallah berhasil merebut beberapa area dari tangan pasukan lawannya yang didukung Saudi, saat Ansarallah memperluas keberadaannya di distrik Al-Kassara dan Sirwah.

Sputnik melaporkan bahwa seorang komandan senior pasukan yang didukung Saudi, Brigjen Naji bin Ali Hanashl, bersama dengan tiga rekannya tewas dalam pertempuran di Marib.

Sebuah sumber mengatakan kepada Sputnik bahwa Ansarallah merebut lokasi strategis di utara Jabal Helan yang menghadap ke kota Marib.

Peristiwa ini merupakan pertama kalinya pasukan Ansarallah mencetak kemajuan signifikan di Yaman utara dalam beberapa pekan terakhir. (amn)

Ansarallah Pastikan Semua Serangan Terbarunya Mengena Sasaran di Saudi

Anggota Dewan Tinggi Politik Yaman yang berafiliasi dengan gerakan Ansarallah, Mohammad al-Bukhaiti, memastikan bahwa semua serangan rudal dan drone Ansarallah pada Senin lalu (22/6/2020) “mencapai sasarannya di Saudi dan tak satupun di antaranya tertembak jatuh”.

Seperti diberitakan sebelumnya, juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman yang berpihak kepada Ansarallah, Yahya Saree, Selasa (23/6/2020), mengumumkan implementasi “Operasi Keempat Neraca Pencegahan” dengan mengerahkan sejumlah besar rudal balistik dan drone yang menyasar Kementerian Pertahanan dan Intelijen, Pangkalan Angkatan Udara Salman, dan situs-situs militer di Riyadh, Jizan dan Najran.

Al-Bukhaiti  kepada saluran TV Al-Mayadeen, Selasa, mengatakan, “Semua sasaran terkena bom dalam operasi militer ini, namun kerugiannya dapat disembunyikan oleh Saudi.”

Dia menambahkan bahwa operasi ini memperlihat kemampuan Yaman menggempur berbagai sasaran di kedalam wilayah Saudi.

“Senjata-senjata Yaman dikembangkan secara kontinyu, dan serangan mendatang akan lebih menyakitkan dan dengan sasaran-sasaran yang lebih sensitif… Saudi telah mengetahui besarnya kekuatan kami, dan pesan sudah sampai,” ujarnya.

Dia juga menyebut operasi militer Ansarallah itu dilancarkan dalam rangka membela diri dan berhasil “memaksa Saudi dan Uni Emirat Arab mengubah sikap”.

“Bahasa Saudi terhadap Yaman sudah berubah, dan terjadi pula perubahan yang lebih besar pada sikap Emirat… Kami tidak mengandalkan suara nurani (Putra Mahkota Saudi Mohamed) Bin Salman, (Putra Mahkota Abu Dhabi Mohamed) Bin Zayed dan lain-lain, melainkan mengandalkan pengembangan kekuatan pertahanan kami sendiri,” tegas Al-Bukhaiti. (raialyoum)

Serangan Udara Israel Tewaskan Dua Tentara Suriah

Serangan udara yang diduga dilancarkan Rezim Zionis Israel menewaskan dua tentara Suriah dan melukai empat lainnya di provinsi As-Suwayda dan provinsi Deir Ezzor, demikian dilaporkan kantor berita resmi Suriah SANA.

SANA mengutip keterangan sumber militer bahwa pertahanan udara Suriah “menghadapi” agresi yang menyasar kota Salkhad di As-Suwayda, Suriah selatan, dan Kabajib di Deir Ezzor, Suriah timur.

Disebutkan bahwa serangan beberapa rudal terjadi pada pada Selasa malam (23/6/2020) pukul 21.17 waktu setempat dengan sasaran beberapa posisi tentara Suriah di Kabajib, bersamaan dengan serangan serupa ke sebuah posisi militer di Salkhad.

Kabajib berada di jalan raya utama yang menghubungkan Deir Ezzor dengan Damaskus, ibu kota Suriah, sedangkan Salkhad berada di dekat perbatasan Yordania.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR), pemantau perang yang berbasis di London, menyatakan serangan itu menarget pangkalan milisi Iran.

Dalam beberapa tahun terakhir, Israel telah melancarkan serangan udara reguler ke Suriah, namun jarang mengakui ataupun mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu.

Serangan terbaru terjadi ketika pemerintah AS mengintensifkan kampanye sanksi terhadap pemerintah Suriah dan Iran.

Pekan lalu, AS memberlakukan “Caesar Act”, undang-undang sanksi untuk melumpuhkan kegiatan-kegiatan bisnis yang terkait dengan upaya rekonstruksi Suriah. (alalam/mee)

Turki Mengaku Tak Akan Mundur Meskipun Mesir Terlibat dalam Perang Libya

Seorang pejabat senior Turki menyatakan bahwa intervensi militer Mesir di Libya tidak akan menghalangi dukungan Turki kepada sekutunya di Libya. Pernyataan ini merupakan tanggapan peringatan Presiden Mesir Abdul Fattah El-Sisi sebelumnya mengenai kemungkinan intervensi tersebut.

“Pernyataan El-Sisi tidak berdasar … Turki dan Libya tidak akan menyimpang dari tekad mereka,” kata pejabat Turki, yang meminta identitasnya dirahasiakan, kepada Reuters, Senin, seperti dikutip al-Masdar, Selasa (22/6/2020).

Dia menambahkan, “Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA), dengan dukungan Turki, terus mempersiapkan diri untuk meraih kendali atas kota pesisir strategis Sirte, yang direbut oleh pasukan Khalifa Haftar pada Januari lalu, dan wilayah Al-Jufra ke arah selatan. ”

Wakil Presiden Turki Fuat Oktay juga menanggapi pernyataan El-Sisi dengan memperingatkan, “Intervensi langsung Mesir tidak akan didukung oleh Aljazair, yang merupakan tetangga lain Libya, dan akan menempatkan Mesir dalam konfrontasi dengan Turki, anggota NATO.”

Dia menambahkan, “Sisi tidak memiliki kekuatan atau keberanian untuk melakukannya.”

Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi Sabtu lalu mengatakan, “Kairo memiliki hak yang sah untuk ikut campur di Libya.” Dia memerintahkan tentaranya bersiap menjalankan misi apapun di luar Mesir jika dirasa perlu.

Dalam pernyataan terbaru, Menteri Luar Negeri Mesir Sameh Shoukry memastikan negaranya tidak akan berpangku tangan melihat Libya jatuh ke “milisi teroris”.

“Kami telah berulang kali memperingatkan bahaya penyebaran terorisme di Libya… Libya dan rakyatnya tidak akan dikendalikan oleh milisi teroris,” ungkapnya dalam wawancara dengan saluran TV Al-Arabiya.

Tanpa menyebutkan nama Turki yang selama ini dilaporkan telah mengerahkan ribuan militan dari Suriah ke Libya untuk menyokong GNA melawan Tentara Nasional Libya (LNA) pimpinan Khalifa Haftar yang didukung Mesir, Shoukry mengatakan, “Pengiriman tentara bayaran dan teroris menggoyahkan Libya.” (amn)