Rangkuman Berita Utama Timteng Rabu 23 Juni 2021

Jakarta, ICMES. Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas, melontarkan peringatan keras terhadap Israel terkait dengan blokade rezim Zionis ini terhadap Jalur Gaza.

Menhan Israel Benny Gantz mengklaim bahwa terpilihnya Ebrahim Raisi sebagai presiden baru Iran menandakan bahwa negara republik Islam itu sedang bergerak menuju “radikalisme, ekspansi dan kontinyuitas pengembangan sejata destruksi massal “.

Media Iran menyatakan bahwa Amerika Serikat (AS) telah menguasai beberapa situs berita milik Poros Resistensi, termasuk situs berita berbahasa Arab dan Inggris milik stasiun televisi resmi Iran.

Korea Utara (Korut) mengutuk serangan udara Israel terhadap Jalur Gaza dan menyebut Rezim Zionis ini sebagai “entitas kanker” penghancur perdamaian di Timur Tengah.

Berita Selengkapnya:

Usai Pertemuan Faksi-Faksi Palestina, Hamas Beri Peringatan Keras terhadap Israel

Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas, melontarkan peringatan keras terhadap Israel terkait dengan blokade rezim Zionis ini terhadap Jalur Gaza.

Dalam sebuah statemennya yang dirilis usai pertemuan dengan faksi-faksi pejuang Palestina di Jalur Gaza, Selasa (22/6), Hamas menyatakan, “Kami memperingatkan rezim pendudukan (Israel) dan para sekutunya ihwal tindakan mengulur waktu pemecahan blokade terhadap Jalur Gaza, dan keengganan menerapkan pemecaha blokade yang telah terjadi sebelumnya, atau penghabatan proses rekonstruksi.”

Hamas lantas menegaskan, “Bangsa kami yang besar dan kubu resistensinya sama sekali tak akan diam, musuh akan melihat betapa kami siap untuk segala opsi, dan kami akan melawannya dengan semua fasilitas bangsa… Kami tak akan pernah menerima tekanan terhadap bangsa kami atau upaya mengaitkan satu berkas dengan berkas lain, karena tawanan harus ditukar dengan tawanan, dan musuh akan melihat kekuatan yang tak pernah mereka lihat sebelumnya. Bangsa kami siap menghadapi tantangan dan memaksakan tambahan dalam perimbangan.”

Hamas kemudian mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar memaksa Israel tunduk kepada undang-undang internasional, dan supaya PBB membela bangsa Palestina karena sudah ada puluhan resolusi yang mendukung Palestina namun tak satupun di antaranya diterapkan sampai sekarang.

Sehari sebelum pertemuan antarfaksi Palestina itu, Koordinator Khusus PBB untuk Perdamaian Timteng, Tor Wennesland, mengadakan pertemuan dengan pemimpin Hamas di Gaza, Yahya Sinwar, untuk membahas upaya penguatan kesepakatan gencatan senjata dan pelonggaran blokade Israel terhadap Jalur Gaza.

Usai pertemuan dengan Wennesland, Sinwar mengatakan, “Pertemuan ini buruk, dan tak ada positifnya sama sekali.” Dia juga mengaku telah memberitahu Wennesland bahwa Hamas menolak “pemerasan” yang dilakukan Israel.

Parade Militer Brigade Quds

Sementara itu, sayap militer faksi Jihad Islam Palestina (PIJ), Brigade Quds, Selasa, menggelar parade militer dengan memperlihatkan sebagai jenis senjata dan roketnya di kota Rafah di selatan Jalur Gaza dalam rangka menghormati keluarga syuhada Palestina yang telah gugur dalam perang melawan Israel pada 10-21 Mei lalu.

Brigade Quds menegaskan, “Parade ini merupakan pesan tantangan bagi musuh (Israel) bahwa para pejuang Palestina berkesiapan penuh menghadang segala agresi.”

Sayap ini menambahkan, “Senjata-senjata yang dipamerkan oleh Brigade Quds menegaskan kesiapannya untuk menghadapi segala bentuk agresi rezim pendudukan serta demi membela penduduk Gaza, Quds dan Sheikh Jarrah.” (raialyoum)

Raisi Terpilih sebagai Presiden Iran, Menhan Israel Mengaku Tak Bisa Tidur

Menhan Israel Benny Gantz mengklaim bahwa terpilihnya Ebrahim Raisi sebagai presiden baru Iran menandakan bahwa negara republik Islam itu sedang bergerak menuju “radikalisme, ekspansi dan kontinyuitas pengembangan sejata destruksi massal “.

Saluran Kan milik Israel menyebutkan bahwa Gantz melontarkan pernyataan itu dalam sebuah upacara militer, Selasa (22/6).

“Pekan ini telah dipilih presiden baru Iran dalam pemilu yang tingkat partisipasinya terendah dalam 40 tahun, tanpa legitimasi publik, dan tanpa pesan harapan apapun bagi rakyatnya,” ujar Gantz.

Dia mengklaim bahwa naiknya Raisi ke kursi kepresidenan membuktikan bahwa Iran “terus bergerak menuju pengembangan senjata destruksi massal yang dapat mengancam dunia serta stabilitas kawasan dan Israel”.

Gantz lantas menegaskan bahwa Israel “akan bersikap tegas, dan tak akan pernah dapat menutup mata ketika ancaman eksistensial membayang di sekitarnya”.

Ahad lalu Perdana Menteri Israel Naftali Bennett dalam rapat pertama pemerintahannya menegaskan Israel tak akan membiarkan Iran memiliki senjata nuklir. Dia juga meminta negara-negara besar dunia “terjaga dari tidur” sebelum kembali ke perjanjian nuklir dengan Iran.

Mengenai keterpilihan Raisi dia mengatakan, “Bagi orang yang terselimuti dugaan kasus, ini bukanlah pemilihan presiden, melainkan pemilihan (Pemimpin Besar Iran Sayid Ali) Khamenei. Mereka telah memilih algojo Teheran.” (raialyoum)

Korut Sebut Israel “Entitas Kanker” Penghancur Perdamaian

Korea Utara (Korut) mengutuk serangan udara Israel terhadap Jalur Gaza dan menyebut Rezim Zionis ini sebagai “entitas kanker” penghancur perdamaian di Timur Tengah.

Dikutip kantor berita Korut, Yonhap, Kemlu Korut melalui sebuah artikel yang dimuat di situs resminya dan ditulis oleh Sekjen Asosiasi Korut-Arab, Yang Myung Sung, Selasa (22/6), menyatakan, “Serangan udara secara membabi buta yang dilancarkan Israel terhadap Jalur Gaza telah menjatuhkan banyak korban.”

Kemlu Korut menambahkan, “Israel adalah penghancur perdamaian di Timur Tengah dan tak akan menjadi apa-apa kecuali entitas kanker.”

Sung mengutuk apa yang disebutnya “ekspansi ilegal permukiman Israel di tanah-tanah Palestina dan serangan udara brutal Israel terhadap negara-negara berdaulat”, dan mendukung “perjuangan bangsa Arab demi mewujudkan solusi damai bagi urusan Timur Tengah dan demi menjaga kedaulatan nasional”.

Kemenlu Korut menyebut serangan udara Israel belakangan ini ke Jalur Gaza sebagai “pelanggaran kasar” terhadap kesepakatan gencatan senjata yang dijalin pada 21 Juni 2021 serta “kejahatan anti-kemanusiaan yang sangat mengancam hak hidup bangsa-bangsa Timur Tengah, termasuk Palestina”.

Pada Kamis malam pekan lalu angkatan udara Israel menyerang posisi faksi-faksi bersenjata Palestina di Jalur Gaza, namun tidak menjatuhkan korban jiwa maupun luka. (raialyoum)

Badai Blokir Menerjang Beberapa Website Poros Resistensi yang Dipimpin Iran

Media Iran menyatakan bahwa Amerika Serikat (AS) telah menguasai beberapa situs berita milik Poros Resistensi, termasuk situs berita berbahasa Arab dan Inggris milik stasiun televisi resmi Iran.

Kantor berita Fars, Selasa (22/6), melaporkan bahwa AS mengusai domain situs berita berbahasa Inggris Press TV dan situs berita berbahasa Arab Al-Alam  milik badan penyiaran Iran, IRIB, serta situs berita Al-Masirah milik gerakan Ansarullah yang berkuasa di Sanaa, ibu kota Yaman.

Situs-situs milik Iran itu tertutup oleh halaman bertuliskan keterangan dari Biro Investigasi Federal (FBI) dan Biro Industri dan Keamanan Kemlu AS bahwa  pemerintah AS telah mengambil alih situs-situs itu.

Dilaporkan bahwa selain situs-situs tersebut, beberapa situs lain yang terkait dengan Poros Resistensi juga mengalami nasib yang sama, yaitu situs berita Al-Maloumah yang berbasis di Irak, situs Palestine Today milik Jihad Islam Palestina (PIJ) yang berbasis di Gaza, situs Al-Loulou milik kelompok oposisi Bahrain, situs Al-Naba milik kantor berita Libanon dan situs khusus anak Hudhud milik Iran.

Dilaporkan pula bahwa seorang pejabat keamanan nasional AS mengatakan kepada CNN bahwa demi mengatasi “informasi-informasi menyesatkan” pemerintah AS telah memblokir beberapa website yang terkait dengan Iran.

Namun demikian, ada pula kabar yang menyebutkan bahwa situs-situs itu telah diretas oleh para hacker yang mengarahkan tuduhan kepada pemerintah AS.  (raialyoum)