Rangkuman Berita Utama Timteng Rabu 20 Maret 2019

paletsina omar abu leilaJakarta, ICMES: Tentara Israel menyatakan pihaknya telah membunuh seorangpmuda Palestina yang diduga sebagai pelaku operasi penikaman dan penembakan yang menewaskan tiga orang Israel di dekat pemukiman Zionis di Tepi Barat pada akhir pekan lalu.

Sumber-sumber Palestina menyatakan bahwa puluhan warga Palestina terluka dalam bentrokan dengan tentara Israel di Jalur Gaza…

Presiden Suriah Bashar al-Assad dalam pertemuan dengan Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu di Damaskus mengecam kebijakan standar ganda yang diterapkan oleh sebagian negara dalam perang melawan terorisme.

Kawanan teroris ISIS yang tersisa di Suriah terkepung di area kecil di tepi timur Sungai Efrat, namun masih mati-matian berusaha mempertahankan sisa “kekhalifahan” di Suriah timur dengan membendung gempuran milisi Pasukan Demokrasi Suriah .

Berita selengkapnya:

Pria Palestina Yang Diduga Pelaku Serangan Gugur Digerebek Tentara Israel Di Tepi Barat

Tentara Israel menyatakan pihaknya telah membunuh seorangpmuda Palestina yang diduga sebagai pelaku operasi penikaman dan penembakan yang menewaskan tiga orang Israel di dekat pemukiman Zionis di Tepi Barat pada akhir pekan lalu.

Militer Israel Selasa malam waktu setempat (19/3/2019), mengatakan bahwa tersangka Omar Abu Leila, 19 tahun, ditembak mati ketika dia menembaki tentara yang hendak menangkapnya.

Disebutkan bahwa pasukan Israel telah mengepung sebuah bangunan di dekat kota Ramallah di Tepi Barat, lalu Abu Leila gugur dalam baku tembak, sementara di pihak tentara Israel tidak ada yang terluka.

Dilaporkan pula bahwa lebih dari 11 orang Palestina terluka di distrik Abwin dalam bentrokan sengit mereka melawan pasukan Israel yang menyerbu distrik itu sembari mengerahkan buldoser militer, dan Abu Leila syahid gugur setelah tentara Israel melakukan perburuan selama lebih dari 48 jam.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memuji pasukannya dengan mengatakan bahwa “lengan panjang Israel akan menjangkau siapa pun yang mencelakakan warga dan tentara kita.”

Seperti pernah diberitakan, tiga orang Israel, dua di antaranya tentara dan satu lainnya warga imigran Zionis, tewas diterjang operasi ganda “penikaman dan penembakan” di persimpangan pemukiman Ariel di utara kota Salfit, Tepi Barat, Minggu (17/3/2019). Serangan ini juga menyebabkan empat warga Zionis terluka parah dengan kondisi dua di antaranya koma.

Serangan ini memicu perburuan selama dua hari, yang lantas meningkatkan ketegangan di Israel dan Tepi Barat setelah masa tenang yang rapuh.

Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan bahwa pihak mediator Palestina telah memberitahunya ihwal kesyahidan seorang warga di desa Abwin.

Kementerian ini juga menyebutkan bahwa seorang warga Palestina terluka oleh serpihan peluru dari leher dan kakinya telah dilarikan ke Kompleks Medis Palestina di Ramallah. (raialyoum/reuters)

Puluhan Warga Palestina Terluka Diterjang Peluru Tentara Zionis Di Jalur Gaza

Sumber-sumber Palestina menyatakan bahwa puluhan warga Palestina terluka dalam bentrokan dengan tentara Israel di Jalur Gaza, Selasa (19/3/2019).

Sumber-sumber itu menyebutkan bahwa sedikitnya empat korban luka di antaranya ditembak dengan peluru tajam, sedangkan sisanya dengan peluru karet dan gas air mata. Bentrokan pecah di sisi utara dan tengah Jalur Gaza dalam kelanjutan aksi “al-Awdah” atau “Great March of Return” yang sudah berlangsung sejak beberapa bulan lalu.

Aksi ini digelar demi menegaskan hak para pengungsi untuk pulang ke kampung halaman mereka, termasuk di wilayah Israel (Palestina pendudukan 1948) dan menuntut diakhirinya blokade Israel terhadap Jalur Gaza.

Para Aktivis aksi tersebut mengumumkan dimulainya kembali demonstrasi malam hari di dekat pagar pemisah Israel-Jalur Gza sejak Senin malam di lima kamp al-Awdah.

Saat aksi itu berlangsung satu pesawat pengintai Israel menembakkan dua roket ke sebuah lokasi pelatihan di timur Kota Gaza hingga menyebabkan kerusakan material, namun tidak menimbulkan korban.

Dalam sebuah pernyataan di Twitter militer Israel menyebutkan bahwa sebuah pesawat militer Israel telah menyerang “sel pengacau” yang melepaskan bom-bom balon dari Jalur Gaza ke Israel.

Mesir, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan Qatar sejak beberapa bulan lalu telah memediasi pembicaraan antara faksi-faksi pejuang Palestina di Gaza di satu pihak dan Rezim Zionis Israel di pihak lain untuk mendukung gencatan senjata, menyusul aksi al-Awdah yang telah menyebabkan sekira 260 warga Palestina gugur syahid. (raialyoum)

Presiden Suriah Kecam Standar Ganda Sebagian Negara Dalam Perang Melawan Terorisme

Presiden Suriah Bashar al-Assad dalam pertemuan dengan Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu di Damaskus, ibu kota Suriah, Selasa (19/3/2019), mengecam kebijakan standar ganda yang diterapkan oleh sebagian negara dalam perang melawan terorisme.

Al-Assad menyatakan bahwa dalam perang ini sebagian negara hanya sebatas mengeluarkan pernyataan resmi, sedangkan “pada kenyataannya” mereka “mendukung terorisme dan bekerja sama dengannya”, dan kemudian memberikan “perlindungan” kepada kawanan teroris di sejumlah daerah.

Seperti dilansir kantor berita resmi Suriah, SANA, Al-Assad mengatakan bahwa dengan mengupayakan kebijakan standar ganda, negara-negara itu kontinyu membantu penyebaran terorisme, dan turut bertanggungjawab atas jatuhnya banyak korban sipil.

Di pihak lain, Shoigu menyerahkan pesan dari Presiden Rusia Vladimir Putin kepada al-Assad, dan menegaskan bahwa Rusia mendukung penuh Suriah dalam perang melawan terorisme yang telah berlangsung selama delapan tahun.

“Rusia akan terus menawarkan segala bentuk dukungan yang memungkinkan kepada rakyat Suriah untuk menyelesaikan pembebasan semua wilayah Suriah dan menjaga integritas wilayah, kedaulatan, dan kemerdekaan Suriah,” kata Shoigu. (raialyoum)

Terkepung Di Tepi Sungai Furat, ISIS Mati-Matian Pertahankan “Kekhalifahan”

Kawanan teroris ISIS yang tersisa di Suriah terkepung di area kecil di tepi timur Sungai Efrat, namun masih mati-matian berusaha mempertahankan sisa “kekhalifahan” di Suriah timur dengan membendung gempuran milisi Pasukan Demokrasi Suriah (SDF).

SDF, Selasa (19/3/2019), mengumumkan keberhasilannya merebut dan mengendalikan kamp Bahgouz dan mengepung kantung-kantung kecil ISIS di dekat Sungai Furat di mana distrik Baghouz terletak di sisi timurnya.

SDF sudah enam bulan menggelar operasi militer untuk menggempur kubu terakhir ISIS di wilayah pedesaan timur Deir Al-Zour, dan diduga tak lama lagi akan mengumumkan tamatnya riwayat “kekhalifahan” yang pernah dideklarasikan ISIS  di banyak kawasan yang semula dikuasainya di Suriah dan Irak sejak tahun 2014.

Direktur pusat media SDF Mustafa Bali di halaman Twitter-nya, Selasa, menyebutkan bahwa SDF telah “mengambil alih kamp ISIS di Baghouz.” Kamp itu hanya berupa tenda-tenda acak yang ditinggalkan, serta puluhan mobil dan truk yang diparkir dengan kondisi beberapa di antaranya terbakar di kawasan sekitar distrik tersebut .

“Ini bukan deklarasi kemenangan, melainkan sebuah kemajuan signifikan dalam perang melawan ISIS… Pasukan kami telah maju dan menguasai ke kamp itu sepenuhnya,” ungkap Bali.

Tanpa  menyebutkan jumlah kawanan ISIS yang tersisa dia menjelaskan, “Konfrontasi berlanjut melawan sekelompok teroris Al-Qaeda yang tertahan di area kecil dalam pertempuran.”

Sejak 9 Februari lalu SDF melancarkan serangan ke kantung ISIS di Baghouz dalam sebuah operasi militer besar-besaran yang dimulai pada enam bulan lalu untuk menumpas kawanan teroris berfaham Salafi/Wahhabi itu dari kubu terakhirnya di pinggiran timur provinsi Deir Ezzor, Suriah timur.

Mengenai dampak operasi ini, SDF mencatat sebanyak lebih dari 66,000 orang telah keluar dari wilayah kantung ISIS itu sejak awal tahun ini, termasuk 37,000 warga sipil serta 5000 teroris dan sekitar 24,000 anggota keluarga mereka. SDF juga mengaku telah meringkus “520 teroris dalam beberapa operasi khusus”. (raialyoum)