Rangkuman Berita Utama Timteng Rabu 20 Juli 2022

Jakarta, ICMES. Pemimpin Besar Republik islam Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei dalam kata sambutaannya saat dijumpai Presiden Rusia Vladimir di Teheran  menyatakan sikapnya mengenai perang di Ukirana dan menekankan keharusan “pengusiran”pasukan  Amerika Serikat (AS) dari kawasan seberang timur Sungai Eufrat di Suriah.

Pemimpin Besar Republik islam Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei saat ditemui Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menekankan keharusan menjaga integritas Suriah, dan memastikan serangan terhadap Suriah merugikan semua pihak, termasuk Turki.

Iran, Rusia, dan Turki telah mengadakan pertemuan puncak atau konferensi tingkat tinggi (KTT) segi tiga mengenai proses perdamaian Suriah yang sudah lebih dari 11 tahun di landa konflik.

Berita Selengkapnya:

Dijumpai Putin, Ayatullah Khamenei Komentari Perang Ukraina dan Serukan Pengusiran Pasukan AS

Pemimpin Besar Republik islam Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei dalam kata sambutaannya saat dijumpai Presiden Rusia Vladimir di Teheran, Selasa (19/7), menyatakan sikapnya mengenai perang di Ukirana dan menekankan keharusan “pengusiran”pasukan  Amerika Serikat (AS) dari kawasan seberang timur Sungai Eufrat di Suriah.

“Masalah Suriah sangatlah penting, dan kami menegaskan sikap Republik Islam (Iran) yang menolak serangan militer terhadap Suriah, dan menekankan keharusan mencegahnya,” ungkap Ayatullah Khamenei.

Dia mengatakan, “Masalah krusial  lainnya dalam isu Suriah adalah pendudukan AS atas wilayah subur dan kaya minyak di sebelah timur Eufrat, dan masalah ini harus diselesaikan dengan pengusiran terhadap mereka dari wilayah itu.”

Mengenai perang di Ukraina, Ayatullah Khamenei mengatakan, “Saya tidak senang atas apa yang terjadi pada warga sipil dalam perang, tapi dalam urusan Ukraina, seandainya Rusia tak bertindak maka pihak lain akan menyulut perang.”

Khamenei menambahkan , “Kerjasama Iran-Rusia berjangka panjang,dan sangat menguntungkan kedua negara.”

Dia juga menyambut baik “sikap presiden Rusia baru-baru ini terhadap Zionis,” dan menyebut AS sebagai “arogan dan penipu”.

“Salah satu penyebab runtuhnya Uni Soviet adalah keterjatuhan pada jebakan dan tipu daya kebijakan AS,” ujarnya.

Ayatullah Khamenei memuii “kebijakan independen Putin selama masa jabatannya sebagai presiden Rusia”.

 “Di bawah pemerintahan Anda, Rusia mempertahankan kemerdekaannya,” ujarnya.

Sebelumnya di hari yang sama, juru bicara kepresidenan Rusia Dmitry Peskov mengatakan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin mengadakan pertemuan dengan Ayatullah Khamenei.

Presiden Putin berkunjung ke Iran selama 24 jam di tengah dugaan bahwa dia mengadakan pembicaraan dengan Presiden Iran Ebrahim Raisi mengenai kerjasama bilateral dan berbagai isu internasional.

Dmitry Peskov mengatakan bahwa pembicaraan mengenai proses penyelesaian konflik di Suriah merupakan agenda penting Putin dalam lawatannya ke Teheran, yang dilakukan dalam rangka menghadiri Pertemuan Puncak Segi Tiga Iran, Turki dan Rusia.  (alalam/almayadeen)

Ditemui Erdogan, Ayatullah Khamenei: Serangan terhadap Suriah Rugikan Turki dan Semua Pihak

Pemimpin Besar Republik islam Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei dalam kata sambutaannya saat ditemui Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Selasa (19/7), menekankan keharusan menjaga integritas Suriah, dan memastikan serangan terhadap Suriah merugikan semua pihak, termasuk Turki.

Menyinggung kecaman Erdogan terhadap kelompok-kelompok teroris, Ayatullah Khamenei menyatakan bahwa terorisme memang harus diperangi, “tapi serangan militer terhadap Suriah justru hanya akan menguntungkan para teroris, yang bukan terbatas pada satu kelompok.”

“Kami akan bekerjasama dengan Anda dalam pemberantasan terorisme,” ungkapnya, ketika menanggapi ajakan Erdogan untuk kerjasama demikian.

Pemimpin Besar Iran menyebutkan bahwa  keamanan wilayah dan perbatasan Turki merupakan bagian dari keamanan Iran.

“Andapun hendaknya menjadikan keamanan Suriah sebagai keamanan Anda, keamanan Suriah harus disolusi dengan perundingan. Iran, Turki dan Rusia hendaklah menyelesaikan masalah ini dengan dialog,” imbuhnya.

Turki sejak beberapa lalu dilaporkan berencana melancarkan invasi militer di Suriah utara untuk menumpas milisi Kurdi yang menjadi tulang punggung Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang bersekutu dengan AS. 

Menyinggung eksistensi umat Islam, Ayatullah Khamenei menekankan bahwa kekuatan dan kebesaran umat ini bergantung pada kesadaran untuk saling memahami  “perbedaan selera” serta kebangkitan melawan upaya-upaya pemecah belahan.

Dia juga memastikan bahwa rezim Zionis Israel yang notabene musuh umat Islam dan didukung penuh oleh AS kini justru semakin menjadi salah satu faktor perpecahan umat Islam, dan bahwa meskipun sebagai negara menjalin hubungan dengan rezim itu namun rakyat di negara-negara itu sangat membenci Israel dan menentang hubungan itu.

Dia lantas mengingatkan bahwa isu Palestina adalah urusan utama Dunia Islam di mana umat agama ini tak seharusnya tunduk kepada AS dan Israel.

“Rezim Zionis maupun AS dan lain-lain sekarang tak dapat menghentikan gerakan orang-orang Palestina yang sudah mengakar, dan pada akhirnya urusan itu akan berubah menguntungkan bangsa Palestina,” ungkapnya.

Di pihak lain, dalam pertemuan yang juga dihadiri oleh Presiden Iran Ebrahim Raisi itu Presiden Erdogan menegaskan bahwa negaranya selalu menentang sanksi sewenang-wenang terhadap Iran.

“Turki mendukung tuntutan sah Iran dalam perjanjian nuklir, dan memotivasi perusahaan-perusahaan Turki untuk berinvestasi di Iran,” ungkap Erdogan.

Menyinggung sepak terjang Iran Iran dan Turki dalam upaya pemberantasan terorisme selama beberapa tahun terakhir, Erdogan mengatakan, “Kelompok-kelompok teroris di Suriah menerima dukungan persenjataan berat dari negara-negara Barat seperti Jerman, Inggris, Prancis, dan terutama AS.”

Sembari menyebutkan kejelasan sikap Turki yang mendukung penuh integritas teritorial Suriah, Erdogan juga mengatakan, “Kami mengharapkan pemerintah Suriah menjalankan proses politik, dan masalah Suriah secara khusus dimasukkan dalam pertemuan Astana, dan kami berharap mencapai hasil yang baik.” (alalam)

Ini Beberapa Poin Deklarasi KTT Segi Tiga di Teheran

Iran, Rusia, dan Turki telah mengadakan pertemuan puncak atau konferensi tingkat tinggi (KTT) segi tiga mengenai proses perdamaian Suriah yang sudah lebih dari 11 tahun di landa konflik.

KTT ke-7 dari proses Astana itu diadakan di Teheran, Selasa (19/7), dan melibatkan Presiden Iran Ebrahim Raisi, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin.

KTT tersebut menghasilkan deklarasi yang berisikan beberapa poin antara lain sebagai berikut;

– Menghormati kedaulatan, kemerdekaan dan integritas Suriah.

– Melanjutkan kerjasama pemberantasan terorisme, mengutuk semua kelompok teroris dengan semua labelnya di Suriah, dan menekankan keharusan penerapan semua tindakan terkait dengan Suriah utara.

– Menolak segala upaya pengadaan realitas baru di Suriah dengan dalih pemberantasan terorisme, termasuk inisiatif pengadaan pemerintahan otonomi dan apalagi agenda desintegrasi Suriah.

– Mengecam dan menentang tindakan pasukan pendudukan Amerika Serikat menguasai sumber-sumber minyak Suriah dan memperdagangkan hasilnya secara ilegal.

– Menekankan keharusan penerapan semua tindakan yang telah disepakati terkait dengan zona de-eskalasi di provinsi Idlib dan sekitarnya.

– Menegaskan bahwa solusi politik adalah satu-satunya kunci untuk menyudahi krisis politik di Suriah.

– Menekankan urgensi pertukaran tahanan antara pemerintah dan oposisi di Suriah demi menunjang terciptanya rasa saling percaya di antara semua pihak di Suriah.

– Menekankan keharusan adanya bantuan internasional untuk proses pemulangan para pengungsi Suriah, termasuk dengan menunjang proses rekonstruksi dan pembersihan ranjau.

– Mengecam serangan militer Rezim Zionis Israel terhadap Suriah, dan menganggapnya sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan Suriah dan hukum internasional.

(mm/alalam)