Rangkuman Berita Utama Timteng Rabu 20 Februari 2019

jubir Brigade Hizbullah Jaafar al-HussainiJakarta, ICMES: Brigade Hizbullah yang berbasis di Irak menyatakan pihaknya telah menolak menerima surat dari pasukan Amerika Serikat (AS).

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan bahwa pelaku serangan bunuh diri yang menyebabkan  27 anggota IRGC meninggal pada pekan lalu adalah dua orang Pakistan.

Parlemen Yordania mengutuk keras kejahatan Rezim Zionis di al-Quds, sembari menuntut pemanggilan dubes Yordania dari Tel Aviv serta pengusiran dubes Israel dari Amman.

Berita selengkapnya:

Brigade Hizbullah Irak Tolak Surat Dari Pasukan AS

Brigade Hizbullah yang berbasis di Irak menyatakan pihaknya telah menolak menerima surat dari pasukan Amerika Serikat (AS), dan mengungkap secara detail eksistensi militer negara arogan ini di Negeri 1001 Malam.

” Amerika Serikat (AS) memiliki 31 pangkalan militer di Irak, termasuk yang menampung 7 pesawat, serta enam pusat intelijen, 34.000 tentara, lima perusahaan keamanan, dan 24 perusahaan kerjasama,” ungkap Juru bicara Brigade Hizbullah Jaafar al-Hussaini dalam wawancara dengan channel al-Mayadeen, Senin (18/11/2019).

Dia kemudian mengatakan, “Brigade Hizbullah menolak mentah-mentah untuk menerima surat dari pasukan AS melalui kantor PBB. Kami mengatakan kepada kantor itu bahwa tidak ada dialog antara kami dan Amerika. Jika mereka menginginkan sesuatu, mereka harus menyatakannya di media.”

Al-Husseini menambahkan, “Insiden yang dibicarakan orang Amerika adalah bahwa kami mengebom posisi mereka secara benar (sengaja), tetapi yang dimaksud ialah ISIS dan terjadi penyimpangan pada rudal. Orang-orang Amerika saat itu sangat dekat dengan posisi-posisi yang menjadi target.”

Dia kemudian mengingatkan, “Kami menduga Amerika akan melakukan tindakan militer di perbatasan Irak-Suriah dalam beberapa hari mendatang. Kami di Brigade Hizbullah mencermati daerah-daerah perbatasan dengan Suriah untuk memantau pergerakan AS. Penyebaran Amerika di Irak menunjukkan adanya suatu rencana, kami memiliki informasi tentang itu, dan kami akan mengumumkannya nanti.” (alalam)

IRGC Nyatakan Pelaku Bom Bunuh Diri Dua Orang Pakistan

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan bahwa pelaku serangan bunuh diri yang menyebabkan  27 anggota IRGC meninggal pada pekan lalu adalah dua orang Pakistan.

“Pelaku bom bunuh diri adalah Hafez Mohammed Ali, yang berasal dari Pakistan,” ungkap kantor berita IRNA mengutip pernyataan kepala pasukan darat IRGC di sela-sela upacara peringatan para korban insiden tersebut di Teheran, Senin (19 Februari 2019).

Sebuah serangan bom mobil pada 13 Februari lalu telah menargetkan sebuah bus milik IRGC di provinsi tenggara Sistan-Baluchistan di dekat perbatasan dengan Pakistan.

Serangan itu menjadi salah satu serangan paling berdarah terhadap IRGC sejak lembaga ini didirikan pada tahun 1979 untuk melindungi pemerintahan republik Islam dari ancaman asing dan domestik.

Brigjen Mohammad Pakpour dari IRGC menjelaskan bahwa penyelidikan dilakukan setelah mengidentifikasi jenis bom mobil yang digunakan.

“Dua hari yang lalu, tersangka pertama, seorang wanita, diidentifikasi dan ditangkap  sehingga  memungkinkan untuk mengidentifikasi orang lain… Dua anggota kelompok teroris itu adalah orang Pakistan,” katanya.

Senin lalu (18/2/2019) IRGC mengumumkan penangkapan tiga tersangka dalam serangan bunuh diri tersebut. Tanpa menyebutkan identitas dan kewarganegaraan mereka, IRGC saat itu menyatakan, “Mereka mempersiapkan aksi bunuh diri dengan baik.”

Pakpour mengatakan kelompok itu “mempersiapkan serangan bunuh diri” untuk menyerang acara peringatan 40 tahun kemenangan Revolusi Islam yang dirayakan pada 11 Februari, tetapi gagal karena “kesiapan” pasukan keamanan. (mm/alalam/railayoum)

Parlemen Yordania Tuntut Pengusiran Dubes Israel

Parlemen Yordania mengutuk keras kejahatan Rezim Zionis di al-Quds, sembari menuntut pemanggilan dubes Yordania dari Tel Aviv serta pengusiran dubes Israel dari Amman.

Dalam statemen parlemen Yordania disebutkan, komisi Palestina di parlemen mengapresiasi upaya Yordania untuk mencabut gembok-gembok besi yang dipasang Israel di gerbang Bab al-Rahmah.

Berdasarkan laporan situs Ammon, komisi ini mengkhawatirkan invasi Rezim Zionis dan para pemukim Yahudi ke Masjid Aqsha, serta tindak kekerasan mereka terhadap para jemaah salat dan pegawai wakaf Islam di al-Quds.

Komisi Palestina juga meminta agar pemerintah Yordania mengusir dubes Israel dan memanggil pulang dubes negara ini dari Tel Aviv.

Dalam statemen komisi ini disebutkan, pelanggaran rezim penjajah Israel atas kesucian Islam dan Kristen di al-Quds menandakan tahap baru dan berbahaya yang telah melukai hati muslimin di seluruh dunia.

Para jemaah salat kemarin (Senin, 18/2) mematahkan rantai besi dan gembok yang dipasang Rezim Zionis pada Minggu malam di Bab al-Rahmah, kemudian masuk ke dalam masjid. Namun mereka lalu dipukuli oleh serdadu Israel.

Tentara Israel juga menangkap sebagian dari para jemaah salat, termasuk Raid Daana (imam masjid Beit Hunaina di utara al-Quds) yang memimpin salat di Bab al-Rahmah kemarin. Dia ditangkap saat keluar melalui Bab al-Amud. (alalam/fars)