Rangkuman Berita Utama Timteng Rabu 19 Juni 2019

rouhani dan trumpJakarta, ICMES: Presiden Iran menyatakan bahwa khalayak dunia “memuji” keberanian Iran melawan Amerika Serikat (AS) yang telah melanggar janji dan keluar dari kesepakatan nuklir Iran.

Pemerintah Iran melalui juru bicara Kementerian Luar Negerinya, Abbas Mousavi, menyatakan belasungkawa atas meninggalnya mantan presiden terguling Mesir, Mohamed Morsi.

Iran dan Hamas menegaskan kembali penentangan mereka terhadap prakarsa damai “Perjanjian Abad” (Deal of the Century) yang dicanangkan Amerika Serikat (AS).

Pasukan elit Iran, IRGC, mengingatkan bahwa rudal-rudal balistik “berpresisi tinggi” negara ini sanggup menyasar kapal laut,

Berita selengkapnya:

Rouhani: Dunia Memuji Keberanian Iran Melawan AS

Presiden Iran Hassan Rouhani menyatakan bahwa khalayak dunia “memuji” keberanian Iran melawan Amerika Serikat (AS) yang telah melanggar janji dan keluar dari kesepakatan nuklir Iran, Rencana Aksi Bersama Komprehensif (Joint Comprehensive Plan of Action /JCPOA ), yang sejauh ini masih dipatuhi oleh Iran.

“Hari ini kita berada dalam konflik dengan AS, di mana tidak ada seorang pun di dunia ini tidak memuji Iran,” ujar Rouhani dalam pidato yang disiarkan televisi pemerintah negara republik Islam ini, Selasa (18/6/2019).

Dia menambahkan, “Iran telah memenuhi apa yang telah ditandatanganinya. Iran telah mematuhi perjanjian internasional, sedangkan pihak lawan kita sekarang adalah pihak yang menghancurkan semua perjanjian, konvensi dan kesepakatan internasional.”

Washington dan Teheran terlibat konflik sejak Presiden AS Donald Trump pada Mei 2018 membuat keputusan menarik AS dari JCPOA yang dicapai oleh pendahulunya Barack Obama pada 2015 dengan Iran di bawah pengawasan internasional, dan kemudian memberlakukan kembali sanksi terhadap Iran, meskipun Teheran dan pihak-pihak internasional lain yang terikat JCPOA masih konsisten kepada perjanjian ini.

Ketegangan Iran dengan AS kemudian meningkat. AS memperkuat keberadan militernya di Timur Tengah serta mengerahkan kapal induk dan pesawat pembom B-52 ke Teluk Persia.

Selain itu, penjualan senjata ke Arab Saudi juga meningkat sebagai tanggapan atas apa yang disebut Washington sebagai “ancaman” yang berasal dari Republik Islam.

Washington telah mencantumkan pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dalam daftar organisasi teroris serta menuduh Teheran berada di balik serangan terhadap dua kapal tanker minyak di Teluk Oman pada pekan lalu.

Pada 8 Mei lalu Rouhani mengumumkan penangguhan penerapan beberapa kewajiban Iran dalam JCPOA  jika negara-negara penandatangan lain (Inggris, Cina, Prancis, Jerman dan Rusia) dalam jangka waktu 60 hari gagal meringankan dampak sanksi AS terhadap sektor minyak dan perbankan Iran.

Sejak tanggal itu dia juga menghentikan komitmen Iran membatasi persediaan air berat dan uranium yang diperkaya sesuai JCPOA yang ditandatangani di Wina. (raialyoum)

Iran Nyatakan Belasungkawa atas Meninggalnya Morsi

Pemerintah Iran melalui juru bicara Kementerian Luar Negerinya, Abbas Mousavi, menyatakan belasungkawa atas meninggalnya mantan presiden terguling Mesir, Mohamed Morsi.

Kepada bangsa Mesir, keluarga almarhum serta para rekan dan simpatisannya, Abbas Mousavi menyatakan pihaknya prihatin atas kematian tokoh yang dulu terpilih dalam pemilihan umum pertama setelah kemenangan Gerakan Rakyat Mesir itu.

Mousavi memanjatkan kepada Allah SWT agar almarhum mendapat rahmat darinya, dan yang ditinggal olehnyapun dapat bersabar dan tabah atas musibah ini.

Televisi Mesir, Senin (17/6/2019), melaporkan bahwa Mohamed Morsi meninggal dunia pada usia 67 tahun ketika menghadiri sidang pengadilan atas dakwaan aksi mata-mata untuk kepentingan Qatar.

Sumber-sumber pengadilan menyebutkan bahwa dia meninggal ketika menghadiri sidang pengadilan terhadap 22 terdakwa yang terdiri atas para tokoh dan anggota kelompok Ikhwanul Muslimin (IM). Mordi dan penasehat umum IM Mohamad Badi’ adalah dua terdakwa utama dalam pengadilan atas dakwaan itu.

Menurut sumber-sumber tersebut, Morsi semula menghadiri persidangan dalam kondisi yang sepenuhnya bugar, dan saat itu meminta berbicara kepada mahkamah, dan penasehat hukumnya pun, Mohammad Shirin Fahmi, memperkenankannya bicara.

Mereka menambahkan bahwa Morsi berbicara selama 25 menit, tapi kemudian berhenti, kelelahan, dan jatuh pingsan di dalam terali yang mengurungnya di ruang sidang. Ambulan kemudian datang dan melarikannya ke rumah sakit terdekat, tetapi dia lantas meninggal dunia. (alalam)

Delegasi Hamas ke Iran untuk Bahas “Perjanjian Abad”

Iran dan Hamas menegaskan kembali penentangan mereka terhadap prakarsa damai “Perjanjian Abad” (Deal of the Century) yang dicanangkan Amerika Serikat (AS).

Kantor berita resmi Iran, IRNA, Senin (17/6/2019), melaporkan  bahwa penegasan ulang itu dinyatakan oleh keduanya dalam pertemuan antara Menteri Intelijen Iran Mahmoud Alavi dan pejabat Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas).

Seorang pejabat Hamas di Libanon mengatakan kepada AFP bahwa pertemuan  itu diadakan di kedutaan Iran di Beirut pada hari Sabtu lalu (15/6/2019).

Menurut IRNA, delegasi Hamas dalam pertemuan itu antara Saleh al-Arouri, orang kedua Hamas, Osama Hamdan, penanggung jawab hubungan internasional, dan Ahmed Abdel Hadi, wakil gerakan itu di Lebanon.

Dalam pertemuan ini kedua belah pihak menekankan perlunya melanjutkan pertemuan untuk memenuhi tantangan dan risiko besar yang dihasilkan dari desakan pemerintah AS untuk memaksakan Kesepakatan Abad yang ditolak oleh konsensus rakyat Palestina, dan bertentangan dengan keinginan masyarakat kawasan secara keseluruhan.

Utusan Timur Tengah Presiden AS Donald Trump, Jason Greenblatt, Minggu lalu mengatakan bahwa prakarsa damai Gedung Putih untuk menyelesaikan konflik antara Israel dan Palestina itu bisa jadi akan diumumkan pada bulan November setelah pemilu Israel.

AS beberapa kali menunda pengumuman prakarsanya itu karena ada kemungkinan kuat bahwa Trump tidak akan dapat mencapai apa yang disebutnya “perjanjian final”. (raialyoum)

IRGC Ingatkan Rudal Balistik Presisi Tinggi Iran Sanggup Menghantam Kapal

Komandan umum pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Brigjen Hossein Salami, Selasa (18/6/2019), mengingatkan bahwa rudal-rudal balistik “berpresisi tinggi” Iran sanggup menyasar kapal laut, dan bahwa teknologi rudal balistik telah mengubah perimbangan kekuatan di Timur Tengah.

Hal ini dinyatakan menyusul kabar bahwa AS mengirim pasukan tambahan sebanyak 1000 personil ke kawasan Teluk Persia.

Sebelumnya, Wakil Komandan Angkatan Darat IRGC Ali Akbar Pour Jamshidian menyatakan bahwa keberadaan kapal induk AS di Teluk Persia “sama sekali bukan ancaman” bagi Teheran, dan bahwa pasukan Iran berada “di puncak kesiapan berkonfrontasi”.

“Kekuatan asing manapun tak dapat berpikir melakukan tindakan bodoh di perbatasan laut dan darat kami,” tegasnya.

Dia menambahkan bahwa negaranya akan menghadapi dengan tangan besi segala bentuk agresi terhadap bagian manapun dari wilayah Iran.

Di hari yang sama, Presiden AS Donald Trump menyatakan pihaknya siap berinteraksi dengan Iran menyusul aneka peristiwa yang terjadi belakangan ini.

“Kita akan melihat apa yang akan terjadi, kami siap,” ujarnya di depan Gedung Putih saat ditanya wartawan tentang Iran.

Di bagian lain, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menyatakan negaranya akan terus menekan Iran dan “mencegah agresi” di kawasan, “tapi tidak menghendaki eskalasi konflik dengan Teheran.”

Dia mengatakan, “Kami telah bertukar pesan (dengan Iran) sampai sekarang. Kami sampaikan kepada Iran bahwa ada pencegahan agresi…. Trump tidak menghendaki perang. Kami akan terus menyampaikan pesan ini, dan melakukan apa yang diperlukan untuk melindungan kepentingan AS di kawasan.” (alalam/raialyoum)