Rangkuman Berita Utama Timteng Rabu 19 Januari 2022

Jakarta, ICMES. Kelompok pejuang Ansarullah (Houthi) di Yaman menjelaskan rincian baru ihwal operasi militer “Badai Yaman” yang menyasar Uni Emirat Arab (UEA) pada Senin lalu (17/1), sementara Associated Press (AP) merilis citra satelit ihwal dampak serangan itu, dan Israel menyatakan kesiapannya membela UEA.

Jet-jet tempur Arab Saud dilaporkan telah menggempur gedung parlemen Yaman dan akademi militer di Sanaa.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan dalam konferensi pers  menyatakan memuji sejawatnya dari Israel, Isaac Herzog, dan menyebutnya akan berkunjung ke Turki dalam waktu dekat.

Berita Selengkapnya:

Ansarullah Yaman Ungkap Rincian Baru Serangannya ke UEA, AP Perlihatkan Citra Satelit

Kelompok pejuang Ansarullah (Houthi) di Yaman menjelaskan rincian baru ihwal operasi militer “Badai Yaman” yang menyasar Uni Emirat Arab (UEA) pada Senin lalu (17/1), sementara Associated Press (AP) merilis citra satelit ihwal dampak serangan itu, dan Israel menyatakan kesiapannya membela UEA.

Jubir militer Yaman yang bersekutu dengan Ansarullah, Brigjen Yahya Saree, Selasa (18/1), mengatakan, “Rudal-rudal yang telah digunakan dalam operasi Badai Yaman adalah rudal jelajah tipe Quds 2 yang menyasar kilang minyak di Musaffah, dan Bandara Abu Dhabi dengan empat rudal, sementara rudal balistik Dzulfiqar menyasar Bandara Abu Dhabi. Sedangkan pesawat nirawak telah menyasar beberapa target vital dan penting, selain juga ada sasaran-sasaran sebelumnya dengan pesawat nirawak Samad 3.”

Sementara itu, kantor berita Associated Press (AP) di hari yang sama merilis beberapa citra satelit yang disebutnya “memperlihatkan dampak serangan terhadap instalasi minyak di Abu Dhabi di mana Houhi mengaku bertanggungjawab atasnya.”

Dalam menganalisa beberapa gambar yang diambil oleh perusahaan Planet Labs itu AP menyebutkan, “Tampak asap membumbung di atas tanki bahan bakar milik Perusahaan Minyak Nasional Abu Dhabi (ADNOC) pada Senin kemarin, dan gambar lain memperlihatkan tanda-tanda kebakaran dan busa putih yang digunakan untuk memadamkan kebakaran di tank tersebut.”

AP menambahkan bahwa ADNOC tidak segera menanggapi pertanyaan AP tentang kondisi lokasi itu dan perkiraan kerusakan yang disebabkan oleh serangan itu. ADNOC hanya menyebutkanbahwa “serangan itu terjadi sekitar 10 pada Senin pagi.”

Kantor berita UEA, Selasa, melaporkan bahwa negara ini mendesak Dewan Keamanan PBB agar menggelar rapat untuk “mengutuk secara tegas dan serempak serangan Houthi”.

Seperti pernah diberitakan, Ansarullah di Yaman telah melancarkan serangan ke UEA pada Senin lalu sembari menyebutnya sebagai operasi bersandi Badai Yaman dengan menggunakan rudal dan drone yang menyebabkan terjadinya sejumlah ledakan di tanki bahan bakar, tewasnya tiga orang dan kebakaran di dekat Bandara Abu Dhabi.

Seakan mengomentari eskalasi militer Yaman-UEA, Jubir Kemlu Iran Saeed Khatibzadeh menyatakan bahwa serangan militer tak akan dapat menyudahi krisis.

“Iran selalu menekankan bahwa solusi bagi setiap krisis di kawasan bukanlah pengandalan perang dan kekerasan. Tak ada jalan untuk harapan akan tertanamnya perdamaian dan stabilitas kecuali dalam suasana tenang,” katanya.

Di pihak lain, negara musuh Iran, Israel, mengaku siap memberikan dukungan intelijen dan keamanan kepada UEA yang telah menjalin perjanjian normalisasi hubungan dengan Israel. Kesiapan ini dinyatakan langsung oleh Perdana Menteri Israel Naftali Bennett, menurut laporan saluran TV i24 milik Israel.

Ditujukan kepada Putra Mahkota Abu Dhabi Mohammad bin Zayed al-Nahyan, Bennett mengatakan, “Mewakili pemerintah dan negara Israel, saya menyatakan belasungkawa atas jatuhnya korban serangan teror di Abu Dhabi, yang telah menewaskan tiga orang dan melukai enam lainnya.”

Dia menambahkan, “Israel berkomitmen untuk bekerjasama dengan Anda dalam perang secara kontinyu melawan para ekstremis di Timur Tengah, dan kami akan terus bersama Anda untuk bekerjasama melawan musuh-musuh bersama kita.”

Dia lantas mengatakan, “Kami siap memberikan bantuan intelijen dan keamanan kepada Anda demi melindungi warga UEA dari serangan serupa.” (alalam/raialyoum/mna)

Jet Tempur Saudi Gempur Gedung Parlemen Yaman di Sanaa

Jet-jet tempur Arab Saud dilaporkan telah menggempur gedung parlemen Yaman dan akademi militer di Sanaa, Selasa (18/1).

Beberapa sumber media menyebutkan bahwa serangan itu terjadi setelah militer Yaman menyerang wilayah Uni Emirat Arab (UEA) dengan sejumlah drone dan rudal balistik pada hari Senin lalu.

Serangan ke UEA terjadi beberapa hari setelah Mohamed al-Bukhaiti, anggota Dewan Tinggi Politik Yaman, memperingatkan UEA untuk tidak melanjutkan “agresi”-nya di wilayah selatan Yaman karena Yaman sanggup membalasnya dengan serangan ke wilayah UEA.

Sumber Yaman melaporkan pada Senin malam bahwa beberapa jet tempur Saudi menyerang  Sanaa, ibu kota Yaman, dengan menggempur distrik Al-Libi di barat laut Sanaa.

Menurut laporan itu, lima bangunan tempat tinggal hancur total, puluhan rumah di sekitarnya rusak, dan beberapa orang terjebak di bawah reruntuhan akibat serangan tersebut.

TV Al-Mayadeen, Selasa, melaporkan bahwa korban tewas akibat serangan koalisi pimpinan Saudi di Sanaa berjumlah 23 orang, termasuk wanita dan anak-anak kecil.

Arab Saudi melancarkan invasi militer ke Yaman sejak Maret 2015 bersama sejumlah negara sekutunya dan dengan dukungan senjata dan logistik dari AS dan beberapa negara Barat.

Invasi itu bertujuan memulihkan kekuasaan rezim yang didukung Riyadh dan menumpas gerakan Ansarullah (Houthi) yang telah memotori revolusi rakyat dan kemudian menjalankan urusan negara tanpa adanya pemerintahan yang efektif.

Namun, invasi itu sama sekali tak mendekati tujuannya meskipun telah menewaskan puluhan ribu orang Yaman dan membuat negara ini mengalami krisis kemanusiaan, yang menurut PBB, terburuk di dunia, sementara pasukan Ansarullah terus menguat dan makin tak terkalahkan meski berhadapan dengan banyak musuh. (mna)

Erdogan Puji Presiden Israel  yang Mungkin akan Berkunjung ke Turki

Di tengah pembicaraan diplomatik yang sedang berlangsung antar Turki dan Israel, Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan dalam konferensi pers pada Selasa malam (17/1), menyatakan memuji sejawatnya dari Israel, Isaac Herzog, dan menyebutnya akan berkunjung ke Turki dalam waktu dekat.

“Kami sekarang mengadakan pembicaraan dengan Presiden Herzog. Dia bisa mengunjungi kami di Turki. Perdana Menteri (Naftali) Bennett juga memiliki pendekatan positif,” kata Erdogan.

Dia juga mengatakan, “Sebagai Turki, kami akan melakukan yang terbaik untuk bekerja sama atas dasar win-win… Sebagai politisi, kita seharusnya tidak berada di sana untuk berperang, melainkan untuk hidup dalam damai.”

Erdogan juga menyinggung ketegangan di Timur Tengah dan kerjasama negaranya dengan Israel di bidang energi.

“Kami sebelumnya memiliki beberapa kemajuan dalam pengangkutan gas Israel ke Eropa melalui Turki,” ungkapnya.

Dia juga menekankan bahwa Turki dapat menggunakan energi “sebagai alat untuk perdamaian” jika memungkinkan.

“Jika tidak, setiap negara akan memutuskan sendiri. Kami tidak membeli kapal penelitian seismik secara cuma-cuma… Melalui kapal-kapal itu, kami akan terus mengejar peluang baru bagi bangsa dan kawasan kami,” lanjutnya.

Hubungan antara Turki dan Israel mencapai titik terendahnya pada tahun 2010 akibat serangan angkatan laut Israel terhadap kapal bantuan Turki, Mavi Marmara, dalam perjalanan untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza yang diblokade oleh Israel. Serangan itu menewaskan 10 aktivis.

Peristiwa itu menyebabkan krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam hubungan Turki-Israel yang telah damai selama beberapa dekade. Kedua negara bahkan memanggil pulang utusan diplomatik masing-masing usai insiden  Mavi Marmara.

Namun, pada tahun  2013 Perdana Menteri Israel saat itu, Benjamin Netanyahu, menyatakan permohonan maaf kepada Turki dan membayar $20 juta sebagai kompensasi kepada para korban insiden Mavi Marmara. Sejak itu hubungan Turki-Israel memasuki periode normalisasi. (dailysabah/timesofisrael)