Rangkuman Berita Utama Timteng Kamis 20 Januari 2022

Jakarta, ICMES. Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Amerika Serikat (AS), Yousef Al-Otaiba, menyatakan bahwa pasukan Ansarullah (Houthi) di Yaman telah menggunakan rudal jelajah dan balistik serta pesawat nirawak dalam serangannya ke Abu Dhabi beberapa hari lalu.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) AS menyatakan bahwa utusan khusus negara ini untuk Yaman Tim Lenderking akan berkunjung ke kawasan Teluk Persia pada pekan ini untuk “mengaktifkan upaya perdamaian”, menyusul heboh serangan hebat Ansarullah terhadap UEA.

Angkatan Bersenjata Yaman dan pasukan Ansarullah  yang tergabung dalam kubu Sanaa telah menghadang gerak maju masif kawanan bersenjata ISIS dan pasukan bayaran Uni Emirat Arab ( posisi-posisi pasukan kubu Sanaa di distrik Harib dan Ain, provinsi Shabwah.

Presiden Iran Ebrahim Raisi  melakukan kunjungan kenegaraan ke Rusia dan dan mengadakan pertemuan dengan sejawatnya dari Rusia Vladimir Putin di Kremlin  .

Berita Selengkapnya:

UEA Akui Ansarullah Yaman Gunakan Rudal dalam Serangan ke Abu Dhabi

Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Amerika Serikat (AS), Yousef Al-Otaiba, menyatakan bahwa pasukan Ansarullah (Houthi) di Yaman telah menggunakan rudal jelajah dan balistik serta pesawat nirawak dalam serangannya ke Abu Dhabi beberapa hari lalu.

Pernyataan ini tercatat sebagai pengakuan resmi UEA bahwa dalam serangan yang menewaskan tiga orang itu  Ansarullah tidak hanya menggunakan drone, melainkan juga rudal, setelah sebelumnya kepolisian Abu Dhabi hanya menyinggung adanya “obyek terbang” yang diduga sebagai pesawat nirawak penyebab terjadinya ledakan dan kebakaran.

“Beberapa serangan, paduan antara rudal jelajah, rudal balistik dan pesawat nirawak telah menyasar berbagai lokasi di UEA,” ungkap Al-Otaiba dalam sebuah kegiatan daring yang diselenggarakan oleh Institut Yahudi untuk Keamanan Nasional AS (Jewish Institute for National Security of America/JINSA), Rabu (19/1).

Dia menambahkan bahwa negaranya berhasil mencegat banyak rudal dan drone sehingga sedikit yang lolos dalam serangan tersebut.

Associated Press melaporkan bahwa Al-Otaiba tidak menjawab pertanyaan berapa jumlah rudal Ansarullah yang digunakan dalam serangan itu dan berapa di antaranya yang telah diintersepsi.

Seperti diketahui, Ansarullah telah melancarkan serangan ke UEA pada Senin lalu sembari menyebutnya sebagai operasi bersandi Badai Yaman dengan menggunakan rudal balistik, rudal jelajah dan drone yang menyebabkan terjadinya sejumlah ledakan pada tanki bahan bakar, tewasnya tiga orang dan kebakaran di dekat Bandara Abu Dhabi.

UEA adalah bagian dari pasukan koalisi yang dipimpin Arab Saudi dalam invasi militer ke Yaman sejak tahun 2015. Meskipun telah menarik banyak pasukannya dari Yaman, namun UEA diketahui masih banyak terlibat dalam perang di Yaman, termasuk dengan menyokong kelompok-kelompok bersenjata lokal. (alalam/raialyoum)

Perang Yaman Makin Membara, Utusan Khusus AS akan Datangi Teluk Persia

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) AS, Rabu, menyatakan bahwa utusan khusus negara ini untuk Yaman Tim Lenderking akan berkunjung ke kawasan Teluk Persia pada pekan ini untuk “mengaktifkan upaya perdamaian”, menyusul heboh serangan hebat Ansarullah terhadap UEA.

Kemlu AS dalam sebuah pernyataan tentang itu menyebutkan bahwa Lendering akan berusaha “melakukan tekanan untuk penghentian eskalasi militer, dan pemanfaatan tahun baru untuk partisipasi penuh dalam proses perdamaian yang dipimpin oleh PBB”.

Disebutkan pula bahwa Lenderking juga akan fokus pada “kebutuhan mendesak untuk mengatasi krisis kemanusiaan dan ekonomi yang dihadapi Yaman.”

Kunjungan itu akan dilakukan setelah serangan rudal dan drone Ansarullah ke Abu Dhabi pada Senin lalu membuat perang Yaman kian berkobar, ketika esok harinya, pasukan koalisi yang dipimpin Arab Saudi melancarkan serangan udara ke Sanaa, ibu kota Yaman yang dikendalikan oleh Ansarullah. Serangan ke Sanaa ini menjadi salah satu serangan paling masif koalisi sejak tahun 2019 dan menewaskan sedikitnya 20 orang, termasuk warga sipil, menurut media dan penduduk  Yaman.

AS mengutuk serangan Ansarullah terhadap UEA yang notabene sekutu AS di Teluk Persia. UEA meminta kepada Dewan Keamanan PBB untuk menyelenggarakan sidang yang membahas serangan Ansarullah.

Sekjen PBB Antonio Guterres menyatakan prihatin atas serangan udara koalisi terhadap Sanaa maupun serangan Ansarullah terhadapap UEA, sebagaimana dikatakan oleh juru bicaranya. (mm/raialyoum)

Pasukan Kubu Sanaa di Yaman Hadang Gerak Maju ISIS dan Antek UEA

Angkatan Bersenjata Yaman dan pasukan Ansarullah  yang tergabung dalam kubu Sanaa telah menghadang gerak maju masif kawanan bersenjata ISIS dan pasukan bayaran Uni Emirat Arab (UEA) menuju posisi-posisi pasukan kubu Sanaa di distrik Harib dan Ain, provinsi Shabwah.

Jubir militer kubu Sanaa, Brigjen Yahya Saree, dalam pernyataannya di Twitter mengenai peristiwa tersebut, Rabu (19/1), menyebutkan bahwa pihaknya berhasil melakukan penghadangan dan menggagalkan pergerakan maju tersebut meskipun pasukan lawan mendapat dukungan intensif dari pasukan udara koalisi yang dipimpin Arab Saudi.

Saree mencatat lebih dari 50 pasukan bayaran UEA tewas dan luka sementara beberapa kendaraan lapis baja mereka hancur dalam peristiwa tersebut.

Dia juga menyatakan bahwa pasukan rudal kubu Sanaa telah menggempur tempat-tempat konsentrasi pasukan bayaran UEA dengan dua rudal balistik  yang menerjang target masing-masing secara presisi hingga menewaskan dan melukai banyak orang.

Pada 14 Januari lalu pasukan kubu Sanaa juga telah menghadang upaya pasukan lawan mereka untuk bergerak maju secara besar-besaran ke distrik Harib dan Ain. Dalam peristiwa itu, selain gagal maju, kawanan ISIS dan pasukan bayaran UEA juga menderita kerugian jiwa dan materi dalam jumlah besar. (alalam)

Berkunjung ke Rusia, Presiden Iran Pastikan Sanksi dan Intimidasi AS Tak Dapat Hentikan Kemajuan Iran

Presiden Iran Ebrahim Raisi  tiba di Moskow pada hari Rabu (19/1) dalam kunjungan kenegaraan, dan mengadakan pertemuan dengan sejawatnya dari Rusia Vladimir Putin di Kremlin pada hari yang sama.

Di awal pertemuan, Raisi menyatakan Teheran berharap dapat membangun hubungan strategis dengan Moskow, dan tidak melihat batasan untuk perluasan dan pengembangan hubungan Iran dengan Rusia.

Presiden Iran juga mengatakan bahwa dokumen kemitraan strategis dapat mengatur prospek hubungan bilateral dalam 20 tahun ke depan.

“Kami ingin meningkatkan volume hubungan perdagangan dengan Rusia, dan kami akan melakukan upaya besar dalam hal ini,” lanjutnya.

Menyinggung permusuhan Iran dengan Amerika Serikat (AS), Raisi mengatakan negaranya telah menghadapi Negeri Paman Sam itu sejak lebih dari 40 tahun silam, dan kini pemerintahannya sedang berusaha menyingkirkan sanksi terhadap Iran.

Dia memastikan ancaman dan sanksi tetap tidak akan dapat membendung progresivitas Iran.

Dia juga mengatakan, “Kami ingin meningkatkan volume hubungan perdagangan dengan Rusia, dan kami akan melakukan upaya besar dalam hal itu.”

Presiden Iran mengaku belum puas dengan tingkat perdagangan dan hubungan ekonomi antara kedua negara selama ini.

Di pihak lain, Presiden Puti mengatakan, “Meskipun kondisi sulit akibat pandemi, perdagangan kedua negara menunjukkan tren positif dan tumbuh 6% pada tahun lalu.”

Dia juga mengatakan bahwa proyek bilateral besar-besaran antara kedua negara sedang berlangsung dan kedua belah pihak bekerjasama di berbagai bidang.

Putin juga menyinggung kemitraan Rusia dan Iran di Suriah dengan menyatakan bahwa dukungan Moskow dan Teheran kepada Damaskus telah membantu sepak terjang Suriah mengatasi gelombang ancaman teroris yang bukan hanya melanda Suriah, melainkan juga mengarah kepada masyarakat dunia.

“Kita bekerjasama erat di  kancah internasional.  Melalui upaya kedua negara, kita dapat membantu Suriah dalam memerangi terorisme internasional,” ungkapnya.

Putin juga menyinggung isu perjanjian nuklir Iran, Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), dengan mengatakan, “Di bawah perjanjian sementara, hubungan antara Iran dan Uni Ekonomi Eurasia berkembang, dan kami secara aktif bekerja untuk membangun basis permanen dalam bentuk zona perdagangan bebas antara Iran dan Uni Eurasia. Iran bertindak sebagai pengamat di Organisasi Organisasi Shanghai, dan saya ingin meminta pendapat Yang Mulia tentang JCPOA.”

Putin kemudian meminta Raisi untuk menyampaikan pesannya kepada Pemimpin Besar Iran, Ayatullah Sayid Ali Khamenei, bahwa Putin berharap Ayatullah Khamenei tetap sehat dan berada dalam kondisi terbaik.

Sementara itu, Menlu Iran Hossein Amir Abdollahian di Twitter menyebut pertemuan Raisi dan Putin sebagai perkembangan penting di mana keduanya telah bersepakat untuk membuat peta jalan berjangka panjang.

Dia menilai hubungan Teheran-Moskow mamasuki babak baru dengan jalur-jalur yang variatif dan ekselaratif, dan memastikan bahwa “dunia masa depat berputar mengitari pluralisme”. (mna/alalam)