Rangkuman Berita Utama Timteng Rabu 18 Mei 2022

Jakarta, ICMES. Surat kabar Israel Hayom melaporkan bahwa kapal selam Rusia telah menembakkan rudal ke jet tempur Israel yang membom beberapa sasaran di Suriah, dan Israel lantas mencari tahu apakah peristiwa ini merupakan pertanda perubahaan sikap Rusia terhadap serangan Israel ke Suriah.

Lebih dari 70 warga Palestina cedera terkena tembakan gas air mata dan peluru berlapis karet dari polisi Israel terhadap prosesi pemakaman Walid al-Sharif, pemuda Palestina yang gugur akibat luka dalam insiden yang terjadi di kompleks Masjid Al-Aqsa pada bulan lalu.

Putaran keenam dialog Iran-Saudi akan diadakan di Baghdad, ibukota Irak, dalam waktu dekat ini dengan melibatkan Menteri Luar Negeri Iran  Hussein Amir Abdollahian serta sejawatnya dari Arab Saudi, Faisal bin Farhan.

Untuk pertama kalinya Angkatan Udara Rezim Zionis Israel dalam sebuah latihan militer besar pada bulan ini akan mengadakan latihan melancarkan serangan luas terhadap Iran.

Berita Selengkapnya:

Kapal Selam Rusia Tembakkan Rudal ke Jet Tempur Israel yang Serang Suriah

Surat kabar Israel Hayom melaporkan bahwa kapal selam Rusia telah menembakkan rudal ke jet tempur Israel yang membom beberapa sasaran di Suriah, dan Israel lantas mencari tahu apakah peristiwa ini merupakan pertanda perubahaan sikap Rusia terhadap serangan Israel ke Suriah.

Dikutip Al-Alam, Selasa (18/5), surat kabar Israel  itu menyatakan; “Peristiwa tak biasa ini terjadi pada hari Jumat, ketika Israel menyerang target-target di Suriah. Waktu serangan pada hari Jumat tepat pukul 20.00. Kejadian ini tidak biasa sama sekali, dan menurut publikasi, posisi yang terkena serangan juga penting.”

Israel Hayom juga menyebutkan; “Semua orang mengetahui bahwa dalam serangan yang dikaitkan dengan militer Israel terhadap Suriah itu tentara Suriah menembakkan rudal darat-ke-udara terhadap jet tempur Angkatan Udara Israel. Sejumlah rudal yang ditembakkan itu besar, tapi ini sistem lama tipe TKA.”

Surat kabar ini menambahkan; “Rusia telah memindah beberapa sistem canggih S-300 ke Suriah dalam beberapa tahun terakhir, tapi perkiraan di Israel menyebutkan bahwa  sampai akhir-akhir ini baterai-baterai canggih hanya ada di tangan Rusia saja sehingga tak menjadi ancaman bagi jet tempur Angkatan Udara Israel. Dalam konteks ini, perkembangan yang terjadi pada liburan akhir pekan lalu menimbulkan keresahan tersendiri.”

Israel Hayom lantas menyebutkan bahwa pada serangan Israel selanjutnya terhadap Suriah akan dapat diketahui apakah penembakan terhadap jet tempur Israel benar-benar dilakukan oleh Rusia, ataukah itu hanya pengecualian dan terjadi hanya sekali.

Israel terus menyerang wilayah Suriah sejak beberapa tahun lalu, tapi memburuknya hubungan Israel dengan Rusia belakangan ini menimbulkan kekhawatiran Israel terhadap kemungkinan Rusia menyerang jet tempur Israel di Suriah.

Kementerian Pertahanan Rusia Sabtu lalu mengungkapkan bahwa jet tempur F-16 Israel menembakkan 22 rudal ke lokasi Pusat Penelitian Ilmiah Suriah di Masyaf dan pelabuhan Banias, dan serangan itu dihadang oleh tentara Suriah sehingga 16 rudal di antaranya dapat dihancurkan.

Damaskus mengumumkan lima orang gugur dan tujuh lainnya terluka akibat serangan Israel ke wilayah tengah Suriah. Damaskus menyerukan kepada PBB dan Dewan Keamanan agar mengutuk pelanggaran Israel terhadap kedaulatan Suriah tersebut. (alalam)

Polisi Serang Prosesi Pemakaman Syahid Palestina, 70-an Orang Terluka

Lebih dari 70 warga Palestina cedera terkena tembakan gas air mata dan peluru berlapis karet dari polisi Israel terhadap prosesi pemakaman Walid al-Sharif, pemuda Palestina yang gugur akibat luka dalam insiden yang terjadi di kompleks Masjid Al-Aqsa pada bulan lalu.

Ratusan pelayat pada hari Senin (16/5) mengikuti prosesi pemakaman al-Sharif yang dinyatakan gugur pada Sabtu lalu. Al-Sharif terluka di bagian kepala pada 22 April setelah polisi Israel menembakkan peluru berlapis karet ke warga Palestina di komplek Al-Aqsa.

Saksi Palestina dan keluarga al-Sharif mengatakan dia ditembak di bagian kepala dengan peluru berlapis karet, sementara otoritas Israel mengklaim dia meninggal karena luka akibat terjatuh ke tanah. Pejabat rumah sakit Israel menolak memberikan keterangan mengenai penyebab pasti kematiannya.

Video amatir serangan itu menunjukkan sekelompok besar warga Palestina melarikan diri dari arah tembakan berat Israel. Segera setelah satu tembakan, al-Sharif terlihat jatuh tertelungkup dan terbaring tak bergerak di tanah. Polisi Israel kemudian membawanya pergi.

Setelah mengalami koma, al-Sharif meninggal di rumah sakit. Jenazahnya dibawa oleh pihak berwenang Israel setelah kematiannya, hingga kemudian diserahkan kepada keluarganya pada hari Senin.

Para pelayat di pemakaman, yang beberapa di antaranya membawa bendera Palestina, mengusung jenazah al-Sharif untuk disalatkan di Masjid Al-Aqsa sebelum melanjutkan ke pemakaman di luar Kota Tua Quds (Yerusalem).

Lembaga Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan 71 warga Palestina terluka akibat peluru berlapis karet, granat kejut dan pemukulan setelah pasukan Israel menyerang prosesi pemakaman tersebut.

“Pasukan Israel menembakkan peluru berlapis karet ke ambulans yang membawa peti mati pemuda Palestina,” ungkap seorang saksi mata.

Bulan Sabit Merah Palestina menyebutkan bahwa polisi Israel menyerang pelayat, mencegah mereka membawa bendera Palestina, puluhan orang ditangkap oleh polisi Israel, dan 13 orang memerlukan rawat inap, dua di antaranya menderita cedera mata.

Polisi mengatakan enam petugas terluka dan 20 warga Palestina ditangkap, termasuk lima orang yang diduga melakukan percobaan tabrak lari.

Polisi Israel mengklaim pasukannya “bertindak tegas terhadap ratusan pelanggar hukum dan perusuh yang … mengambil tindakan kekerasan terhadap pasukan yang membahayakan hidup mereka”.

Kantor Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyebut polisi Israel melakukan “tindakan kejam dan barbar”, dan tidak akan ada perdamaian dan stabilitas di kawasan itu sampai pembentukan negara Palestina, dengan Quds Timur sebagai ibu kotanya.

Kementerian luar negeri Yordania juga mengutuk serangan tersebut dan menyebutnya “tindakan tidak manusiawi” . (aljazeera)

Menlu Iran dan Menlu Saudi akan Mengadakan Pertemuan di Baghdad

Putaran keenam dialog Iran-Saudi akan diadakan di Baghdad, ibukota Irak, dalam waktu dekat ini dengan melibatkan Menteri Luar Negeri Iran  Hussein Amir Abdollahian serta sejawatnya dari Arab Saudi, Faisal bin Farhan.

Kabar tersebut disampaikan oleh anggota Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Jawad Karimi Quddusi, Selasa (16/5)

“Perjanjian awal telah dicapai antara Teheran dan Riyadh. Dalam waktu dekat, pertemuan akan diadakan antara menteri luar negeri Iran dan menteri luar negeri Arab Saudi,” ujar Quddusi.

Dia menambahkan, “Dalam pertemuan ini, masalah bilateral dan pembukaan kedutaan akan dibahas, demikian pula masalah regional, terutama krisis Yaman.”

Kemungkinan pertemuan antara kedua menteri itu terjadi menyusul tercapainya kesepakatan awal tentang hal itu dalam putaran kelima dialog a Teheran-iyadh di Baghdad pada bulan lalu. (alalam)

Pertama Kali, Israel Simulasikan Serangan Besar terhadap Iran

Untuk pertama kalinya Angkatan Udara Rezim Zionis Israel dalam sebuah latihan militer besar pada bulan ini akan mengadakan latihan melancarkan serangan luas terhadap Iran.

Manuver udara skala besar, termasuk simulasi serangan terhadap target nuklir Iran, akan digelar di Siprus pada minggu keempat dan babak akhir latihan militer yang berlangsung selama sebulan dan dimulai pada 29 Mei, menurut laporan Times of Israel.

Dikutip Rai Al-Youm, Selasa (17/5), laporan itu juga menyatakan bahwa manuver udara Israel itu untuk pertama kalinya mensimulasikan serangan terhadap fasilitas nuklir Iran, dan tentara Israel kini sedang mempersiapkan daftar target potensial di Iran dengan menggunakan kecerdasan buatan.

Disebutkan pula bahwa tentara Israel harus mencari cara untuk menyerang fasilitas bawah tanah Iran dan mengatasi pertahanan udara Iran yang kompleks, selain bersiap menghadapi serangan balasan dari Iran dan sekutunya di kawasan.

Laporan mengenai latihan militer Israel itu mengemuka setelah meningkatnya ketidakpastian kembalinya Iran kepada kesepakatan nuklir 2015, di tengah macetnya negosiasi yang lama dan tak langsung Iran dengan Amerika Serikat.

Presiden Iran Ebrahim Raisi pada parade militer bulan lalu menegaskan bahwa angkatan bersenjata Iran akan menggempur jantung Israel jika rezim ilegal Zionis ini melakukan “pergerakan sekecil apapun” terhadap Iran.

Israel telah berulang kali menekankan tidak akan menerima Iran menjadi “negara nuklir”, manakala Teheran dan negara-negara besar berusaha memulihkan perjanjian nuklir 2015. (raialyoum)